makalah MALARIA

Posted by ATMAJA'Z

Apa yang perlu diketahui”

(Sanvredey Toding, S.Farm./078115028)

Malaria adalah suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh parasit (dari jenis plasmodium), menyebar dari satu orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.Ada empat jenis parasit Plasmodium yang menyebabkan timbulnya malaria–P.vivax, P.malariae, P.ovale dan P.falciparum. Penyakit malaria dapat dicegah dan dapat diobati.




Penularannya melalui gigitan nyamuk yang telah terkena malaria. Intensitas penularan bergantung pada faktor-faktor lokal seperti pola curah hujan, jarak dengan tempat berkembang-biaknya nyamuk, dan jenis nyamuk.

Pada tahap awal, 10 sampai 15 hari setelah tertular–serangan malaria muncul 4–6 jam disertai: menggigil demam tinggi berkeringat sakit kepala tubuh terasa sakit batuk kering muntah dan anemia. Serangan bisa terjadi setiap hari atau setiap 3 hari. Jika penularan disebabkan oleh Plasmodium Falciparum, dapat menyebabkan malaria otak dan kematian. Kadang gejalanya tidak terasa selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah tertular.

Pengobatan untuk mencegah penyakit secara Farmakologis

Dianjurkan hanya untuk perlindungan jangka pendek, tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang, antara lain :

KLOROKUIN

Klorokuin adalah 4 aminoquinolin yang secara farmakoligis bekerja dengan mengikat Feriprotoporfirin IX yaitu suatu cincin hematin yang merupakan hasil metabolisme hemoglobin didalam parasit. Ikatan Feriprotoporfirin IX-klorokuin bersifat meliliskan membrane parasit sehingga parasit mati.

Indikasi :

Pencegahan dan Pengobatan serangan malaria.

Dosis :

Dewasa : 300 mg biasa seminggu sekali

Anak :

bawah 1 tahun : 37,5 — 50 mg basa seminggu sekali

1 — 4 tahun : 50 — 100 mg basa seminggu sekali

5 — 8 tahun : 150 — 200 mg basa seminggu sekali

9 — 12 tahun : 200 — 300 mg basa seminggu sekali

Kontra Indikasi :

Pada pasien yang menderita penyakit kolagen dengan kelainan pada penglihatan setelah menggunakan klorokuin, porfiria, psoriasis.

Efek samping :

Pada dosis yang dianjurkan relatif ringan. Kadang-kadang terjadi rasa pusing, gatal, gangguan penglihatan(berkunang-kunang).

Interaksi obat :

Menurunnya absorbsi bila diberi bersama antasida, menurunnya metabolisme dengan simetidin, meningkatnya akut distonia dengan bioavailability dengan ampisilin metronidazole, menurunnya praziquantel, menurunnya efek pengobatan dengan tiroksin, efek antagonis dengan karbamazepin, sodium valproate dan meningkatkan konsentrasi plasma siklosporin.

Contoh nama dagang : Resochin (Bayer) tablet

@ 150 mg, Nivaquine (Rhodia) tablet @ 100 mg.

AMODIAKUIN

Amodiakuin adalah senyawa 4 aminokuinolin merupakan obat antimalaria dimana struktur dan aktivitasnya mirip dengan klorokuin, senyawa ini juga mempunyai efek antipiretik dan antiradang. Pada beberapa studi di Afrika menunjukan bahwa bereaksi baik terhadap P.falciparum yang telah resisten terhadap klorokuin.

Indikasi :

Untuk pengobatan malaria falciparum tanpa komplikasi yang resisten klorokuin, biasanya digunakan dalam kombinasi dengan artesunat.

Dosis :

Dewasa : 300 - 400 mg basa seminggu sekali

Anak :

bawah 1 tahun : 50 mg basa seminggu sekali

1 — 4 tahun : 50 — 100 mg basa seminggu sekali

5 — 8 tahun : 150 — 200 mg basa seminggu sekali

9 — 12 tahun : 200 — 300 mg basa seminggu sekali

Penggunaan dengan kombinasi :

1). Artesunat dengan dosis harian tunggal 4 mg/ kgBB selama 3 hari.

2). Amodiakuin basa dengan dosis harian tunggal 10 mg / kgBB selama 3 hari.

Kontra indikasi :

Penderita dengan hipersensitif terhadap amodiakuin, klorokuin, dan gangguan hepar.

Efek samping :

Toksisitas Amodiakuin sama dengan klorokuin. Amodiakuin mempunyai rasa yang lebih enak daripada klorokuin, namun resiko yang tinggi untuk terjadi agranulositosis letal , hepatitis toksik bila digunakan sebagai profilaksis yaitu terjadi 1 : 1000 dan 1 : 5000.

Interaksi obat :

Tidak ada data yang cukup tentang interaksi obat.

Contoh nama dagang : Camoquine (Parke Davis), tablet @ 150 mg basa, dalam bentuk combi pack yaitu :

a. Artesdiaquine® .

Artesdiaquine® berisi 1 blister artesunat terdiri dari 12 tablet

yang tiap tablet mengandung 50 mg sodium artesunat, dan 1

blister juga terdiri dari 12 tablet yang tiap tablet mengandung

200 mg garam yang setara dengan 150 mg basa)

b. Arsuamoon®

Arsuamoon® berisi 3 blister dimana setiap blister terdiri dari 4

tablet artesunat yang tiap tablet mengandung 50 mg dan 4 tablet

basa yang tiap tablet mengandung 150 mg.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2000, Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI), DepKes RI, Jakarta.

Anonim, 2006, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Edisi 6 2006/2007, Jakarta, PT. Info Master dan CMP Medika.

Spruil, W.J. and Wade,W.E., 2005, Pharmacotherapy:A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, Mc Graw Hill Medical Publishing Division, New York.

Anonim, 2006, Ethical Digest: semijurnal farmasi dan kedokteran no. 31, 34, Ethical Digest, Jakarta.

Anonim, 2006, Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia, 181, PT. Anem Kosong Anem (AKA), Jakarta.

Anonim, 2006, Cermin Dunia kedokteran, http://www.portakalbe.co.id/files/cdk/

files/09_KemoprofilaksisMalaria,pdf., diakses tanggal 28 Desember 2007.