Farmakoterapi Sistem Respirasi dan Saluran Cerna

Posted by ATMAJA'Z

SILABUS MATA KULIAH

Program Studi : FARMASI
Kode Mata Kuliah : 7083321
Nama Mata Kuliah : Farmakoterapi Sistem Respirasi dan Saluran Cerna
Jumlah SKS : Dua (2)
Semester : Tujuh (7)
Mata Kuliah Pra Syarat : Farmakoterapi Dasar ()
Deskripsi Mata Kuliah : Farmakoterapi Sistem Pencernaan dan Respirasi
merupakan mata kuliah lanjutan dari Farmakoterapi Dasar yang dimaksudkan untuk lebih memperdalam patofisiologi dan penatalaksanaan terapi yang rasional, monitoring terapi dan konseling pada penyakit-penyakit di system pencernaan dan respirasi, meliputi : diare non spesifik, konstipasi, nausea & vomitus, gastroesophagal reflux disease, Inflammatory Bowel Disease, hepatitis, portal hepatitis & sirosis, rhinitis alergi, bronchitis chronis dan COPD.
Standar Kompetensi : Mahasiswa mampu memahami tatalaksana terapi penyakit pencernaan dan respirasi secara rasional serta melakukan monitoring terapi dan konselingnya.

Kompetensi Dasar Indikator Pengalaman Pembelajaran Materi Ajar Waktu Alat/Bahan/Sumber Belajar Penilaian
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada diare non spesifik secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien diare non spesifik Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada diare non spesifik secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien diare non spesifik 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada diare non spesifik
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit diare non spesifik 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada diare non spesifik
2. contoh kasus penyakit diare non spesifik
100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UTS : MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada konstipasi secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien konstipasi Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada konstipasi secara rasional
2. Memilih obat pada terapi pasien konstipasi 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada konstipasi
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit konstipasi 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada konstipasi
2. contoh kasus penyakit konstipasi
100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UTS : MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada nausea dan vomitus secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien nausea dan vomitus Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada nausea dan vomitus secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien nausea dan vomitus 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada nausea dan vomitus
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit nausea dan vomitus 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada nausea dan vomitus.
2. Contoh kasus penyakit nausea dan vomitus.
100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UTS : MCQ
Mini Kuis
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Gastroesophageal Reflux Disease secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien Gastroesophageal Reflux Disease Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Gastroesophageal Reflux Disease secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien Gastroesophageal Reflux Disease 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Gastroesophageal Reflux Disease
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit Gastroesophageal Reflux Disease 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Gastroesophageal Reflux Disease
2. Contoh kasus penyakit Gastroesophageal Reflux Disease
100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UTS : MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Inflammatory Bowel Disease secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien Inflammatory Bowel Disease Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Inflammatory Bowel Disease secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien Inflammatory Bowel Disease 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Inflammatory Bowel Disease
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit Inflammatory Bowel Disease 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Inflammatory Bowel Disease
2. Contoh kasus penyakit Inflammatory Bowel Disease
100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UTS : MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada hepatitis secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien hepatitis Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada hepatitis secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien hepatitis 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada hepatitis
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit hepatitis 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada hepatitis
2. contoh kasus penyakit hepatitis
200 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UTS : MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada portal hepatitis dan sirosis secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien portal hepatitis dan sirosis Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada portal hepatitis dan sirosis secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien portal hepatitis dan sirosis 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada portal hepatitis dan sirosis
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit portal hepatitis dan sirosis 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada portal hepatitis dan sirosis
2. Contoh kasus penyakit portal hepatitis dan sirosis 200 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UAS: MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Rhinitis alergi secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien Rhinitis alergi Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Rhinitis alergi secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien Rhinitis alergi 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Rhinitis alergi
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit Rhinitis alergi 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Rhinitis alergi
2. Contoh kasus penyakit Rhinitis alergi
100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UAS: MCQ
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Bronchitis chronis secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien Bronchitis chronis Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Bronchitis chronis secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien Bronchitis chronis 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Bronchitis chronis
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit Bronchitis chronis 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada Bronchitis chronis
2. Contoh kasus penyakit Bronchitis chronis 100 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UAS:
MCQ
Mini Kuis
1. Memahami epidemiologi, etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada COPD secara rasional
2. Mampu melakukan pemilihan obat pada terapi pasien COPD Setelah mengikuti perkuliahan diharapkan mahasiswa dapat :
1. Menjelaskan epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada COPD secara rasional
2. memilih obat pada terapi pasien COPD 1. Mengkaji mengenai epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada COPD
2. Mendiskusikan kasus pada penyakit COPD 1. Epidemiologi etiologi, patofisiologi, sasaran terapi, strategi terapi dan penatalaksanaan terapi, monitoring terapi dan konseling pada COPD
2. Contoh kasus penyakit COPD
200 menit LCD on focus, komputer,
Buku : 1, 2 dan 3*
UAS: MCQ

Pustaka:
Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.C., and Posey, L.M., 2005, Pharmacotherapy: a pathophysiologic approach, 6 th Ed., Appleton & Lange Stamford.
Herfindal, E.T., and Gourley, D.R., (Eds.), Texbook of Therapeutics Drug and Disease Management, 7 th Ed., Lippincot Williams and Wilkins, Philadelphia.
McPhee S., Lingappa, V.R., Ganong, W.F., Lange, J.D., 2000, Pathophysiology of Disease : An Introction to Clinical Medicine, 3 rd, The McGraw-Hill Companies Inc, New York.

Evaluasi
Penilaian hasil belajar mahasiswa meliputi :
Ujian tengah semester 35%.
Berupa tes tertulis (Essay test) yang diberikan pada kurang lebih pertengahan perkuliahan dalam satu semester. Materi diambil dari perkulihan yang telah diberikan sampai sebelum Mid-semester.
Ujian akhir semester 35%.
Berupa tes tertulis (Essay Test) yang dilaksanakan pada akhir semester. Materi diambil dari perkulihan yang telah diberikan setelah Mid-semester.
Mini kuis 10%
Presentasi dan diskusi 20%.