Showing posts with label seksual. Show all posts
Showing posts with label seksual. Show all posts

Konsekstasi : Pakai Minyak Kelapa atau Baby Oil

Posted by Anonymous

Umur saya 29 th dan istri saya 28 th. Kami sudah 3 tahun menikah. Anak kami 1 orang. Masalah kami adalah setiap kali hubungan intim, pelumasan alami pada vagina terasa kurang sehingga terkadang istri saya merasa tidak nyaman(apalagi saya, rasanya sereeet banget!). Padahal kami telah melakukan pemanasan yang kami saya rasa cukup untuk membangkitkan gairah. Akhirnya kami menemukan cara yang saya kira tidak kotor-kotor amat, yakni menggunakan air ludah untuk memudahkan penetrasi.
Pertanyaan kami :

Amankah menggunakan air ludah (secara medis) Bagaimana dengan pemakaian Baby Oil, karena beberapa kali kami coba tidak menyebabkan alergy. Apakah ada terapi makanan untuk meningkatkan produksi pelumas pada vagina. Terima kasih.
Bapak Haryo, Semarang

JAWAB :

Terima kasih Pak Haryo atas suratnya yang cukup lama ngendon di redaksi, mudah-mudahan setelah membaca surat ini bapak tidak lagi merasakan 'seret' seperti sebelumnya.

Begini, kondisi yang dialami oleh istri bapak menunjukkan kalau proses lubrikasi atau pelumasan yang merupakan produk dari kelenjar-kelenjar di vagina, tidak bisa berlangsung dengan baik. Hal seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal, misalnya kurangnya foreplay atau pemanasan. Memang benar bahwa foreplay tidak selalu harus dengan perangsangan-perangsangan secara fisik, misalnya dengan melakukan sentuhan-sentuhan di alat kelamin saja.

Mungkin tidak seperti itu! Ada kalanya justru seorang wanita justru membutuhkan kenyamanan secara psikologis, misalkan perasaan dilindungi, diayomi, tidak terburu nafsu dll. Ini barangkali yang diharapkan oleh istri bapak. Jadi mungkin bisa dengan berdiskusi atau dilakukan dengan suasana yang romantis, dengan lampu remang-remang, atau dengan alunan musik yang syahdu. Jadi jangan grudag-grudug, alias grusa-grusu asal masuk aja....
Dalam keadaan tertentu memang pelumasan pada wanita bisa saja berkurang, entah karena ada gangguan seperti infeksi saluran kemih, keputihan dll, tapi pada umumnya penyebab yang paling sering adalah masih kurangnya perangsangan yang dilakukan terhadap wanita tersebut. Hal ini bisa dibantu dengan tehnik oral yang disebut "cunillingus" dimana dilakukan perangsangan dengan mulut dan lidah dari pria terhadap kelamin wanita. Hal ini akan cepat sekali menimbulkan pelumasan pada vagina ditambah pula dengan bercampurnya ludah si pria, seperti yang selama ini bapak lakukan. Jadi tidak masalah selama kedua pihak dalam keadaan kesehatan yang baik.
Kalaupun mau diberi pelumasan tambahan boleh-boleh saja : misalnya dengan pemberian baby oil atau yang paling sederhana menggunakan minyak kelapa yang masih baru, sehingga cukup menambah jumlah pelumas yang sebetulnya sudah ada namun belum cukup membasahi jalur senggama. Tapi sekali lagi penggunaan cairan-cairan semacam ini harus diperhatikan betul segi kebersihannya, jangan sampai justru menimbulkan infeksi baru di vagina. Wah malah tambah sakit ntar...

Untuk sekedar saran bagi istri bapak, barangkali perlu banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di dalam menunya sehari- hari, dan sedapat mungkin yang mengandung banyak air: seperti mentimun, semangka, bayem dll. Walaupun pada beberapa orang wanita seringkali menimbulkan keputihan yang cukup mengganggu, misalnya pada buah nanas, bengkuang, justru keputihan seperti inilah yang berguna sebagai cairan pelumas pada istri bapak. Silakan dicoba


More aboutKonsekstasi : Pakai Minyak Kelapa atau Baby Oil

Konsekstasi : Warna Putih di Ujung Alat Kelamin

Posted by Anonymous

Hallo dr.Iwan.....
Begini dok, Saya seorang laki-laki berumur 23 tahun. Saya mau bertanya mangenai penyakit kelamin. Pada kulit ujung kelamin saya berwarna putih berbeda dengan warna yang disekitarnya. Awalnya lingkaran putih ini cuman ada satu, tapi sekarang menjadi tiga. Penyakit apakah ini dok? Apakah cuman penyakit kulit biasa? Atau berbahayakah penyakit ini? Terus bagaimana pengobatannya? Demikian pertanyaan yang saya ajukan.
Terima kasih.
( I.A.K - Semarang via Email)
Jawab :
I.A.K, agak sulit membayangkan luka yang ada di kulit kelamin kamu. Ujung kelamin yang kamu maksud apakah kepala/ gland penis? Kalau benar, perubahan warna bisa disebabkan karena pigmentasi terganggu atau bisa juga karena penyakit kelamin jika saja kamu pernah kontak seks dengan orang lain. Karena saya khawatir salah diagnosis, lebih baik kamu periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat supaya bisa diobati secara tuntas atau karena kamu berada di Semarang, silahkan datang ke klinik saya yang berada di tembalang.


More aboutKonsekstasi : Warna Putih di Ujung Alat Kelamin

Mitos Keperawanan pada remaja

Posted by Anonymous

Saya sering mendengar mitos dikalangan para remaja bahwa seorang wanita yang sudah tidak perawan dapat diketahui dari tanda-tanda fisiknya seperti pantat yang turun, payudara yang mengendur, atau cara berjalan yang lurus.
Pertanyaannya apakah mitos tersebut memang sepenuhnya benar? dan pertanyaan berikutnya yang sering saya jumpai juga adalah, apakah pendarahan yang dialami pada saat malam pertama oleh seorang gadis merupakan suatu tanda telah pecah selaput daranya? Lantas bagaimana jika tidak terjadi pendarahan? Apakah sang gadis perlu dipertanyakan keperawanannya?
Mitos sebenarnya adalah sebuah pemahaman yang berasal dari budaya-budaya di lingkungan dimana pemahaman tersebut sebenarnya keliru tetapi karena dipercaya oleh sebagian masyarakat sehingga menjadi seolah – olah benar, begitu juga dengan mitos keperawanan. Selama ini masyarakat berpendapat bahwa keperawanan seseorang akan hilang ketika terjadi suatu aktivitas seksual berupa hubungan seksual dimana akan menyababkan pecahnya selaput dara, padahal selaput dara seorang wanita kondisinya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada wanita yang memiliki selaput dara yang tipis sehingga apabila melakukan hubungan seksual akan lebih mudah pecah tetapi ada pula wanita yang memiliki selaput dara yang kuat sehingga akan tidak mudah pecah. Pecahnya selaput dara juga tidak harus melalui hubungan seksual saja, bisa juga melalui aktifitas olahraga, benturan, senam dan sebagainya.
Bentuk selaput dara yang dimiliki oleh satu wanita dengan wanita yang lainnya juga tidak sama. Jika ia memiliki selaput dara yang kaya akan pembuluh darah, otomatis jika selaput dara itu pecah akan terjadi pendarahan yang cukup banyak. Sebaliknya jika selaput dara tersebut tidak memiliki pembuluh darah otomatis ketika pecah juga tidak menimbulkan pendarahan. Jadi pendarahan pada saat hubungan seksual tidak bisa dijadikan tolak ukur menilai keperawanan seorang wanita, justru pendarahan bisa saja terjadi karena pengencangan atau ketegangan pada vagina yang sering disebut sebagai kelainan vaginimus pada saat hubungan seksual dan jika selama melakukan hubungan seksual tidak menimbulkan ketegangan pada vagina tetapi dapat menikmatinya bersama maka kemungkinan terjadi pendarahan sangat kecil bahkan tidak ada. So.. jangan heran jika ada wanita yang telah berulangkali melakukan hubungan seksual namun sama sekali tidak pernah mengalami pendarahan sama sekali.
Kemudian tanda-tanda fisik berupa perubahan bentuk payudara, pantat, dan cara berjalan lurus yang dianggap sebagai tanda wanita sudah tidak perawan juga tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,oleh karena perubahan diatas bisa terjadi apabila seorang wanita telah mengalami kehamilan dan persalinan. Sehingga kalau hanya melalui hubungan seks saja ciri-ciri fisik tersebut tidak dapat dijadikan suatu tanda bahwa wanita tersebut sudah tidak perawan.
Pesan saya terhadap para remaja putri, selama bisa menjaga diri dari pergaulan seks bebas serta menjaga cara perpacaran yang sehat maka tidak perlu khawatir akan masalah keperawanan. Ingatlah bahwa wanita ibarat telur diujung tanduk. Keperawanan adalah harta yang paling berharga bagi seorang wanita jadi harus dijaga sampai ke pelaminan, karena selaput dara yang sudah pecah tidak mungkin dapat dikembalikan secara utuh seperti sediakala. Sekali pecah tetap pecah, kalaupun dapat diperbaiki melalui jalan operasi dengan selaput dara palsu dan pembuluh darah tiruan namun tetaplah tidak akan pernah seutuh seperti sedia kala dan yang lebih tahu tentang keperawanan seorang wanita adalah wanita yang bersangkutan itu sendiri. Sedangkan pemahaman masyarakat khususnya kaum pria yang dapat menilai keperawanan seorang wanita melalui ciri – ciri fisiknya adalah suatu asumsi semata


More aboutMitos Keperawanan pada remaja

Sering ML Penyebab Kanker Prostat, Benarkah..?

Posted by Anonymous

Wahhh… artikel apa lagi ini? Itu mungkin pertanyaan dipikiran anda waktu pertama kali membaca judul diatas dan percayalah bukan maksud saya untuk menakut nakuti anda (para pasangan suami istri) supaya jangan sering berhubungan seksual. Bukan… bukan itu maksud saya, saya hanya teringat pertemuan yang tak terduga beberapa waktu yang lalu dengan seorang teman lama, masih muda dan tentunya masih sangat energik. Setelah ngobrol kesana kemari, tiba2 temen tersebut bertanya.
Apakah benar kanker prostat disebabkan terlalu sering berhubungan seks? sebab dilihatnya banyak orang tua-tua menderita penyakit ini dan apakah terlalu sering berhubungan seks itu tidak baik atau menimbulkan efek samping? Karena menurutnya, dia baru saja menikah dan sekarang masih panas-panasnya berintim dengan istri. Gimana ya…?

Hmm… mudah2an ketakutan temen tersebut tidak mengganggu hangatnya hubungan seks para pasangan suami istri yang saat ini sedang hot2nya. Sesungguhnya seks adalah bagian dari tugas kodrati seorang manusia, sehingga sebagai rekreasi seks bisa memberikan kebahagiaan terrmasuk juga kesehatan yang baik bagi pasangan, asal dilakukan pasa saat dan kondisi yang tepat. Ibarat olah raga, dengan seks yang teratur justru akan lebih meningkatkan kerja organ2 tubuh dan inilah bukti bahwa seks yang sehat akan membuat kita awet muda.

Prostat dianggap sebagai organ seks pria yang membantu fungsi ejakulasi, dimana fungsi prostat yang baik akan menunjang kerja seks yang baik juga. Pembesaran kelenjar prostat sering terjadi pada pria di atas usia 60an, dimana kemunduran fungsi organ akibat faklor usia dianggap sebagai pemicunya.

Sementara pembesaran tersebut sering berakhir pada terjadinya keganasan prostat atau kanker prostat, karena penanganan yang kurang baik. Selama ini tidak ada satu faktor pun yang menjadi satu2nya penyebab terjadinya kanker, termasuk kanker prostat, sehingga mitos seringnya hubungan seks pun tidak bisa dibenarkan sebagai pemicu kanker prostat.

Kesimpulan dari artikel ini, silakan suami-istri yang munkin lagi hot2nya menikmati hubungan seks sesering mungkin, asalkan dalam kondisi yang sama2 nyaman, tidak sedang dalam kondisi stres, dan bisa mendapatkan kepuasan berdua. Semakin muda usia pernikahan seseorang, frekuensi hubungan seksnya pun semakin sering, hal ini logis, mengingat pengalaman seks yang masih sangat baru, ibarat kendaraan bermotor sedang in reyen! Its no problem!! (dr.iwan)


More aboutSering ML Penyebab Kanker Prostat, Benarkah..?

Remaja, Pasutri dan Masturbasi

Posted by Anonymous

Pasutri dan masturbasi...???
Beberapa pasangan suami istri mengaku kalau dalam beberapa waktu tertentu mereka juga melakukan aktivitas seks yang satu ini, seperti misalnya Ibu Wati(28th, bukan nama sebenarnya) yang mengatakan sepanjang 9th pernikahan dia tidak pernah mendapatkan kepuasan seks dari suami,


sehingga begitu selesai hubungan seks, dia tidak langsung tidur, tapi kemudian asyik berfantasi seks di kamar mandi sambil melakukan masturbasi. Atau pasangan lain yang mengatakan, bahwa untuk mencegah kebosanan saat behubungan seks, sang suami melakukan masturbasi untuk menghindari suasana jenuh karena rutinitas melakukan hubungan seks setiap hari.


Salah seorang suami pernah menyampaikan kepada saya, dia selalu melakukan masturbasi, ketika saat ingin berhubungan seks, ternyata sang istri sedang menstruasi, saat istri hamil, atau ketika dia sedang berada di luar kota, jauh dari istri tercinta(daripada selingkuh, atau ke lokalisasi, katanya). Bahkan terkadang saya justru menyarankan pada pasien saya untuk melakukan masturbasi, ketika keinginan melakukan hubungan seks muncul pada saat mood istri sedang ‘memburuk’, saat istri ogah2an, istri sedang menyusui, atau sedang terjadi ‘perang dingin’ di dalam rumah. Mungkin masturbasi akan jauh lebih baik dilakukan, tapi tentunya hanya pada saat2 tertentu saja, dan bukan setiap saat.

Di luar negeri, ternyata ada sebuah kebiasaan baru yang sudah mulai sering dilakukan pasangan suami istri di sana, yaitu “mutual masturbasi’ dimana masturbasi dilakukan saling bergantian satu sama lain oleh pasangan, sebagai sebuah variasi di luar hubungan seks yang sudah sering dilakukan, atau pada pasangan yang sedang berusaha mendapatkan titik G-spot, sehingga akan lebih memudahkan pencapaian multiple orgasme.

Pada beberapa kasus ternyata masturbasi bisa menjadi awal sebelum anda melakukan hubungan seks, karena ternyata beberapa pasien mengatakan, setelah suami melakukan masturbasi kemudian dilanjutkan dengan hubungan seks, ternyata waktu tempuhnya jauh lebih lama, sehingga banyak dicoba oleh pasangan yang mengalami ejakulasi dini. Tapi tentunya harus diperhatikan juga stamina fisik dari suami maupun istri.

Dari beberapa hal tersebut tenyata membuktikan bahwa ada kalanya masturbasi menjadi sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan seks yang terjadi di usia pernikahan, atau ketika hubungan seks tidak memungkinkan untuk dilakukan pada saat sedang ‘tinggi’. Sebagai solusi barangkali masturbasi tidak menjadi sebuah gangguan, tapi kalau kemudian menjadi sebuah ketergantungan, bahkan mulai mengurangi kenikmatan saat berhubungan dengan pasangan, hal ini perlu mendapakatkan penanganan serius. Bahaya!

Beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika anda terpaksa melakukan masturbasi:
(a) Lakukan dg alat yang bersih, steril
(b) Hindari frekuensi berlebihan untuk menghindari ketergantungan
(c) Kurangi perasaan bersalah yang muncul setelah masturbasi, dengan pemikiran positif bahwa masturbasi adalah solusi

Penutup
Sebagai kesimpulan, ternyata masturbasi atau onani, sekalipun diangga dosa oleh beberapa norma agama, tapi dari kacamata kesehatan bisa juga menjadi solusi dari sebuah persoalan seks. Khusus bagi remaja, ada baiknya jika masturbasi tidak menjadi sebuah kebiasaan, bahkan saya boleh mengatakan semakin jarang akan semakin baik, tapi tidak melakukan masturbasi, jauh lebih baik !
Beberapa solusi yang barangkali bisa dilakukan untuk menghindari kebiasaan masturbasi, terutama di kalangan remaja al:

*
Perbanyak aktivitas positif, banyak sekali remaja kurang memanfaatkan hari-hari untuk kegiatan bermanfaat, sering bengong, melamun, dan akhirnya hanya menambah jumlah ‘jam terbang masturbasi’
*
Hindari suasana sepi di dalam rumah atau di kost
*
Olah raga teratur, hal ini ternyata dianggap bisa mengatur libido seseorang, sehingga dengan vitalitas yang baik, dorongan seksnya pun akan lebih terkendali
*
Ibadah, puasa, shalat ternyata cukup jitu juga untuk menghindari masturbasi, karena masalah perilaku seks sering berbenturan dengan norma-norma agama
*
Buang koleksi BF(film porno), bacaan porno, gambar atau majalah yang membangkitkan gairah seks, atau menghindari kebiasaan menonton tayangan-tayangan TV tengah malam
*
Be yourself, jadilah dirimu sendiri. (dr.iwan)

More aboutRemaja, Pasutri dan Masturbasi

Minimnya Pengetahuan Seks

Posted by Anonymous

Tabloid “Seputar Semarang”

Figur : dr. Iwan Setiawan

(Konsultan Seks Remaja)Isu seputar seks dikalangan mahasiswa memang selalu menarik untuk diikuti. Setelah dulu marak dengan adanya “ayam kampus”, kini juga muncul fenomena dimana mahasiswa ada kecenderungan yang hanya sekedar having seks.
“Saat ini ada kecenderungan seks bagi mereka bukan sekedar komoditi untuk mencari uang. Sekarang ini banyak dari mahasiswi atau remaja putri yang melakukan having seks hanya sekedar sebagai pemuasan. Mereka tidak membutuhkan imbalan, tetapi lebih kepada pemuasan semata.” kata dr. iwan, konsultan seks.


Menurut dokter muda yang aktif sebagai konsultan seks diberbagai radio dan tv ini mengatakan, pernah seorang cowok mengatakan kepadanya, bahwa cowok tersebut berani membayar berapa saja kepada seorang cewek. Namun si cewek malah menolaknya.


“Mereka lebih suka diajak makan malam bareng, nongkrong di kafe yang bergengsi, kemudian nonton di bioskop yang keren. Itu semua hanya sekedar demi life style saja.” ujar alumnus Undip 1998.


Dokter penyuka warna hijau ini menyatakan mereka berasal dari orang berada. Ditunjang kehidupan yang baik dan gizi yang juga baik, sehingga meningkatkan hormon seks.


Kasus lain, adalah longgarnya kehidupan mahasiswa di kos - kosan. Sekarang ini sudah jamak terjadi, semisal satu kamar itu dihuni oleh dua mahasiswa. Ada sebuah kesepakatan di antara keduanya, kalau mereka sedang having seks dengan pacarnya berarti di depan kamar kos nya tersebut tidak ada sepatu, tapi dari dalam terdengar sebuah musik yang keras.


“Ini seperi sebuah kesepakatan. Dan mereka melakukannya secara bergantian.” kata dokter yang membuka klinik “curhat” ini.


Gejala ini menunjukkan moralitas remaja kini mulai menurun. Penyebabnya bermacam – maca. Seperti pendidikan orang tua yang kurang, kedekatan kepada anaknya yang semakin jauh.


“Kemudian juga, minimnya pengetahuan mereka tentang seks itu sendiri. Jadi mereka kurang paham tentang berbagai resiko, seperi penyakit kelamin, penyebaran virus HIV, serta kehamilan di luar nikah.” lanjut dokter gaul ini.


Antisipasinya, tutur dokter yang juga sering menerima pasien suami – istri ini, pendidikan keluarga harus lebih ditekankan. “Seperti pendidikan seks kan bisa dimulai dari mana saja. Seperti dari keluarga, guru, dan juga sekolah.. Makanya kurikulum tentang seks di sekolah sudah harus mulai dipikirkan.”


“Membentengi diri mereka juga menjadi lebih penting. Yaitu dengan ajaran moralitas. Tetapi, agama menjadi pegangan yang sangat penting.” pungkas dokter yang juga dapat dijumpai di www.dokteriwan.com ini.


Catatan :

Artikel diatas diambil dari Tabloid “Seputar Semarang” edisi 215, tanggal 6 Nov 2007. Tabloid “Seputar semarang” merupakan suplemen dari harian “Suara Merdeka”


More aboutMinimnya Pengetahuan Seks

Seks, Kualitas VS Frekuensi

Posted by Anonymous

Seks ibarat bumbu dapur, pada takaran yang tepat membuat masakan menjadi sangat lezat, sehingga si penikmat sangat menikmati santapan, bahkan kalau dilakukan secara teratur bisa jadi masakan tersebut menyehatkan dan membahagiakan. Begitulah Seks.
Tapi kadang2 tidak setiap orang tahu bahwa seks bisa juga menjadi bencana dalam perkawinan, apabila dilakukan bukan pada takaran yang tepat, dilakukan terburu2 atau bukan pada saat yang pas.

Dalam hubungan seks, seseorang tidak hanya menyalurkan dorongan seks semata, akan tetapi juga bagaimana seks menjadikan pasangan lebih harmonis, bahagia, langgeng dan senantiasa nikmat. Sebenarnya seks yang indah tidak hanya berfungsi sebagai sarana reproduksi atau menghasilkan keturunan saja, tapi juga sebagai fungsi rekreasi, sebagai upaya mendapatkan kepuasan, kenyamanan dll. Jadi jika orang berfikir kalau seks hanya sebagai rutinitas, itu salah besar! Karena dengan melakukan hubungan seks secara teratur, konstan dan sama – sama mendapatkan kepuasan satu sama lain, seks efeknya sangat luar biasa!

Banyak yang bertanya kepada saya, berapa sebenarnya frekuensi seks yang normal, apakah setiap hari, apakah seminggu sekali, dua kali, atau sehari sampai beberapa kali? Tidak jarang pertanyaan ini muncul karena ada perbedaan frekuensi yang mencolok antara satu orang dengan orang yang lain, hal ini muncul dalam pembicaraan sehari2. Misalnya ketika seseorang bercerita bahwa dalam sehari dia bisa melakukan sampai dua tiga kali, sementara yang lain hanya bisa melakukan 2 minggu sekali.

Hal inilah yang sering memunculkan kecemasan pada pasangan suami istri. Beberapa pasangan muda, pengantin baru yang memang sedang menikmati hot2nya seks, didukung faktor usia yang relatif masih muda, dan tingginya hormon seks mereka, sering membuat frekuensi seks mereka meningkat secara tajam. Jangankan setiap hari melakukan seks, dalam sehari bisa saja mereka melakukan beberapa ronde hubungan seks sekaligus. Hal ini bisa dibilang masih sangat wajar, karena bagi mereka seks ibarat barang baru yang lagi seneng-senengnya jadi mainan.

Ada pengalaman seorang pasien yang mengatakan, mereka dalam sehari bisa sampai 10 ronde, sehingga untuk keluar kamar pun rasanya malas. Apalagi dalam masa2 cuti atau istilah kerennya bulan madu, sehingga sayang untuk melewatkan waktu seharipun!.

Namun seiring dengan waktu perjalanan pernikahan, frekuensi seks jadi sedikit menurun, misalnya sehari cukup sekali, atau mungkin sudah tidak perlu setiap hari. Sangat logis, karena mereka sudah tidak sedahsyat saat pengantin baru, seks bagi mereka sudah menjadi rutinitas, atau bisa jadi karena mereka sedang belajar bereksplorasi dengan posisi dan variasi2 seks yang baru.
Kalau ada yang mengatakan bahwa frekuensi hubungan seks akan berkurang seiring berjalannya usia, sangat tidak beralasan, karena seks sebenarnya adalah sebuah kesepakatan, bukan tradisi atau kebiasaan. Bisa jadi pasangan sangat menikmati seks pada frekuensi yang cukup tinggi karena mereka sama-sama mendapatkan kepuasan, bahkan seorang wanita bisa mencapai apa yang sering disebut sebagai ’multiple orgasme’.


More aboutSeks, Kualitas VS Frekuensi

PMS (Pre Menstruasi Syndrome)

Posted by Anonymous

Tentang sindrom PMS, sebuah sumber mengatakan sekitar 85% wanita mengalami gangguan fisik dan emosi menjelang masa ini. Gejala yang paling gampang dilihat dari sindrom pra menstruasi ini adalah mudah marah, pusing, depresi, perasaan sensitif, lelah dan tubuh agak membengkak.
Selain itu, biasanya juga terjadi penumpukan cairan dengan payudara yang agak membengkak, ukuran panggul bertambah besar, wajah terlihat sembab, sakit kepala, dan nyeri di bagian perut. Perubahan perubahan mood, seperti mudah marah, meledak-ledak, dan sering menangis juga kerap menandai munculnya premenstrual syndrome (PMS) ini. Yang lebih gawat adalah PMS pun dapat menimbulkan depresi, terkadang sampai memunculkan perasaan ingin bunuh diri, dan bahkan keinginan melakukan kekerasan kepada diri sendiri ataupun ke orang lain (wahhh??, ngerinyaaa..)
Gangguan kesehatan sebelum haid biasanya dianggap hal yang lumrah bagi wanita usia produktif. Sekitar 40% wanita berusia 14 - 50 tahun, menurut suatu penelitian, mengalami sindrom pra-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome). Bahkan survai tahun 1982 di Amerika Serikat menunjukkan, PMS dialami 50% wanita dengan sosio-ekonomi menengah yang datang ke klinik ginekologi. PMS memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.
Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.
Sindrom ini biasanya lebih mudah terjadi pada wanita yang lebih peka terhadap perubahan hormonal dalam siklus haid. Akan tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS. Pertama, wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksima). Kedua, status perkawinan (wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum). Ketiga, usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun). Keempat, stres (faktor stres memperberat gangguan PMS). Kelima, diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS). Keenam, kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS. Ketujuh, kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).
Tipe dan gejalanya
Tipe PMS bermacam-macam. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. Delapan puluh persen gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.
Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri. PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.
PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema(pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.
PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.
PMS tipe D(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari selururh tipe PMS benar-benar murni tipe D.
PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.
Pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan, banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS. Kram pada waktu haid atau nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang hebat, atau dinamakan dismenorea, sangat mengganggu aktivitas wanita, bahkan acap kali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari. Dismenorea memang bukan PMS. Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengen PMS yang mulai terasa 10 - 14 hari sebelum haid. Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau dismenorea membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.
Yang perlu diketahui :

Kurangi Stres
Perhatikan jadwal kerja Anda, apakah saat ini Anda dikejar tenggang waktu soal pekerjaan Anda. Bila saja Anda perhatikan, adanya stres kerja ini dapat membuat menstruasi Anda terlambat.

Tidak sebanyak yang Anda pikirkan
Anda tidak perlu takut kehilangan jumlah darah terlalu banyak. Secara rata-rata, setiap bulannya seorang wanita hanya kehilangan sekitar 3 ons darah.

Lama atau Sebentar itu Normal
Kebanyakan wanita akan mengeluarkan darah sekitar dua hari sampai tujuh hari. Bila menstruasi Anda lebih dari delapan hari, itu belum tergolong masalah besar.

Terjadi Pembuahan?
Kebanyakan wanita hanya mengalami ovulasi sekali dalam sebulan, sekitar 14 hari sebelum datang mensturasi. Pembuahan memang hanya berlangsung selama satu atau dua hari saja, tetapi karena sperma dapat hidup sampai tujuh hari di dalam vagina, Anda harus menggunakan pencegah kehamilan.

Menghitung Siklus
Saat Anda mendapatkan menstruasi di hari pertama, itu merupakan hari pertama Anda memasuki siklus menstruasi. Jadikanlah hari itu sebagai patokan untuk siklus berikutnya. Siklus yang normal berlangsung sekitar 21 hari hingga 35 hari.


PMS yang bukan PMS
Wanita yang mengalami sakit hebat saat menstruasi itu melebihi gejala umum sangat mungkin terkena premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Wanita yang menderita PMDD juga memiliki gejala-gejala sama layaknya PMS, seperti sakit kepala, nyeri sendi dan otot, tubuh dan payudara membengkak. Gejala-gejala yang secara umum terjadi, akan menghilang saat berlangsungnya menstruasi.

Menurun di Usia 30 Tahun
Pada wanita yang lebih tua, biasanya akan mengalami pembengkakan tubuh, berat badan bertambah, dan kecemasan yang lebih besar dibandingkan wanita yang lebih muda. Namun, secara umum, sebenarnya gejalanya telah berkurang dibandingkan wanita di bawah usia 30 tahun yang sering mengalami kejang, lelah, payudara sakit, banyak makan, dan mood yang tidak menentu.

Kejang
Saat siklus haid seorang wanita belum teratur, biasanya cenderung tidak mengalami gangguan nyeri. Namun, ketika siklus sudah berjalan teratur, barulah gejala itu muncul. Bila di masa remaja tidak pernah terkena gejala PMS, kemungkinan itu baru akan dimulai pada usia 20 tahun.

Disebabkan Kista atau Endometriosis?
Munculnya kista biasanya disebabkan karena terjadinya pelebaran otot di dinding rahim. Kian besar ukuran kista (melebihi ukuran anggur), makin menyebabkan sakit menjelang menstruasi. Sementara itu, endometriosis merupakan suatu kondisi ketika dinding bagian shim tumbuh di luar rahim. Gejalanya adalah sakit yang hebat saat mulai dan selama periode menstruasi, perdarahan kental dan tidak teratur, jugs rasa sakit selama dan sesudah hubungan seksual. Tanpa pengobatan endometriosis ini akan kian buruk dan menyebabkan kemandulan. Sebaiknya segeralah datang ke dokter.

Diet Mempengaruhi Siklus?
Jika Anda terlalu banyak kehilangan berat badan atau mempunyai gangguan makan seperti anorexia, bisa jadi Siklus menstruasi Anda menjadi tidak teratur atau berhenti total (amernorrhea). Ketahuilah, amenorrhea dapat menyebabkan keropos tulang, mandul dan masalah kesehatan lainnya. Segera konsultasikan ke dokter bila Siklus menstruasi Anda berhenti.

Bertambah Berat Badan
Pada wanita yang gemuk dan kekurangan androgen (hormon pria) juga bisa mengalami menstruasi tak teratur. Hal ini disebut sebagai polycystic ovary syndrome (PCOS). Akibatnya, bisa membuat perdarahan bertambah banyak, hingga terjadi kelebihan rambut di wajah atau tubuh wanita. Biasanya ini diakibatkan karena tingginya hormon testoteron.

Perdarahan di Antara Siklus
Adanya perdarahan yang tidak normal dan infeksi pada vagina yang disebabkan bakteri vaginosis adalah gejala chlamydia atau penyakit menular seksual lainnya. Segera konsultasikan ke dokter agar tidak semakin parah.

Bercak Darah
Jika Anda sering mendapatkan bercak di pertengahan siklus Anda, boleh jadi ini merupakan tanda terjadinya ovulasi. Beberapa wanita mengalami kejang perut pada waktu tersebut.

Rasa Hangat Redakan Kejang
Ingat nasihat ibu untuk mengompres perut kejang dengan botol berisi air panas? Kalau itu terjadi, lakukanlah. Hasil penelitian menunjukkan, mengompres di bagian bawah perut dapat mengurangi rasa nyeri dan kejang.
Apa yang dapat Anda lakukan?
Untuk mengurangi beberapa kondisi yang tidak nyaman menjelang SPM, coba lakukan beberapa hal di bawah ini :
• Buatlah semacam diary atau jurnal yang mencatat kapan gejala-gejala itu muncul. Dengan demikian, Anda mempunyai patokan waktu yang tepat untuk mengatasinya.
• Agar sehat, makanlah sedikit tetapi sering. Jika Anda menderita konstipasi, konsumsilah bahan makanan yang mengandung banyak serat.
• Saat sedang minum obat diuretik, biasanya Anda akan lebih sering buang air kecil yang memungkinkan mineral penting ikut terbuang. Karena itu, tambah makanan yang mengandung potassium (buah, makanan laut, kacang-kacangan), juga makanan, minuman ekstra atau suplemen yang mengandung vitamin B dan C.
• Untuk mengurangi terjadinya penumpukan cairan, sebisa mungkin kurangi garam dalam makanan Anda. Garam bisa menyerap air dan hal ini dapat meningkatkan pembengkakan.
• Perbanyak waktu istirahat untuk menghindari kelelahan. Selain itu cobalah menghindari situasi yang bisa membuat Anda stres.
• Coba bicarakan perasaan Anda kepada sahabat yang dapat percaya dan dapat mendengarkan keluhan Anda. Pastikan pula keluarga tahu mengenai kondisi Anda.
• Cobalah minum beberapa ramuan tumbuhan tertentu yang telah terbukti membantu meningkatkan kesehatan wanita, misalnya kunyit asam, dan lain-lain.
• Untuk mengatasi rasa nyeri yang hebat, seperti dysmernorrhoea, cobalah aspirin untuk meringankannya.
• Cobalah lakukan olahraga seperti berenang dan berjalan kaki. Tarik nafas dalam-dalam lalu buang secara perlahan juga dapat membantu Anda meringankan rasa tidak nyaman. Juga, tak ada salahnya mencoba melakukan relaksasi.
DIET TEPAT MENCEGAH PMS
Pencegahan PMS (sindrom pra-menstruasi) dapat dilakukan melalui diet yang tepat dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
• Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
• Kurangi rokok atau berhenti merokok.
• Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
• Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
• Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
• Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
• Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
• Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
• Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).
Di samping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS:
• Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.
• Menghindari dan mengatasi stres.
• Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.
• Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya.
• Perhatikan pula apakah Anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya.


More aboutPMS (Pre Menstruasi Syndrome)

ALAT REPRODUKSI DAN FUNGSINYA

Posted by Anonymous

Ditulis pada April 3, 2008 oleh harnawatiaj
ALAT REPRODUKSI WANITA DAN FUNGSINYA
Alat-alat reprofroduksi wanita yaitu:
GENETALIA EKSTERNA
a)Mons Veneris
Berfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk estetika
b)Labia Mayora


Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan cairan pelumas pada saat menerima rangsangan seksual.
c)Labia Minora
Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daerah erotik yang mengandung pambuluh darah dan syaraf.
d)Klitoris
Merupakan daerah erotik utama pada wanita yang akan membesar dan mengeras apabila mendapatkan rangsangan seksual.
e)Vestibulum
Berfungsi untuk mengeluarkan cairan apabila ada rangsangan seksual yang berguna untuk melumasi vagina pada saat bersenggama.
f)Hymen
Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina, membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia interrnal dapat mengalir keluar
GENETALIA INTERNA
a)Vagina
Berfungsi sebagai :
Saluran keluar untuk mengeluarkan darah waktu haid dan sekret dari dalam uterus
Alat untuk bersenggama
Jalan lahir bayi waktu melahirkan
b)Uterus
Berfungsi sebagai:
Tempat bersarangnya atau tumbuhnya janin di dalam rahim pada saat hamil.
Memberi makanan pada janin melalui plasenta yang melekat pada dinding rahim.
c)Tuba Fallopi
Berfungsi sebagai saluran yang membawa ovum yang dilepaskan ovarium ke dalam uterus.
d)Ovarium
Berfungsi memproduksi ovum
e)Ligamentum
Berfungsi untuk mengikat atau menahan organ-organ reproduksi wanita agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak bergerak dan berhubungan dengan organ sekitarnya.
ALAT REPRODUKSI PRIA DAN FUNGSINYA.
Alat-alat reprofroduksi pria yaitu:
GENETALIA EKSTERNA
a)Penis
Berfungsi untuk menyalurkan dan menyemprotkan sperma saat ejakulasi
b) Skrotum
berfungsi untuk melindungi testis dari taruma atau suhu
GENETALIA INTERNA
a)Testis
Berfungsi sebagai :
Memproduksi sperma
Tempat memproduksi testosteron yang memegang peranan penting untuk sifat kelamin sekunder dan kejantanan
b)epididimis
Berfungsi sebagai:
menghubungkan testis dengan saluran vas deferens
memproduksi cairan yang banyak mengandung enzym dan gizi yang fungsinya mematangkan / menyempurnakan bentuk sperma
c)vans deferens
Berfungsi untuk menyalurkan sperma dari epididimis ke vesika seminalis
Tempat menyimpan sebagian dari sperma sebelum dikeluarkan .
d)Vesika seminalis
Berfungsi sebagai:
Tempat untuk mengeluarkan cairan yang sifatnya alkalis atau sedikit basa yang mengandung fruktosa dan zat gizi yang merupakan sumber energi bagi spermatozoa dan agar sperma lebih segar, kuat dan mudah bergerak dalam mencapai ovum
Sebagai tempat penyimpanan spermatozoa sebelum dikeluarkan melalui kegiatan seksual.
e)Kelenjar prostat
Berfungsi sebagai:
Mengeluarkan cairan yang bersifat alkalis yang encer berwarna seperti susu mengandung asam sitrat, kalsium dan beberapa zat lain
f) kelenjar bulbo uretralis
berfungsi mengsekre3si cairan yang membantu agar sperma lebih tahan hidup dan lebih memungkinkan untuk bergerak dan memudahkan pembuahan.



More aboutALAT REPRODUKSI DAN FUNGSINYA

ENDOMETRIOSIS

Posted by Anonymous

I. Defenisi
Endometriosis merupakan suatu kondisi yang dicerminkan dengan keberadaan dan pertumbuhan jaringan endometrium di luar uterus. Jaringan endometrium itu bisa tumbuh di ovarium, tuba falopii, ligamen pembentuk uterus, atau bisa juga tumbuh di apendiks, colon, ureter dan pelvis.
( Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta )



II. Etiologi

Ada beberapa faktor resiko penyebab terjadinya endometriosis, antara lain:
1 Wanita usia produktif ( 15 – 44 tahun )
2 Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang pendek (<27 hari)
3 Menstruasi yang lama (>7 hari)
4 Spotting sebelum menstruasi
5 Peningkatan jumlah estrogen dalam darah
6 Keturunan : memiliki ibu yang menderita penyakit yang sama.
7 Memiliki saudara kembar yang menderita endometriosis
8 Terpapar Toksin dari lingkungan
Biasanya toksin yang berasal dari pestisida, pengolahan kayu dan produk kertas, pembakaran sampah medis dan sampah-sampah perkotaan.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica:Jakarta.)



III. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala endometriosis antara lain :
1. Nyeri :
• Dismenore sekunder
• Dismenore primer yang buruk
• Dispareunia
• Nyeri ovulasi
• Nyeri pelvis terasa berat dan nyeri menyebar ke dalam paha, dan nyeri pada bagian abdomen bawah selama siklus menstruasi.
• Nyeri akibat latihan fisik atau selama dan setelah hubungan seksual
• Nyeri pada saat pemeriksaan dalam oleh dokter
2. Perdarahan abnormal
• Hipermenorea
• Menoragia
• Spotting sebelum menstruasi
• Darah menstruasi yang bewarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi
3. Keluhan buang air besar dan buang air kecil
• Nyeri sebelum, pada saat dan sesudah buang air besar
• Darah pada feces
• Diare, konstipasi dan kolik
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta.
www.google.com.)

IV. Patofisiologi
Endometriosis dipengaruhi oleh faktor genetik. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita endometriosis memiliki resiko lebih besar terkena penyakit ini juga. Hal ini disebabkan adanya gen abnormal yang diturunkan dalam tubuh wanita tersebut.
Gangguan menstruasi seperti hipermenorea dan menoragia dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Tubuh akan memberikan respon berupa gangguan sekresi estrogen dan progesteron yang menyebabkan gangguan pertumbuhan sel endometrium. Sama halnya dengan pertumbuhan sel endometrium biasa, sel-sel endometriosis ini akan tumbuh seiring dengan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh.
Faktor penyebab lain berupa toksik dari sampah-sampah perkotaan menyebabkan mikoroorganisme masuk ke dalam tubuh. Mkroorganisme tersebut akan menghasilkan makrofag yang menyebabkan resepon imun menurun yang menyebabkan faktor pertumbuhan sel-sel abnormal meningkat seiring dengan peningkatan perkembangbiakan sel abnormal.
Jaringan endometirum yang tumbuh di luar uterus, terdiri dari fragmen endometrial. Fragmen endometrial tersebut dilemparkan dari infundibulum tuba falopii menuju ke ovarium yang akan menjadi tempat tumbuhnya. Oleh karena itu, ovarium merupakan bagian pertama dalam rongga pelvis yang dikenai endometriosis.
Sel endometrial ini dapat memasuki peredaran darah dan limpa, sehingga sel endomatrial ini memiliki kesempatan untuk mengikuti aliran regional tubuh dan menuju ke bagian tubuh lainnya.
Dimanapun lokasi terdapatnya, endometrial ekstrauterine ini dapat dipengaruhi siklus endokrin normal. Karena dipengaruhi oleh siklus endokrin, maka pada saat estrogen dan progesteron meningkat, jaringan endometrial ini juga mengalami perkembangbiakan. Pada saat terjadi perubahan kadar estrogen dan progesteron lebih rendah atau berkurang, jaringan endometrial ini akan menjadi nekrosis dan terjadi perdarahan di daerah pelvic.
Perdarahan di daerah pelvis ini disebabkan karena iritasi peritonium dan menyebabkan nyeri saat menstruasi (dysmenorea). Setelah perdarahan, penggumpalan darah di pelvis akan menyebabkan adhesi/perlekatan di dinding dan permukaan pelvis. Hal ini menyebabkan nyeri, tidak hanya di pelvis tapi juga nyeri pada daerah permukaan yang terkait, nyeri saat latihan, defekasi, BAK dan saat melakukan hubungan seks.
Adhesi juga dapat terjadi di sekitar uterus dan tuba fallopii. Adhesi di uterus menyebabkan uterus mengalami retroversi, sedangkan adhesi di tuba fallopii menyebabkan gerakan spontan ujung-ujung fimbriae untuk membawa ovum ke uterus menjadi terhambat. Hal-hal inilah yang menyebabkan terjadinya infertil pada endometriosis.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta
Sperof, Leon. 2005. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. Lippincot Williams & Wilkins : Philadelphia. )

V. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan yang dilakukan untuk membuktikan adanya endometirosis ini antara lain:
1. Uji serum
• CA-125
Sensitifitas atau spesifisitas berkurang
• Protein plasenta 14
Mungkin meningkat pada endometriosis yang mengalami infiltrasi dalam, namun nilai klinis tidak diperlihatkan.
• Antibodi endometrial
Sensitifitas dan spesifisitas berkurang
2. Teknik pencitraan
• Ultrasound
Dapat membantu dalam mengidentifikasi endometrioma dengan sensitifitas 11%
• MRI
90% sensitif dan 98% spesifik
• Pembedahan
Melalui laparoskopi dan eksisi.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta )

VI. Terapi
Terapi yang dilakukan ditujukan untuk membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis, antara lain:
1. Pengobatan Hormonal
Pengobatan hormaonal dimaksudkan untuk menghentikan ovulasi, sehingga jaringan endometriosis akan mengalami regresi dan mati. Obat-obatan ini bersifat pseudo-pregnansi atau pseudo-menopause, yang digunakan adalah :
• Derivat testosteron, seperti danazol, dimetriose
• Progestrogen, seperti provera, primolut
• GnRH
• Pil kontrasepsi kombinasi
Namun pengobatan ini juga mempunyai beberapa efek samping.
2. Pembedahan

www.google.com
Bisa dilakukan secara laparoscopi atau laparotomi, tergantung luasnya invasi endometriosis.
(Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta)

VII. WOC
Terlampir

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ENDOMETRIOSIS

1. Pengkajian
a. Riwayat Kesehatan Dahulu
• Pernah terpapar agen toksin berupa pestisida, atau pernah ke daaerah pengolahan katu dan produksi kertas, serta terkena limbah pembakaran sampah medis dan sampah perkotaan.
b. Riwayat kesehatan sekarang
• Dysmenore primer ataupun sekunder
• Nyeri saat latihan fisik
• Dispareunia
• Nyeri ovulasi
• Nyeri pelvis terasa berat dan nyeri menyebar ke dalam paha, dan nyeri pada bagian abdomen bawah selama siklus menstruasi.
• Nyeri akibat latihan fisik atau selama dan setelah hubungan seksual
• Nyeri pada saat pemeriksaan dalam oleh dokter
• Hipermenorea
• Menoragia
• Feces berdarah
• Nyeri sebelum, sesudah dan saat defekasi.
• konstipasi, diare, kolik
c. Riwayat kesehatan keluarga
Memiliki ibu atau saudara perempuan (terutama saudara kembar) yang menderita endometriosis.
d. Riwayat obstetri dan menstruasi
Mengalami hipermenorea, menoragia, siklus menstruasi pendek, darah menstruasi yang bewarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi.




2. Diagnosa
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul :
a. Gangguan rasa nyaman: nyeri b.d gangguan menstruasi, proses penjalaran penyakit.
b. Resiko gangguan harga diri b.d infertilitas
c. Resiko tinggi koping individu / keluarga tidak efektif b.d efek fisiologis dan emosional gangguan, kurang pengetahuan mengenai penyebab penyakit.
d. Resiko tinggi gangguan citra tubuh b.d gangguan menstruasi
(Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC : Jakarta)

3. Intervensi Keperawatan
a. Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d gangguan menstruasi, proses penjalaran penyakit
Kriteria Hasil :
• Klien mengekspresikan penurunan nyeri/ ketidaknyamanan
• Klien tampak rileks, dapat tidur dan istirahat dengan tepat



Daftar Pustaka

Bobak. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC : Jakarta
Doenges, Marilynn.E.2001.Rencana Keperawatan. Jakarta: EGC
Scott, R James, dkk. 2002. Buku Saku Obstetri dan Gynekologi. Widya Medica: Jakarta
Sperof, Leon. 2005. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility. Lippincot Williams & Wilkins : Philadelphia. )
Diakses dari www.google.com tanggal 15 September 2007.


More aboutENDOMETRIOSIS

Pendidikan Seks sebagai Hak Reproduksi Hak Reproduksi Perempuan Bagian dari HAM

Posted by Anonymous

Hak reproduksi merupakan bagian dari hak asasi manusia. Masalah reproduksi berkaitan dengan tubuh dan peran perempuan dalam masyarakat. Perempuan mengalami penindasan dengan alasan fungsi reproduksinya. Dan, perempuan paling banyak mengalami persoalan kesehatan reproduksi mereka.

Reproduksi memiliki dua rumusan persoalan, yaitu reproduksi biologis dan sosial. Reproduksi biologis berkaitan dengan fungsi seksualitas tubuh perempuan untuk melahirkan anak atau melakukan regenerasi. Untuk melahirkan anak, perempuan melakukan hubungan seksual dengan laki-laki sebagai bagian dari proses reproduksi biologis. Reproduksi sosial adalah fungsi seksualitas tubuh perempuan yang berhubungan dengan peran sosial (Mariana Amiruddin, Kesehatan dan Hak Reproduksi Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan dan The Japan Foundation, 2003).

Berkaitan dengan reproduksi sosial ini perempuan banyak terabaikan. Dengan pembagian kerja antara perempuan dan laki-laki, akhirnya menempatkan perempuan di wilayah domestik. Kemudian terjadi ketertindasan perempuan dalam menentukan hak reproduksi biologisnya. Hak reproduksi biologis perempuan sering dianggap sebagai hak politik laki-laki sehingga perempuan tidak berhak untuk mengendalikan tubuhnya sendiri. Artinya, perempuan tidak memiliki hak untuk hamil, membatasi kehamilan, menentukan alat kontrasepsi apa yang cocok dalam membatasi kehamilan, melakukan hubungan seksual, melakukan aborsi hingga menolak penyunatan perempuan (genital mutilation). Sesungguhnya, hak reproduksi berarti hal yang sangat “personal” bagi perempuan, karena bagian dari tubuhnyalah yang menjadi pokok persoalan untuk dibahas.

Hak reproduksi perempuan baik biologis maupun sosial, dipandang sebagai hak prerogatif negara. Untuk menjawabnya, Konferensi Kependudukan Dunia tahun 1994 di Kairo mengeluarkan konsensus Internasional yang menyatakan bahwa tiap negara wajib memperhatikan masalah reproduksi perempuan dengan memberinya posisi tawar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi. Konvensi tersebut membuat dua definisi mengenai kesehatan reproduksi yaitu:
1. Keadaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi-fungsi dan prosesnya.
2. Kemampuan orang untuk memperoleh kehidupan seks yang memuaskan dan aman, bereproduksi dan bebas untuk memutuskan kapan dan seberapa sering mereka akan memperoleh anak.

Kesehatan Reproduksi Perempuan Terabaikan

Pembahasan ataupun wacana mengenai kesehatan reproduksi sendiri masih jarang diketemukan apalagi menyangkut hak reproduksi perempuan. Yang sering diperbincangkan adalah sebatas hak reproduksi berkaitan dengan pembatasan kehamilan seorang ibu dan alat kontrasepsi yang akan dipakai. Namun, hak reproduksi sebagai keutuhan hak perempuan sendiri jarang dibicarakan.

Hak reproduksi perempuan berdasarkan hasil kesimpulan Konferensi International tentang Populasi dan Pembangunan (ICPD) PBB di Kairo tahun 1994 dan Konferensi ke-4 tentang Perempuan (FWCW) di Beijing tahun 1995, terdapat beberapa penjelasan mengenai hak reproduksi, yakni:
- Hak untuk hidup, bebas dan rasa aman
- Hak untuk bebas dari diskriminasi berdasarkan gender (pembedaan peran dan posisi perempuan berdasarkan rekonstruksi sosial)
- Hak atas kesehatan, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana
- Hak untuk mengubah adat-kebiasaan diskriminatif terhadap perempuan
- Hak untuk menikah dan memulai kehidupan berkeluarga
- Hak untuk memutuskan jumlah anak
dan rentang waktu antar kelahiran
- Hak untuk tidak menjadi korban penyiksaan atau perlakuan lainnya yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan
- Hak untuk bebas dari kekerasan dan eksploitasi seksual
- Hak untuk menikmati perkembangan sains dan melakukan eksperimentasi (Vicki J Semler, Hak-hak Asasi Perempuan: Sebuah Panduan Konvensi-konvensi Utama PBB tentang Hak Asasi Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan, 2001)

Ketika kalangan feminis memperjuangkan isu tersebut, sebagai bagian dari hak perempuan, maka tampak bahwa telah terjadi beberapa pelanggaran atas hak itu. Misalnya, penggunaan alat-alat kontrasepsi yang tidak sesuai dengan kondisi para ibu atau resiko dalam melakukan aborsi yang tidak aman. Salah satu isu besar berkaitan dengan hak kesehatan reproduksi, yaitu penggunaan alat kontrasepsi yang dilakukan dengan cara pemaksaan oleh pemerintah. Hal demikian terjadi pada 1970-an dengan alasan pengendalian pertumbuhan penduduk (Komnas Perempuan, Peta Kekerasan: Pengalaman Perempuan Indonesia, Oktober 2002).

Pentingnya Pendidikan Seks

Ketika kita berbicara mengenai hak reproduksi, tentu itu akan terkait dengan masalah pendidikan seks. Di dalam sistem pendidikan kita, pendidikan seks bukanlah pendidikan yang penting dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Para petinggi negara melihat bahwa pendidikan seks tidak perlu diformalkan dalam sistem pendidikan di sekolah, terutama ketika para siswa dalam masa pertumbuhannya atau saat fungsi alat reproduksinya mulai berkembang. Namun, akhirnya, para siswa mencari tahu sendiri mengenai pelajaran seks yang informasinya kerap menyesatkan mereka.

Dalam ketidaktahuan tersebut, lebih baik bila pengetahuan mengenai seks diinformasikan dengan jelas dan benar agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang fungsi alat reproduksi, hak kesehatan reproduksi, manfaat dan kerugian penggunaan hak reproduksi dan alat reproduksi. Sistem pendidikan itu sebenarnya juga diberlakukan di negara-negara lain, terutama negara yang dianggap masih menjunjung adat timur, seperti di Cina. Maraknya situs porno belakangan ini telah meresahkan keluarga apalagi pihak yang paling banyak menikmatinya adalah kalangan remaja. Lalu pemerintah melakukan tindakan dengan memberantas situs porno bersangkuta. Tapi, perlu dicermati bahwa situs porno lahir dari keingintahuan kalangan remaja akan seksualitasnya. Ketika mereka menyadari seksualitas dirinya, saat itulah pencarian untuk mengetahui lebih mendalam yang berkenaan dengan seksualitas itu dilakukan. Bila pemerintah menyadari hal ini, seharusnya ia mampu menyediakan sebuah ruang dalam sistem pendidikan nasional untuk pendidikan seks di sekolah-sekolah di Indonesia.

Data Kantor Statistik Cina menunjukkan bahwa 92,5 persen pelajar sulit menemukan sendiri pemecahan masalah yang berhubungan dengan seksualitasnya. Hanya 2,6 persen yang memperoleh informasi tentang itu dari orangtua mereka, meskipun belum tentu benar (Kompas, Jum’at 13 Agustus 2004 hal 19.).

Pembicaraan mengenai seks merupakan hal yang tabu. Pelajaran seks dianggap tidak perlu. Perilaku "seks bebas" pun berkembang (berganti-ganti pasangan; melakukan hubungan dengan pasangannya tidak dalam ikatan pernikahan dan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman). Keingintahuan dan kepuasan akan seks tersalurkan dengan “seks bebas” tanpa siap menerima konsekuensinya. Seks merupakan kebutuhan primitif bagi manusia dan pengendaliannya perlu agar tidak merugikan kehidupan manusia itu sendiri. Pengenalan mengenai seks sangat diperlukan. Dengan memperkenalkan hak reproduksi dan alat reproduksi kepada siswa melalui wacana seks.

Seks bebas masih dianggap melanggar kesusilaan, budaya dan agama dalam masyarakat di Indonesia. Namun, kita tidak bisa menutup mata begitu saja bahwa banyak kalangan muda yang mempraktekkan seks bebas dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi mereka melakukannya. Kita melihat apa yang sebenarnya mempengaruhi perilaku mereka sehingga mereka melakukan seks bebas. Tapi, itu bukanlah pemecah masalah. Malah sering hal itu menjadi pembenaran atas pengaruh-pengaruh yang mendorong mereka melakukan seks bebas bahkan menyudutkan mereka karena telah terpengaruh.

Baiknya kita melihat perilaku seks bebas dengan konteks sebagai konsep seks yang dimiliki tiap individu yang otonom. Artinya, tidak dipengaruhi oleh yang lain. Yang kemudian kita lakukan adalah tidak mengadili atau menghakimi perbuatan mereka, ttetapi melihat dengan bijaksana apa yang melatarbelakangi perbuatan itu. Bukan seks bebas yang harusnya diperdebatkan, melainkan justru kesadaran akan kesehatan reproduksi dan hak reproduksi yang dimiliki perempuan yang ingin melakukan hubungan seksual secara bebas itu yang penting dipahami.

Selama ini hak kontrol perempuan atas tubuhnya sendiri belum banyak dilakukan, karena peran dan posisi mereka yang dibedakan oleh masyarakat. Ketika wacana gender masuk dengan mengeritisi konsep pembedaan perlakuan perempuan dan laki-laki berdasarkan; apakah juga perempuan di Indonesia paham atas pilihan-pilihannya termasuk hak reproduksinya? Mungkin ya, mungkin tidak! Hal itu hanya dapat diketahui melalui penelitian kuantitatif dan kualitatif. Namun, yang dapat kita lakukan saat ini ialah tetap menyosialisasi hak-hak perempuan yang terkait dengan konsep gender sehingga penyadaran atas posisi dan peran mereka dalam memutuskan hak reproduktifnya terbangun secara perlahan-lahan. (DY)
More aboutPendidikan Seks sebagai Hak Reproduksi Hak Reproduksi Perempuan Bagian dari HAM

Gel anti HIV pengganti kondom

Posted by Anonymous

Kalbefarma - Suatu jenis gel yang aman dan sangat efektif digunakan bagi wanita untuk melindungi diri dari virus AIDS kemungkinan akan ada dipasaran pada tahun 2010 bila uji coba yang melibatkan ribuan wanita berhasil, para ahli mengatakan.

Gita Ramjee, direktur unit penelitian dan pencegahan HIV dari South Africa's Medical Research Council, mengatakan bahwa gel mikrobicides atau gel vagina sangat potensial untuk menghentikan epidemik AIDS, khususnya bila kaum pria segan untuk menggunakan kondom sebagai alat pengaman.

Ramjee mengatakan bahwa dilakukan 5 penelitian klinik, yang melibatkan 12.000 orang penduduk Afrika Selatan dan ribuan orang dari negara lain. Hasilnya akan dapat ditunjukkan dalam waktu dua tahun kedepan.

Pada konfrensi yang di sponsori oleh WHO ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 ahli dan peneliti dari seluruh dunia.

Pada sesi pembukaan, pemenang nobel perdamaian Uskup Desmond Tutu mendoakan para ahli yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Suatu saat kita akan dapat mengatakan bahwa AIDS adalah suatu penyakit seperti TBC, malaria, smallpox dan leprosy, dimana penyakit tersebut meskipun membahayakan jiwa namun dapat dengan mudah disembuhkan, ia mengatakan.

Infeksi HIV lebih cepat mengalami peningkatan pada wanita bila dibandingkan dengan pria di seluruh dunia. Sebagian besar remaja yang menderita HIV adalah mereka yang berjenis kelamin wanita, hasil dari UN data.

Di Afrika, lebih dari 25 juta orang dari 40 juta penduduk yang terinfeksi HIV (60%) terpapar virus AIDS karena hubungan heterosexual.

The London School of Hygiene and Tropical Medicine menyebutkan bahwa gel pembunuh kuman (mikrobicide) efektif membunuh kuman hingga 60% dan meskipun baru digunakan pada 20% wanita di 73 negara yang sedang berkembang selama tiga tahun ini terbukti sudah dapat mencegah terjadinya infeksi sebanyak 2,5 juta penderita.

Mikrobicides tersebut dapat berupa gel, krim, spon atau cincin yang yang dapat mengeluarkan zat aktif untuk membunuh atau membuat sel-sel HIV tersebut tidak aktif selama hubungan sexual berlangsung.

Saat ini tindakan kampaye untuk mencegah infeksi virus HIV telah banyak dilakukan, misalnya menggalakkan penggunakan kondom, meningkatkan pendidikan sex dan lain sebagainya.

Menurut Zackie Achmat, ketua pelaksana kampanye mengatakan bahwa 1.4000 kasus baru terjadi setiap tahunnya, dan kejadian ini harus di hentikan.

Lebih dari 6 juta penderita AIDS di Afrika selatan dan jumlahnya akan lebih banyak lagi di seluruh dunia, kemungkinan sekitar 2,5 juta lebih akan bertambah penderita HIV/AIDS pada tahun 2010, dan lebih dari 1.000 orang meninggal karena AIDS setiap harinya.
More aboutGel anti HIV pengganti kondom

Apa Saja Alat Kontrasepsi yang Menyebabkan Kanker?

Posted by Anonymous

Assalamu'alaikum wr. Wb.

Bu dokter yang baik, saya ingin menanyakan tentang alat kontrasepsi apa saja yang menyebabkan kanker, karena selama ini penggunaan alat itu begitu populer di kalangan masyarakat, sebab tidak semua orang laki-laki bisa mengontrol emosi penyaluran kebutuhan bathinnya itu.

Terimakasih, semoga Allah Ta'ala memberikan ilmu yang banyak lagi kepada ibu selama ibu memberikan konsultasi gratis ini kepada kami..

Wassalamu'alaikum wr. Wb.

Mintarsih

Jawaban

Wassalamu’alikum Wr. Wb.

Semoga Allah swt selalu memberikan pengalam terbaik dari hal-hal yang ada di sekitar kita. Dan keberkahan juga semoga Allah limpahkan kepada Ibu Mintarsih.

Berikut obat-obat kontrasepsi yang secara terang-terangan mencantumkan daftar efek samping, namun mungkin masih ada kekurangan.

  1. Desogestrel (Kontrasepsi Oral) mengakibatkan Kanker Payudara, Kanker Hati, Myoma
  2. Levonorgestrel (Kontrasepsi Oral) mengakibatkan Kista

Namun hampir semua kontrasepsi yang menggunakan hormon, dapat dipastikan ada efek sampingnya. Biasanya mengenai organ-organ penghasil hormon yang telah Allah ciptakan khusus untuk wanita.

Memang dalam Al-Qur’an maupun hadits tidak ada statement yang melarang atau menganjurkan pengaturan kehamilan menggunakan kontrasepsi secara eksplisit. Namun sesuai dengan ilmu kesehatan, bila si Ibu menyusui anaknya ia tidak akan mengalami menstruasi. Berarti secara teori dalam 2 tahun, ia tidak dapat hamil.

Bila sang isteri lebih cepat ingin menyapih, berarti produksi hormone estrogen akan membuat ovulasi kembali berarti isteri akan mengalami menstruasi kembali. Jadi sang suami harus paham juga mengenai hal ini. Musyawarah antara suami isteri sangat diperlukan untuk pemilihan cara kontrasepsi.

More aboutApa Saja Alat Kontrasepsi yang Menyebabkan Kanker?

makalah Metode Kontrasepsi atau KB

Posted by Anonymous

Ada beberapa metode kontrasepsi atau KB yang tersedia. Untuk memilih apa kontrasepsi atau KB yang cocok untuk anda, sebaiknya anda mengetahui kebaikan dan kekurangan dari metode KB ini.

Beberapa metode kontrasepsi:

Metode Perlindungan:

Metode kontrasepsi jenis ini yang paling banyak digunakan adalah Kondom; yang juga termasuk metode ini adalah diafragma, kondom untuk wanita , dan juga spremisida.

Kondom berkeja dengan mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan.

Penggunaan kondom akan lebih efektif bila digunakan bersama dengan spermasida ( senyawa kimia terdapat dalam bentuk jeli, tablet vagina, kream, busa vaginal yang berfungsi membunuh sperma.).

Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan secara tepat dan benar. Kegagalan kondom dapat diperkecil dengan menggunakan kondom dengan cara benar, gunakanlah saat ereksi dan lepaskan pada saat ejakulasi.

Kegagalan biasanya terjadi bila kondom robek karena kurang hati-hati atau karena tekanan pada saat ejakulasi sehingga terjadi perembesan. Efek samping dari kondom adalah bila terdapat alergi terhadap karet kondom.

Keuntungan dari kondom dapat dibeli secara bebas diapotik-apotik, mudah digunakan dan kondom juga memperkecil penularan penyakit kelamin.

Hormonal

Ada beberapa cara/metode yang dapat diberikan yaitu suntikan,bentuk pil yang diminum serta susuk atau implant .

Pil Kb termasuk metode yang efektif saat ini ----bekerja dengan mencegah pelepasan sel telur.

Pil Kb mempunyai efektifitas yang tinggi 99% bila digunakan dengan tepat dan secara teratur .

Keuntungan lain pil kb tetap membuat menstruasi yang teratur, mengurangi kram atu sakit saat menstruasi dan penelitian terakhir menyatakan pemakain pil kb dapat mencegah terjadinya kanker rahim. Kesuburan juga dapat kembali pulih dengan menghentikan pemakaian pil ini saja.

Tentu saja ada sedikit efek samping dari pil kb ini yaitu kenaikan atau penurunan berat badan, payudara terasa kencang, mual, muntah, depresi. Dan wanita dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung dianjurkan tidak menggunakan pil kb ini.

Dalam pemakaian Pil Kb diperlukan komitmen dari wanita untuk dapat memakai secara teratur dan tepat.

Suntikan dan implant /susuk mempunyai cara kerja seperti pil kb. Untuk suntikan yang diberikan 3 bulan sekali (depo Provera) keuntungannya mengurangi resiko lupa minum pil kb, dan keamanan selama 3 bulan.

Efek samping yang diberikan , menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan serta pemulihan kesuburan agak terlambat.

Implant/susuk dengan cara memasukkan tabung kecil dibawah kulit di bagian tangan yang dilakukan oleh dokter anda, dan hormone yang terdapat dlam tabung akan terlepas sedikit –sedikit untuk mencegah kehamilan.

Keuntungannya tidak harus minum pil atau suntikan, dan proses memasukkan tabung ini 1 X dan untuk 2-5 tahun. Dan bila anda ingin berencana hamil kembali hanya melepas implant ini kembali.

Efek samping yang ditimulkan seperti menstruasi yang tidak teratur dan peningkatan berat badan.
Pemakaian KB dengan metode hormonal tidak dianjurkan untuk wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.
More aboutmakalah Metode Kontrasepsi atau KB

ALAT KONTRASEPSI BARU BAGI PRIA

Posted by Anonymous

Para ilmuwan Eropa telah mulai suatu percobaan penanaman alat kotrasepsi pria yang secara menyeluruh dapat menghalangi produksi sperma dan memiliki efek samping jangka panjang. Jika segala sesuatu berjalan lancar, para peneliti percaya hal ini dapat dipasarkan dalam tahun 2005.

Perusahaan farmasi Belanda, Organon-yang dikenal sebagai pembuat Norplant-telah memulai percobaan klinis terhadap apa yang diharapkan berjangka panjang, dapat dipercaya, aman dan dapat menggantikan kontrasepsi hormonal bagi pria.

Perbedaan pilihan alat kontrsepasi yang dibuat adalah mengganti pill dengan sebuah tangkai kecil yang ditanam di bawah kulit tangan pasien yang akan mengantarkan etonogestrel, suatu bentuk progestogen yang biasa ditemukan pada pill KB wanita, untuk menghalangi produksi sperma.

Karena bentuk kontrasepsi hormonal ini akan menutup terstoteron dan produksi sperma dari pria. Therapi akan diberikan pada mereka yang ikut dalam percobaan ini. Mereka akan mendapatkan suntikan therapi pengganti testoteron setiap empat sampai enam minggu selama satu tahun untuk membantu mempertahankan dorongan seks mereka, juga sifat-sifat kepriaan.

<

Kira-kira 120 pria yang berumur 18 dan 45 tahun dari Eropa dan Amerika mengikuti percobaan yang akan berlangsung satu tahun. Hasil penelitian diharapkan selesai tahun 2002, dan jika semua berjalan lancar, produk ini akan tersedia dengan resep dalam tahun 2005.

Hasil dari suatu penelitian yang lebih kecil oleh perusahaan farmasi tahun lalu menggunakan suatu metode yang sama dengan menghalangi produksi sperma tanpa efek samping yang besar. Efek samping yang paling menonjol dari alat kontrasepsi adalah meningkatnya berat badan-sama apa yang dialami wanita selama mengkonsumsi pill.

Saat ini, bentuk alat kontrsepsi pria yang paling dipercaya adalah kondom, yang memiliki rata-rata kegagalan 14% dalam kondisi tertentu, menurut FDA. Rata-rata tingkat kegagalan pill KB wanita kurang dari 1%.

Penelitian sebelumnya untuk mencari pill kontrasepsi pria mengalami kegagalan. Beberapa efek samping termasuk impoten dan imfertilitas permanen. Vasektomi dapat dipakai, tetapi sulit untuk diganti.

Seperti Norplant, alat kontrsepsi hormonal pria ini diharapkan dapat bertahan sampai tiga tahun sebelum suatu tangkai baru perlu ditanam kembali.

More aboutALAT KONTRASEPSI BARU BAGI PRIA

PENGETAHUAN DASAR SIKLUS MENSTRUASI NORMAL

Posted by Anonymous

Menstruasi normal terjadi akibat turunnya kadar progesteron dari endometrium yang kaya esterogen. Siklus menstruasi yang menimbulkan ovulasi disebabkan interaksi kompleks antara berbagai organ sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 1. Disfungsi pada tingkat manapun dapat mengganggu ovulasi dan siklus menstruasi.

Gambar 1. Jalur aksi hormon untuk fungsi menstruasi yang normal



HIPOTALAMUS









PITUITARI ANTERIOR

GnRH



FSH/LH



Fase Proliferatif Fase Sekretorik

PATOLOGI DUB

Patologi DUB bervariasi. Gambaran penting salah satu kelompok DUB adalah gangguan aksis hipotalamus – pituitari – ovarium sehingga menimbulkan siklus anovulatorik. Kurangnya progesteron meningkatkan stimulasi esterogen terhadap endometrium. Endometrium yang tebal berlebihan tanpa pengaruh progestogen, tidak stabil dan terjadi pelepasan irreguler. Secara umum, semakin lama anovulasi maka semakin besar resiko perdarahan yang berlebihan. Ini adalah bentuk DUB yang paling sering ditemukan pada gadis remaja.

Korpus luteum defektif yang terjadi setelah ovulasi dapat menimbulkan DUB ovulatori. Hal ini menyebabkan stabilisasi endometrium yang tidak adekuat, yang kemudian lepas secara irreguler. Pelepasan yang irreguler ini terjadi jika terdapat korpus luteum persisten dimana dukungan progestogenik tidak menurun setelah 14 hari sebagaimana normalnya, tetapi terus berlanjut diluar periode tersebut. Ini disebut DUB ovulatori.

ANOVULASI KRONIK

Anovulasi kronik adalah penyebab DUB yang paling sering. Keadaan anovulasi kronik akibat stimulasi esterogen terhadap endometrium terus menerus yang menimbulkna pelepasan irreguler dan perdarahan. Anovulasi sering terjadi pada gadis perimenarche. Stimulasi esterogen yang lama dapat menimbulkan pertumbuhan endometrium yang melebihi suplai darahnya dan terjadi perkembangan kelenjar, stroma, dan pembuluh darah endometrium yang tidak sinkron. Setiap kegagalan produksi progesteron juga dapat mempengaruhi kelenjar, stroma, dan pembuluh darah endometrium. Kegagalan produksi progesteron disebabkan berbagai etiologi endokrin seperti penyakit thiroid, hiperprolaktinemia, dan tumor ovarium yang menghasilkan hormon, penyakit Cushing, dan yang paling penting adalah sindroma ovarium polikistik atau sindroma Stein – Leventhal.

OVULASI ABNORMAL

Ovulasi abnormal ( DUB ovulatori ) terjadi pada 15 – 20 % pasien DUB dan mereka memiliki endometrium sekretori yang menunjukkan adanya ovulasi setidaknya intermitten jika tidak reguler. Pasien ovulatori dengan perdarahan abnormal lebih sering memiliki patologi organik yang mendasari, dengan demikian mereka bukan pasien DUB sejati menurut definisi tersebut. Secara umum, DUB ovulatori sulit untuk diobati secara medis. Karakteristik DUB bervariasi, mulai dari perdarahan banyak tapi jarang, hingga spotting atau perdarahan yang terus menerus.

TATA LAKSANA

Ahli ginekologi harus mengikuti evaluasi bertahap untuk menyingkirkan semua penyebab perdarahan abnormal. Langkah pertama adalah untuk menentukan bahwa frekuensi dan / atau kehilangan darah berlebihan, kemudian diperlukan evaluasi selanjutnya. Langkah selanjutnya adalah menentukan apakah perdarahan bersifat ovulatori atau anovulatori.

DIAGNOSIS

Anamnesis dan pemeriksaan klinis yang lengkap harus dilakukan dalam pemeriksaan pasien. Jika anamnesis dan pemeriksaan fisik menunjukkan adanya penyakit sistemik, maka penyelidikan lebih jauh mungkin diperlukan. Abnormalitas pada pemeriksaan pelvis harus diperiksa dengan USG dan laparoskopi jika diperlukan.

Perdarahan siklik ( reguler ) didahului oleh tanda premenstruasi ( mastalgia, kenaikan berat badan karena meningkatnya cairan tubuh, perubahan mood, atau kram abdomen ) lebih cenderung bersifat ovulatori. Sedangkan, perdarahan lama yang terjadi dengan interval tidak teratur setelah mengalami amenore berbulan – bulan, kemungkinan bersifat anovulatori.

Peningkatan suhu basal tubuh ( 0,3 – 0,6 C ), peningkatan kadar progesteron serum ( > 3 ng/ ml ) dan atau perubahan sekretorik pada endometrium yang terlihat pada biopsi yang dilakukan saat onset perdarahan, semuannya merupakan bukti ovulasi.

Diagnosis DUB setelah eksklusi penyakit organik traktus genitalia, terkadang menimbulkan kesulitan karena tergantung pada apa yang dianggap sebagai penyakit organik, dan tergantung pada sejauh mana penyelidikan dilakukan untuk menyingkirkan penyakit traktus genitalia.

Pasien berusia dibawah 40 tahun memiliki resiko yang sangat rendah mengalami karsinoma endometrium, jadi pemeriksaan patologi endometrium tidaklah merupakan keharusan. Pengobatan medis dapat digunakan sebagai pengobatan lini pertama dimana penyelidikan secara invasif dilakukan hanya jika simptom menetap. Resiko karsinoma endometerium pada pasien DUB perimenopause adalah sekitar 1 persen. Jadi, pengambilan sampel endometrium penting dilakukan.

INVESTIGASI

  1. Pemeriksaan darah : Hemoglobin, uji fungsi thiroid , dan kadar HCG, FSH, LH, Prolaktin dan androgen serum jika ada indikasi atau skrining gangguan perdarahan jika ada tampilan yang mengarah kesana.

  1. Deteksi patologi endometrium melalui (a) dilatasi dan kuretase dan (b) histeroskopi. Wanita tua dengan gangguan menstruasi, wanita muda dengan perdarahan tidak teratur atau wanita muda ( <>

  1. Laparoskopi : Laparoskopi bermanfaat pada wanita yang tidak berhasil dalam uji coba terapeutik.

PENGOBATAN

Wanita membutuhkan pengobatan yang cepat, aman dan efektif untuk masalah menstruasinya.

Tabel 2. Strategi penatalaksanaan pada DUB

Usia (tahun)

Dilatasi dan Kuretase atau histeroskopi

Konservatif (hormon, anti prostaglandin, atau anti fibrinolitik)

Histerektomi

Di bawah 20

Jarang, hanya jika perdarahan berat atau tidak responsif

Selalu, jika perdarahan berulang atau berat

Tidak pernah

20-39 (masih ingin punya anak)

Selalu, tetapi dapat dihindari jika perdarahan teratur dan biopsi serta pemeriksaan normal

Upaya pertama setelah dilatasi dan kuretase atau histeroskopi

Jarang, hanya jika pengobatan konservatif gagal

40 dan lebih (tidak ingin punya anak)

Wajib pada seluruh kasus tanpa penundaan

Temporer dan jika menolak histerektomi, menopause iminen

Upaya pertama jika perdarahan berulang

UKURAN UMUM

  1. Kalender menstruasi selama 3 bulan.

  1. Terapi zat besi dan transfusi darah mungkin diperlukan

  1. Pengobatan penyakit sekunder jika ada.

UKURAN SPESIFIK

  1. Tata laksana bedah

Kuretase pada dasarnya adalah prosedur investigasi, MBL dikurangi hanya pada periode pertama, tetapi tidak pada periode setelahnya.

    1. Tehnik ablasi endometrium.

Ablasi atau destruksi endometrium dilakukan untuk pengobatan perdarahan kronik abnormal yang tidak berespon terhadap obat – obatan. Hasil teknik ini baik dan semakin banyak digunakan, tetapi sebagian besar teknik ini tidak tersedia di Nepal.

    1. Ablasi laser
    2. Reseksi endometrium
    3. Koagulasi dengan metode rollerball lainnya, metode gelombang mikro dan ultrasonografi, dll

    1. Histerektomi

Histerektomi memberikan penyembuhan komplit pada DUB berulang. Tapi ini merupakan pilihan terakhir pada wanita muda.

a. Jika hiperplasia atipik menetap ( pada dilatasi dan kuretase ), protokol progestin dosis sangat tinggi ( MPA , 30 mg, setiap hari selama 3 bulan ) dapat dicobakan tetapi histerektomi harus dipertimbangkan.

b. DUB berulang yang tidak responsif, biasanya pada usia diatas 40 dan tidak ingin menambah keturunan, ditatalaksana dengan histerektomi.

b. Pengobatan Medis

Terapi obat – obatan sangat efektif pada sebahagian wanita, meskipun responnya cenderung bervariasi.

Obat yang biasanya digunakan pada pengobatan DUB adalah :

  1. Progestogen, seperti noretisteron

  1. Pil OC kombinasi.

  1. Obat AINS seperti asam mefenamat.

  1. Esterogen

  1. Anti gonadotropin seperti danazol

  1. Anti fibrinolitik seperti asam traneksamat

  1. Analog GnRH

  1. Etamsilat

  1. Anti anemia

Tabel 3. Penatalaksanaan perdarahan uterus disfungsional pada remaja.

Ringan (Hemodinamik stabil, perdarahan ringan hingga sedang, hemoglobin >12 g/dl)

  • Tenangkan pasien
  • Kalender menstruasi
  • Multivitamin dengan zat besi
  • Evaluasi ulang dalam 3 bulan
  • Terapi hormon bersifat pilihan

Sedang (Hemodinamik stabil, perdarahan sedang hingga berat, hemoglobin 10-12 g/dl)

  • Progestin atau kontrasepsi oral 1/35 mg
  • Satu pil setiap 6-12 jam selama 24-48 jam hingga perdarahan berhenti
  • Turunkan hingga satu pil per hari menjelang hari ke-5, kemudian
  • Mulai paket baru 28 hari
  • Lanjutkan selama 3-6 bulan
  • Suplementasi zat besi
  • Kalender menstruasi
  • Evaluasi ulang dalam 1-3 bulan.

Berat (Hemodinamik stabil, perdarahan berat, hemoglobin <10>

  • Sama dengan di atas jika dapat diandalkan dan mampu mentoleransi terapi hormonal
  • Jika tidak, rawat inap hingga perdarahan berhenti menurut rejimen di atas

Mengancam nyawa (Hemodinamik tidak stabil, perdarahan berat, hemoglobin <>

  • Rawat inap
  • Cairan intra vena dan/atau transfusi
  • Kontrasepsi oral 1/50 mg setiap 6 jam
  • Jika perdarahan tidak berkurang dalam 2 dosis, tambahkan estrogen konyugasi intravena 25 mg setiap 6 jam.

Tabel 4. Penatalaksanaan DUB berdasarkan histologi endometrium pada separoh akhir siklus.

Histologi Endometrium

Pengobatan

Endometrium tidak ada/sedikit

Darurat: Premarin 25 mg IV

Akut : Estrogen saja 21 hari kemudian OC

Kronik : OC dengan estrogen dominan

Endometrium proliferatif/hiperplastik

Akut : Progestogen dosis tinggi

Kronik : Progestogen (hari 15-25) atau (hari 5-20)

Normal (sekretorik)

Akut : Antifibrinolitik

Kronik : OC dosis rendah dan/atau OAINS

Ket : IV = intravena, OC =kontrasepsi oral, PG = prostaglandin

1. PROGESTOGEN

Obat ini telah tersedia selama 25 tahun. Pengobatan medis pertama kali adalah progesteron, mulanya dijelaskan oleh Albright tahun 1938. Pemberian agen progestasional secara bulanan digunakan untuk mengatur pelepasan endometrium dan melindungi dari timbulnya kanker endometrium. Kebanyakan wanita dengan siklus mensturasi normal terkadang mengalami siklus anovulatori yang menimbulkan DUB. Mereka dapat diobati dengan pemberian progesteron 1 kir tunggal , misalnya 10 mg medroksi progesteron asetat selama 5 hingga 10 hari.

Histologi endometrium pada separuh akhir siklus membantu pengobatan hormonal yang sesuai dan efektif. Karena kebanyakan pasien dengan DUB memiliki penyebab yang mendasari anovulasi kronik dimana esterogen mestimulasi endometrium, pengobatan medis dengan senyawa progestasional merupakan terapi utama. Stimulasi progestin yang adekuat akan menurunkan sintesis DNA dan proliferasi sel, menurunkan reseptor esterogen, dan meningkatkan konversi estradiol menjadi estron sulfat yang kurang poten. Efek ini akan menginduksi pematangan endometrium, penyembuhan luka superfisial, peningkatan matriks stroma, dan stabilitas struktural, dan berhentinya perdarahan.

Kegagalan mengalami perdarahan withdrawal dapat menunjukkan kehamilan, berkembangnya keadaan hipoestrogenik, atau yang jarang, induksi ovulasi akibat stimulasi progestin pada pasien yang estrogennya tinggi. Whitehead merekomendasikan pemberian progestin selama 12 hari setiap bulan untuk menandingi efek proliferatif estrogen. Selain itu dapat diberikan medroksi progesteron asetat 10 mg atau noretindron 5 mg perhari. Lebih mudah memulai setiap kir baru pada hari pertama setiap bulan ; perdarahan withdrawal reguler diharapkan dimulai pada 2 hari terakhir pemberian progesteron atau dalam beberapa hari dari dosis terakhir.

Tabel 5. Pengobatan progestasional pada DUB.

Pengobatan

Akut

Kronik

Rute intramuskuler

  • Progesteron dalam minyak
  • Depot medroksiprogesteron asetat

Sediaan Oral

  • Medroksiprogesteron asetat (MPA)
  • Noretindron (NED)
  • Kontrasepsi oral (OC)

100-200 mg

150 mg

20-40 mg/hari

1-5 mg/hari

1-4 tab/hari

150 mg setiap 3 bulan

10 mg/hari x 12 hari

1 mg/hari x 12 hari

1 tab/ hari

a. Rute Oral

Terapi progesteron diberikan secara siklik pada separoh akhir ( pengobatan fase luteal dari hari ke 15 sampai 25 ) atau selama siklus menstruasi ( pengobatan seluruh siklus dari hari ke 5 hingga hari ke 25 ).

b. Sediaan Depot Noretisteron dan Medroksiprogesteron Asetat

Jika digunakan cukup lama, obat ini menginduksi amenore, tetapi sayangnya selama bulan – bulan pertama, perdarahan cenderung tidak dapat diramalkan dan cenderung terjadi perdarahan berat. Ini merupakan alasan penghentian pengobatan dan efek samping sistemik merupakan suatu masalah.

c. IUD yang Melepaskan Levonorgestrel ( selama 5 tahun ) menginduksi atrofi endometrium.

Sebagaimana pada semua pil progestogen saja, perdarahan breakthrough merupakan suatu masalah. Pemberian agen progestasional secara lokal melaui IUD telah dibuktikan sangat efektif oleh Milsom dkk. Agen progestasional ini berpotensi sebagai terapi jangka panjang pada pasien dengan perdarahan kronik yang tidak responsif terhadap terapi lain.

2. FORMULA GABUNGAN ESTROGEN / PROGESTERON

Terapi siklik merupakan terapi yang paling banyak digunakan dan paling efektif. Pengobatan medis ditujukan pada pasien dengan perdarahan yang banyak atau perdarahan yang terjadi setelah beberapa bulan amenore. Cara terbaik adalah memberikan kontrasepsi oral ; obat ini dapat dihentikan setelah 3 – 6 bulan dan dilakukan observasi untuk melihat apakah telah timbul pola menstruasi yang normal. Banyak pasien yang mengalami anovulasi kronik dan pengobatan berkelanjutan diperlukan.

Paparan estrogen kronik dapat menimbulkan endometrium yang berdarah banyak selama penarikan progestin . Speroff menganjurkan pengobatan dengan menggunakan kombinasi kontrasepsi oral dengan regimen menurun secara bertahap. Dua hingga empat pil diberikan setiap hari setiap enam hingga duabelas jam , selama 5 sampai 7 hari untuk mengontrol perdarahan akut. Formula ini biasanya mengontrol perdarahan akut dalam 24 hingga 48 jam ; penghentian obat akan menimbulkan perdarahan berat. Pada hari ke 5 perdarahan ini, mulai diberikan kontrasepsi oral siklik dosis rendah dan diulangi selama 3 siklus agar terjadi regresi teratur endometrium yang berproliferasi berlebihan.

Cara lain, dosis pil kombinasi dapat diturunkan bertahap ( 4 kali sehari, kemudian 3 kali sehari, kemudian 2 kali sehari ) selama 3 hingga 6 hari, dan kemudian dilanjutkan sekali setiap hari. Kombinasi kontrasepsi oral menginduksi atrofi endometrium, karena paparan estrogen progestin kronik akan menekan gonadotropin pituitari dan menghambat steroidogenesis endogen. Kombinasi ini berguna untuk tatalaksana DUB jangka panjang pada pasien tanpa kontraindikasi dengan manfaat tambahan yaitu mencegah kehamilan.

Khususnya untuk pasien perimenarche, perdarahan berat yang lama dapat mengelupaskan endometrium basal, sehingga tidak responsif terhadap progestin. Kuretase untuk mengontrol perdarahan dikontraindikasikan karena tingginya resiko terjadinya sinekia intrauterin ( sindroma Asherman ) jika endometrium basal dikuret. OC aman pada wanita hingga usia 40 dan diatasnya yang tidak obes, tidak merokok, dan tidak hipertensi.

3. OBAT ANTIINFLAMASI NON STEROID ( ANTI PROSTAGLANDIN ), MISALNYA ASAM MEFENAMAT

Menorragia dapat dikurangi dengan obat anti inflamasi non steroid. Fraser dan Shearman membuktikan bahwa OAINS paling efektif jika diberikan selama 7 hingga 10 hari sebelum onset menstruasi yang diharapkan pada pasien DUB ovulatori, tetapi umumnya dimulai pada onset menstruasi dan dilanjutkan selama espisode perdarahan dan berhasil baik. Obat ini mengurangi kehilangan darah selama menstruasi ( mensturual blood loss / MBL ) dan manfaatnya paling besar pada DUB ovulatori dimana jumlah pelepasan prostanoid paling tinggi.

4. ESTROGEN SAJA

Terapi estrogen jarang digunakan untuk pengobatan DUB. Terapi estrogen bermanfaat menghentikan perdarahan khususnya pada kasus endometerium atrofik atau inadekuat. Estrogen juga diindikasikan pada kasus DUB sekunder akibat depot progestogen ( Depo Provera ).

Estrogen intravena dosis tinggi ( estrogen konjugasi 25 mg setiap 4 jam sampai perdarahan berhenti ) akan mengontrol secara akut melalui perbaikan proliferatif endometrium dan melalui efek langsung terhadap koagulasi, termasuk peningkatan fibrinogen dan agregasi trombosit. Progestin saja atau estrogen konyugasi oral dikombinasi dengan progestin setelah itu dapat digunakan untuk menginduksi perdarahan withdrawal yang teratur.

5. ANTIGONADOTROPIN, MISALNYA DANAZOL

Obat ini menimbulkan atrofi endometrium dan menurunkan sekresi gonadotropin pituitari. Harus diberikan secara kontinyu ( pemberian siklik tidak efektif ). Sekitar 200 mg setiap hari secara kontinyu selama 3 bulan diberikan pada pasien. Sebaiknya digunakan sebagai agen lini ke 3 jika jenis terapi lain merupakan kontraindikasi.

6. ANTI FIBRINOLITIK, MISALNYA ASAM TRANEKSAMAT

Obat ini diberikan saat menstruasi dan efektif pada kebanyakan jenis DUB. Sebaiknya digunakan sebagai agen lini kedua, baik secara tersendiri atau kombinasi.

7. AGONIS GnRH

Obat ini menimbulkan amenore. Derivat agonis GnRH kerja panjang menurunkan sintesis FSH dan LH oleh pituitari dan menginduksi ' kastrasi medik '. Penghentian stimulasi steroid endogen akan menimbulkan atrofi endometrium. Setidaknya diperlukan waktu 2 hingga 4 minggu untuk supresi produksi gonadotropin yang adekuat dan inhibisi steroidogenesis.

8. ETAMSILAT

Obat ini jarang digunakan.

9. ANTI ANEMIA

Zat besi diberikan pada pasien yang anemis.

KESIMPULAN

Perdarahan uterus disfungsional merupakan salah satu alasan tersering bagi wanita untuk mencari pengobatan medis. Pemeriksaan pasien secara rinci diperlukan untuk menegakkan diagnosis dengan menyingkirkan penyakit organik. Saat ini, diagnosis DUB tidak adekuat. Tersedia berbagai modalitas pengobatan untuk DUB. Pengobatan utama yakni terapi medis dapat menghasilkan pemulihan simptomatik tetapi keluaran jangka panjangnya tidak menggembirakan. Oleh karena itu, ahli ginekologi harus selalu memberitahu pasien mengenai seluruh aspek penatalaksanaan DUB.
More aboutPENGETAHUAN DASAR SIKLUS MENSTRUASI NORMAL