Showing posts with label medical treatment. Show all posts
Showing posts with label medical treatment. Show all posts

Apa itu penyakit arteri koroner?. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju ke otot jantung. Penyakit arteri koroner disebut juga

Posted by Anonymous

Makanan yang kita makan dan pengaruhnya terhadap jantung
Makanan yang kita makan dapat mempengaruhi peredaran darah melalui jantung dan arteri. Diet yang mengandung tinggi lemak jahat dan tinggi koleterol secara berangsur-angsur menyebabkan pembentukan plaque di dalam arteri-arteri yang mengedarkan darah dari dan ke jantung. Pmbentukan plaque tersebut memperlambat aliran darah dan dapat dengan cepat menutup arteri

Jika Penutupan atau kemacetan yang diakibatkan oleh plaque terjadi pada arteri-arteri yang mensuplai darah ke otot jantung, maka dapat terjadi serangan jantung. Jika penutupan atau kemacetan oleh plaque terjadi pada arteri yang mensuplai darah ke otak, maka yang terjadi adalah stroke. Diet yang benar dapat membantu memelihara arteri-arteri bersih dari terjadinya plaque dan akan mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan stroke. Jaga dan peliharalah kesehatan jantung anda dengan membuat pilihan-pilihan makanan yang lebih menyehatkan.

Tips Diet Untuk Kesehatan Jantung
Kurangi makanan dari golongan lemak jahat, seperti lemak jenuh atau trans fats. Lemak-lemak tersebut terdapat dalam makanan seperti mentega, minyak sawit, kelapa, lemak jenuh dari sayur-sayuran seperti crisco, lemak pada daging binatang dan lemak pada semua produk susu pabrik.

Semua biji-bijian seperti roti adalah mengandung tinggi serat dan penuh dengan karbohidrat, jadi pilihlah makanan dari biji-bijian sperti roti sebagai makanan selingan dan juga sebagai makanan tambahan.

Buah dan juga sayur-sayuran secara alamiah adalah makanan yang rendah lemak. Mereka tidak hanya menambah selera makan dan membuat diet anda menjadi bervarisai akan tetapi juga berisi serat, vitamiun dan juga mineral.

Bila anda memasukkan daging dan unggas dalam diet anda, cara yang paling sehat adalah sajikan jenis makanan tersebut dengan di bakar, dipanggang. Buanglah lemak-lemak yang ada disisi luar atau buanglah kulitnya sebelum dimasak untuk disajikan. Potonglah kecil-kecil dapat disate menggunakan panci atau digoreng dengan mengaduk-aduknya sehingga matang. Sebaiknya gunakan sebuah panci yang nonstcik (tidak lengket) sebagai ganti dari mentega atau margarine.

Kacang-kacangan kering, tanaman kacang-kacangan seperti lentil dan kacang polong terdapat kandungan protein dan serat tanpa adanya kandungan kolesterol dan lemak yang seperti dimiliki pada daging. Cobalah untuk mengganti kacang-kacangan untuk daging dalam resep favorit anda seperti lasagna dan cabe rawit.

Pilihlah tipe produk susu, yogurt dan keju yang rendah atau tanpa lemak. Makanlah kuning telur tetapi tidak lebih dari 4 kuning telur (gunakanlah putih telur atau pengganti telur). Buatlah pilihan-pilihan makanan yang lebih menyehatkan.

Berat Badan dan Kesehatan Jantung?
Bicarakan dengan dokter anda tentang berapa semestinya berat badan ideal anda, karena setiap orang mempunyai berat badan ideal yang berbeda. Jika anda dengan berat badan lebih atau overweight, kelebihan berat badan tersebut memberikan beban pada jantung anda. Pengurangan berat badan dapat membantu jantung anda tetap sehat. Jika anda perlu mengurangi berat badan, ingatlah bahwa pengurangan berat badan hanya 10 % dari berat badan anda akan mengurangi resiko anda untuk terkena diabetes dan penyakit jantung.

Mengapa latihan olah raga baik untuk kesehatan jantung anda?
Latihan olah raga membuat jantung anda menjadi lebih kuat, yang membantu jantung memompa lebih banyak darah dengan tiap denyutnya. Hal ini berarti pendistribusian oksigen keseluruh tubuh anda menjadi lebih banyak yang membantunya berfungsi lebih efisien.

Latihan olah raga dapat juga menurunkan tekanan darah, dan akan mengurangi resiko anda dari terserang penyakit jantung dan mengurangi kandungan kolesterol jahat yang dapat menyumbat arteri dan dapat menjadi sebab terjadinya serangan jantung. Pada waktu yang sama, latihan olah raga dapat menaikkan kadar kolesterol baik atau kadar kolesterol HDL dalam darah yang membantu melindungi dari serangan jantung dengan membawa simpanan lemak ke luar dari arteri.

Saat menggabungkan dengan suatu diet yang sehat dengan latihan olah raga dapat dengan cepat menurunkan berat badan anda. Latihan olah raga secara teratur juga membantu anda dalam pembakaran kalori dengan lebih cepat, bahkan saat anda dalam kondisi duduk karena latihan olah raga cenderung membentuk otot yang membakar kalori lebih banyak daripada lemak.

Apakah Jenis olah raga yang terbaik untuk kesehatan jantung?
Adalah olah raga aerobik, aerobik menyebabkan anda bernafas dengan lebih dalam dan membuat jantung anda bekerja lebih keras untuk memompa darah. Olah raga aerobik juga menaikkan kecepatan denyut jantung (heart rate) yang juga akan membantu pembakaran kalori.

Beberapa contoh olah raga aerobik seperti berjalan, jogging, berlari, berdansa, berenang dan bersepeda.

Berapa lama latihan olah raga yang diperlukan untuk kesehatan jantung?
Pada umumnya, jika anda tidak pernah melakukan olah raga, cobalah untuk melakukannya secara bertahap hingga menjadi 30 minut setiap kali latihan dan lakukan 4-6 kali tiap minggunya. Dokter mungkin akan merekomendasikan aturan latihan olah raga yang berbeda berdasarkan kesehatan anda.

Bagaimana agar dapat melakukan olah raga sesuai dengan anjuran padahal anda adalah seorang yang dengan banyak jadwal atau kesibukan?

Ada banyak cara untuk menaikkan denyut jantung (heart rate) anda selama anda melakukan rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa contoh cara:
Gunakan tangga sebagai ganti elevator.
Berjalan-jalan selama waktu istirahat atau makan siang
Berjalan waktu ke tempat kerja atau parkirlah kendaraan anda di paling belakang dari area parkir, sehingga anda harus berjalan lebih jauh.
Berjalanlah dengan lebih cepat
Lakukanlah pekerjaan rumah denga lngkah-langkah yang lebih cepat dan lebih sering misalnya mmbersihkan debu dirumah setiap hari.
Doronglah mesin pemotong rumput untuk membersihkan pekarangan anda atau lakukanlah kegiatan berkebun pada pekarangan anda.


More aboutApa itu penyakit arteri koroner?. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju ke otot jantung. Penyakit arteri koroner disebut juga

Apa itu penyakit arteri koroner?. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju ke otot jantung. Penyakit arteri koroner disebut juga

Posted by Anonymous

Makanan yang kita makan dan pengaruhnya terhadap jantung
Makanan yang kita makan dapat mempengaruhi peredaran darah melalui jantung dan arteri. Diet yang mengandung tinggi lemak jahat dan tinggi koleterol secara berangsur-angsur menyebabkan pembentukan plaque di dalam arteri-arteri yang mengedarkan darah dari dan ke jantung. Pmbentukan plaque tersebut memperlambat aliran darah dan dapat dengan cepat menutup arteri

Jika Penutupan atau kemacetan yang diakibatkan oleh plaque terjadi pada arteri-arteri yang mensuplai darah ke otot jantung, maka dapat terjadi serangan jantung. Jika penutupan atau kemacetan oleh plaque terjadi pada arteri yang mensuplai darah ke otak, maka yang terjadi adalah stroke. Diet yang benar dapat membantu memelihara arteri-arteri bersih dari terjadinya plaque dan akan mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan stroke. Jaga dan peliharalah kesehatan jantung anda dengan membuat pilihan-pilihan makanan yang lebih menyehatkan.

Tips Diet Untuk Kesehatan Jantung
Kurangi makanan dari golongan lemak jahat, seperti lemak jenuh atau trans fats. Lemak-lemak tersebut terdapat dalam makanan seperti mentega, minyak sawit, kelapa, lemak jenuh dari sayur-sayuran seperti crisco, lemak pada daging binatang dan lemak pada semua produk susu pabrik.

Semua biji-bijian seperti roti adalah mengandung tinggi serat dan penuh dengan karbohidrat, jadi pilihlah makanan dari biji-bijian sperti roti sebagai makanan selingan dan juga sebagai makanan tambahan.

Buah dan juga sayur-sayuran secara alamiah adalah makanan yang rendah lemak. Mereka tidak hanya menambah selera makan dan membuat diet anda menjadi bervarisai akan tetapi juga berisi serat, vitamiun dan juga mineral.

Bila anda memasukkan daging dan unggas dalam diet anda, cara yang paling sehat adalah sajikan jenis makanan tersebut dengan di bakar, dipanggang. Buanglah lemak-lemak yang ada disisi luar atau buanglah kulitnya sebelum dimasak untuk disajikan. Potonglah kecil-kecil dapat disate menggunakan panci atau digoreng dengan mengaduk-aduknya sehingga matang. Sebaiknya gunakan sebuah panci yang nonstcik (tidak lengket) sebagai ganti dari mentega atau margarine.

Kacang-kacangan kering, tanaman kacang-kacangan seperti lentil dan kacang polong terdapat kandungan protein dan serat tanpa adanya kandungan kolesterol dan lemak yang seperti dimiliki pada daging. Cobalah untuk mengganti kacang-kacangan untuk daging dalam resep favorit anda seperti lasagna dan cabe rawit.

Pilihlah tipe produk susu, yogurt dan keju yang rendah atau tanpa lemak. Makanlah kuning telur tetapi tidak lebih dari 4 kuning telur (gunakanlah putih telur atau pengganti telur). Buatlah pilihan-pilihan makanan yang lebih menyehatkan.

Berat Badan dan Kesehatan Jantung?
Bicarakan dengan dokter anda tentang berapa semestinya berat badan ideal anda, karena setiap orang mempunyai berat badan ideal yang berbeda. Jika anda dengan berat badan lebih atau overweight, kelebihan berat badan tersebut memberikan beban pada jantung anda. Pengurangan berat badan dapat membantu jantung anda tetap sehat. Jika anda perlu mengurangi berat badan, ingatlah bahwa pengurangan berat badan hanya 10 % dari berat badan anda akan mengurangi resiko anda untuk terkena diabetes dan penyakit jantung.

Mengapa latihan olah raga baik untuk kesehatan jantung anda?
Latihan olah raga membuat jantung anda menjadi lebih kuat, yang membantu jantung memompa lebih banyak darah dengan tiap denyutnya. Hal ini berarti pendistribusian oksigen keseluruh tubuh anda menjadi lebih banyak yang membantunya berfungsi lebih efisien.

Latihan olah raga dapat juga menurunkan tekanan darah, dan akan mengurangi resiko anda dari terserang penyakit jantung dan mengurangi kandungan kolesterol jahat yang dapat menyumbat arteri dan dapat menjadi sebab terjadinya serangan jantung. Pada waktu yang sama, latihan olah raga dapat menaikkan kadar kolesterol baik atau kadar kolesterol HDL dalam darah yang membantu melindungi dari serangan jantung dengan membawa simpanan lemak ke luar dari arteri.

Saat menggabungkan dengan suatu diet yang sehat dengan latihan olah raga dapat dengan cepat menurunkan berat badan anda. Latihan olah raga secara teratur juga membantu anda dalam pembakaran kalori dengan lebih cepat, bahkan saat anda dalam kondisi duduk karena latihan olah raga cenderung membentuk otot yang membakar kalori lebih banyak daripada lemak.

Apakah Jenis olah raga yang terbaik untuk kesehatan jantung?
Adalah olah raga aerobik, aerobik menyebabkan anda bernafas dengan lebih dalam dan membuat jantung anda bekerja lebih keras untuk memompa darah. Olah raga aerobik juga menaikkan kecepatan denyut jantung (heart rate) yang juga akan membantu pembakaran kalori.

Beberapa contoh olah raga aerobik seperti berjalan, jogging, berlari, berdansa, berenang dan bersepeda.

Berapa lama latihan olah raga yang diperlukan untuk kesehatan jantung?
Pada umumnya, jika anda tidak pernah melakukan olah raga, cobalah untuk melakukannya secara bertahap hingga menjadi 30 minut setiap kali latihan dan lakukan 4-6 kali tiap minggunya. Dokter mungkin akan merekomendasikan aturan latihan olah raga yang berbeda berdasarkan kesehatan anda.

Bagaimana agar dapat melakukan olah raga sesuai dengan anjuran padahal anda adalah seorang yang dengan banyak jadwal atau kesibukan?

Ada banyak cara untuk menaikkan denyut jantung (heart rate) anda selama anda melakukan rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa contoh cara:
Gunakan tangga sebagai ganti elevator.
Berjalan-jalan selama waktu istirahat atau makan siang
Berjalan waktu ke tempat kerja atau parkirlah kendaraan anda di paling belakang dari area parkir, sehingga anda harus berjalan lebih jauh.
Berjalanlah dengan lebih cepat
Lakukanlah pekerjaan rumah denga lngkah-langkah yang lebih cepat dan lebih sering misalnya mmbersihkan debu dirumah setiap hari.
Doronglah mesin pemotong rumput untuk membersihkan pekarangan anda atau lakukanlah kegiatan berkebun pada pekarangan anda.


More aboutApa itu penyakit arteri koroner?. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju ke otot jantung. Penyakit arteri koroner disebut juga

Mammograms for Patients who have Breast Implants in Boston

Posted by Anonymous







Read about the mammogram processes for Boston breast implant patients. Know more about reading and interpreting mammograms in breast implants.

All women who are 40 years of age need to have an annual mammogram for the purpose of screening for breast cancer. Women who have a family history of breast cancer may be advised by their primary care physician to start this screening at an earlier age. When it comes to the time frame and frequency of screening for breast cancer with a mammogram, women who have breast implants should be treated exactly as women who don’t have breast implants. In other words, women with breast implants should have their first mammogram at age 40, unless there is a family history of breast cancer. If a woman, who has breast implants has a family history of breast cancer, then her primary care physician may start her screening process at an earlier age, similar to that of a woman without breast implants.

Dr. Moss finds that sometimes women are concerned that the process of having a mammogram can damage their breast implants. This concern is especially prevalent in
patients who have already undergone mammograms prior to implantation with breast implants. These patients are concerned that their implants are going to be “squished” in the mammography machine and therefore their implants will “leak” or rupture prematurely. Dr. Moss wants to put his patients at ease and let them know that this should not be the case. This is because mammograms are performed differently when a patient has been implanted with breast implants. The mammogram is performed in a way that applies very little pressure to the breast implants.

When a patient who has implants, has her mammogram, there are two sets of mammograms performed for the radiologist to read. The pictures in this article demonstrate these two mammogram tests being performed in a patient who has silicone gel implants, implanted beneath her pectoralis muscle. The test is identical for patients who have saline implants beneath their pectoralis muscle. It is also similar when the patient has her implants placed above the pectoralis muscle (either saline or gel).


More aboutMammograms for Patients who have Breast Implants in Boston

Terapi doa

Posted by Anonymous

PSIKOTERAPI DOA
Setiyo Purwanto, S. Psi, MSi.

Pada tahun 1984 WHO memasukkan dimensi spiritual keagamaan sama pentingnya dengan dimensi fisik, psikologis dan psikososial. Seiring dengan itu, terapi terapi yang dilakukan pun mulai menggunakan dimensi spiritual keagamaan, terapi yang demikian disebut dengan terapi holistik artinya terapi yang melibatkan fisik, psikologis, psikososial dan spiritual (Ariyanto, 2006).

The American Psychiatric Association (APA) mengadopsi gabungan dari empat dimensi di atas dengan istilah paradigma pendekatan biopsikososispiritual (Hawari, 2002). Lokakarya yang diselenggarakan APA pada tahun 1993 dengan judul Religion and Psychiatry Model of Partnership memberikan suatu anjuran untuk menambahkan terapi keagamaan disamping terapi psikis dan medis (Hawari, 2002).
Larson (1992) dan beberapa. pakar lainnya dalam berbagai penelitian yang berjudul Religious Commitment and Health, menyimpulkan bahwa di dalam memandu kesehatan manusia yang serba kompleks ini dengan segala keterkaitannya, hendaknya komitmen agama sebagai suatu kekuatan (spiritual power) jangan diabaikan begitu saja. Agama dapat berperan sebagai pelindung lebih dari pada sebagai penyebab masalah.
Pentingnya agama sebagai kelengkapan pemeriksaan psikiatrik dapat dilihat dalam textbook of psychiatry yang berjudul Synopsis of Psichiatry, Behavioral Sciences and Clinical Psychiatry karangan Kaplan dan Sadock (1991). Di dalam. buku tersebut disebutkan bahwa dalam wawancara psikiatri dokter (psikiater) hendaknya dapat menggali latar belakang kehidupan beragama dari pasien dan kedua orangtuanya, serta secara rinci mengeksplorasi sejauh mana mereka mengamalkan ajaran agama, yang dianutnya. Bagaimanakah sikap keluarga terhadap agama, taat atau longgar (strict or permissive); adakah konflik di antara kedua orangtuanya dalam. memberikan pendidikan agama kepada anak‑anaknya. Psikiater hendaknya dapat menelusuri riwayat kehiduipan beragama pasiennya, sejak masa kanak‑kanak hingga dewasa; sejauh mana. pasien terikat dengan ajaran agamanaya, sejauh mana kuatnya, dan sejauh mana mempengaruhi kehidupan pasien, pendapat pasien berdasarkan keyakinan agamanya terhadap terapi psikiatrik dan medik lainnya, serta bagaimanakah pandangan agamanaya terhadap bunuh diri dan sebagainya, (Hawari, 2002:).
Di ASEAN pentingnya terapi agama dalam psikoterapi mulai diperhatikan pada tahun 1995. Dalam Konggres ke lima Kedokteran Jiwa/Kesehatan Jiwa seASEAN di Bandung pada bulan Januari 1995, topik Psikiatri dan Agama merupakan salah satu topik bahasan dengan menampilkan tiga juduI makalah: New Concept of Holistic Approach in Indonesian Psychiatry and Mental Health; New Approach in the treatment of Depression; dan Religion issues in Psychiatric Practice (Hawari, 1997).
Di Indonesia beberapa konselor dan terapis telah memakai agama sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam konsultasi dan terapi psikisnya. Misalnya Prof. DR. Zakiah Daradjat dan Prof. DR. dr. Dadang Hawari. Keduanya juga menerbitkan beberapa buku yang berkaitan dengan konseling dan psikoterapi agama. Prof DR Zakiah Daradjat antara lain menerbitkan beberapa buku yang berjudul: Peranan Agama dalam Kesehatan Mental (1973), Islam dan Kesehatan Mental (1983), Do'a Menunjang Semangat Hidup (1992), Puasa Meningkatkan Kesehatan Mental (1993)., Prof DR. dr. Dadang Hawari menerbitkan beberapa. Buku antara lain: Konsepsi Islam Memerangi AIDS dan NAZA (1996), Al Qur',an Kedokteran Jiwa dan Kesehatan jiwa (1997), Doa dan Dzikir Sebagai Pelengkap Terapi Medis (1997) Gerakan Nasional Anti mo limo., Madat, Minum, Main, Maling, dan, Madon (2000), Pendekatan Holistik pada Gangguan Jiwa Skizofreni (2001), Terapi (Detoksifikasi) dan Rehabilitasi (Pesantren) Mutakhi (Sistem terpadu) Pasien Naza (Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif Lain) Metode Prof Dr. dr. H. Dadang Hawari Psikiater (2001), Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAZA (Narkotika, Alkohol, dan Zat Adiktif) (2001), Dimensi Religi dalam Praktek Psikiatri dan Psikologi (2002), Manajemen Stres Cemas dan Depresi (2002).
Di samping itu di beberapa pesantren, para kyai dan ustadz juga melakukan kegiatan konseling dan psikoterapi dengan menggunakan agama. Misalnya Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Pesantren Raudhatul Muttaqien Yogyakarta, PesantrenAl-Ghafur Situbondo, Pesantren An-Nawawi Bojonegoro (Rendra, 2000), PesantrenAl-Islamy Yogyakarta (Arif, 2005), dan beberapa pesantren lainnya yang tidak disebutkan di sini.

Penelitian Terapi yang Menggunakan Doa
Di San Francisco, AS studi untuk mengetahui efektivitas doa dan zikir dilakukan terhadap 393 pasien jantung. Responden dibagi dalam dua kelompok secara acak. Kelompok pertama memperoleh terapi doa dan zikir, lainnya tidak. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mendapatkan terapi doa hanya sedikit yang mengalami komplikasi. Sementara pada kelompok yang tidak diberi terapi doa timbul berbagai komplikasi.
Dr. Oxman, TE dan kawan-kawan mengemukakan bahwa salah satu faktor prediksi yang kuat bagi keberhasilan operasi jantung adalah tingkat keimanan pasien. Dari studi yang mereka lakukan terbukti bahwa semakin kuat keimanan pasien, kian kuat pula proteksinya terhadap kematian akibat operasi. Kesimpulan itu mereka tuangkan dalam artikel berjudul Lack of Social Participation or Religious Strength or Comfort as Risk Factors for Death after Cardiac Surgery in The Elderly, yang dimuat Psychosomatic Medicine. Penelitian lain tentang kaitan doa dan kematian akibat penyakit juga dilakukan Comstock dan kawan-kawan sebagaimana termuat dalam Journal of Chronic Disease. Dinyatakan bahwa mereka yang melakukan kegiatan keagamaan secara teratur disertai doa, memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung koroner lebih rendah 50% dibanding mereka yang tidak melakukan kegiatan keagamaan. Sementara kematian akibat emfisema (paru-paru) lebih rendah 56%, kematian akibat penyakit hati (sirosis hepatis) lebih rendah 74% dan kematian akibat bunuh diri lebih rendah 53%.Bukti lain datang dari penelitian Robbins dan Metzner yang dilakukan selama 8-10 tahun terhadap 2700 responden didapati bahwa responden yang rajin menjalankan ibadah serta berdoa, angka kematiannya jauh lebih rendah dibandingkan yang tidak beribadah.Penelitian Larson dan kawan-kawan terhadap para pasien tekanan darah tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol (bukan pasien hipertensi), diperoleh kenyataan bahwa komitmen agama kelompok kontrol lebih kuat. Selanjutnya dikemukakan kegiatan keagamaan seperti doa dapat mencegah seseorang dari penyakit hipertensi.
Dokter Larry Dossey, M.D., seorang dokter dari Mexico, menjelaskan bahwa dalam sejumlah penelitian tentang doa menunjukkan bahwa doa dapat menyembuhkan. Jarak tidak mempengaruhi dalam kemanjuran doa, apakah doa tersebut dilakukan di dekat pembaringan pasien, di luar kamar, atau di seberang lautan. Dalam bukunya Healing Words dia menulis sebagai benkut:
Penyembuhan yang berkaitan dengan doa, yang menjadi pusat perhatian buku ini merupakan suatu terapi murni Era III Mengapa tak terikat tempat? Setelah banyak melakukan penelitian, saya tidak bisa menemukan seorang pakar pun yang mau mengatakan bahwa tingkat pemisahan jarak antara orang yang berdoa dengan pasien merupakan factor dalam hal kemanjurannya. Orang‑orang yang mempraktekkan penyembuhan melalui doa semuanya mengatakan bahwa pengaruh-pengaruh doa tidak dipengaruhi oleh jarak, doa itu sama manjurnya walaupun yang berdoa dan yang menjadi tujuan doa terpisah .oleh samudera atau ada di balik pintu atau cuma di sisi tempat tidur.
Studi terhadap sekelompok orang memperlihatkan bahwa doa secara positif mempengaruhi tekanan darah tinggi, luka, serangan jantung, sakit kepala, dan kecemasan. Subyek‑subyek dalam studi ini mencakup pula air, enzim, bakteri, jamur ragi, sel-sel darah merah, sel-sel kanker, sel-sel pemacu, benih, tumbuhan, ganggang, larva, ngengat, tikus, dan anak ayam; dan di antara proses‑proses yang telah dipengaruhi adalah proses kegiatan enzim, laju pertumbuhan sel darah putih leukemia, laju mutasi bakteri, pengecambahan dan laju pertumbuhan berbagai macam benih, laju penyumbatan sel pemacu, laju penyembuhan luka, besarnya gondok dan tumor, waktu yang dibutuhkan untuk bangun daripembiusan total, efek otonomi seperti kegiatan elektro-dermal kulit, laju hemolisis sel‑sel darah merah, dan kadar hemoglobin.
Perlu diingat bahwa akibat yang ditimbulkan oleh doa tidak terpengaruh jarak. Apakah orang yang berdoa berada dekat atau jauh dari dengan organisme (obyek) yang didoakan; penyembuhan dapat berlangsung entah di tempat itu juga atau di tempat lain. Tak ada satupun yang nampaknya sanggyp menghambat atau meng­hentikan doa. Bahkan walaupun "obyek " yang didoakan itu ditempatkan di sebuah ruangan berlapis timah atau ruangan yang tidak bisa ditembus berbagai macam energi gelombang elektromagnetik,‑ toh akibat doa masih bisa menembus

Senada dengan di atas, Linda 0' Riordan R.N., pendiri dan direktur Healthy Potentials, sebuah organisasi kesehatan integrative di Amerika Serikat dalam bukunya The Art of Sufi Healing menyatakan:
Artikel‑artikel penelitian tentang pengaruh yang terukur dari doa mulai diterbitkan dalam jurnal professional. Sebuah studi di VSCF Medical Center baru-baru ini menemukan bahwapasien operasi jantungyang didoakan oleh orang lain tampak jauh lebih mampu bertahan, pasien tersebut juga mengalami komplikasi yang lebih sedikit dan lebih singkat waktu perawatannya. Studi lain mengindikasikan bahwa orang yang berdoa teratur merasa lebih baik dan lebih merasa damai. Frekuensi doa sama halnya dengan ftekuensi membaca kitab suci, memiliki korelasi positif dengan kesehatan semakin sering berdoa, maka kesehatan semakin baik.
Institut Pengobatan dan Doa Santa Fe menyajikan bukti‑bukti ilmiah seputar masalah doa kepada para praktisi kesehatan dan mengembangkan metode menggabungkan praktik spiritual ke dalam praktik pengobatan aktual.

Prof Dr. Zakiah Daradjat, pakar dan praktisi konseling dan psikoterapi Islam, berpendapat bahwa doa dapat memberikan rasa optimis, semangat hidup dan menghilangkan perasaan putus asa ketika seorang menghadapi keadaan atau masalah-masalah yang kurang menyenangkan baginya. Dalam hal ini dia menyatakan:
Dalam kehidupan manusia sehari-hari, ditemukan aneka ragam cara menghadapi masalah atau keadaan yang kurang menyenangkan. Ada orang yang mudah patah semangat, menyerah kepada keadaan, kehilangan kemampuan untuk mengatasi kesulitan, bahkan menjadi putus asa dan murung. Misalnya orangyang ditimpa suatu penyakit yang membahayakan, seperti penyakit jantung, kanker, lever dan sebagainya. Orang yang lemah semangat hidupnya, akan tenggelam dalam kesedihan, dan membayangkan kematian yang akan segera datang menghampirinya, seolah-olah setiap saat nyawanya akan putus. Orang yang dulu kuat bersemangat, kini menjadi lemah tak berdaya, sedih dan takut menghadapi maut yang terasa mengintip-intip kesempatan untuk menerkam dirinya.
Obat dan nasihat dokter tidak dapat menolongnya dari perasaan duka, kecewa, takut bercampur penyesalan terhada perangai dan ulahnya di masa lalu, karena ia dulu kurang menjaga kesehatan, bahkan kadang‑kadang ia menyesali Allah kenapa tidak meliondunginya dari penyakit. Selanjutnya ketakutan menghadapi maut dihubungkannya dengan azab kubur, neraka dan segala siksa yang ditimpakan kepada orang berdosa di hari kiamat nanti.
Orang yang demikian sering dikatakan kehilangan semangat hidup. Keadaan kejiwaan seperti itu, menyebabkan dirinya menjadi murung, putus asa, sedih dan seolah-olah ia tidak mau berjuang menghadapi penyakitnya. Bagi orang yang taat beribadah, dan selalu merasa dekat kepada Allah S. W T do'a menjadi penun­jang bagi semangat hidup yang tiada taranya. Ia tidak akanpernah kehilangan semangat hidup, kare­na ia yakin bahwa yang memberi hidup itu adalah Allah, dan tiada
penyakit yang dapat membunuh, jika Allah tidak izinkan, dan ia yakin bahwa tiada perangai manusia dan kekalu tan keadan yang membawa kiamat, bila Allah tidak menghendakinya Jadi do'a amat penting dalam kehidupan manusia, baik mereka yang terbelakang, maupun yang maju. Dan doa adalah penunjang semangat hidup yang amat penting.............................. D'oa memang penting bagi ketenteraman batin. Dengan berdo'a kita memupuk rasa optimis di dalam diri, serta menjauhkan rasa pesimis dan putus asa. Lebih dari itu semua, do'a mempunyai peranan penting dalam penciptaan kesehatan mental dan semangat hidup. Do'a mempunyai makna penyembuhan bagi stress dan gangguan kejiwaan. Doa juga mengandung manfaat untuk pencegahan terhadap terjadinya kegoncangan jiwa dan gangguan kejiwaan. Lebih dari itu, do'a mempunyai manfaat bagi pembinaan dan peningkatan semangat hidup. Atau dengan kata lain, do'a mempunyai fungsi kuratif, preventif dan konstruktif bagi kesehatan mental (Zakiah, 1992).

Dadang Hawari, Psikiater yang mengembangkan psikoterapi holistik, berpendapat bahwa doa menimbulkan ketenangan. Dia menulis sebagai berikut:

Para peneliti seperti Harrington, A., Juthani, N. V (1996) dan Monakov, V, Goldstein (1997) mencoba mencari hubungan antara ilmu pengetahuan (neuroscientific concepts) dengan dimensi spiritual Yang hingga sekarang masih belum jelas, namun diyakini adanya hubungan tersebut. Dalam presentasinya yang berjudul Brain and Religion: Undigested Issues diyakini adanya God Spot dalam susunan sarafpusat (otak). Sebagai contoh misalnya orang Yang menderita kecemasan, kemudian diberi obat anti cemas, maka yang bersangkutan akan menjadi tenang. Namun orang Yang sama bila memanjatkan doa dan disertai zikir ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa juga akan memperoleh ketenangan. Oleh karena itu amatlah tepat apa Yang dikatakan oleh Christy, JH (1998) Yang menyatakan Prayer as Medicine; namun hal ini tidak berarti terapi dengan obat (medicine) diabaikan.... (Hawari, 2002).

Di samping itu doa juga menimbulkan rasa percaya diri (selfconfident) dan optimis (harapan kesembuhan). Ini. merupakan dua. hal yang amat essensial bagi penyembuhan. suatu penyakit, disamping obat‑obatan dan tindakan medis. Dalam hal ini dia menulis sebagai berikut:

Dipandang dari sudut kesehatan jiwa, doa dan dzikir mengandung unsur psikoteraputik Yang men­dalam. Pasikoreligius terapi ini tidak kalah pentingnya diban­dingkan denganpsikoterapipsikia­trik karena ia mengandung kekua­tan spirituallkerohanian Yang membangkitkan rasa percaya diri dan rasa optimisme (harapan kesembuhan). Dua hal ini, yaitu rasa percaya diri (self konfident) dan optimisme, merupakan dua hal Yang amat essensial bagipenyem­buhan suatu penyakit di samping obat‑obatan dan tindakan medis Yang diberikan (Hawari, 1998: 8).

Dr. Moh. Sholeh, psikiater, penulis disertasi Pengaruh Salat Tahajjud terhadap Peningkatan Respons Ketahanan Tubuh Imunologik, Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi (2000), menyatakan bahwa doa merupakan autosugesti yang dapat mendorong seseorang berbuat sesuai dengan yang didoakan dan dapat merubahjiwadanbadan. Diamenulis pengwuh doa sebagai berikut:

Dari segi hipnotis, Yang menjadi landasan dasar teknik terapi sakit jiwa. Ucapan sebagaimana terse­but di atas merupakan "autosugesti", yang dapat mendorong kepada orang yang mengucapkan untuk berbuat sebagaimana yang dikatakan. Bila doa itu diucapkan dan dipanjatkan dengan sungguh­sungguh, maka pengaruhnya sa­ngatjelas bagiperubahanjiwa dan badan (H. Aulia, 1970). Dan menu­rut Robert H. Thouless (1991) doa sebagai teknik penyembuhan gangguan mental, dapat dilakukan dalam berbagai kondisi yang terbukti membantu efektifitasnya dalam mengubah mental seseorang (Sholeh, 2005)

Menurut Ibrahim Muhammad Hasan al‑Jamal, dengan berdoa orang akan merasakan kehadiran Allah SWT, kedamaian, ketenangan, meninggikan spiritual, dan memperkuat motivasi yang positif disebutkan Dalam bukunya Al‑Istisfa'bi ad­ Do'a sebagai berikut:

Mereka juga mengatakan, "Kalau kita melihat doa secara medis dan dampak positifnya terhadap jiwa, maka kita akan mengetahui bahwa doa sesungguhnya berfungsi untuk mempersiapkan seorang Mukmin yang selalu bisa merasakan keha­diran Yang Mahatinggi lagi Maha­kuasa di hadapannya. Sehingga dengan doanya dia akan merasa sedang melakukan kontak dengan Dzat Yang apabila menghendaki segala sesuatu hanya mengatakan, 'Jadilah (kamu) maka jadilah ia

(kun fayakun). "Selain itu, dia akan dapat merasakan kedamaian dan ketenangan. Diajuga akan dapat merasakan betapa berharganya suatu kenikmatan ketika ia sudah tidak lagi mampu merasakan kenikmatan yang ada di dunia ini. Kesemuanya itu akan dapat memcu meningginya kekuatan nilai­nilai spiritualnya, memperkuat motivasinya dan menjadikan sebab segal ajenis penyaki tjiwa dan syaraf tidak menghinggapinya. "
Sungguh, ucapan adalah modal dasar pengobatan modern untuk menguatkan nilai‑nilai mentalpengi­dap penyakit kefiwaan. Sedangkan doa adalah sarana terpenting untuk itu. Hal itu disebab‑kan karena doa mampu memberikan ilham kepada jiwanya dan karenanyapendoa bisa memperoleh makanan sekaligus obat bagi roh danjiwanya. Selain ity, doa juga sebagai penguat dan pengokoh motivasinya yang positif Sehingga doa dapat menjadikan roh dan jiwa mampu mengalahkan segala apa yang menimbulkan dampak negative terhadapnya. Pada gilirannya nanti roh danjiwa tersebut tidak bisa ditembus oleh sifatputus asa dan tidakpula bisa dicengkram oleh sifat lemah (mudah patah semangat) (Al‑Jamal, 2003)

Keimanan kepada Tuhan merupakan faktor amat penting untuk membuat orang percaya bahwa doa memang ampuh dalam membantu proses penyembuhan penyakit. Suatu survei mengenai hal itu pernah dilakukan majalah TIME, CNN, dan USA Weekend. Rata-rata survei itu menunjukkan lebih dari 70% orang menyatakan percaya bahwa doa dapat membantu proses penyembuhan. Dari survei tersebut terungkap bahwa banyak pasien membutuhkan terapi keagamaan selain obat-obatan atau tindakan medis lainnya. Lebih-lebih dari 64% orang berharap agar para dokter juga memberikan terapi psikoreligius dan doa.Dr. Dale A. Matthews, dari Universitas Georgetown, Amerika Serikat mengamati paling tidak ada 212 penelitian tentang terapi doa yang telah dilakukan. Dari jumlah itu 75% menyatakan bahwa komitmen agama, di antaranya dalam bentuk doa dan zikir menunjukkan pengaruh positif pada pasien.

Doa dalam Islam
Rasulullah saw dilihat dari salah satu sisi kehidupannya adalah sebagai konselor dan terapis. Dia sering memberi beberapa nasihat pada orang yang sedih, cemas, takut, dan gangguan kejiwan lainnya melalui metode doa. Doa secara harafiah berarti ibadah, istighotsah memohon bantuan dan pertolongan (al-baqoroh 23) permintaan permohonan (Al-mukmin 60) percakapan (yunus 10) memanggil dan memuji (Al Israa 110). Adapun pengertian doa secara istilah ialah melahirkan kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan hajat dan ketundukan kepada Allah (ariyanto, 2006).
Beberapa fadilah yang berkenaan dengan doa dapat kita lihat dari ayat berikut
1. Dan Tuhanmu berfirman berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang orang yang menyombongkan diri dari menyembahku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina. (surat Ghafir 60)
2. dan apabila hamba hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka jawablah bahwasannya adalah aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apa bila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada kebenaran (Al Baqoroh 186)
3. Dalam sabda Nabi saw doa adalah ibadah, Tuhanmu telah berfirman berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (H.R Abu Dawud, Turmudzi, dan Ibnu Majah)
4. sabda Nabi saw tidak ada seorang muslimpun yang berdoa kepada Allah dengan suatu permohonan yang tidak mengandung unsur dosa maupun pemutusan tali kerabat kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu diantara 3 hal yakni permohonan yang dikabulkan, permohonannya dia simpan untuk urusan akhiratnya, atau dia akan menjauhkannya dari kejahatan yang sepadan dengan doa yang dia baca. Para sahabat bertanya : jika demikian kami memperbanyak doa. Nabi bersabda Allah maha lebih banyak karunianya (HR Turmudzi dan Ahmad)
Dalam doa terkandung juga unsur dzikir dan dzikir ini memiliki pengaruh terapi terhadap jiwa seperti yang diuraikan oleh DR. Hanna menjelaskan bahwa secara umum dzikrullah adalah perbuatan mengingat Allah dan keagungan-Nya dalam bentuk yang meliputi hampir semua bentuk ibadah, perbuatan baik, berdoa, membaca Al-Quran, mematuhi orang tua, menolong teman dalam kesusahan dan menghindarkan diri dari kejahatan serta perbuatan zalim. dalam arti khusus, dzikrullah adalah menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya dengan memenuhi tata tertib, metode, rukun dan syarat sesuai yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Salah satu petunjuk Alquran tentang pelaksanaan dzikrullah adalah : dan sebutlah (Nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Bagaimana penjelasan dzikrullah akan melahirkan penghayatan tenang dan tentram? Melongok pada tinjauan psikologis, dalam buku Integrasi Psikologi dengan Islam, dijelaskan bahwa dzikrullah dengan penuh kekhusyuan dan terus menerus akan membiasakan sanubari kita senantiasa dekat dan akrab dengan Allah SWT. Selanjutnya, secara tak disadari akan berkembanglah kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT (hubbullah) dan semakin mantaplah hubungan hamba dengan Rabbnya (hablun minAllah). Secara psikologis akan berkembanglah penghayatan akan kehadiran Allah SWT dalam setiap gerak gerik kehidupan. Ia tak merasa hidup sendirian di dunia, karena ada Dzat yang Maha Mendengar segala kesusahan yang dihadapi. Ketenangan dari dzikrullah akan menghasilkan dampak relaksasi yang bermakna bagi seseorang yang menjalani proses penyembuhan)

Tahap tahap Psikoterapi Doa
1. Tahap kesadaran sebagai hamba
Inti dari terapi ini adalah pembangkitan kesadaran, kesadaran terhadap kehambaan dan kesadaran akan kelemahan sebagai manusia. Bentuk kesadaran ini akan menghantarkan seseorang yang berdoa berada pada keadaan lemah. Tanpa adanya kesadaran akan kelemahan diri ini maka kesungguhan dalam berdoa sulit dicapai. Hakikat berdoa adalah meminta, yang meminta derajatnya harus lebih rendah dari pada yang dimintai. Untuk itu sebelum seseorang berdoa diharuskan untuk merendahkan diri dihadapan Allah.
Bentuk kesadaran diri ini dapat dilakukan dengan melihat kepada diri sendiri misalnya melihat jantung bahwa jantung itu bergerak bukan kita yang menggerakkan, darah yang mengalir bukan atas kehendak kita, atau juga dapat melihat masalah yang sedang dihadapi, ketidakberdayaan, ketidakmampuan mengatasi hal ini dimunculkan dalam kesadaran sehingga bukan nantinya dapat menimbulkan sikap menerima dan sikap pasrah.
Pada tahap ini seseorang juga disadarkan akan gangguan kejiwaan atau penyakit yang dialami. Penyakit tersebut bukan ditolak namun diterima sebagai bagian dari diri kemudian dimintakan sembuh kepada Allah.
2. Tahap penyadaran akan kekuasaan Allah swt
Selanjutnya setelah diri sadar akan segala kelemahan dan segala ketidakmampuan diri maka pengisian dilakukan yaitu dengan menyadari kebesaran Allah kasih sayang dan terutama adalah maha penyembuhnya Allah. Tahap ini juga menimbulkan pemahaman tentang hakikat sakit yang dialami bahwa sakit berasal dari Allah dan yang akan menyembuhkan adalah Allah. Penyadaran akan kekuasaan Allah ini dapat dilakukan dengan melihat bagaimana Allah menggerakkan segala sesuatu, menghidupkan segala sesuatu
Tahap ini juga dapat menumbuhkan keyakinan kita kepada Allah atas kemampuan Allah dalam menyembuhkan. Bagaimamana seseorang dapat berdoa kalau dirinya tidak mengenal atau meyakini bahwa Sang Penyembuh tidak dapat menyembuhkan. Yakin juga merupakan syarat mutlak dari suatu doa karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya, jika hambanya menyangka baik maka Allah baik demikian pula sebaliknya. Kegagalan utama terhadap jawaban Allah atas doa yang kita panjatkan kepada Allah adalah keraguan kita. Seringkali ketika berdoa namun hati mengatakan ”dikabulkan tidak ya” atau mengatakan ”mudah-mudahan dikabulkan” kalimat ini maksudnya tidak ingin mendahului Allah tapi sebenarnya adalah meragukan Allah dalam mengabulkan doa kita.
Ada perbedaan antara mendahului kehendak Allah dengan keyakinan yang tujukan kepada Allah. Jika mendahului biasanya menggunakan kata seharusnya begini, harus begini, tapi jika yakin kita optimisme akan kehendak Allah dan tidak masuk pada kehendak Allah.
Sebagai contoh bila kita berdoa ya Allah hilangkan kesedihan hati saya maka kita yakin kepada Allah bahwa Allah memberikan kesembuhan. Hal yang penting juga adalah afirmasi terhadap doa yang kita panjatkan kalau berdoa harus yakin dikabulkan tidak ada alasan lain untuk tidak yakin selain dikabulkan. Sebab Allah akan mengabulkan apa yang kita yakini dari pada apa yang kita baca dalam doa kita.
3. Tahap Komunikasi
Setelah sadar akan kelemahan dan penyakit yang dialami, dan sadar akan kebesaran Allah maka selanjutnya adalah berkomunikasi dengan Allah sebagai bagian penting dari proses terapi. Tahap komunikasi ini dapat berbentuk
1. Pengungkapan pengakuan segala kesalahan dan dosa, ini merupakan langkah awal sebab dengan hati yang bersih kontak dengan Allah akan lebih jernih.
2. Pengungkapan kegundahan hati dan kegilasahan yang dialami, tahap ini dapat berefek katarsis yaitu memberikan segala permasalahan keluar diri, dalam kontek ini kita memberikan segala kegalauan hati kepada Allah. Selain itu dengan pengungkapan ini kita akan menumbuhkan rasa dekat kepada Allah. Tahap ini juga merupakan curhat seperti seorang anak dengan ibunya, begitu dekat dan tidak ada yang ditutupi, jujur kepada Allah dari apa yang dirasakan apa yang dipikirkan apa yang menjadi kekhawatiran. Tahap ini jika dilakukan dengan benar sudah merupakan terapi terhadap jiwa, seperti halnya seorang klien yang mencurahkan segala unek uneknya kemudian didengar oleh psikolognya dengan penuh penerimaan, dengan penuh kasih sayangnya.
3. Permohonan doa kesembuhan terhadap apa yang dialami. Permohonan doa bukanlah perminataan yang memaksa Allah untuk mengabulkan. Untuk itu doa yang dipanjatkan harus disertai dengan kerendahan hati, dengan segenap sikap butuh kepada Allah. Posisi hamba yang berdoa adalah meminta dia tidak berhak untuk memaksa, hamba tadi hanya diberi wewenang untuk meyakini bahwa doanya dikabulkan bukan memaksa allah untuk mengabulkan.
4. Tahap menunggu diam namun hati tetap mengadakan permohonan kepada Allah
Doa merupakan bentuk komunikasi antara yang meminta dan yang memberi. Ketika proses permintaan sudah disampaikan maka proses pemberian (dijawabnya doa) harus ditunggu karena pemberian atau dijawabnya bersifat langsung. Syarat untuk dapat menerima jawaban ini adalah dengan sikap rendah diri, terbuka, dan tenang (tidak tergesa gesa). Sikap ini akan dapat menangkap kalam Allah (jawaban doa) yang tidak berbentuk ucapan tidak berbentuk huruf tapi berbentuk pemahaman pencerahan, ilham (enlightment), atau berbentuk perubahan perubahan emosi dari tidak tenang menjadi tenang, dari sedih menjadi hilang kesedihannya.
Tahap ini merupakan tahap respon yang diberikan oleh Allah kepada kita sebagai jawaban doa yang kita panjatkan. Tahap ini juga disertai dengan sikap pasrah total kepada Allah mengikuti apa maunya Allah dan apa kehendak Allah, sikap ini akan dapat menangkap jawaban Allah.

Instruksi ringkas untuk proses terapi
1. Tumbuhkan niat dalam diri untuk minta disembuhkan Allah
2. Rilekskan tubuh, kendorkan dari mulai kaki hingga kepala, jangan ada ketegangan otot
3. Sadari keluhan yang dirasakan, amati keluhan itu, ikuti dengan kesadaran bahwa kita lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan apa apa.
4. Sadari kebesaran Allah, lihat alam semesta, bagaimana Allah menggerakkan alam ini, menghidupkan alam ini, Dia Allah yang memberi hidup dan memberi mati, dia yang memberi sembuh dan memberi sakit.
5. Ungkapkan seluruh keluhan yang dirasakan kepada Allah
6. Mintakan kesembuhan kepada Allah
7. Tetap relaks dan masih pada posisi memohon kepada Allah
8. Pasrah kepada Allah sertai dengan keyakinan bahwa Allah menjawab doa yang dipanjatkan.
9. (menunggu jawaban doa, diam namun tetap ingat memohon kepada Allah)
Metode ini merupakan pengalaman penulis dalam melakukan terapi melalui doa baik yang dilakukan pada diri sendiri maupun pada orang lain, dari orang yang merasakan terapi ini perubahan-perubahan yang terjadi langsung bisa dirasakan. Namun metode ini secara empiris belum pernah diadakan suatu eksperimen yang terstruktur sehingga metode ini kurang dapat dipertahankan secara ilmiah. Dengan adanya diskusi ini penulis mengharapkan adanya kerjasama untuk mengembangkan terapi doa ini karena caranya yang praktis, hasilnya cukup dapat dirasakan dan tidak mengandung kesyirikan karena doa yang kita penjatkan langsung ke Allah.

Daftar Pustaka


Al-Jamal.2003. Penyembuhan dengan Dzikir dan Doa. (terjemahan) cendekia Sentra Muslim : Jakarta

Ariyanto D. 2006. Psikoterapi dengan Doa. Jurnal Suhuf vol XVIII no 1

Dossey, MD. 1997. Healing Word, Kata-kata yang Menyembuhkan Kekauatan Doa dan Penyembuhan Gramedia : Jakarta

Hawari, D. 1997. Al-Quran Ilmu Kedokteran jiwa dan Kesehatan Jiwa Dana Bakti Primayasa : Jakarta

_________1998. Doa dan Dzikir sebagai Pelengkap Terapi Medis. Dana Bhakti Primayasa : Jakarta

_________2002. Dimensi Religi dalam Praktek Psikiatri. Fakultas Kedokteran UI : Jakarta

Ngemron M, Thoyibi. 1996. Psikologi Islam. Surakarta Muhammadiyah University : Surakarta

Subandi (ed) 2002 Psikoterapi Pendekatan Konvensional dan Kontemporer. Unit Publikasi Fakultas Psikologi UGM : Yogyakarta

Sholeh M.2005. Agama Sebagai Terapi Telaah Manuju Kedokteran Holistik. Pustaka Pelajar : Yogysakarta

Zakiah D. 1992. Doa Menunjang Semangat Hidup. Yayasan Pendidikan Islam Ruhama : Jakarta


More aboutTerapi doa

Medication for Anxiety Disorders – The Various Options

Posted by Anonymous

There are many different anxiety disorders, but their one common underlying characteristic is the overwhelming and incessant worry and fear experienced. For those who suffer from anxiety disorders, there is a variety of treatments available to help you overcome this illness and live a normal life free from panic attacks. These range from medication to therapy and alternative medicines. Often, the different treatments can be combined together, depending on each individual’s needs as well as the particular anxiety disorder experienced.

Medications is a common treatment of anxiety disorders used to alleviate the symptoms of anxiety disorders and panic attacks, and are consisting of anti-anxiety drugs, beta blockers and antidepressants. Whilst this may seem ideal, it is always better to cure the problem at its roots – identify the cause of your panic attacks and overcoming it through behavioral cognitive therapy. Medication is a quick fix but it does not cure the problem. Also, it may cause a myriad of severe side effects, such as nausea and dizzy spells.

Anti Anxiety Drugs

Benzodiazepines are sedatives used to treat symptoms of panic attacks by slowing down the nervous system. They have few side effects, but the human body adapts to the intake of this drug and with time, higher dosages are necessary to see any effect. Generic brand names often prescribed are Clonazepam, Lorazepam and Alprazolam, anti-anxiety drug used for social anxiety disorders, GAD and panic disorders. There is a high danger of being addicted to these drugs, and it is necessary to slowly wean off it as you may experience withdrawal symptoms if you halt medication consumption.

Azapirones are a newer variety of anti anxiety drugs which take a longer time to take effect, ranging from 2 weeks to a month. They are usually prescribed for GAD and obsessive compulsive disorders (OCD), and are less addictive with minimal withdrawal symptoms.

Anti Depressants

Anti depressants have been used for treating anxiety disorders, and take a longer time to see the effects, ranging from 4 to 6 weeks. They are often prescribed in place of anti anxiety drugs as there is less risk of addiction, but they have severe side effects including suicidal thoughts and agitation. They may also increase depression.

Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) are used to assist neurotransmitters by acting on the serotonin in the brain. They have severe withdrawal effects as well as side effects, although these are of a lesser magnitude than the older varieties of anti depressants. They are commonly prescribed for OCD, GAD and panic disorders.

Tricyclics and Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs) are older classes of antidepressants. Tricyclics can be combined with SSRIs for anxiety disorders except for OCD. However, MAOIs should not be taken with SSRIs as they react to produce hallucinations, seizures and blood pressure changes.

Beta Blockers

Beta blockers are used to treat heart conditions, but are also prescribed for anxiety disorders. By blocking the effects of norepinephrines, it is able to alleviate symptoms of panic attacks such as tremors and heart palpitations. They are hence useful for situations where the user is aware of the possibility of panic attacks occurring, such as before public speaking.

Anxiety disorders are treatable via medication, and usually treatments are a mix of different medications and combined with therapy. You should always seek your doctor’s advice in determining the type of anxiety disorder, and the appropriate medication that is suitable. Do not give up on medication if you do not see immediate effects, as it is possible that your body takes more time to react to the drugs. Alternatively, you may feel that another variety of treatment may be more suitable as well.
More aboutMedication for Anxiety Disorders – The Various Options

Different Herbs for Anxiety Treatment

Posted by Anonymous

Anxiety disorders are a common problem, affecting approximately 20 million adults and children in America. Anxiety is a common emotion consisting of uncertainty and worry faced by many, whilst anxiety disorders are when such fears are experienced irrationally. There are many treatments available, ranging from medication to therapy and alternative treatments. One treatment is through using natural herbal supplements.

Natural herbs are less costly than medication, and consist of herbs, vitamins and botanicals. They can be taken individually, or with other supplements, but it is best to first consult your doctor before deciding on natural herbs as a treatment for anxiety disorders. They also have the advantage of having no side effects, as compared to medications which can result in side effects such as nausea. Below are some common herbs used in anxiety disorders treatment.

1. Passion Flower

This is a natural plant that is used to treat anxiety, amongst other ailments. Its has unique calming properties, and can also reduce body tremors from fear. It promotes better sleep, and can act as a painkiller. It also contains anti depressants, and is used for high blood pressure and epilepsy.

2. Lavender

This is a more popular alternative than the passion flower, and is also known for its calming properties. It is also one of the more effective treatments for panic attacks, and is a tonic for the nervous system.

3. Lemon Balm

This is used to calm the digestive and nervous system, and also reduces blood pressure. It is uncertain if used alone, lemon balm is effective for treating anxiety attacks. It is usually taken with Valerian, Chamomile or Passion flower.

4. Kava

It is an effective tranquilizer, and whilst it is not an addictive substance, research suggests that it may be linked to liver problems.

5. Valerian

This is another natural plant used for treating anxiety. It also promotes better sleep, allowing for the body to rest and recuperate.

6. Chamomile

Chamomile flower leaves are used to make tea, and is a natural alternative for treating anxiety. It also reduces fever, encourages sleep and enhances the body’s metabolism.

7. Dandelion

The roots and leaves are used to treat the body’s internal systems, and through it, provide relief for some of the symptoms of anxiety. It is commonly used in salads and tea, and can also be used as a substitute for coffee.

There are many natural treatments available, and herbs have been used for treating illnesses for centuries. However, do keep in mind that it is not a quick fix, and can only alleviate the symptoms of anxiety attacks. It is advisable to seek out behavioral or cognitive therapy so as to eliminate the root of the problem causing anxiety attacks.
More aboutDifferent Herbs for Anxiety Treatment

A Simple Plan to Diagnose and Treat Low Thyroid Function

Posted by Anonymous

It’s an epidemic problem -- and you could have it.

Low thyroid function affects more than 30 million women and 15 million men. And it can lead to problems losing weight; decreased sex drive; depression; anxiety; thinning hair; and poor quality, thick, cracked fingernails.

So what’s responsible for low thyroid function and why are so many people affected?

Chronic thyroid problems can be caused by many factors, including environmental toxins such as pesticides, which act as hormone or endocrine disruptor\'s and interfere with thyroid hormone metabolism and function.

In one study, people released pesticides from their fat tissue as they lost weight.

This interfered with their thyroid function and caused hypothyroidism. The toxins slowed metabolism and prevented them from losing more weight.

This study is significant, because it shows exactly how toxins interfere with thyroid function.

Heavy metals such as mercury can also affect thyroid function. I see many people with chronic hypothyroidism and other thyroid problems because mercury interferes with normal thyroid function.

The other big factor that interferes with thyroid function is chronic stress. The more stress you are under, the worse your thyroid functions. Correcting poor thyroid function must address the effects of chronic stress and provide support to the adrenal glands.

The next major factor that affects thyroid function is chronic inflammation. The biggest source of this chronic inflammation is gluten, the protein found in wheat, barely, rye, spelt, and oats. This common allergen affects about 10 to 20 percent of the population. This reaction occurs mostly because of our damaged guts, poor diet, and stress.

I also think eating so-called Frankenfoods, such as hybridized and genetically modified grains with very strange proteins, makes us sick.

Our bodies don’t recognize these foods and create antibodies to fight them. This chronic inflammatory response interferes with thyroid function -- and contributes to the epidemic of inflammatory diseases in the developed world.

Lastly, nutritional deficiencies play a big role in thyroid dysfunction. These include deficiencies of iodine, vitamin D, omega-3 fats, selenium, zinc, vitamin A, and the B vitamins.

There are so many reasons for low thyroid function, yet conventional doctors tend to ignore them.

One young female patient of mine had more than 30 percent body fat and was unable to change her body, no matter how hard she worked. She ate perfectly, exercised with a trainer every day -- and her body still wouldn’t budge.

She also had a slightly depressed mood and other vague symptoms.

So I treated her with a low dose of Armour Thyroid, which is a natural thyroid replacement.

What happened?

Well, she not only lost 20 pounds and improved her body composition, but her mood improved and all her other symptoms went away.

I knew she had low thyroid function because I did the right tests.

Most doctors just check something called the thyroid-stimulating hormone (TSH), which doesn’t give a full picture of the thyroid. In fact, even the interpretation of this test is incorrect most of the time.

The newer guidelines of the American College of Endocrinology consider anybody with a TSH level over 3.0 as hypothyroid. Most doctors think that only anything greater than 5 or 10 is worth treating.

Unfortunately, this leaves millions suffering unnecessarily.

Other tests, including those for free T3, free T4, and thyroid antibodies, are essential.

I also look for associated problems such as gluten intolerance, food allergies, and heavy metals, as well as deficiencies of vitamin D, selenium, vitamin A, zinc, and omega-3 fats.

Low thyroid function is one of the most common problems I see, and treating it properly makes one of the biggest differences in my patients’ quality of life.

Unfortunately, by using the old guidelines and thinking, conventional medicine misses millions who suffer with hypothyroidism.

In fact, in one study, researchers tested everybody who walked through the gates of a county fair with conventional thyroid testing. They found that according to even conservative conventional standards, half of all the people who had hypothyroidism were undiagnosed, untreated, and suffering.

Once you have confirmed that a sluggish thyroid is contributing to your symptoms, the good news is that there are many, many, many things you can do to help correct thyroid problems.

I have developed a seven-step plan to address hypothyroidism:

1. Identify and treat the underlying causes of hypothyroidism, like food allergies, gluten, heavy metals, nutritional deficiencies, and stress.

2. Support your thyroid with optimal nutrition, including foods that contain iodine, zinc, omega-3 fats, selenium, and more.

3. Eliminate adrenal exhaustion and minimize stress by engaging in a comprehensive stress management program.

4. Engage in thyroid stimulating exercise, which boosts thyroid function.

5. Use supplements to help enhance thyroid function, including all the nutrients needed for proper thyroid metabolism and function.

6. Use saunas and heat to eliminate stored toxins, which interfere with thyroid function.

7. Use thyroid hormone replacement therapy to help support your thyroid gland.

I believe a comprehensive approach is needed to address chronic thyroid issues and to diagnose them. Most of the options for healing by conventional care are quite limited and only provide a partial solution. But by following my seven-step plan you can achieve optimal health and UltraWellness.
More aboutA Simple Plan to Diagnose and Treat Low Thyroid Function

HYPERTENSION MEDICAL TREATMENT (ASKEP HIPERTENSI)

Posted by Anonymous

Pengertian

Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mm Hg

atau lebih dan tekanan diastolic 120 mmHg (Sharon, L.Rogen, 1996).
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG
dan tekanan darah diastolic lebih dari 90 mmHG (Luckman Sorensen,1996).
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah
sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolic 90 mmHg atau
lebih. (Barbara Hearrison 1997)
Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hipertensi adalah
peningkatan tekanan darah yang abnormal dengan sistolik lebih dari 140
mmHg dan diastolic lebih dari 90 mmHg.

Etilogi.
Pada umunya hipertensi tidak mempunyai penyebab yang spesifik. Hipertensi
terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan
perifer
Namun ada beberapa factor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi:
a. Genetik: Respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau
transport Na.
b. Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat.
c. Stress Lingkungan
d. Hilangnya Elastisitas jaringan and arterisklerosis pada orang tua serta
pelabaran pembuluh darah.
Berdasarkan etiologinya Hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
a. Hipertensi Esensial (Primer)
Penyebab tidak diketahui namun banyak factor yang mempengaruhi seperti
genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, system
rennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.
b. Hipertensi Sekunder
Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal. Penggunaan
kontrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin dll.
Patofisiologi
Menurunnya tonus vaskuler meransang saraf simpatis yang diterukan ke sel
jugularis. Dari sel jugalaris ini bias meningkatkan tekanan darah. Dan
apabila diteruskan pada ginjal, maka akan mempengaruhi eksresi pada rennin
yang berkaitan dengan Angiotensinogen. Dengan adanya perubahan pada
angiotensinogen II berakibat pada terjadinya vasokontriksi pada pembuluh
darah, sehingga terjadi kenaikan tekanan darah.
Selain itu juga dapat meningkatkan hormone aldosteron yang menyebabkan
retensi natrium. Hal tersebut akan berakibat pada peningkatan tekanan
darah. Dengan Peningkatan tekanan darah maka akan menimbulkan kerusakan
pada organ organ seperti jantung.

Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis pada klien dengan hipertensi adalah meningkatkan
tekanan darah > 140/90 mmHg, sakit kepala, epistaksis, pusing/migrain,
rasa berat ditengkuk, sukar tidur, mata berkunang kunang, lemah dan lelah,
muka pucat suhu tubuh rendah.

Komplikasi
Organ organ tubuh sering terserang akibat hipertensi anatara lain mata
berupa perdarahan retina bahkan gangguan penglihatan sampai kebutaan,
gagal jantung, gagal ginjal, pecahnya pembuluh darah otak.
Penatalaksanaan Medis
Penanggulangan hipertensi secara garis besar dibagi menjadi dua jenis
penatalaksanaan:
a. Penatalaksanaan Non Farmakologis.
1. Diet
Pembatasan atau pengurangan konsumsi garam. Penurunan BB dapat menurunkan
tekanan darah dibarengi dengan penurunan aktivitas rennin dalam plasma dan
kadar adosteron dalam plasma.
2. Aktivitas.
Klien disarankan untuk berpartisipasi pada kegiatan dan disesuaikan dengan
batasan medis dan sesuai dengan kemampuan seperti berjalan, jogging,
bersepeda atau berenang.
b. Penatalaksanaan Farmakologis.
Secara garis besar terdapat bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam
pemberian atau pemilihan obat anti hipertensi yaitu:
1. Mempunyai efektivitas yang tinggi.
2. Mempunyai toksitas dan efek samping yang ringan atau minimal.
3. Memungkinkan penggunaan obat secara oral.
4. Tidak menimbulakn intoleransi.
5. Harga obat relative murah sehingga terjangkau oleh klien.
6. Memungkinkan penggunaan jangka panjang.
Golongan obat - obatan yang diberikan pada klien dengan hipertensi seperti
golongan diuretic, golongan betabloker, golongan antagonis kalsium,
golongan penghambat konversi rennin angitensin.

Test diagnostic.
a. Hb/Ht: untuk mengkaji hubungan dari sel-sel terhadap volume cairan
(viskositas) dan dapat mengindikasikan factor resiko seperti :
hipokoagulabilitas, anemia.
b. BUN / kreatinin : memberikan informasi tentang perfusi / fungsi ginjal.
c. Glucosa : Hiperglikemi (DM adalah pencetus hipertensi) dapat
diakibatkan oleh pengeluaran kadar ketokolamin.
d. Urinalisa : darah, protein, glukosa, mengisaratkan disfungsi ginjal dan
ada DM.
e. CT Scan : Mengkaji adanya tumor cerebral, encelopati
f. EKG : Dapat menunjukan pola regangan, dimana luas, peninggian gelombang
P adalah salah satu tanda dini penyakit jantung hipertensi.
g. IUP : mengidentifikasikan penyebab hipertensi seperti : Batu ginjal,
perbaikan ginjal.
h. Poto dada : Menunjukan destruksi kalsifikasi pada area katup,
pembesaran jantung.

Pengkajian
a. Aktivitas/ Istirahat.
Gejala : kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton.
Tanda :Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea.
b. Sirkulasi
Gejala :Riwayat Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner/katup
dan penyakit cebrocaskuler, episode palpitasi.
Tanda :Kenaikan TD, Nadi denyutan jelas dari karotis, jugularis,
radialis, tikikardi, murmur stenosis valvular, distensi vena jugularis,
kulit pucat, sianosis, suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisian
kapiler mungkin lambat/ bertunda.
c. Integritas Ego.
Gejala :Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, factor stress multiple
(hubungan, keuangan, yang berkaitan dengan pekerjaan.
Tanda :Letupan suasana hat, gelisah, penyempitan continue perhatian,
tangisan meledak, otot muka tegang, pernafasan menghela, peningkatan pola
bicara.
d. Eliminasi
Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayat
penyakit ginjal pada masa yang lalu.)

e. Makanan/cairan
Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam, lemak
serta kolesterol, mual, muntah dan perubahan BB akhir akhir ini
(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic
Tanda: Berat badan normal atau obesitas,, adanya edema, glikosuria.
f. Neurosensori
Genjala: Keluhan pening pening/pusing, berdenyu, sakit kepala,
subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontan
setelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia, penglihatan kabur,
epistakis).
Tanda: Status mental, perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara,
efek, proses piker, penurunan keuatan genggaman tangan.
g. Nyeri/ ketidaknyaman
Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung),sakit
kepala.
h. Pernafasan
Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea,
ortopnea,dispnea, batuk dengan/tanpa pembentukan sputum, riwayat merokok.
Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyi
nafas tambahan (krakties/mengi), sianosis.
i. Keamanan
Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan, hipotensi postural.
j. Pembelajaran/Penyuluhan
Gejala: Faktor resiko keluarga: hipertensi, aterosporosis, penyakit
jantung, DM.
Faktor faktor etnik seperti: orang Afrika-amerika, Asia Tenggara,
penggunaan pil KB atau hormone lain, penggunaan alcohol/obat.
Rencana pemulangan : bantuan dengan pemantau diri TD/perubahan dalam
terapi obat.

Diagnosa, Kriteria hasil dan Intervensi Keperawatan
Diagnosa 1 .
Resiko tinggi penurunan curah jantung berhubungan dengan vasokontriksi
pembuluh darah.
Kriteria Hasil :
Klien berpartisifasi dalam aktivitas yang menurunkan tekanan darah / beban
kerja jantung , mempertahankan TD dalam rentang individu yang dapat
diterima, memperlihatkan norma dan frekwensi jantung stabil dalam rentang
normal pasien.
Intervensi
1. Observasi tekanan darah (perbandingan dari tekanan memberikan gambaran
yang lebih lengkap tentang keterlibatan / bidang masalah vaskuler).
2. Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer (Denyutan
karotis,jugularis, radialis dan femoralis mungkin teramati / palpasi.
Dunyut pada tungkai mungkin menurun, mencerminkan efek dari vasokontriksi
(peningkatan SVR) dan kongesti vena).
3. Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. (S4 umum terdengar pada
pasien hipertensi berat karena adanya hipertropi atrium, perkembangan S3
menunjukan hipertropi ventrikel dan kerusakan fungsi, adanya krakels,
mengi dapat mengindikasikan kongesti paru sekunder terhadap terjadinya
atau gagal jantung kronik).
4. Amati warna kulit, kelembaban, suhu, dan masa pengisian kapiler.
(adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian kapiler lambat
mencerminkan dekompensasi / penurunan curah jantung).
5. Catat adanya demam umum / tertentu. (dapat mengindikasikan gagal
jantung, kerusakan ginjal atau vaskuler).
6. Berikan lingkungan yang nyaman, tenang, kurangi aktivitas / keributan
ligkungan, batasi jumlah pengunjung dan lamanya tinggal. (membantu untuk
menurunkan rangsangan simpatis, meningkatkan relaksasi).
7. Anjurkan teknik relaksasi, panduan imajinasi dan distraksi. (dapat
menurunkan rangsangan yang menimbulkan stress, membuat efek tenang,
sehingga akan menurunkan tekanan darah).
8. Kolaborasi dengan dokter dlam pembrian therafi anti
hipertensi,deuritik. (menurunkan tekanan darah).

Dignosa 2
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, ketidak
seimbangan antara suplai dan kebutuhan O2.
Kriteria Hasil :
Klien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang di inginkan / diperlukan,
melaporkan peningkatan dalam toleransi aktivitas yang dapat diukur.
Intervensi
1. Kaji toleransi pasien terhadap aktivitas dengan menggunkan parameter :
frekwensi nadi 20 per menit diatas frekwensi istirahat, catat peningkatan
TD, dipsnea, atau nyeridada, kelelahan berat dan kelemahan, berkeringat,
pusig atau pingsan. (Parameter menunjukan respon fisiologis pasien
terhadap stress, aktivitas dan indicator derajat pengaruh kelebihan kerja
/ jantung).
2. Kaji kesiapan untuk meningkatkan aktivitas contoh : penurunan kelemahan
/ kelelahan, TD stabil, frekwensi nadi, peningkatan perhatian pada
aktivitas dan perawatan diri. (Stabilitas fisiologis pada istirahat
penting untuk memajukan tingkat aktivitas individual).
3. Dorong memajukan aktivitas / toleransi perawatan diri. (Konsumsi
oksigen miokardia selama berbagai aktivitas dapat meningkatkan jumlah
oksigen yang ada. Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatan
tiba-tiba pada kerja jantung).
4. Berikan bantuan sesuai kebutuhan dan anjurkan penggunaan kursi mandi,
menyikat gigi / rambut dengan duduk dan sebagainya. (teknik penghematan
energi menurunkan penggunaan energi dan sehingga membantu keseimbangan
suplai dan kebutuhan oksigen).
5. Dorong pasien untuk partisifasi dalam memilih periode aktivitas.
(Seperti jadwal meningkatkan toleransi terhadap kemajuan aktivitas dan
mencegah kelemahan).

Diagnosa 3
Gangguan rasa nyaman nyeri : sakit kepela berhubungan dengan peningkatan
tekanan vaskuler cerebral.
Kriteria Hasil :
Melaporkan nyeri / ketidak nyamanan tulang / terkontrol, mengungkapkan
metode yang memberikan pengurangan, mengikuti regiment farmakologi yang
diresepkan.
Intervensi
1. Pertahankan tirah baring selama fase akut. (Meminimalkan stimulasi /
meningkatkan relaksasi).
2. Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala,
misalnya : kompres dingin pada dahi, pijat punggung dan leher serta teknik
relaksasi. (Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dengan
menghambat / memblok respon simpatik, efektif dalam menghilangkan sakit
kepala dan komplikasinya).
3. Hilangkan / minimalkan aktivitas vasokontriksi yang dapat meningkatkan
sakit kepala : mengejan saat BAB, batuk panjang,dan membungkuk. (Aktivitas
yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala pada adanya
peningkatkan tekanan vakuler serebral).
4. Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan. (Meminimalkan penggunaan
oksigen dan aktivitas yang berlebihan yang memperberat kondisi klien).
5. Beri cairan, makanan lunak. Biarkan klien itirahat selama 1 jam setelah
makan. (menurunkan kerja miocard sehubungan dengan kerja pencernaan).
6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat analgetik, anti ansietas,
diazepam dll. (Analgetik menurunkan nyeri dan menurunkan rangsangan saraf
simpatis).

Diagnosa 4
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake
nutrisi in adekuat, keyakinan budaya, pola hidup monoton.
Kriteria Hasil :
klien dapat mengidentifikasi hubungan antara hipertensi dengan kegemukan,
menunjukan perubahan pola makan, melakukan / memprogram olah raga yang
tepat secara individu.
Intervensi
1. Kaji emahaman klien tentang hubungan langsung antara hipertensi dengan
kegemukan. (Kegemukan adalah resiko tambahan pada darah tinggi, kerena
disproporsi antara kapasitas aorta dan peningkatan curah jantung berkaitan
dengan masa tumbuh).
2. Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan
lemak,garam dan gula sesuai indikasi. (Kesalahan kebiasaan makan menunjang
terjadinya aterosklerosis dan kegemukan yang merupakan predisposisi untuk
hipertensi dan komplikasinya, misalnya, stroke, penyakit ginjal, gagal
jantung, kelebihan masukan garam memperbanyak volume cairan intra vaskuler
dan dapat merusak ginjal yang lebih memperburuk hipertensi).
3. Tetapkan keinginan klien menurunkan berat badan. (motivasi untuk
penurunan berat badan adalah internal. Individu harus berkeinginan untuk
menurunkan berat badan, bila tidak maka program sama sekali tidak
berhasil).
4. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet. (mengidentivikasi
kekuatan / kelemahan dalam program diit terakhir. Membantu dalam
menentukan kebutuhan inividu untuk menyesuaikan / penyuluhan).
5. Tetapkan rencana penurunan BB yang realistic dengan klien, Misalnya :
penurunan berat badan 0,5 kg per minggu. (Penurunan masukan kalori
seseorang sebanyak 500 kalori per hari secara teori dapat menurunkan berat
badan 0,5 kg / minggu. Penurunan berat badan yang lambat mengindikasikan
kehilangan lemak melalui kerja otot dan umumnya dengan cara mengubah
kebiasaan makan).
6. Dorong klien untuk mempertahankan masukan makanan harian termasukkapan
dan dimana makan dilakukan dan lingkungan dan perasaan sekitar saat
makanan dimakan. (memberikan data dasar tentang keadekuatan nutrisi yang
dimakan dan kondisi emosi saat makan, membantu untuk memfokuskan perhatian
pada factor mana pasien telah / dapat mengontrol perubahan).
7. Intruksikan dan Bantu memilih makanan yang tepat , hindari makanan
dengan kejenuhan lemak tinggi (mentega, keju, telur, es krim, daging dll)
dan kolesterol (daging berlemak, kuning telur, produk kalengan,jeroan).
(Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol penting dalam
mencegah perkembangan aterogenesis).
8. Kolaborasi dengan ahli gizi sesuai indikasi. (Memberikan konseling dan
bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual).

Diagnosa 5
Inefektif koping individu berhubungan dengan mekanisme koping tidak
efektif, harapan yang tidak terpenuhi, persepsi tidak realistic.
Kriteria Hasil :
Mengidentifikasi perilaku koping efektif dan konsekkuensinya, menyatakan
kesadaran kemampuan koping / kekuatan pribadi, mengidentifikasi potensial
situasi stress dan mengambil langkah untuk menghindari dan mengubahnya.
Intervensi
1. Kaji keefektipan strategi koping dengan mengobservasi perilaku,
Misalnya : kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian, keinginan
berpartisipasi dalam rencana pengobatan. (Mekanisme adaptif perlu untuk
megubah pola hidup seorang, mengatasi hipertensi kronik dan
mengintegrasikan terafi yang diharuskan kedalam kehidupan sehari-hari).
2. Catat laporan gangguan tidur, peningkatan keletihan, kerusakan
konsentrasi, peka rangsangan, penurunan toleransi sakit kepala, ketidak
mampuan untuk mengatasi / menyelesaikan masalah. (Manifestasi mekanisme
koping maladaptive mungkin merupakan indicator marah yang ditekan dan
diketahui telah menjadi penentu utama TD diastolic).
3. Bantu klien untuk mengidentifikasi stressor spesifik dan kemungkinan
strategi untuk mengatasinya. (pengenalan terhadap stressor adalah langkah
pertama dalam mengubah respon seseorang terhadap stressor).
4. Libatkan klien dalam perencanaan perwatan dan beri dorongan partisifasi
maksimum dalam rencana pengobatan. (keterlibatan memberikan klien
perasaan kontrol diri yang berkelanjutan. Memperbaiki keterampilan koping,
dan dapat menigkatkan kerjasama dalam regiment teraupetik.
5. Dorong klien untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup. Tanyakan
pertanyaan seperti : apakah yang anda lakukan merupakan apa yang anda
inginkan ?. (Fokus perhtian klien pada realitas situasi yang relatif
terhadap pandangan klien tentang apa yang diinginkan. Etika kerja keras,
kebutuhan untuk kontrol dan focus keluar dapat mengarah pada kurang
perhatian pada kebutuhan-kebutuhan personal).
6. Bantu klien untuk mengidentifikasi dan mulai merencanakan perubahan
hidup yang perlu. Bantu untuk menyesuaikan ketibang membatalkan tujuan
diri / keluarga. (Perubahan yang perlu harus diprioritaskan secara
realistic untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya).

Diagnosa 6
Kurang pengetahuan mengenai kondisi penyakitnya berhubungan dengan kurangn
Kriteria hasil
1. Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regiment pengobatan.
2. Mengidentifikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang
perlu diperhatikan. Mempertahankan TD dalam parameter normal.
Intervensi
3. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor-faktor resiko kardivaskuler
yang dapat diubah, misalnya : obesitas, diet tinggi lemak jenuh, dan
kolesterol, pola hidup monoton, merokok, dan minum alcohol (lebih dari 60
cc / hari dengan teratur) pola hidup penuh stress. (Faktor-faktor resiko
ini telah menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi dan penyakit
kardiovaskuler serta ginjal).
4. Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat.
(kesalahan konsep dan menyangkal diagnosa karena perasaan sejahtera yang
sudah lama dinikmati mempengaruhi minimal klien / orang terdekat untuk
mempelajari penyakit, kemajuan dan prognosis. Bila klien tidak menerima
realitas bahwa membutuhkan pengobatan kontinu, maka perubahan perilaku
tidak akan dipertahankan).
5. Kaji tingkat pemahaman klien tentang pengertian, penyebab, tanda dan
gejala, pencegahan, pengobatan, dan akibat lanjut. (mengidentivikasi
tingkat pegetahuan tentang proses penyakit hipertensi dan mempermudahj
dalam menentukan intervensi).

6. Jelaskan pada klien tentang proses penyakit hipertensi

(pengertian,penyebab,tanda dan gejala,pencegahan, pengobatan, dan akibat
lanjut) melalui penkes. (Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan klien
tentang proses penyakit hipertensi).

IV. Evaluasi

Resiko penurunan jantung tidak terjadi, intoleransi aktivitas dapat

teratasi, rasa sakit kepala berkurang bahkan hilang, klien dapat
mengontrol pemasukan / intake nutrisi, klien dapat menggunakan mekanisme
koping yang efektif dan tepat, klien paham mengenai kondisi penyakitnya.

More aboutHYPERTENSION MEDICAL TREATMENT (ASKEP HIPERTENSI)