Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

Posted by ATMAJA'Z

Pengertian
MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi/anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. MP-ASI diberikan mulai usia 4 bulan sampai 24 bulan. Semakin meningkat usia bayi/anak, kebutuhan akan zat gizi semakin bertambah karena tumbuh kembang, sedangkan ASI yang dihasilkan kurang memenuhi kebutuhan gizi. MP-ASI merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga.

Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. Pemberian MP-ASI yang cukup dalam hal kualitas dan kuantitas penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak yang bertambah pesat pada periode ini.
Persyaratan MP ASI
Kriteria yang harus dimiliki oleh MP-ASI adalah sebagai berikut:
- Nilai gizi dan kandungan proteinnya tinggi.
- Memiliki nilai suplementasi yang baik, mengandung vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup.
- Dapat diterima dengan baik.
- Sebaiknya dapat diproduksi dari bahan-bahan yang tersedia secara lokal.
- Bersifat pada gizi
Kandungan serat kasar / bahan lain sukar dicerna terlalu banyak justru akan mengganggu pencernaan bayi.
Cara Pemberian MP- ASI pada bayi
· Berikan secara hati-hati sedikit demi sedikit dari bentuk encer kemudian yang lebih kental secara berangsur - angsur.
· Makanan diperkenalkan satu persatu sampai bayi benar-benar dapat menerimanya.
· Makanan yang dapat menimbulkan alergi diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit demi sedikit misalnya telur, cara pemberiannya kuningnya lebih dahulu setelah tidak ada reaksi alergi, maka hari berikutnya putihnya.
· Pada pemberian makanan jangan dipaksa, sebaliknya diberikan pada waktu lapar ( Notoatmodjo, 1998: 138 ).
Jenis Jenis MP-ASI

Umur Bayi Jenis makanan Berapa kali sehari
0 - 4 / 6 bulan ASI 10 - 12x / hari
Kira-kira 6 bulan ASI Kapan diminta
Bubur lunak / sari buah
Bubur : bubur Havernout/ bubur tepung beras merah 1 - 2x / hari
Kira-kira 7 bulan ASI Kapan diterima
Buah – buahan
Hati ayam / kacang - kacangan
Beras merah / ubi
Sayuran (wortel, bayam)
Minyak / santan / advokad
Air tajin 3x / hari
Kira-kira 9 bulan ASI Kapan diterima
Buah-buahan
Bubur / roti
Daging / kacang-kacangan/ ayam/ ikan
Beras merah/ kentang/ labu/jagung
Kacang tanah
Minyak / santan/ advokat
sari buah tanpa gula 4 - 6x / hari
Kira-kira 12 bulan/ lebih ASI Kapan diterima
Makanan pada umumnya, termasuk telur dengan kuningnya
Jeruk 4 - 6x / hari


Cara Membuat MP-ASI
Bahan - bahan MP- ASI
v Makanan campuran yang ideal untuk bayi / anak dibawah usia 1 tahun mengandung 6 kelompok adalah sebagai berikut:
Makanan Pokok
Makanan pokok adalah makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang paling banyak dibandingkan jenis makanan lainnya dan mengandung zat tepung sebagai sumber tenaga untuk aktivitas sehari - hari.
Jenis kacang-kacangan
Kacang - kacangan ini meliputi kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah dll. Jenis ini diperlukan juga oleh bayi untuk memenuhi kebutuhan protein yang sangat penting untuk pertumbuhan. Agar bayi menyukai rasa kacang maka pemberian awal dapat dicampur dalam bubur kemudian secara bertahap pasti ditinggalkan.
Bahan pangan hewan
Hampir semua bahan makanan / pangan berasal dari hewani, bergizi tinggi dan sangat baik sebagai campuran makanan bayi. Bahan pangan hewani yang baik untuk bayi antara lain daging sapi, ikan segar, telur, susu beserta hasil olahan seperti keju, susu asam.

Sayuran berwarna
Karena organ pencernaan bayi belum sempurna sebaiknya di pilih sayuran yang lunak, tidak menimbulkan rasa merangsang, tidak berbau daun.
Contoh : Dengan mengukus / merebus sampai lunak di cincang lalu dicampurkan ke bubur.
Buah – buahan
Pilih yang masak dan pastikan tidak masam, sebaiknya dipilih buah yang berwarna jingga seperti halnya sayuran. Selain mengandung vitamin dan mineral, pisang pun mengandung karbohidrat.
Umur 6 bulan buah harus dihaluskan dan diambil sarinya saja, saat umur 8 bulan bisa langsung dimakan tanpa dihaluskan.
Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak diperlukan bayi karena mengandung energi yang tinggi dan memberikan rasa gurih, makanan jadi lebih lunak dan mudah ditelan.(Anonim, 1996 : 36 – 37)