ARTIKEL PENGGUNAAN BISOPROLOL FUMARAT PADA PASIEN HIPERTENSI

Posted by ATMAJA'Z

I. SASARAN TERAPI

Bisoprolol adalah zat penyekat (blocker) adrenoreseptor β. Sasaran terapinya selektif pada adrenoreseptor β1 (kardioselektif) tanpa aktivitas stabilisasi membran yang signifikan atau aktivitas simpatomimetik intrinsik pada dosis terapi. Namun demikian, sifat kardioselektifnya tidak mutlak, pada dosis tinggi (>20 mg) bisoprolol juga menghambat adrenoreseptor β2 yang terutama terdapat pada otot-otot bronkus dan pembuluh darah, untuk mempertahankan selektivitasnya, penting untuk menggunakan dosis efektif terendah.
II. TUJUAN TERAPI

Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan tekanan darah hingga taraf yang direkomendasikan. Menurut JNC7 tekanan yang disarankan yaitu di bawah 140/90 mmHg.

III. STRATEGI TERAPI

a. Terapi non farmakologi

Terapi non fermakologis adalah terapi tanpa menggunakan obat. Untuk pasien hipertensi disarankan untuk:

§ mengurangi makan makanan berlemak

§ tidak merokok

§ tidak mengkonsumsi alkohol

§ kurangi makan makanan yang banyak mengandung garam

§ olah raga ringan secara teratur

§ hindari aktivitas yang berlebih

b. Terapi Farmakologis

Terapi farmakologi yaitu penanganan penyakit dengan menggunakan obat. Salah satu obat pilihan yang dapat digunakan yaitu obat golongan β-blocker (bisoprolol). Obat golongan ini merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. Bekerja dengan menghambat reseptor β1 di otak, ginjal dan neuron adrenergik perifer, di mana β1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi renin. Dengan berkurangnya produksi renin, maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah.Pada orang sehat, pengobatan dengan bisoprolol menurunkan kejadian takikardia yang diinduksi oleh aktivitas fisik dan isoproterenol. Efek maksimum terjadi dalam waktu 1-4 jam setelah pemakain. Efek tersebut menetap selama 24 jam pada dosis ≥ 5 mg. Bisoprolol juga dapat diberikan bersamaan dengan diuretik tiazid.dan hidroklorotiazid dosis rendah (6,25 mg) untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi ringan sampai sedang.

IV. OBAT PILIHAN

A. Nama Generik: Bisoprolol

B. Nama Dagang di Indonesia: B-BETA® (Ferron), CONCOR® (Merck), HAPSEN® (Pharos), MAINTATE® (Tanabe Indonesia) BISOPROLOL FUMARAT OGB dexa (Dexa Medica).

C. Indikasi: Bisoprolol diindikasikan untuk pengobatan hipertensi, bisa juga digunakan sebagai monoterapi atau kombinasi dengan antihipertensi golongan lain.

D. Kontraindikasi

§ Pasien yang hipersensitif terhadap bisoprolol.

§ Bisoprolol dikontraindikasikan pada penderita cardiogenic shock, kelainan jantung, bradikardia sinus.

E. Bentuk sediaan

Bisoprolol yang beredar di pasaran semuanya berada dalam bentuk sediaan tablet salut selaput dengan kekuatan 2,5 mg dan 5 mg.

D. Dosis dan Aturan Pakai

Dosis awal yang biasa digunakan yaitu 5 mg sekali sehari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 10-20 mg sekali sehari.

E. Efek Samping

* Pada sistem saraf pusat: sakit kepala, vertigo, ansietas, konsentrasi berkurang.
* Pada kardiovaskular: bradikardia, palpitasi, sakit dada, cold extremities, hipotensi dan gagal jantung.
* Pada gastrointestinal: nyeri perut, gastritis, mual, muntah, diare, konstipasi.
* Pada kulit: kulit kemerahan,iritasi kulit, jerawat, gatal-gatal, dermatitis eksfoliatif
* Pada pernafasan: asma, bronkospasme, batuk, sinusitis

F. Resiko Khusus

* Hati-hati bila diberikan pada pasien dengan kelainan ginjal dan hati.
* Obat ini sebaiknya tidak diberikan pada penderita dengan kelainan jantung
* Pada penderita bronkospastik sebaiknya tidak diberikan obat-obat golongan β-blocker karena sifat selektivitas beta-1 yang relatif, tetapi bisoprolol dapat digunakan secara hati-hati pada penderita bronkospastik yang tidak menunjukkan respon atau tidak toleran terhadap pengobatan antihipertensi lain.
* Penggunaan bisoprolol dapat menutupi beberapa bentuk hipoglikemia khususnya takikardia. Oleh karena itu penderita hipoglikemia atau diabetes yang mendapat insulin atau obat-obatan hipoglikemia harus hati-hati.

G. Interaksi Obat

* Bisoprolol sebaiknya tidak dikombinasikan bersama obat-obatan golongan β-blocker
* Bisoprolol sebaiknya digunakan secara berhati-hati bila diberikan bersama dengan obat-obat penekan otot jantung atau konduksi AV seperti kalsium antagonis khususnya fenilalkilamin (verapamil) dan golongan benzotiazepin (diltiazem) atau obat-obat antiaritmik seperti disopiramid.
* Penggunaan bersama rifampisin dapat meningkatkan bersihan metabolit bisoprolol.

V. PUSTAKA

Anonim, 2006, MIMS 103rd edition, CMP Medica, Indonesia.

Dipiro, J.T., 2005, Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Company, USA

Katzung, G. dan Bertram, M., 2007, Basic and Clinical Pharmacology, 10th edition, The McGraw-Hill Company, USA

Tatro, David S., Pharm D, 2004, A to Z Drug Facts, 5th edition, Wolters Kluwer Health, Inc., USA