ARTIKEL PENGGGUNAAN TOPIKAL IMUNOSUPRESI (PIMECROLIMUS) PADA ATOPIC DERMATITIS

Posted by ATMAJA'Z

Atopic Dermatitis

Merupakan penyakit yang kronik, kambuhan, gatal dan radang yang juga dikenal dengan nama atopic eczema.

Pengobatan (Treatment)

1. Sasaran terapi

AD merupakan penyakit kulit akibat gangguan autoimun. Peningkat IgE dan eosinofilia ditemukan pada hampir semua pasien dengan AD. Karena AD penyakit yang dimediasi oleh sel T, eosinofil, sel Langerhans, dan sel mast, maka sangat logis bila digunakan imunosurpresan agent sebagai treatment atau pengobatan. Namun harus diingat adanya adverse effect reaction.2. Tujuan terapi

Saat ini AD tidak dapat disembuhkan. Kondisi ini membutuhkan rencana manajemen termasuk mengidentifikasi dan menghindari pemicu luar, memelihara kulit dan menggunakan beberapa pilihan terapetik untuk mengurangi gejala. Tetapi harus secara individual dan pendekatan secara multipronged harus dilakukan.

3. Strategi terapi

Mengurangi gejala, mencegah terjadinya falres dan modifikasi dari pemicu AD merupakan strategi jangka panjang dalam manajemen penanganan AD.

Terapi nonfarmakologi

Rekomendasi terapi nonfarmakologi bisa termasuk menghindari kontak dengan parfum, sabun berwarna dan detergen. Menggunakan cara 2 kali bilas untuk cucian, menghindari fluktuasi temperatur yang ekstrim, dsb. Tabir surya harus digunakan pada pasien dengan AD, tapi penggunaan agen nonkimia seperti tabir surya, titanium atau zinc oxide mungkin bisa menyebabkan iritasi lebih lanjut atau kontak dermatitis.

Pengobatan nonfarmakologi atopic dermatitis adalah sebagai berikut : mengidentifikasi dan mengeliminasi allergen yang potensial, mengurang frekuensi mandi (mandi setiap 2 hari sekali), gunakan air mengalir saat mandi, menghindari iritasi dengan sabun (pewarna, pewangi, bahan pengawet), Menghindari detergen dan scrub yang mengiritasi, Keringkan kulit dengan handuk kering yang halus, gunakan pelembab atau emollien (salep atau krim dengan memperhatikan pewarna, pewngi dan bahan pengawet) 3 menit setelah mandi, menjaga kuku tetap pendek dan bersih, menggunakan sarung tangan berbahan katun untuk mengindari penggarukan, menggunakan baju berbahan katun, menghindari detergen laundry karena dapat mengandung allergen, berikan pelembab untuk menjaga kulit tetap lembut.

Terapi farmakologi

Kortikosteroid Topikal

Merupakan obat yang biasa digunakan dalam menangani inflamasi dan pruritus yang disebabkan oleh AD. Digunakan untuk pengobatan reaktif dalam jangka pendek untuk flare-ups akut. Kortikosteroid topikal harus ditambah dengan emollients.

Antihistamin

Antihistamin digunakan untuk memotong siklus garuk-garuk yang disebabkan oleh pruritus dari AD. Karena pruritus lebih parah pada malam hari, antihistamin yang sedatif contohnya hydroxyzine atau dyphenhidramin bisa menyediakan keunggulan dalam memfasilitasi tidur.

Topikal imunosupresi

Topical calcineurin inhibitor, termasuk tacrolimus dan pimecrolimus, sudah masuk dalam dimensi pengobatan AD. Tidak seperti kortikosteroid, agen ini menawarkan pilihan pengobatan dalam jangka panjang karena obat tersebut dapat digunakan pada seluruh bagian tubuh untuk periode lama tanpa takut adanya efek samping. Agen ini membutuhkan sebuah kompleks yang menghasilka inhibisi calcineurin yang secara normal mengakifkan set T.

Sediaan Tar

Sediaan coal dapat mengurangi gatal dan radang pada kulit. Produk ini dapat dikombinasikan dengan topikal kortikosteroid sebagai tambahan sehingga mengurangi kekuatan kortikosteroid dan berhubungan dengan terapi sinar UV. Sediaan berbentuk crude coal tar (1%-3%) atau liquor carbonis detergen (5%-20%).
Obat Pilihan
Topikal imunosupresi, Pimecrolimus
Nama generik

Pimecrolimus ointment (1%)
Nama dagang

Elidel®
Indikasi

Sebagai obat imunosupresi yang menghambat mediator sel dan respon imun humoral. Obat ini biasa digunakan untuk mencegah penolakan organ transplantasi dan juga digunakan untuk gangguan sistem autoimun termasuk kondisi dermatologis (psoriasis, dystrophic epidermylysis bullosa dan atopic dermatitis

Pada atopic dermatitis Pimecrolimus ointment digunakan pada pasien anak-anak dan dewasa dengan AD tingkat sedang dan parah dalam jangka lama. Juga efektif untuk alergi dan iritasi karena dermatitis kontak. Cocok untuk anak-anak dan bayi usia 3 bulan.
Kontraindikasi

Untuk oral Pimecrolimus dikontraindikasikan untuk wanita hamil karena potensial mengakibatkan keguguran, namun untuk topikal Pimecrolimus tidak dilaporkan adanya kontraindikasi pada wanita hamil. Hal ini dikarenakan pimecrolimus topikal tidak memiliki efek sistemik dan dapat ditoleransi secara lokal.
Bentuk sediaan

ointment Pimecrolimus 1%
Dosis dan aturan pakai

Pada pengobatan atopic dermatitis digunakan sediaan topikal Pimecrolimus 1% berdasarkan rekomendasi FDA. Pada pasien AD, anak-anak dan dewasa. Jika digunakan 2 kali sehari, Pimecrolimus signifikan mengurang pruritus dan flares.
Efek samping

Efek samping dari penggunaan pimecrolimus sistemik adalah sakit kepala, insomnia, ansietas, amnesia, dan halusinasi. Efek toksik nya meliputi nefrotoksisitas, neurotoksisitas, hiperglikemi, dan disfungsi gastrointestinal. Efek merugikan sistemik dari pimecrolimus didokumentasikan secara lengkap dengan terapi oral, namun tidak disebutkan pada penggunaan salep topikal untuk AD. Hanya sensasi gatal dan panas atau terbakar pada daerah yang diaplikasikan namun lebih ringan daripada sensasi panas yang ditimbulkan oleh tacrolimus.
Resiko khusus

Resiko khusus pada penggunaan pimecrolimus sistemik adalah wanita hamil yang secara khusus belum diketahui mekanismenya namun dapat menyebabkan keguguran. Pasien geriatri yang kemungkinan fungsi hati dan ginjalnya sudah menurun karena dapat memicu terjadinya disfungsi renal dan kerusakan ginjal. Namun pada penggunaan topikal tidak dilaporkan adanya resiko khusus dalam penggunaan pimecrolimus ointment tersebut.
Daftar Pustaka

Anonim, 1999, Therapeutic Drug, second Edition, Volume 2, Edited by: Collin Dollery, Churchill Livingstone, Inc., USA



Dipiro, J. T., Talbert, R. L., Yee, G. C., Matzke, G. R., Wells, B. G., Posey, L. M., 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Sixth Edition, 1741-1752, 1769-1781, 1785-1791, The McGraw-Hill Companies, Inc., USA