Showing posts with label ilmu penyakit dalam. Show all posts
Showing posts with label ilmu penyakit dalam. Show all posts

Menilai Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Pada Seseorang

Posted by Anonymous

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian antara usia pertengahan dan usia lanjut dan diantara wanita usia diatas 60 tahun. Oleh sebab itu ketahuilah faktor resiko pada diri anda yang bisa menjadi sebab penyakit jantung untuk melakukan pengendalian terhadap faktor-faktor tersebut sehingga dapat melakukan pencegahan dari terjadinya penyakit jantung. Berikut faktor-faktor resiko penyakit jantung:
Faktor Usia
Faktor Keturunan
Faktor tekanan darah tinggi
Faktor kolesterol tinggi
Faktor perokok
Faktor diet yang jelek
Kelebihan berat badan dan aktifitas yang kurang.
Faktor masalah kesehatan lain seperti diabetes.
Perhatikanlah gaya hidup anda, riwayat penyakit keluarga (faktor keturunan) dan kesehatan anda secara umum. Dengan informasi ini anda dan dokter dapat menilai atau menaksir apa saja faktor-faktor resiko yang anda punyai dan buatlah suatu rencana untuk mentackle masalah-masalah potensial.

Faktor usia
Resiko yang paling besar untuk terserang penyakit jantung adalah pada laki-laki dengan usia lebih dari 45 tahun dan pada wanita usia lebih dari 55 tahun. Meskipun anda tidak bisa berbuat banyak karena faktor usia yang tidak bisa dikendalikan, anda dapat merubah atau mepengaruhi faktor-faktor resiko lain dibawah ini.

Faktor Keturunan
Anda tidak dapat merubah faktor keturunan atau riwayat penyakit jantung pada keluarga. Faktor keturunan patut untuk anda cemaskan, karena merupakan hal yang penting untuk anda ketahui apakah penyakit-penyakit yang terjadi dalam keluarga anda dan menceritakannya pada dokter. Bicarakanlah dengan anggota keluarga anda (orang tua, kakek, nenek, saudara kandung, tante, paman) tentang siapa saja yang pernah terkena serangan jantung, stroke atau masalah kesehatan serius lainnya. Dengan informasi-informasi tersebut akan menjadi pertimbangan dokter dalam merekomendasikan test-test pemeriksaan untuk mendeteksi dan pengobatan yang sifatnya pencegahan yang tepat dan sesuai.

Faktor kolesterol
Jika anda tidak mengetahui kadar kolesterol darah anda, tanyakan dan mintalah kepada dokter jika hal itu sebaiknya di lakukan pemeriksaan. Untuk mengurangi dan mencegah kadar kolesterol yang tinggi, batasi banyaknya kolesterol dan lemak yang anda makan serta lakukan latihan olah raga secara teratur. Beberapa orang yang mepunyai kadar kolesterol tinggi mungkin memerlukan konsumsi obat-obatan untuk menjaga kadar kolesterol agar tetap berada dibawah kontrol. Tanyakan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai jika ternyata hasi pemeriksaan kolesterol darah anda melebihi dari kadar kolesterol normal.

Faktor tekanan darah
Jika tekanan darah anda tinggi, maka mengurangi berat badan, latihan olah raga teratur, hilangkan kebiasaan merokok, mengurangi konsumsi sodium dan garam serta alkohol pada beberapa kasus akan dapat membantu menurunkan, mengurangi dan mengontrol tekanan darah tinggi. Beberapa orang mungkin memerlukan pengobatan untuk mengontrol atau mengendalikan tekanan darah mereka (lakukan test pengukuran tekanan daran dan konsultasikan dengan dokter obat yang tepat jika anda menderita hipertensi.

Faktor merokok
Berhenti merokok (baca juga cara-cara berhenti merokok) adalah satu-satunya cara terbaik untuk kesehatan anda. Bicarakan dengan dokter anda tentang bagaimana berhenti dan selalu bebas dari produk tobacco (tembakau). Jika anda berada pada lingkungan perkok, hanya sekedar menghisap asapnya saja dapat juga mempengaruhi kesehatan anda. Anjurkan 0rang-orang di sekeliling anda yang merokok untuk berhenti merkok.

Faktor Diet
Diet yang tinggi lemak dan kolesterol mepunyai keterkaitan dengan penyakit jantung dan terkait juga dengan banyak sekali masalah kesehatan lain. Lemak dan kolesterol dapat mengeraskan, menyempitkan dan mengakibatkan penyumbatan pada arteri-arteri. Diet yang sehat adalah diet dengan tinggi serat dan rendah lemak.

Setiap harinya cobalah untuk makan dengan diet:
6-8 ons dari roti, atau biji-bijian seperti gandum dan nasi
3,5 -5 cangkir buah segar atau sayur-sayuran yang dibekukan.
3 cangkir susu tanpa lemak (susu skim), atau yougurt rendah lemak atau keju rendah lemak
5-6,5 ons dari daging yang tidak berlemak atau daging unggas, ikan, kacang-kacangan atau putih telur
Sebagai tambahan, gunakan mentega, margarin dan minyak untuk memasak secukupnya saja. Anda mungkin juga perlu menghindari makanan-makanan yang tinggi sodium dan garam yang dapat meningkatkan tekanan darah anda. Sodium ditemukan pada garam dapur dan beberapa makanan siap saji terutama makanan kaleng

Walaupun beberapa penelitian menyarankan bahwa alkohol dapat membantu melindungi melawan penyakit jantung, pemakaian yang tidak berlebih-lebihan adalah kuncinya.

Faktor Berat badan
Berat badan yang berlebihan memberikan tegangan atau beban ekstra pada jantung dan pembuluh darah. Untuk membantu anda menurunkan berat badan secara bertingkat dan menjaganya agar tidak bertambah maka lakukan olah raga secara teratur, kombinasikan dengan diet tinggi serat dan diet rendah lemak. Konsultasikan dengan dokter tentang cara yang aman untuk menurunkan berat badan anda.

Faktor Latihan olah raga
Latihan olah raga secara teratur dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya. Dengan olah raga teratur, anda akan selalu merasakan lebih sehat dan menjaga berat badan anda agar tetap selalu terkontrol. Jika anda sebelumnya tidak pernah melakukan olah raga atau anda mempunyai masalah kesehatan, bicarakan hal tersebut dengan dokter sebelum anda memulai latihan olah raga. Latihan olah raga 30-60 menit tiap hari, 4-6 kali dalam satu minggu adalah sasaran yang anda capai, tetapi berapapun jumlahnya sudah lebih baik daripada tidak sama sekali.

Faktor masalah kesehatan lain
Beberapa masalah kesehatan seperti diabetes atau DM (diabetes militus) dapat menjadi konstribusi timbulnya penyakit jantung. Konsultasikan hal tersebut dengan dokter ahli untuk mendapatkan anjuran yang tepat untuk diri ada pribadi.


More aboutMenilai Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Pada Seseorang

Penyakit ginjal, sindrom nefrotik

Posted by Anonymous

Anatomi.
Dijelaskan tentang ginjal yang berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler,

bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.
Fungsi ginjal. Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah ”menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. fungsi ginjal adalah sbb:
1.Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang ”sampah”.
2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh.
3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.
4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. 5.Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.

Penyebab Penyakit Ginjal
1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal.
2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.
Kumpulan Gejala. Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut:
1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin.
2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin.
3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas.
4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik. 5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang.
6. Gangguan pada Tubulus ginjal.
7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala.
8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin.
9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan. 10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).
Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.
Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis:
I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.
II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.
Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG).
2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG.
3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan.
4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG.
5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber.
6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG.
7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.

Pencegahan penyakit ginjal
Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:
I. Pada orang dengan Ginjal Normal :
A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang
1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau
2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium.
B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.
II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)



More aboutPenyakit ginjal, sindrom nefrotik

GOLONGAN DARAH DAN RHESUS

Posted by Anonymous

A. Pengertian
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat (kemudian disebut antigen) yang terkandung di dalam sel darah merah ( Fitry, 2007).

B. Penggolongan Darah
Terdapat dua jenis penggolongan darah yang paling penting yaitu penggolongan dengan sistem ABO dan Rhesus (faktor Rh). Pada sistem ABO, yang menentukan golongan darah adalah antigen A dan B. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
1. Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif
2. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif3. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.4. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.D. Rhesus Faktor
Pada Rh faktor, golongan darah ditentukan adalah antigen Rh (dikenal juga sebagai antigen D). Jika hasil tes darah di laboratorium seseorang dinyatakan tidak memiliki antigen Rh, maka ia memiliki darah dengan Rh negatif (Rh-), sebaliknya bila ditemukan antigen Rh pada pemeriksaan, maka ia memiliki darah dengan Rh positif (Rh+).
Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan (misal, donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama pada perempuan pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan.

E. Penting Untuk Transfusi
Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Dalam transfusi darah, kecocokan antara darah donor (penyumbang) dan resipien (penerima) adalah sangat penting. Darah donor dan resipien harus sesuai golongannya berdasarkan sistem ABO dan Rhesus faktor.
Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. Hemolisis adalah penguraian sel darah merah dimana hemoglobin akan terpisah dari eritrosit. Pemilik rhesus negatif tidak boleh ditransfusi dengan darah rhesus positif. Jika dua jenis golongan darah ini saling bertemu, dipastikan akan terjadi perang. Sistem pertahanan tubuh resipien (penerima donor) akan menganggap rhesus dari donor itu sebagai benda asing yang perlu dilawan.
F. Pengaruh Rh Pada Kehamilan
Selain hemolisis, ada kelainan genetik lain yang juga mengintai ibu (serta bayi yang tengah dikandung, bila kasus terjadi pada wanita atau ibu hamil). Terutama jika ibu berdarah rhesus negatif sedangkan suami berdarah rhesus positif.
Secara genetik, rhesus positif dominan terhadap rhesus negatif. Anak dari pasangan beda rhesus punya kemungkinan 50-100% berrhesus positif. Kemungkinan berrhesus negatif hanya 0-50%. Artinya rhesus si anak lebih mungkin berbeda dengan si ibu. Jika tidak cepat ditangani, perbedaan rhesus antara calon bayi dengan ibu ini akan menimbulkan masalah. melalui plasenta, rhesus darah janin akan masuk ke peredaran darah si ibu. Karena perbedaan ini, tubuh ibu mengisyaratkan adanya benda asing yang masuk dalam darah. Karena itu tubuh ibu kemudian memproduksi antibodi untuk menghancurkan ‘mahluk asing’ yang beredar dalam darah tersebut. Produksi antibodi ini sama seperti produksi antibodi kebanyakan manusia bila ada zat asing dalam tubuh, seperti misalnya produksi antibodi ketika seseorang diimunisasi cacar. Sehingga sekali antibodi tercipta, maka antibodi ini akan ada seumur hidup.
Produksi antibodi ini untuk melindungi ibu agar bila zat asing itu muncul kembali, maka tubuh ibu dapat menyerang dan menghancurkanya, hal ini untuk keselamatan sang ibu sendiri. Produksi antibodi ini sangat lambat, karena itu masalah ketidak cocokan rhesus sangat jarang dijumpai pada kehamilan pertama, karena antibodi belum terbentuk kecuali pada kasus tertentu. Misalnya ibu sudah mempunyai antibodi akibat dari transfusi darah yang mengandung antigen-D sebelumnya.
Kalaupun telah terjadi kebocoran darah janin, maka jumlah antibodi tersebut belum cukup membahayakan si janin. Paling jauh dari kebocoran pada kehamilan pertama terhadap bayi tersebut sang bayi akan menjadi kuning setelah dilahirkan. Pada kehamilan kedua dan berikutnya, bila ibu kembali mengandung bayi dengan rhesus positif, antibodi yang telah terbentuk akan mengenali darah bayi sebagai zat asing. Mereka menjalankan tugasnya dengan menyerang zat tersebut, yang mengakibatkan perusakan sel darah merah bayi.
Sel pembatas plasenta yang memisahkan sirkulasi darah ibu dan janin memiliki pori yang teramat kecil, sehingga darah tak dapat melaluinya, karena ukuran sel darah yang lebih besar. hal ini mencegah mengalirnya darah ibu ke janin, atau sebaliknya. Namun karena ukuran antibodi yang teramat kecil, antibodi dapat melewati sel pembatas ini dan memasuki sirkulasi darah bayi, dan menjalankan tugasnya Hal ini dapat dijelaskan pada gambar berikut ini :



More aboutGOLONGAN DARAH DAN RHESUS