PERDARAHAN SETELAH MELAHIRKAN

Posted by Anonymous

1. Perdarahan setelah melahirkan, berikan resusitasi (pasang
infus, 02 dan transfusi drah) dan suntikan oksitosin 2.5-5
kesatuan (1/2 - 1 ampul) im.
2. Jika uri sudah lepas dalam keadaan utuh berikan injeksi
metergin 1 amp.im agar rahim berkontraksi sehingga dapat
menghentikan perdarahan.
3. Apakah perdarahan teratasi? Jika tidak lakukan penegakan
diagnosis :
- Yang pertama dipikirkan (paling sering terjadi) ialah
karena rahim atonik. Biasa terjadi pada multipara, hamil
dengan rahim yang besar (mis.bayi besar, kembar,
hidramnion) dan partus lama (terutama jika distimulasi
dengan oksitosin). Pertolongan pertama lakukan tekanan
dengan 2 tanagn dan pasanglah tampon rahim
- Kedua karena adanya perlekatan sisa uri, segera lakukan
kuretase
- Ketiga kemungkinan adanya jejas pada kemaluan/robekan jalan
lahir, lakukan penjahitan segera
- Kemungkinan lain tetapi jarang terjadi ialah karena rahim
robek (harus operasi), adanya gangguan pembekuan darah
(periksa laboratorium waktu pembekuan dan perdarahan, jika
ya segera siapkan transfusi) dan korioamnionitis. Jika
fasilitas di puskesmas memungkinkan segera lakukan operasi
(rahim robek dan korioamnionitis).
4. Jika perdarahan masih berlangsung cepat rujuk ke rumah sakit
karena harus dilakukan histerektomi/pengikatan A uterina
untuk dapat menghentikan perdarahan. Perdarahan berhenti
selanjutnya lihat no 6.
5. Perdarahan terjadi tetapi uri belum lepas ulangi pemberian
oksitosin 2.5-5 kesatuan im/iv dan lakukan pelepasan uri
secara manual/kuretase. Jangan lupa memulai dengan
pemberian antibiotika.
6. Bila uri sudah keluar lengkap, berikan injeksi metergin 1
amp.im. Apakah perdarahan teratasi? Jika belum lihat no 3,
jika sudah berhenti awasi keadaan ibu. Beri larutan tepung
ubi jalar, istirahatkan agar tenaga ibu pulih kembali.
Susui bayi sesering mungkin karena dapat merangsang
keluarnya air susu ibu dan mengecilkan rahim.
Catatan:
Cara pemasangan tampon rahim: Tangan kiri penolong memegang
fundus rahim lewat dinding abdomen. Tangan kanan memasukkan
tampon (ukuran besar) lewat serviks kedalam kavum rahim. Pertama
tampon diletakkan pada salah satu sudut rahim, kemudian disudut
lainnya selanjutnya dari sisi ke sisi ke arah bawah. Rahim harus
ditampon dengan rapat. Terakhir tampon dipasang dalam vagina.
Sebuah bantalan yang besar dan keras diletakkan pada abdomen di
atas rahim. Tampon dilepas dalam waktu