Kata kunci: depresi, mekanisme pertahanan diri, penyebab strees, respons adaptasi.
Home » Posts filed under stress dan koping
ANALISA KONSEP KOPING: SUATU PENGANTAR
Posted by Anonymous
Kata kunci: depresi, mekanisme pertahanan diri, penyebab strees, respons adaptasi.
TINGKAT STRES DAN STRATEGI KOPING MENGHADAPI STRES
Posted by Anonymous
Abstract : The purpose of this research was to evaluate relationship between stress level with coping strategy and to find out factors affecting stress level among students living in dormitory of IPB. The study site were at Asrama Putri (Girls Dormitory) and Asrama Putra (Boys Dormitory) Bogor Agricultural University. The data was collected from August to October 2005. The primary data included individual characteristic, the resources of stress, level of stress, coping strategy to deal with stress and also the relation between stress level and coping strategy of the student who lived in Asrama Putra (Boys Dormitory) and Asrama Putri (Girls Dormitory) Bogor Agricultural university. The results showed the things that become the factors of stress for new student college, which are never lived out from home before, too much roommates, difficult to interact with surrounding, personal problems, health problems, homesick and financial problems. Most of respondent was experienced high stress level, which is the respondent who get the tendency of emotional stress is larger than they are who get physical stress as a symptoms. The respondent was tended to do problem-focused coping strategy than emotional-focused coping strategy. |
Keywords : stress, coping strategy, personality, socialize, satisfaction |
Abstrak : Adanya perbedaan latar belakang sosio-demografi, tingkat aktivitas dan tingkat kemampuan adaptasi diduga akan menyebabkan adanya keluhan stres. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data mengenai strategi koping mahasiswa dalam menghadapi stres serta memperoleh hubungan antara tingkat stres dengan strategi koping pada mahasiswa TPB Tahun Akademik 2005/2006 yang tinggal di Asrama Putra dan Asrama Putri Kampus IPB Darmaga. Koping adalah perilaku yang terlihat dan tersembunyi yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan psikologik dan kondisi yang penuh stres. Penelitian dilakukan sejak bulan Agustus hingga Oktober 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang menjadi sumber stres bagi mahasiswa baru antara lain belum pernah mengalami kost sebelumnya, terlalu banyaknya teman sekamar, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan, masalah pribadi, kesulitan berteman memahami materi kuliah, masalah kesehatan, homesick (rindu keluarga) dan masalah keuangan. Sebagian besar responden mengalami stress tingkat tinggi, persentase responden yang mengalami gejala stress emosional lebih besar dibandingkan yang mengalami gejala stress fisik. Responden cenderung melakukan strategi problem-focused coping dibandingkan emotional-focused coping. Tingkat kepuasan yang dirasakan oleh responden berada pada kategori sedang. |
Kata Kunci : stres, strategi koping, kepribadian, sosialisasi, kepuasan |
STRES, KOPING DAN ADAPTASI
Posted by Anonymous
Meningkatnya tuntutan dan kebutuhan hidup akan sesuatu yang lebih baik, menyebabkan individu berlomba untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkannya. Tapi pada kenyataannya sesuatu yang diinginkan tersebut kadangkala tidak dapat tercapai sehingga dapat menyebabkan individu tersebut bingung, melamun hingga stres.
Stres yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda tergantung pada masalah yang dihadapi dan kemampuan menyelesaikan masalah tersebut atau biasa disebut dengan koping yang digunakan. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik maka individu tersebut akan senang, sedangkan jika masalah tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik dapat menyebabkan individu tersebut marah-marah, frustasi hingga depresi.
Berikut akan dijelaskan tentang stres, koping dan adaptasi yang biasa terjadi pada setiap individu, salah satu contoh individu yang akan menghadapi ujian masuk kerja.
Stress
Stress adalah realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari. Stres disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian (Keliat, B.A., 1999).
Salah satu contoh stress adalah menghadapi ujian masuk kerja. Ujian masuk kerja bisa diasumsikan oleh individu sebagai hal yang positif, jika dirasakan oleh individu sebagai sesuatu yang harus dilakukan dan individu tersebut siap. Sedangkan dianggap negatif, jika dirasakan oleh individu sebagai suatu ancaman dan individu tersebut tidak siap.
Berdasarkan hal tersebut, maka setiap individu akan mengalami stress karena adanya stimulus (stressor), dimana stimulus tersebut dapat menimbulkan perubahan atau masalah (stress) yang memerlukan cara menyelesaikan atau menyesuaikan kondisi terhadap masalah tersebut (koping) sehingga individu dapat menjadi lebih baik atau menjadi adaptif (lihat gambar 1).
Gambar 1. Proses stress, koping dan adaptasi
Pada individu, sumber stressor dapat berupa:
1. Lingkungan
a. Sikap lingkungan: berupa tuntutan, pandangan positif dan negatif terhadap keberhasilan diterima bekerja.
b. Tuntutan dan sikap keluarga, misalnya keharusan mendapatkan pekerjaan, keinginan akan pilihan orang tua untuk bekerja.
c. Perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi (IPTEK), makin cepatnya memperoleh informasi dan trend masa depan jika berhasil terhadap sesuatu yang diinginkan
2. Diri sendiri
a. Kebutuhan psikologis yaitu keinginan yang harus dicapai terhadap yang diinginkannya.
b. Proses internalisasi diri, yaitu penyerapan terhadap yang diinginkan secara terus menerus sesuai dengan perkembangannya
3. Pikiran
a. Berkaitan dengan penilaian individu terhadap lingkungan dan pengaruhnya pada diri serta persepsi terhadap lingkungan
b. Berkaitan dengan cara penilaian diri tentang cara penyesuaian yang biasa dilakukan oleh individu yang bersangkutan.
Pikiran individu yang negarif baik penilaian saat ini maupun masa yang akan datang memberi pengaruh yang lebih berat. Misalnya:
- Kecemasan menghadapi ujian masuk kerja
- Ketakutan tidak lulus ujian masuk kerja
- Ragu-ragu mengikuti masuk kerja
Dampak stressor dipengaruhi oleh berbagai faktor (Kozier & Erb, 1983 dikutip Keliat B.A., 1999) yaitu:
1. Sifat stressor
Pengetahuan individu tentang stressor tersebut dan pengaruhnya pada individu tersebut
2. Jumlah stressor
Banyaknya stressor yang diterima individu dalam waktu bersamaan. Jika individu tidak siap akan menimbulkan perilaku yang tidak baik. Misalnya marah pada hal-hal yang kecil.
3. Lama stressor
Seberapa sering individu menerima stressor yang sama. Makin sering individu mengalami hal yang sama maka akan timbul kelelahan dalam mengatasi masalah tersebut.
4. Pengalaman masa lalu
Pengalaman individu yang lalu mempengaruhi individu menghadapi masalah
5. Tingkat perkembangan
Tiap individu tingkat perkembangannya berbeda.
Koping (Cara penyelesaian masalah)
Koping adalah cara yang dilakukan individu, dalam menyelesaikan masalah, menyesuaikan diri dengan keinginan yang akan dicapai, dan respons terhadap situasi yang menjadi ancaman bagi diri individu.
Cara yang dapat dilakukan adalah:
1. Individu
a. Kenal diri sendiri
Merupakan tahap awal yang harus dilakukan. Karena individu yang sudah kenal akan dirinya, akan siap untuk menghadapi stressor yang ada. Cara yang dapat dilakukan adalah:
- Identifikasi siapa diri anda
- Tanyakan pada orang lain siapa anda
- Mintalah umpan balik jika anda sudah kena diri anda
b. Turunkan kecemasan
- Identifikasi penyebab cemas anda
- Cari tindakan yang menurut anda dapat menurunkan kecemasan
- Lakukan teknik relaksasi
c. Tingkatkan harga diri
- Identifikasi aspek positif yang anda miliki
- Mulai gali kemampuan positif yang anda miliki
- Pertahankan aspek positif yang anda miliki
d. Persiapan diri
- Tingkatkan kemampuan kognitif atau pengetahuan anda (belajar)
- Berdoa
- Mencari informasi
- Diskusi dengan orang yang sudah punya pengalaman bekerja
- Identifikasi kebutuhan yang perlu dipersiapkan
e. Pertahankan dan tingkatkan cara yang sudah baik
2. Dukungan sosial (keluarga, teman dan masyarakat)
a. Pemberian dukungan terhadap peningkatan kemampuan kognitif
b. Ciptakan lingkungan keluarga yang sehat, misalnya waktu berdikusi
c. dengan anggota keluarganya
d. Berikan bimbingan mental dan spiritual untuk individu tersebut dari keluarga
e. Berikan bimbingan khusus untuk individu, misalnya konseling
Adaptasi
Adaptasi merupakan hasil akhir dari upaya koping. Karakteristik respon beradaptasi
adalah:
- Dapat mempertahankan keseimbangan
- Adaptasi memerlukan waktu
- Kemampuan adaptasi berbeda untuk tiap individu
- Adaptasi melelahkan dan untuk itu perlu bantuan dari orang lain
Penutup
Individu yang sukses adalah individu yang sehat mental dapat masalah yang dihadapinya. Salah satu contoh adalah individu yang sudah mempunyai persiapan mental dalam menghadapi ujian masuk kerja
Persiapan mental yang dapat dilakukan adalah meliputi kenal akan diri sendiri, turunkan kecemasan individu, tingkatkan harga diri, persiapan diri dan tingkatkan dukungan sosial.
Respons dari adaptasi yang dilakukan adalah: perlunya keseimbangan, perlu waktu,
adaptasi berbeda untuk tiap orang, dan adaptasi melelahkan.
Daftar Pustaka
1. Abraham, C., dan Shanley, E. (1997). Psikologi sosial untuk perawat. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC
2. Keliat, B.A. (1999). Penatalaksanaan stres. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC
3. Kozier, B., and Erb., G. (1983). Fundamental of nursing: concept and procedures.