Showing posts with label healthy info. Show all posts
Showing posts with label healthy info. Show all posts

Treating Menopause Naturally

Posted by Anonymous



By Dr. R.J. Peters

The hormones used in HRT (Hormone Replacement Therapy) aren't even the right ones. A very common drug, PremPro, is a combination of Premarin (horse estrogen) and Provera (completely artificial progesterone). However, studies done in Britain, and reported in the medical journal, The Lancet, August 9, 2003, showed that women using HRT had a 66% higher risk of developing breast cancer than women who did not use HRT.

A similar study, done earlier in the U.S., was reported in the Journal of the American Medical Association, on July 17, 2002, with the same findings, forcing the study to end earlier than planned.

Why treat one of life's natural processes with artificial substances? The medical community, after realizing the dangers, changed gears just a bit and began treating the uncomfortable symptoms of menopause with a different approach: tranquilizers and mood elevators... Zoloft, Paxil, Prozac... like the whole thing was just "in her head."

However, distraught women still demand relief, and doctors feel pressed to continue using dangerous drugs, as if symptoms are the result of a drug deficiency. We can take vitamins to cure problems that arise from a vitamin deficiency, but no amount of fake estrogen is going to "cure" menopause. In fact, the dangers are real, and the risks have been documented.

A far better approach is the natural one. Normalizing the body leads to a normal (and often faster) progression of this important time in a woman's life, and stands a better chance of resulting in a healthy and active period during the "golden years," where older and middle aged women don't have to feel old, tired or sick. And they don't have to risk dying earlier from breast cancer, heart disease or stroke.

A more normal and natural approach includes proper diet, exercise, and the use of certain supplements - including many herbs - which can be helpful in achieving a balanced body. Balance is the key.

Dr. R.J. Peters has an extensive background in health care and, though retired, still tries to spread the word about natural health care. Visit http://alternativehealthquestions.blogspot.com for
More aboutTreating Menopause Naturally

Penyakit Jantung Koroner

Posted by Anonymous

Pengertian dan Definisi penyakit jantung koroner
Penyakit jantung koroner (coronary heart disease/chd) sering disebut dengan penyakit arteri koroner. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang membawa darah ke otot jantung. Arteri adalah seperti pipa-pipa sempit. Unsur lemak yang disebut palque dapat terbentuk didalam arteri, menutup dan membuat aliran darah dan oksigen yang dibawanya menjadi kurang untuk disuplai ke otot jantung. Hal ini dapat terjadi pada arteri manapun, tapi jika hal ini terjadi pada arteri koroner, maka otot jantung tidak akan mendapatkan suplai darah dan oksigen yang diperlukan untuk dapat bekerja dengan baik. Penyakit jantung koroner dapat menunjukkan permasalahan yang serius, termasuk angina dan serangan jantung.
Penyebab Penyakit Jantung Koroner
Pria dan wanita dapat terkena penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner dapat diturunkan secara turun temurun (keturunan). Mungkin juga merupakan perkembangan seperti pada usia lanjut dan pembentukan paque didalam arteri yang berlangsung lama. Anda bisa terkena penyakit jantung koroner jika anda mepunyai berat badan yang berlebihan (overweight) atau seseorang dengan tekanan darah tinggi dan diabetes. Kolesterol tinggi bisa juga menjadi sebab penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner bersumber dari aneka pilihan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, kebiasaan makan dengan tinggi lemak dan kurangnya olah raga.

Kolesterol adalah unsur dari lilin yang dibentuk oleh tubuh dan digunakan untuk melindungi syaraf-syaraf, membuat jaringan sel dan memproduksi hormon. Kolesterol juga terdapat di dalam daging dan susu yang anda konsumsi. Ada beberapa tipe kolesterol, yaitu Low density lipoproteins (LDL dan high-density lipoproteins (HDL).

LDL kolesterol disebut kolesterol jahat karena itu dapat terbentuk di bagian dalam arteri, sehingga menyebabkannya terjadinya plaque. HDL disebut juga kolesterol baik karena akan melindungi arteri-arteri dari terbentuknya plaque

Banyak makanan, bahkan yang tidak mengandung kolesterol, berisi kandungan lemak yang dapat menurunkan atau menaikkan LDL atau HDL kolesterol. Konsultasikan dengan dokter tentang mengapa dan bagaiamana diet dapat berefek pada tingkat kolesterol anda.

Apa yang dapat dilakukan untuk menurunkan dan mencegah resiko terjadinya penyakit jantung koroner:

Jangan merokok.
Rokok mengandung nikotin yang akan menaikkan tekanan darah karena nikotin menyebabkan tubuh melepaskan adrenalin, yang membuat pembuluh darah menjadi mengerut atau menyempit dan debaran atau denyutan jantung akan menjadi lebih cepat.

Jika anda adalah seorang perokok, tanyakan pada dokter untuk membantu anda membuat rencana untuk berhenti merokok. Setelah 2 atau 3 tahun anda tidak merokok, resiko terserang penyakit jantung koroner akan menjadi lebih rendah.

Kontrol dan kendalikan tekanan darah
Jika anda dengan tekanan darah tinggi, dokter mungkin akan menasehatkan cara-cara untuk menurunkan tekanan darah. Jika anda mengkonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi, pastikan obat-obatan tersebut adalah obat yang disarankan oleh dokter.

Latihan olah raga
Olah raga secara teratur dapat membuat jantung menjadi lebih kuat dan mengurangi resiko penyakit jantung. Latihan olah raga dapat juga bermanfaat pada kasus tekanan darah tinggi. Sebelum anda memulai olah raga, konsultasikan dengan dokter tentang tipe olah raga yang tepat yang bisa anda lakukan. Cobalah lakukan olah raga sedikitnya 4-6 kali dalam satu minggu dengan minimal waktu 30 menit tiap kali olah raga.

Tanyakan kepada dokter tentang pemakaian dosis rendah aspirin untuk tiap harinya.
Aspirin dapat membantu mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, akan tetapi mengkonsumsi aspirin juga mempunyai resiko berbahaya, jadi konsultasikan hal ini pada dokter ahli.

Tanyakan pada dokter tentang pemakaian suplemen vitamin.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, vitamin E bisa mengurangi resiko seseorang terserang penyakit jantung koroner. Vitamin-vitamin yang lainnya mungkin juga membantu melindungi terhadap penyakit jantung koroner.

Diet makanan sehat.
Tambahkan makanan-makanan yang rendah kolesterol dan lemak dalam diet

Bagaimana jika perubahan hal-hal tersebut tidak membantu?
Tubuh anda akan memerlukan waktu untuk merespon perubahan-perubahan yang telah anda buat. Dokter akan memantau perkembangan yang terjadi pada diri anda. Jika tingkat kolesterol anda tidak mebaik setelah 6 bulan sampai 1 tahun, dokter mungkin akan menentukan obat-obat untuk menurunkan kolesterol anda. Bagaimanapun juga, anda akan tetap perlu menjaga perubahan gaya hidup sehat yang telah anda mulai untuk membantu kerja dari pengobatan medis


More aboutPenyakit Jantung Koroner

Stress karena kegagalan KB suntik

Posted by Anonymous

Usia anakku, Valma Putri Sabella (Puput) belum genap dua tahun. Tapi sekarang aku sudah hamil lagi. Terus terang, kehamilan ini akibat faktor kegagalan KB. Aku, suamiku, juga dokter yang menangani sangat kaget karena tak habis mengerti, bagaimana mungkin hal ini terjadi. Padahal KB yang kujalani jadwalnya sangat rutin dan teratur sekali. Menurut dokterku, dan dari majalah-majalah yang aku baca, KB suntik adalah KB yang sangat efektif. Kemungkinan terjadi hamil kecil sekali. Dokterku bahkan setengah ngotot mengatakan, setelah hampir 10 tahun praktek dan menangani beribu-ribu pasien, baru terjadi pertama kali ini. Apalagi kegagalan KB ini baru diketahui setelah usia kandungan memasuki bulan ke tiga. Aku sendiri bersama suami tidak pernah menyangka, apalagi membayangkan akan terjadi kehamilan di luar program kami berdua. Memang, kami berencana memberi adik pada Puput, jika ia sudah bersekolah di TK kelak.
Begitu tahu aku hamil lagi, aku sempat stres. Karena aku merasa belum menyiapkan mental untuk melahirkan dan menimang bayi lagi. Apalagi aku dan suami sepakat untuk memberikan kasih sayang sepuas-puasnya dulu pada Puput. Juga kasih sayang dari eyang-eyangnya. Maklum si Puput merupakan cucu pertama dari kedua orang tua kami.

Namun ternyata Tuhan memang punya kuasa. Aku yang sedikit "enggan" menerima kehamilanku, terhibur dengan tingkah Puput yang semakin manis. Pas aku hamil, Puput enggak pernah nakal dan rewel. Malah badannya tambah gendut dan tambah pinter minum susunya. Yang jelas dia tidak lagi merepotkan mamanya. Sepertinya dia tahu kalau beban mamanya bertambah berat. Puput yang biasanya minta gendong, sekarang tidak lagi. Kalau lagi ada di dekatku, Puput selalu mengelus-elus perutku. Diciuminya perutku sambil berkata, 'adik bobo ya, adik bobo ya...Terharu rasanya hati ini. Kok kayaknya Puput lebih bisa menerima kelahiran adiknya dibanding aku. Padahal, rasanya aku belum puas memberikannya perhatian dan kasih sayang.

Peran suamiku juga tak kurang-kurangnya. Dia selalu menghibur dan memberi pengertian tanpa mengenal lelah kepadaku. Kasih sayangnya semakin besar kepada kami berdua. Dia selalu mengajak aku mensyukuri karunia yang tak terduga itu. Benar juga suamiku. Karena kekecewaan yang aku rasakan, aku hampir lupa mensyukuri karunia yang diberikan Allah. Padahal Allah masih mempercayai kami untuk diberi titipan harta yang tak ternilai. Ya Allah, ampuni aku.
Wahyu Indriani, Ibu dari Valma Putri Sabella (20 bulan)


More aboutStress karena kegagalan KB suntik

Penyakit (HIV) Human Immunodeficiency Virus

Posted by Anonymous

APAKAH HIV???

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. HIV menyerang sistem daya tahan tubuh manusia, menyebabkan tubuh lemah dan tidak berdaya melawan berjangkitnya penyakit. Jika seseorang terkena HIV, orang itu disebut positif-HIV (HIV+) tetapi belum tentu dia menghadapi AIDS.Sistem daya tahan tubuh adalah mekanisme tubuh yang terdiri dari sel darah putih. Sel-sel ini menyerang dan membunuh kuman dan virus yang masuk ke dalam tubuh kita.
HIV hanya bisa menular melalui darah, air mani dan air mani termasuk darah haid. Darah atau cairan- cairan tubuh yang memasuki saluran darah orang lain melalui luka, dan kudis.
HIV dapat menyerang sistem kekebalan tubuh Sesudah HIV masuk ke aliran darah, virus ini mulai menyerang dan membunuh sel-sel T4 (salah satu jenis sel darah putih yang sangat berperan pada sistem kekebalan tubuh untuk melumpuhkan bibit penyakit). HIV masuk sel T-4 dan memperbanyak diri, kemudian mencari dan membunuh sel-sel T4 lain yang belum terinfeksi.
Setelah jumlah HIV menjadi demikian banyaknya akhirnya sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan penyakit-penyakit lain yang masuk.
Pengidap HIV tidak dapat dibedakan dengan seorang yang belum terinfeksi. Dalam waktu 2 - 10 tahun sesudah terinfeksi HIV, sangat mungkin gejala- gejala yang terkait dengan AIDS tidak akan terlihat sama sekali.
Berarti seorang pengidap HIV dapat tetap merasa dan kelihatan sehat dalam waktu yang panjang.
Akan tetapi orang tersebut sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain. Karena itu kita harus berhati-hati jika melakukan suatu perilaku yang beresiko untuk penularan HIV.
Infeksi oportunistik
Pada saat sistem kekebalan tubuh pengidap HIV sudah sangat rendah, beberapa penyakit yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat, akan mengambil "kesempatan" masuk ke dalam tubuh. Misalnya, sejenis radang paru-paru, kanker kulit, TBC atau gangguan pada sel-sel otak. Penyakit- penyakit ini akhirnya dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.Tetapi karena tidak ada gejala yang spesifik, hanya seorang dokter ahli yang dapat mendiagnosa AIDS.
HIV tidak mudah menular.
Banyak orang yang mengira HIV mudah ditularkan. Padahal cairan yang dapat menularkan hanya terdapat pada darah, cairan vagina dan cairan sperma pengidap HIV. Maka hanya beberapa kegiatan tertentu saja yang memungkinan cairan tersebut masuk ke tubuh kita.


HIV hanya bisa menular melalui cara-cara berikut :
1. melalui hubungan seks tanpa pengaman (seks tanpa pengaman adalah seks tanpa menggunakan kondom).
2. melalui jarum suntik.
3. melalui ibu kepada bayinya semasa kehamilan, kelahiran atau penyusuan.
Kegiatan yang dapat menularkan HIV:
1. Hubungan seks dengan seorang yang mengidap HIV. Data menunjukkan bahwa 80% kasus HIV/AIDS yang ada di Indonesia ditularkan meialui hubungan seks.
2. Menggunakan jarum suntik yang sudah tercemar HIV tanpa disterilkan terlebih dahulu. Bisa juga alat tajam lain seperti jarum tato atau jarum tindik.
3. Melakukan transfusi darah yang sudah mengandung HIV.
4. Dari ibu yang mengidap HIV pada bayi di kandungannya. Kemungkinan penularan meialui cara ini adalah 30%. jadi tidak semua bayi yang dilahirkan dari ibu HIV+ akan terinfeksi
Berarti semua orang dapat tertular HIV jika melakukan kegiatan beresiko.
AIDS tidak menular melalui:
penggunaan peralatan makan bersama (piring, sendok, garpu, gelas, dll)
penggunaan pakaian bergantian (baju, celana, handuk, dll)
kolam renang
WC, kamar mandi umum
gigitan nyamuk
ludah, keringat, aira mata, air kencing
ciuman, pelukan

Pencegahan AIDS

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk pencegahan penularan HIV/AIDS. Langkah pertama adalah mempelajari dan mengetahui fakta tentang AIDS yang benar. Semakin banyak yang Anda ketahui tentang AIDS, semakin kecil resiko Anda untuk ketularan. Yang terpenting adalah melakukan perilaku bertanggungjawab

Pencegahan AIDS melalui SEKS:
Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah.
Untuk yang sudah aktif secara seksual, Anda dapat mengurangi resiko dengan:
hanya melakukan hubungan seks dengan mitra tunggal
menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks
mengobati penyakit kelamin jika ada

Perlu dipertimbangkan apakah perilaku kita telah sesuai dengan norma agama dan norma masyarakat yang ada.
Pencegahan AIDS melalui DARAH
Hanya menerima tranfusi darah yang bebas HIV. Dalam situasi darurat, memilih donor darah yang sudah Anda kenal dan mempunyai resiko HIV yang cukup rendah.
Pastikan bahwa jarum yang akan kamu pakai sudah steril:
gunakaniah jarum suntik yang baru, atau,
lakukan sterilisasi dengan membersihkan jarum menggunakan alkohol atau pemutih.
Untuk perempuan yang mengidap HIV, sebaiknya mempertimbangkan resiko HIV pada bayi sebelum hamil.
Anda juga harus peduli terhadap PMS(Penyakit Menular Seksual), karena jika kita mempunyai PMS, resiko tertular HIV akan semakin tinggi.
PMS adalah berbagai macam penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Selain AIDS ada berbagai macam PMS, misalnya: kencing nanah (GO), sipilis, klamidia, herpes, dll.
Sebagian PMS dapat terlihat gejaianya, sebagian lagi tidak. Gejala tersebut dapat hilang tanpa diobati, tetapi bukan berarti penyakitnya sudah sembuh. Dengan pengobatan yang benar, sebagian besar PMS dapat diobati secara tuntas.
PMS dapat dicegah dengan cara yang sama dengan pencegahan AIDS.

PMS tidak dapat dicegah dengan:
-mencuci alat kelamin sesudah hubungan seks
-minum jamu tradisional
-suntikan antibiotik
Selain menaikkan resiko tertular HIV, jika PMS tidak segera diobati dapat menimbulkan berbagai akibat misalnya: kebutaan, kanker, artitis (lemah tulang), cacat, kemandulan, lumpuh, penyakit jantung, dan kerusakan otak.PMS juga dapat menular ke bayi di dalam kandungan.
Jika Anda menyampaikan informasi AIDS dan PMS pada orang lain berarti Anda telah membantu Program Pencegahan AIDS!!

Lentera adalah sekelompok orang yang peduli terhadap AIDS. Kami melakukan berbagai kegiatan dalam rangka pencegahan AIDS. Relawan Lentera berasal dari berbagai kalangan dan bekerja secara sukarela untuk pendidikan AIDS kepada masyarakat.



More aboutPenyakit (HIV) Human Immunodeficiency Virus

New Job Board for biotech, healthcare, pharmaceutical professionals

Posted by Anonymous

Know anyone looking for a new career or promotion in the biotechnology, healthcare, or pharmaceutical industries? Tell them about BioHealthRx,It is an up and coming site for medical professionals. Jobseekers have many things to choose from to enhance their careers such as:

* Job Search Agent
* Upload up to three resumes and cover letters
* Listing of professional skills so employers can find you
* Account Access 24/7
* Medical Forums
* Medical Libraries
* CME and CE courses
* Career Assessments
* Career Articles
* Career Resources
* Medical meetings and conference information
* Drug database and medical dictionary
* Medical Bookstore
* Salary Calculator
* Medical articles
* Biotechnology, healthcare, and pharmaceutical journals
* Latest medical news

Employers are able to post unlimited jobs for a flat fee and also have resume database access. Rates are very competitive. Recruiters will have no problem finding fresh resumes and jobseekers. Their features include:

* Unlimited Job Posting rates
* Fresh Resumes
* Applicant Tracking System (Powered by HRsmart, a leader in ATS)
* Pre-screen Questionnaires-multiple choice or yes/no
* Resume Search Agent
* Upload Company Video
* Search jobseekers by professional skills
* Cross posting of jobs to over 1,500 job boards (free and paid sites)
* Webcast sponsorship
* Partner Program

In the near future we will be adding CME and CE courses, medical meeting and conference information, a comprehensive drug database and medical dictionary and would like to host several webcasts every week on such topics as drug discovery, stem cell research, nursing shortage, and much more. Stay tuned!!


More aboutNew Job Board for biotech, healthcare, pharmaceutical professionals

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Posted by Anonymous

Seperti disebut pada artikel sebelumnya bahwa kelenjar getah bening merupakan perangkap kecil bagi kuman yang dapat dijadikan tanda jika terjadi suatu infeksi atau penyakit. Berikut penjelasannya :

Pembengkakan kelenjar getah bening dibelakang telinga menunjukkan adanya infeksi pada kepala atau kulit kepala. Pembengkakan ini seringkali terjadi akibat borok dikepala atau akibat kutu rambut.

Pembengkakan kelenjar getah bening dibawah telinga pada leher menunjukkan adanya infeksi pada telinga, muka, atau kepala bahkan TBC.

Pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang menunjukkan infeksi pada gigi atau tenggorokan, sedangkan jika pembengkakan terjadi dibawah ketiak menunjukkan infeksi pada lengan, kepala, atau payudara (kanker payudara).

Terakhir jika kelenjar getah bening yang bengkak ada di lipatan paha, maka hal ini menunjukkan adanya infeksi pada tungki kaki, kelamin, atau dubur.
More aboutPembengkakan Kelenjar Getah Bening

What is Attention Deficit Disorder (ADD)

Posted by Anonymous

ADD is when the reticular activating system in your brain, which is a part of your body’s central nervous system, is dysfunctional. This area of the brain is responsible for coordinating the information from one region of the brain to another via norepinephrine, due to external information. When it is impaired, there is excessive stimulation causing the mind to be overworked and unable to cope, leading to a lack of focus and other symptoms.

There are many forms of ADD, such as Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Attention Deficit Behavior Disorder (ADBD), Oppositional Defiant Disorder (ODD) and Conduct Disorder (CD), to name a few. Of these, ADHD is the most well know form of ADD, and affects approximately 5% of all children in America, making it the most common neurological disease.

Many factors contribute to ADD, and the breakdown of the reticular activating system. Excessive sugar consumption reduces the brain’s sensitivity to norepinephrine, making it difficult for the brain to pass messages to different regions of the mind. Other factors include oxygen deprivation during birth, genetics, a dearth of nutrients in his diet, and substance abuse during pregnancy, among others. Statistics from the National Institute of Mental Health show that up to 5% of the population has ADHD, and that up to 20% of pregnant mothers smoke during pregnancy, with 11% consuming alcohol.

Common indicators that an individual is suffering from ADD include learning disabilities, agitation, aggression, short attention spans and poor memory retention. The symptoms of ADD are also easily confused with other diseases or attributed to different factors, making it difficult to diagnose. For example, the main symptoms of ADD are forgetfulness, restlessness, depression, inability to focus and impulsive behavior. However, thyroid, depression, anxiety, or a stressful environment can also result in the same symptoms. Excessive sugar consumption can cause impulsive behavior and restlessness, and allergies can cause reactions that reduce the neurotransmitters in the brain causing the same symptoms.

There are many treatments available for those who suffer from ADD, and the most common one is the use of antidepressant drugs. However, these medications need up to 6 weeks to take effect, and have severe side effects such as increasing depression, agitation, and suicidal notions. There are also alternative treatments, such as herbs and nutrients used to balance the brain chemistry that has been impaired. These are encouraged as they do not have side effects, and are specially designed to provide the necessary acids, hormones and neural growth needed to assist the reticular activating system.

For those who are suffering from ADD, it is recommended to cut down on sugar intake as sugar consumption is linked to aggressive behavior. Individuals should also be tested for allergies, especially those triggered by food dyes. In line with this, soft drinks should be avoided.
More aboutWhat is Attention Deficit Disorder (ADD)

Colon Health With Enemas

Posted by Anonymous

Detoxification Diet: Subdoxone Detox Plan At

Master Cleanse Food

A regular detox diet plan can rid the body of the accumulated toxins and lead to an active disease-free life. Cut back on cheese meat poultry and refined foods. Eliminate packaged items. Eat more eggs. Add in five tablets a day of American Health Papaya Enzymes to help disintegrate the remaining tar of fermented proteins built up in your intestines over the years. A good detox will help restore the body�s balance, eliminate the waste building up and make our systems run much more efficiently. During autopsies, coroners often find colons that are more than 75% clogged with waste matter. This causes the systems that clean our blood and intestinal tracts to back up. Nutrients can�t be absorbed as efficiently and we gain weight, become tired and irritable. Health issues often follow. as a result of one chronic disease or the other. Saunas are another effective method of getting rid of toxins in the body. A particular procedure known as the far infra red sauna (FIR) first invented by the Japanese has been shown to be a very effective method of detoxification. Toxins come in various forms and manners; the one unifying thing about them all is that they are dangerous to your health. The exhaust from your automobile is known to be rich in carbon monoxide and carbon dioxide and medical scientists have shown that as little as 0.5% of these chemicals in the blood holds dangerous implication for health. Metallic toxins such as mercury lead and others can 'block' nutrients from entering cells and metabolic waste from leaving the cells creating a favorable environment for cancer growth.

Lymph Detox

Toxins pass through the skin and are picked up by the blood for disposal or storage. Fat in the body is very soluble and is able to store many of the toxins taken in. If the Liver is sluggish or slow then the toxins will remain circulating in the bloodstream. In fact although the total percentage of calories from fat has decreased the actual amount of fat intake has increased by 10% per year since 1975!. I recommend the Apple Diet over any other type of "mono-cleanse" because the apple is the King of Fruits! Other popular cleanses that I don't recommend include the Orange Juice Fast the Lemon Cleanse or the Grapefruit Diet. Fresh raw fruit juices and vegetable juices supply the vitamins enzymes and minerals necessary for health and vitality! Lower-carb recipes work by reducing the body's insulin response.

Homemade Colon Cleansing Recipe

Keep in mind you if you eat naturally the body will take care of itself and if you do fill it with toxins there is no miracle cure to remove them that's left to your over worked specialist detox organs ! Eat raw vegetables unsweetened fruit juices brown rice lean chicken and turkey fish and drink plenty of water and you will be getting healthy foods that put the minimum of strain on your organs. You'll also miss out on the chance to spot foods that cause symptoms like bloating congestion or fuzzy thinking Haas says. These trees include; the maple tree and four different varieties of a rare Asian palm tree. Detoxification is the way to a healthy, vibrant lifestyle and freedom from undesirable conditions like obesity, heart disease, skin disease, diabetes, stroke and other ailments. When this happens normal elimination doesn't work efficiently and the healthy functions of these tissues are damaged. The problem though is that while many herbs can help with multiple problems at the same time they are not a cure all. The reason why I have listed these essential amino acids is to assist those readers who take protein supplements for various reasons (muscle building supplementation during or after wasting illnesses) to judge if the product they are using contains all the essential amino acids or not.

Foot Bath Detox Soak

Advocates believe that regular detoxification can also help with chronic conditions including cancer heart disease high blood pressure and cholesterol levels arthritis and allergies. This is an effective way of maintaining a very good circulation and can increase the rate of detoxification inside the body. " For many philosophers scientists and physicians fasting was an essential part of life health and the healing process needed to recreate health where there was sickness. Even though oxygen contributes to oxidation lack of oxygen can also cause serious problems. It is important to realize that there are no shortcuts to success.

Detox Foot Pads Tucson Az:

Foods that aid in effective detoxification include those that are limonene-rich like lemons or slightly bitter veggies like fennel broccoli or artichokes. which not just benefit and strengthen our blood circulation kidneys liver bowels and lungs but our general health in the long run. What's the best way to get started? First if you have any medical condition check with your doctor to find out if doing a detox cleanse is safe for you. While the intravenous method administers compounds directly into the blood stream, oral chelators can be purchased and administered to reduce mercury levels in the body. These will often contain a type of algea and cilantro, natural chelators, known for their ability to bind mercury, and other supplements to assist the body in eliminating mercury. Basically the aim of any detox program is not for the food or lack there of to do the work but to engineer an environment for the body to undertake its natural processes of healing.its the day after day ingestion and build up of them which can lead to degenerative diseases. Because our bodies today are the same as in the past it is critical to eat/ drink and live the same as in years past - centuries past.
More aboutColon Health With Enemas

Athletes are Prone to Dermatological Irritation: What Can Be Done?

Posted by Anonymous

When one thinks of the injuries sustained by baseball players, skin irritation is not necessarily the malady that jumps to mind. But for Josh Beckett, ace pitcher of the Boston Red Sox, it is exactly those sorts of concerns that have proven most debilitating over the years: Beckett has suffered from blisters on the fingers of his pitching hand that have landed him on the disabled list an astonishing six times since 2000.

That is a painful problem. It is an expensive problem. And it is a problem that can curtail seasons; it can derail careers; it can mean the difference between playing and not playing, winning and losing.

In Search of Topical Pain Relief

And it’s not limited to Beckett, pitchers, or even baseball players. Athletes of all stripes risk injury due to blisters, abrasions, eczema, cuts...all dermatological concerns that demand topical pain relief. And, it doesn’t end there: Those who participate in outdoor sports—tennis, sailing, skiing, and so on—frequently suffer from sunburn. Those who sweat a lot in workouts or competition such as basketball players, gymnasts, and runners have to deal with chafing. It especially helps runners to prevent blisters, abrasions, and also expedites in healing. These are recurring problems that demand chronic pain management. Yet, many athletes downplay these concerns, oftentimes because such injuries are not considered severe. Hey, it’s not a broken bone or a torn hamstring, so how bad can it be? It can be bad enough to cause an athlete to lose a step, or to favor a certain leg, arm or muscle group. It can also be bad enough to lead to more severe injuries. Just ask Josh Beckett.

As such, athletes aiming to remain in top form should seek to treat their dermatological concerns via natural health remedies. Indeed, natural pain relief is the optimum method for keeping an athlete’s skin healthy and hydrated. In fact, the importance of hydration itself cannot be overstated. Of course, the simplest and most effective method for staying hydrated is to simply drink water. And for athletes, who lose a great deal of fluids through sweating, water should be consumed frequently. In fact, it’s said that even 2 percent dehydration decreases an athlete’s performance by as much as 10 percent. Adequate hydration is crucial in keeping one’s skin healthy.

For athletes already suffering from blisters, abrasions or the like, simple powders and ointments such as Johnson’s Baby Powder or Gold Bond Medicated Ant-Itch Cream can be purchased inexpensively, and can provide tremendous relief. Even petroleum jelly can be applied to cuts or chafed areas to provide immediate topical pain relief.

For athletes suffering from dermatological issues, chronic pain management can truly be that basic. Again, let’s take the example of Josh Beckett: The Red Sox hurler addressed his blisters issue with…surgery? Laser treatment? Nope. He used Band-Aids.

Which doesn’t mean that Band-Aids or baby powder are the only methods for treatment, or even the most effective ones (it should be noted that Beckett’s Band-Aid solution prevented him from throwing his curveball during bullpen sessions, and his on-field performance suffered as a result).

Advanced Natural Pain Relief

For athletes looking for more advanced natural pain relief, XTreme Skin Ointment (http://www.xtremeskin.com) offers a wide range of healing capabilities: It creates a breathable, protective barrier for the skin; it locks out germs and bacteria, and locks in moisture; and it accelerates the skin’s healing process. Natural health remedies like XTreme Skin Ointment can (and should) be used as a preventative measure, but they can also be applied to damaged areas.

It must be stated that no athlete is immune to dermatological issues: Bowlers will often suffer from blisters and cuts; rock climbers, from cracked skin and burns; horseback riders, from chafing; swimmers, from dry skin; weightlifters, from calluses. And, too many athletes will try and play through these problems when they should be seeking out chronic pain management techniques and natural pain relief.

An athlete’s skin is as related to his or performance as his or her muscles, yet too few recognize this. It is crucial that athletes seek out topical pain relief, and it is recommended that they do so through natural health remedies. To ignore them, or to treat them ineffectively, can spell damage, disaster and heartbreak. Just ask Josh Beckett.
More aboutAthletes are Prone to Dermatological Irritation: What Can Be Done?

medicine story

Posted by Anonymous

Prehistoric medicine incorporated plants (herbalism), animal parts and minerals. In many cases these materials were used ritually as magical substances by priests, shamans, or medicine men. Well-known spiritual systems include animism (the notion of inanimate objects having spirits), spiritualism (an appeal to gods or communion with ancestor spirits); shamanism (the vesting of an individual with mystic powers); and divination (magically obtaining the truth). The field of medical anthropology studies the various prehistoric medical systems and their interaction with society.

Early records on medicine have been discovered from early Ayurvedic medicine in the Indian subcontinent, ancient Egyptian medicine, traditional Chinese medicine, the Americas, and ancient Greek medicine. Early Grecian doctors Hippocrates, who is also called the Father of Modern Medicine, and Galen laid a foundation for later developments in a rational approach to medicine. After the fall of Rome and the onset of the Dark Ages, Islamic physicians made major medical breakthroughs, supported by the translation of Hippocrates' and Galen's works into Arabic. Notable Islamic medical pioneers include polymath Avicenna, who is also called the Father of Modern Medicine, Abulcasis, the father of surgery, Avenzoar, the father of experimental surgery, Ibn al-Nafis, the father of circulatory physiology, and Averroes.[8] Rhazes, who is called the father of pediatrics, first disproved the Grecian theory of humorism, which nevertheless remained influential in Western medieval medicine. While major developments in medicine were occurring in the Islamic world during the medieval period, the Western world remained dependent upon the Greco-Roman theory of humorism, which led to questionable treatments such as bloodletting. Islamic medicine and medieval medicine collided during the crusades, with Islamic doctors receiving mixed impressions.[9] As the medieval ages ended, important early figures in medicine emerged in Europe, including Gabriele Falloppio and William Harvey.

More aboutmedicine story

New Method Provides Panoramic View of Protein-RNA Interactions in Living Cells

Posted by Anonymous

DNA, it has turned out, isn’t all it was cracked up to be. In recent years we learned that the molecule of life, the discovery of the 20th century, did not — could not — by itself explain the huge differences in complexity between a human and a worm. Forced to look elsewhere, scientists turned to RNA, a direct yet more complex transcript of DNA. But methodological problems have historically plagued the study of RNA regulation in living cells, limiting not only the accuracy of results but also our understanding of RNA’s role in human disease.

But now, in research to appear in the advance online issue of Nature, Robert B. Darnell, head of the Laboratory of Molecular Neuro-oncology at Rockefeller University and a Howard Hughes Medical Institute investigator, and his team have changed all that.

By adapting techniques mastered in the test tube and combining them with high throughput technology, the team has developed a genome-wide platform to study how specialized proteins regulate RNA in living, intact cells. The platform allows researchers to identify, in a single experiment, every sequence within every strand of RNA to which proteins bind. The result is an unbiased and unprecedented look at how differences in RNA can explain how a worm and a human can each have 25,000 genes yet be so different.

“RNA offers a way to make the cell much more complex than what this limited set of genes can offer,” says Darnell, who is Robert and Harriet Heilbrunn Professor at Rockefeller. “But how is RNA being regulated in different conditions and diseases, and in different cell types? With this platform, we now have a way to address all these questions.”
More aboutNew Method Provides Panoramic View of Protein-RNA Interactions in Living Cells

Diet drug 'doubles weight loss'

Posted by Anonymous

The drug helped people lose significant amounts of weight

An anti-obesity drug vastly outperforms currently available rivals, early trials suggest.

Danish tests of tesofensine, reported in The Lancet, found dieting patients on the highest doses lost up to 12.8kg (28.2lbs) in six months.

This is twice the level achieved by drugs such as sibutramine and rimonabant.

But UK experts warned that more trials were needed, and expressed concerned the results may have been hyped.

At the moment there is a definite plateau which limits the effectiveness of current drugs, and if this new drug could break through that, that would be great
Dr David Haslam
National Obesity Forum

Tesofensine first came to the attention of obesity researchers when it caused unintended weight loss when given to overweight patients with Parkinson's or Alzheimer's disease.

It works by changing the way that three nerve signalling chemicals, noradrenaline, dopamine, and serotonin have their effects on the brain.

This in turn reduces appetite, so that the person will eat smaller meals and have a reduced urge to snack.

The Danish study, led by Professor Arne Astrup, from the University of Copenhagen, split a group of 203 obese patients into two groups.

Both groups were given a once-daily pill to take, and told to go on a moderate diet, but half the pills were tesofensine, in varying doses, and the other half were "dummy" placebo pills.

After six months, all were re-measured, and the researchers found that while the placebo group had lost an average 2.2kg (4.85lbs) those taking tesofensine had lost much more.

On the lowest dose, the average weight loss was 6.7kg (14.8lbs), the medium dose produced 11.3kg weight loss (24.9lbs) and the highest dose 12.8kg (28.2lbs).

This performance is roughly twice that achieved by the best weight-loss drugs already approved for use in Europe.

Blood pressure warning

The drugs did produce side-effects, ranging from dry mouth and insomnia to nausea and diarrhoea, with the highest dose increasing patients' blood pressure, a concern given that many obese patients may have heart problems or diabetes.

The researchers said that the middle dose was more promising because it produced almost as great a weight loss as the highest dose, without the worst side-effect.

They called for bigger trials to confirm their result, and the drug is unlikely to become available across Europe until these are completed over the next couple of years.

Professor Steve O'Rahilly, an obesity expert at the University of Cambridge, said: "If we could treat obesity like we treat high blood pressure, with safe, effective and affordable drugs, this would be an enormous boon to health care.

"However, to date obesity drugs that have been effective have not been safe, and conversely those that are safer are relatively ineffective.

"The results with this new drug demonstrate that, over a six-month period, it is quite effective.

"However, as the drug is likely to have actions on parts of the brain not involved in weight control, the risk of serious side-effects on longer term administration will need to be watched very carefully."

Professor Iain Broom, of Robert Gordon University, said it was premature to claim that tesofensine significantly out-performed other anti-obesity drugs, as it had not been widely tested, unlike its rivals.

And Professor Mike Lean, a human nutrition expert from the University of Glasgow, said the drug seemed similar to sibutramine - which is licenced and has a very good safety record.

"The results are generally interesting but a lot more research is needed before anyone should be given it in routine practice."
More aboutDiet drug 'doubles weight loss'

Can Vitamin B3 Reduce Memory Problems (Nicotinamide)

Posted by Anonymous

Researchers are reporting that huge doses of Nicotinamide (a form of vitamin B3) appear to eliminate memory problems in mice with the rodent equivalent of Alzheimer's disease. This information is being reported in The Journal of Neuroscience.

This science gets my attention because Nicotinamide is a water-soluble vitamin sold over the counter in health food stores.

While it is impossible for me to know how and why, a combination of exercise, Aricept, vitamin B, multiple vitamins, vitamin supplements, a healthy diet, cocoa flavanols, bright light, and a heavy emphasis on socialization has slowed the progression of Alzheimer's in my mother. We will be adding Nicotinamide to this regimen shortly.
The nicotinamide, in fact, slightly enhanced cognitive abilities in normal mice. "This suggests that not only is it good for Alzheimer's disease, but if normal people take it, some aspects of their memory might improve," Frank LaFerla, UC Irvine neurobiology and behavior professor.

The Institute for Brain Aging and Dementia is conducting a clinical trial to show that, nicotinamide (NA), a B3 vitamin, is safe and effective for the treatment of patients with mild to moderate Alzheimer's disease. They are receiving funding from the Alzheimer's Association.


From the Press Release

An over-the-counter vitamin in high doses prevented memory loss in mice with Alzheimer’s disease, and UC Irvine scientists now are conducting a clinical trial to determine its effect in humans.

Nicotinamide, a form of vitamin B3, lowered levels of a protein called phosphorylated tau that leads to the development of tangles, one of two brain lesions associated with Alzheimer’s disease. The vitamin also strengthened scaffolding along which information travels in brain cells, helping to keep neurons alive and further preventing symptoms in mice genetically wired to develop Alzheimer’s.

“Nicotinamide has a very robust effect on neurons,” said Kim Green, UCI scientist and lead author of the study. “Nicotinamide prevents loss of cognition in mice with Alzheimer’s disease, and the beauty of it is we already are moving forward with a clinical trial.”

The study appears online Nov. 5 in the Journal of Neuroscience.

Nicotinamide is a water-soluble vitamin sold in health food stores. It generally is safe but can be toxic in very high doses. Clinical trials have shown it benefits people with diabetes complications and has anti-inflammatory properties that may help people with skin conditions.

Nicotinamide belongs to a class of compounds called HDAC inhibitors, which have been shown to protect the central nervous system in rodent models of Parkinson’s and Huntington’s diseases and amyotrophic lateral sclerosis. Clinical trials are underway to learn whether HDAC inhibitors help ALS and Huntington’s patients.

In the nicotinamide study, Green and his colleague, Frank LaFerla, added the vitamin to drinking water fed to mice. They tested the rodents’ short-term and long-term memory over time using water-maze and object-recognition tasks and found that treated Alzheimer’s mice performed at the same level as normal mice, while untreated Alzheimer’s mice experienced memory loss.

The nicotinamide, in fact, slightly enhanced cognitive abilities in normal mice. “This suggests that not only is it good for Alzheimer’s disease, but if normal people take it, some aspects of their memory might improve,” said LaFerla, UCI neurobiology and behavior professor.

Scientists also found that the nicotinamide-treated animals had dramatically lower levels of the tau protein that leads to the Alzheimer’s tangle lesion. The vitamin did not affect levels of the protein beta amyloid, which clumps in the brain to form plaques, the second type of Alzheimer’s lesion.

Nicotinamide, they found, led to an increase in proteins that strengthen microtubules, the scaffolding within brain cells along which information travels. When this scaffolding breaks down, the brain cells can die. Neuronal death leads to dementia experienced by Alzheimer’s patients.

“Microtubules are like highways inside cells. What we’re doing with nicotinamide is making a wider, more stable highway,” Green said. “In Alzheimer’s disease, this highway breaks down. We are preventing that from happening.”

LaFerla and Green are affiliated with the Institute for Brain Aging and Dementia, which is conducting the clinical trial with funding from the Alzheimer’s Association.

The institute seeks volunteers who have been diagnosed with Alzheimer’s, are 50 or older, and have a friend or relative who can accompany them to clinic visits and answer questions. Study participants will take the vitamin supplement or a placebo twice daily for 24 weeks, with seven visits to the UCI clinic.

For more information on the clinical trial, contact Beatriz Yanez at 949-824-5733.

UCI scientists Joan Steffan, Hilda Martinez-Coria, Xuemin Sun, Steven Schreiber and Leslie Thompson also worked on the study, which was supported in part by the Alzheimer’s Drug Discovery Foundation and the National Institutes of Health.
More aboutCan Vitamin B3 Reduce Memory Problems (Nicotinamide)

SEORANG PASIEN SEMBUH DARI HIV

Posted by Anonymous

Bone marrow 'cures HIV patient'


About one in 1,000 Europeans and Americans have a resistance to HIV

Doctors in Germany say a patient appears to have been cured of HIV by a bone marrow transplant from a donor who had a genetic resistance to the virus.

The researchers in Berlin said the man, who suffered from leukaemia and HIV, had shown no sign of either disease since the transplant two years ago.

But they stressed it was an unusual case which needed further investigation.

Experts said the result may boost interest in gene therapy for HIV.

Berlin's Charite clinic said the 42-year-old patient was an American living in Berlin, but the man has not been identified.

Genetic mutation

He had been infected with the human immunodeficiency virus, that causes Aids, for more than a decade and also had leukaemia.

The clinic said since the transplant was carried out 20 months ago, tests on the patient's bone marrow, blood and other organ tissues have all been clear.

In a statement, Professor Rodolf Tauber from the Charite clinic said: "This is an interesting case for research.

"But to promise to millions of people infected with HIV that there is hope of a cure would not be right."

Roughly one in 1,000 Europeans and Americans have an inherited genetic mutation, which prevents HIV from attaching itself to cells.

Two million people die of Aids every year and HIV is estimated to have infected 33 million people worldwide.

Option 'for a few'

Professor Andrew Sewell, from the Department of Medical Biochemistry and Immunology at the University of Cardiff said in theory a bone marrow transplant such as this one "should work" and it was surprising that no one had tried it before.

"The problem is most people with HIV live in sub-Saharan Africa and this is hugely expensive, you have to find a matched donor, and it's a pretty severe and painful operation.

"So it's going to be an option for very few people."

He added that gene therapy to knock out the mutation of the key CCR5 receptor was a possibility for future treatment.

Professor Philip Goulder, an immunologist at the University of Oxford said: "It's a really interesting case which looks at a treatment which really hasn't been thought about before.

"But without having that much information about the specific case you would want to be very cautious about getting too excited and you wouldn't be able to replicate that treatment for a lot of people with HIV."

Paul Ward, deputy chief executive at the Terrence Higgins Trust said: "This case gives us something to explore in future studies but it's certainly not a quick fix as gene therapy is complex and expensive.

"With no cure in sight, prevention should be our number one priority."
More aboutSEORANG PASIEN SEMBUH DARI HIV

GREEN TEA FOR BREAST CANCER

Posted by Anonymous

TEH HIAJU UNTUK KANKER PAYUDARA

Sekarang ini, siapa yang tak pernah mencoba teh hijau? Berbagai macam merek teh hijau dalam kemasan kini marak di pasar, koreksi jika saya salah, dalam dua tahun terakhir ini. Mulai dari teh hijau biasa dengan gula (plain), rendah gula (less sugar), tanpa gula (no sugar), hingga ditambah perisa buah tertentu, kurma misalnya. Karena mudah didapatkan, maka meminum teh hijau kini jadi sebuah gaya hidup.

Nah, bagi wanita ada keuntungan tersendiri nih bagi yang doyan menenggak jenis teh yang satu ini, yaitu untuk kesehatan payudara. Senyawa yang terkandung dalam teh hijau memang dapat melindungi payudara dari serangan kanker. Hal itu terungkap dari studi awal yang dilakukan oleh beberapa peneliti Amerika Serikat. Dalam percobaan itu, mereka memberikan seduhan teh hijau kepada beberapa tikus, sedangkan yang lainnya hanya memperoleh air biasa. Ternyata, tikus yang meminum teh hijau mendapat manfaat yang menggembirakan. Ukuran tumor payudaranya makin mengecil dan keganasannya pun berkurang dibanding tikus yang hanya meminum air biasa. Selain itu, tumor tikus yang meminum teh kemudian tumbuh lebih lambat dan tidak lagi menyerang sel-sel yang sehat.

Temuan ini makin memperkuat dugaan bahwa teh sangat bermanfaat bagi kesehatan payudara wanita. Ditambah lagi, berdasarkan pengamatan sejauh ini di negara-negara yang rajin mengkonsumsi teh hijau setiap hari, tingkat kanker payudara wanitanya sangat rendah. Bagi mereka, teh dianggap sebagai salah satu makanan sehat.

Selain itu, peneliti utamanya, Dr. Gail Sonenshein, bahkan mengatakan bahwa teh sama sekali tidak mempunyai efek samping yang merugikan. Karena itu, orang tidak perlu takut mengkonsumsi tiga hingga lima cangkir teh per hari. Tidak ada masalah apabila orang rajin minum teh hijau sebagai langkah pencegahan.

Dosen biokimia dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston ini menambahkan, teh hijau terutama dapat mencegah kanker payudara yang diakibatkan oleh faktor lingkungan. Namun, ia menganjurkan agar pasien yang sedang menjalani radiasi atau kemoterapi kanker payudara perlu konsultasi dengan dokter sebelum ia mencoba minum banyak teh.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cellular Biochemistry edisi Juli 2001 tersebut, kandungan senyawa polifenol yang sangat banyak dalam teh tersebut berperan sebagai pelindung terhadap kanker. Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker tersebut.

Radikal bebas sendiri terbentuk secara alami dalam tubuh. Molekul ini dapat merusak sel-sel manusia. Orang menduga bahwa molekul inilah salah satu penyebab kanker, termasuk berbagai jenis penyakit lain seperti penyakit jantung dan penuaan. Masih menurut studi tersebut, daun teh hijau yang telah dikeringkan terdiri dari 40% polifenol. Selain dapat memerangi kanker payudara, zat ini juga diyakini dapat menurunkan risiko kanker lambung, paru-paru, usus besar, dubur, hati, dan pankreas.

di adaptasi dari sini.

More aboutGREEN TEA FOR BREAST CANCER

Ketika Pengapuran Sendi Mengintai di Usia Senja

Posted by Anonymous

Ketika Pengapuran Sendi Mengintai di Usia Senja
Tetap bugar dan sehat di usia senja merupakan dambaan setiap orang. Namun, kenyataannya berbagai penyakit degeneratif justru kerap menyerang seiring bertambahnya umur. Salah satunya adalah penyakit osteoartritis atau dikenal dengan pengapuran sendi.

Penyakit ini ternyata juga diderita Kurnialani Salim (51). Setiap kali hendak berdiri setelah duduk lama, ia merasa nyeri pada bagian lutut. Kadang lututnya berbunyi seperti mau patah. ”Kalau pergi ke mal bersama anak, saya lebih banyak duduk. Soalnya, kaki tidak kuat kalau jalan jauh,” ujar perempuan yang memimpin dua kantor cabang Bank Haga Jakarta ini.

”Menyetir mobil sendiri juga susah. Mobil saya kan tidak otomatis sehingga harus sering menggunakan kaki saat mengemudi,” tuturnya. Padahal setiap hari ia harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari kediamannya di Kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menuju kantornya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Belum lagi kalau arus lalu-lintas padat.

Rutinitas

Kendati tetap bisa menjalankan rutinitas pekerjaan, rasa sakit itu jelas mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Apalagi sebagai eksekutif di dunia perbankan, ibu dari dua anak ini dituntut memiliki mobilitas tinggi. Selain harus mengelola manajemen perusahaan, ia juga aktif membina relasi dengan para nasabah bank tempat dia bekerja sejak 15 tahun lalu.

Hal serupa juga dialami Ny Tuti Sumarti (54) yang menderita osteoartritis sejak tahun 2003 silam. Saat itu ia tengah mencuci baju di rumahnya, di Kelapa Gading Timur, Pulo Gadung, Jakarta Utara. Tiba-tiba rasa nyeri menyerang pada pinggang hingga lutut ketika mengangkat ember berisi tumpukan baju yang habis dicucinya. Bahkan, ibu dari seorang putra ini sempat mengalami pembengkakan pada bagian lutut.

”Setiap kali naik tangga, rasa nyeri pada bagian lutut itu kambuh lagi. Kadang bagian tumit juga pegal,” kata ibu dari seorang anak ini. Padahal sebagai perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, ia harus sering berjalan dan naik-turun tangga untuk melayani pasien dan mengurus administrasi kantor.

Ny Salihati Tulus (78), pensiunan Departemen Agama (Depag) juga mengalami osteoartritis sejak beberapa tahun silam yang diawali rasa lemas pada seluruh tubuhnya. Lambat laun lututnya pun terasa nyeri. Beberapa bagian tubuh yang lain juga mengalami hal serupa, di antaranya punggung. ”Semula bagian kanan yang sakit diikuti bagian kiri hingga saya sulit bersimpuh waktu shalat,” tuturnya.

Rasa nyeri itu kian terasa jika ia berjalan terlalu lama dan mengangkat beban berat. Jika rasa nyeri kambuh, ia sulit menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk shalat. ”Agar tidak terlalu capek, saya pakai alat bantu seperti mesin cuci. Apalagi di rumah saya hanya tinggal berdua dengan suami setelah anak-anak kami berumah tangga,” ujarnya.

Sebelum sakit yang diderita bertambah parah, Elsye memilih segera memeriksakan kesehatan ke seorang dokter di Rumah Sakit Cikini, Jakarta. Atas rekomendasi dokter tersebut, ia menjalani rontgen dan pemeriksaan darah untuk memastikan apa jenis penyakit yang dideritanya. ”Begitu terasa nyeri, saya segera ke dokter. Saya tidak mau terlambat memeriksakan kesehatan,” tutur Kurnialani yang akrab dipanggil Elsye ini.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan ia mengalami pengapuran sendi. Menurut dokter, ada beberapa alternatif yang bisa ditempuh untuk mengatasi, yakni dengan obat- obatan, suntikan, sampai pembedahan jika sampai terjadi patah tulang. ”Karena baru terjadi sedikit pengapuran sendi dan pembengkakan, saya dianjurkan mengonsumsi obat-obatan penghilang rasa nyeri,” tuturnya.

Ia juga diminta menurunkan berat badan dan rutin menjalani terapi fisik. Selain mengikuti terapi fisik di Rumah Sakit Hermina, Jakarta, ia berlatih senam untuk penderita osteoartritis di sela-sela aktivitas sehari-hari. ”Setiap hari saya berlatih fisik untuk menguatkan otot dan persendian kaki baik di rumah maupun di kantor. Pokoknya, setiap ada waktu, saya pasti latihan sendiri,” ujarnya.

Gangguan

Hasilnya, dalam waktu dua bulan gangguan nyeri pada persendian kaki berangsur hilang. Ia pun kembali dapat bekerja optimal tanpa gangguan rasa nyeri. ”Tim medis yang menangani sampai heran, kok saya bisa cepat pulih dari rasa nyeri karena pengapuran sendi. Meskipun ada sedikit pembengkakan, saya tidak sampai disuntik untuk menyedot cairan,” kata Elsye.

Menurut dia, kunci sukses pengobatan bagi penderita osteoartritis adalah deteksi dini adanya gejala klinis penyakit itu dan kepatuhan pada anjuran tim medis. ”Jangan jadikan terapi fisik itu sebagai beban, tetapi jalani saja dengan santai. Buktinya saya masih bisa berlatih fisik sambil nonton televisi maupun di sela-sela aktivitas kantor,” tuturnya.

”Saya juga berusaha menurunkan berat badan karena itu salah satu faktor risiko terkena pengapuran sendi. Tapi, saya tidak mau berat badan turun drastis karena itu bisa menimbulkan efek samping, seperti sakit pada lambung. Yang penting, menghindari makanan yang berkolesterol tinggi,” kata Elsye. Belakangan ia juga mencoba diet berdasarkan golongan darah.

Sementara itu, Ny Tuti mengaku harus menjalani penyedotan cairan pada lutut karena mengalami pengapuran yang menjadi penyebab pembengkakan pada lutut. Selain mengonsumsi obat, ia mengikuti senam rematik dan secara rutin menjalani terapi fisik di Unit Rehabilitasi Medik RSCM. ”Setiap hari saya juga melakukan senam di rumah,” ujarnya.

Ia juga menghindari melakukan aktivitas fisik yang menimbulkan rasa nyeri pada persendian, seperti naik tangga. ”Saya menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi maupun menimbulkan asam urat seperti daun melinjo, emping, dan daung singkong. Awalnya susah sekali karena saya sangat gemar makan lalapan segar,” ujarnya.

Ny Salihati bahkan sempat dirawat di rumah sakit karena didiagnosis mengalami infeksi. Sebagian giginya pun harus dicabut sehingga ia sulit makan. Belakangan, ia dinyatakan menderita pengapuran sendi. ”Saya memang tidak rutin ikut senam rematik dan terapi fisik. Tapi, saya pakai korset khusus untuk menyangga punggung dan tongkat sebagai alat bantu berjalan, serta menghindari kegiatan fisik berat,” tuturnya.

Pengapuran sendi (osteoartritis) kian banyak dialami masyarakat, terutama pada orang yang telah berusia lanjut. Karena itu, menurut spesialis penyakit Dr Yoga Kasjmir SpPD-KR dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), berbagai faktor risiko perlu sejak dini dikenali agar bisa melakukan tindak pencegahan penyakit itu.

Rawan sendi

Osteoartritis dimulai dari kerusakan tulang rawan sendi yang antara lain diikuti pertumbuhan osteofit, penebalan tulang subkondral, dan kerusakan ligamen. Pengapuran ini umumnya menyerang sendi penopang tubuh, seperti sendi lutut, panggul, dan sendi jari tangan. Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa menimbulkan kerusakan seluruh organ sendi hingga cacat.

Penderita osteoartritis mengalami gejala klinis antara lain, nyeri sendi, kaku sendi, bengkak sendi, dan tulang berderik. Nyeri sendi merupakan keluhan awal pasien dan akan muncul setelah sendi yang terserang digunakan. Gangguan ini bertambah berat jika sendi digunakan berlebihan dan akan berkurang bila diistirahatkan. ”Jika bertambah parah, nyeri sendi juga muncul saat beristirahat,” katanya.

”Pengapuran sendi paling banyak didapatkan pada tulang belakang, lutut, tangan, dan kaki, serta otot sekitar sendi. Karena rawan sendi aneural, maka nyeri sendi pada osteoartritis berasal dari struktur di luar rawan sendi,” ujar Yoga. Makin bertambah usia, prevalensi penderita pengapuran sendi ini makin meningkat. Sejauh ini penyakit tersebut tidak pernah ditemukan pada anak dan jarang terjadi pada orang dewasa muda.

Faktor risiko yang menimbulkan pengapuran sendi antara lain, kegemukan (obesitas), mobilitas tinggi, densitas massa tulang, hormonal dan penyakit rematik kronik lainnya. Pada sejumlah penelitian terhadap lansia ditemukan, perempuan lebih sering terserang osteoartritis pada lutut, tangan dan kaki jika dibandingkan dengan pria. Sementara pria cenderung mengalami pengapuran sendi pada panggul.

”Selain faktor risiko yang tidak bisa dimodifikasi seperti hormonal dan usia, trauma dan pemakaian sendi berlebihan juga meningkatkan risiko terserang pengapuran tulang pada sendi,” kata Yoga.

Peranan beban mekanik berlebih pada sendi lutut dan panggul akan menimbulkan kerusakan tulang rawan sendi, kegagalan ligamen dan struktur lain untuk menopang badan.

Maka dari itu, pencegahan osteoartritis sebaiknya dimulai sejak dini dengan mengenali faktor risiko penyakit itu dan berlatih fisik secara teratur, seperti bersepeda, berenang, dan senam rematik untuk menguatkan otot quadriceps, dan menghindari penggunaan sendi berlebihan.

”Jika terkena osteoartritis, penderita sebaiknya segera berobat disertai terapi fisik secara berkala,” ujar Yoga.
More aboutKetika Pengapuran Sendi Mengintai di Usia Senja

SUKSES stoping SMOKING/sukses berhanti merokok

Posted by Anonymous

Bagi sebagian besar perokok, kenikmatan merokok tidak lagi didapatkan dari benda berasap tersebut. Melainkan karena sekadar kebiasaan. Kondisi inilah yang cenderung sulit ditinggalkan.

Namun para ahli perilaku dari Fakultas Kesehatan di Universitas Harvard telah berhasil menyusun panduan yang dapat membantu seseorang berhenti merokok

1. Ganti rokok yang biasa dikonsumsi dengan merk lain yang lebih rendah kandungan tar dan nikotinnya, beberapa minggu menjelang tanggal berhenti merokok. Langkah ini berdampak para pola perilaku merokok.

2. Kurangi konsumsi rokok dalam sehari. Jangan habiskan satu batang rokok hingga habis, dan jangan menghisapnya dalam-dalam. Gagasan utama himbauan ini adalah mengurangi ketergantungan sistem tubuh bekerja di bawah pengaruh nikotin.

3. Tunda satu jam untuk menyalakan rokok, saat keinginan merokok timbul. Sibukkan diri dengan beberapa kegiatan yang mendesak. Merokoklah hanya jika Anda sangat ingin. Jangan merokok sebagai kegiatan otomatis.

4. Atur waktu merokok Anda hanya pada jam ganjil atau tunggal, setiap hari. Misalnya, Anda memutuskan jam ganjil, maka Anda hanya akan merokok pada jam 9, 11, 13, 15, dst... Rencanakan sejak pagi hari, berapa batang rokok yang akan Anda konsumsi.

5. Atur pola makan Anda sehingga menjadi pengganti kebiasaan merokok. Misalnya minum segela susu setiap kali keinginan merokok muncul.

6. Jangan kosongkan asbak. Asbak yang penuh membuat Anda ingat bahwa sudah banyak rokok yang dihabiskan.

7. Tak perlu menyediakan rokok dalam jumlah relatif banyak. Jangan membawa rokok saat bepergian. Buatlah diri Anda kesulitan mendapatkan rokok ketika rasa ingin merokok itu muncul.
More aboutSUKSES stoping SMOKING/sukses berhanti merokok

Reportase Malaysia Obat Mujarab dari Laut

Posted by Anonymous

30 hari sudah tubuh Lis Rudiyan terbujur di ruang ICU sebuah rumah sakit besar di Semarang, Jawa Tengah, Ia koma, stroke pendarahan akibat hipertensi. Tekanan darahnya 200/120mmHg. Memaksa perempuan 42 tahun itu opname hingga 1,5 bulan. Begitu tangan mampu bergerak, Lis dipindahkan dari ruang ICU ke bangsal. Di ruang itulah adiknya diam-diam memberikan ekstrak teripang dengan gastric tube, semacam selang yang dimasukan ke lubang hidung lalu ke lambung

Adiknya, Ade Nurmaya, yang kebetulan dokter tahu betul risiko stroke pendarahan. Pasien stroke pendarahan kemungkinan hidup cuma 5%, ujar dr Ade Nurmaya yang berpraktek di Getasan, Salatiga, kira-kira 1,5 jam perjalanan dari Semarang. Tanpa sepengetahuan dokter yang merawat, Ade memberikan 1 sendok makan esktrak teripang 3 kali sehari kepada Lis. Ekstrak itu rutin diberikan sejam sebelum jadwal makan.


Mengapa Ade Nurmaya memberikan ekstrak teripang? Jangan sampai kakak sembuh, tetapi daya pikir menurun. Lumpuh akibat stroke masih bisa disembuhkan. Namun, kalau ingatan yang rusak sulit dipulihkan. Saya juga ingin membuktikan apa benar teripang bisa menyembuhkan stroke seperti ditulis Trubus? ujar perempuan 38 tahun itu. Pada edisi Maret 2006 majalah Anda memang menulis khasiat teripang, antara lain menyembuhkan stroke.


Beberapa pekan setelah diberi ekstrak teripang, Lis siuman. Kebahagiaan keluarga besarnya membuncah. Yang lebih menggembirakan ingatannya seperti semula, tak berkurang sedikit pun. Pernah temannya bezuk, karyawan PT. Taspen Semarang itu ingat persis sisa cuti. Kemampuan bicaranya juga bagus, ujar dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Trubus membuktikannya ketika berbicara langsung dengan Lis Rudiyan.
Padahal, pendarahan terjadi di cerebrospinal (ruang di tengah otak) dan mengendap hampir ke batang otak seperti dialami almarhumah Sukma Ayu. Ekstrak teripang cukup membantu mengatasi stroke. Bagi penderita stroke, pendarahan mendesak otak ke samping sehingga jaringan rusak, katanya. Protein yang dikandung teripang menumbuhkan sel-sel baru pada otak dan meregenerasi jaringan yang mati sehingga daya ingat dapat berfungsi baik.


Beragam Penyakit

Hj Halimah Omar juga merasakan khasiat teripang. Perempuan kelahiran Johor, Malaysia, 24 Mei 1951 itu 17 tahun mengidap asma. Begitu gejala serangan muncul, anak ke-8 dari 12 bersaudara itu segera memacu mobilnya ke Batupahat Hospital, 2 km dari rumahnya. Dokter negeri jiran biasanya meresepkan bentolin, niulin, dan obat spray untuk melegakan jalan pernapasan. Sayang, ketika obat-obatan habis penyakitnya kerap muncul.


Oleh karena itu Halimah tertarik mencoba ekstrak teripang. Ibu 2 anak itu rutin mengkonsumsi 2 sendok makan 2 kali sehari. Efek yang langsung dirasakan perempuan 55 tahun itu, Saya rasa badan sedap (enak, red), ujarnya ketika ditemui Trubus di rumahnya di bilangan Tamantasik, Johor. Dua tahun terakhir setelah rutin mengkonsumsi gamat-sebutan teripang di Malaysia-asmanya tak pernah kambuh.


Teripang tak hanya membantu proses penyembuhan stroke dan asma. Banyak penyakit maut lain yang dituntaskan oleh anggota famili Holothuriidae itu seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hepatitis, dan psoriasis. Teripang berkhasiat untuk hampir semua kasus penyakit. Cara kerjanya tentu saja berbeda. Misalnya untuk asam urat ekstrak teripang memblokir asam urat, untuk osteoarthritis alias radang sendi teripang memberikan kondroitin sehingga tulang rawannya membaik, ujar dr Zen Djaja MD di Malang.


Ekstrak teripang itulah yang kini menjadi buah bibir di masyarakat Indonesia. Banyak pasien berharap sembuh dari penyakit mematikan dengan mengkonsumsi ekstraknya. Di sisi lain banyak pula dokter yang mengidap penyakit tertentu, lalu mengkonsumsi teripang untuk diri sendiri dan merasakan faedahnya. Episode berikutnya, sang dokter menganjurkan-jika tak boleh dibilang meresepkan-kepada para pasien.


Sekadar menyebut contoh, di Jakarta ada dr Pieter AW Pattinama MPH, mantan direktur RS PGI Cikini. Derita panjang akibat serangan diabetes mellitus sejak 1972 akhirnya berujung. Itu setelah ia melakukan terapi akupunktur plus konsumsi ekstrak gamat. Kadar gula darah pria 59 tahun itu semula 500 mg/dl turun menjadi 160 mg/dl dalam 2 bulan.
Dokter-dokter di Indonesia biasanya tak gampang percaya terhadap obat atau suplemen yang belum diuji klinis. Namun, pada kasus ekstrak teripang yang notabene belum diuji klinis, mereka berkenan menggunakan setelah obat-obatan kimiawi gagal mengatasi penyakit-penyakit tertentu. Menurut dr Andreas Widjaja itulah fenomena bangkitnya fitofarmaka di Indonesia.


Lengkap
Apa rahasia teripang sehingga dapat menyembuhkan beragam penyakit? Ahli nutrisi Malaysia Walter Kee Mun Yee, mengatakan teripang mengandung kolagen, MPS (mucopolusacarida), DHA (Docosahexaenoic acid) dan EPA (Eicosapentaenoic acid). Kepada Trubus alumnus Wisconsin University itu mengatakan, MPS dalam bentuk kondritin sulfat memulihkan sendi dan membangun tulang rawan. Senyawa itu juga memberikan pelendiran pada dinding sel.


Dua yang disebut terakhir-EPA dan DHA, disebut omega 3-merupakan asam lemak rantai panjang. DHA dan EPA banyak ditemukan pada satwa di lautan. Menurut ahli gizi, Dr Uken Soetrisno, DHA dan EPA berfungsi untuk kecerdasan dan berhubungan dengan pertumbuhan simpul-simpul saraf atau ganglion. Hal senada juga diungkapkan dr Luki Kartadinata. DHA dan EPA bermanfaat untuk pertumbuhan otak dan melancarkan sirkulasi darah, ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti itu.


Masih ada faedah lain senyawa aktif itu. Menurut dr Imelda Retno Purwanti dokter di Kelapagading, Jakarta Utara, EPA dan Omega 3 sebagai pelarut kolesterol, terutama LDL (dikenal sebagai kolesterol jahat, red). Jika tak diterapi kolesterol tinggi menyebabkan penyakit jantung. Efeknya berantai dan tak dapat berdiri sendiri-sendiri. Semua ahli sepakat soal faedah EPA dan DHA. Yang tak bulat adalah soal waktu pemberian.


Menurut dr Zen Djaja MD di Jakarta ekstrak teripang sangat baik diberikan kepada wanita hamil, bukan anak-anak. Pada beberapa penelitian spesifik, DHA tak terlalu berkhasiat ketika bayi sudah lahir. Ia (DHA, red) menampakkan fungsinya ketika pembentukan otak janin, kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya.


Namun, Dr Uken Soetrisno mengatakan, selain kepada wanita hamil, DHA juga bagus diberikan kepada anak-anak di bawah 2 tahun. Tetap harus dijaga keseimbangan nutrisi. Sebab, di dunia ini tak ada makanan superlengkap, ujar doktor Nutrisi alumnus Oregon State University. Selain itu teathfish-sebutan teripang di Inggris-kaya tembaga. Tembaga bagus untuk regenasi sel sehingga bikin awet muda, ujar dr Luki.


Rusak ginjal?
Zen Djaja MD mengatakan, mentimun laut-sebutan untuk teripang-mengandung asam lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid. Hingga saat ini jenis bakteri yang berjasa dalam pembentukan asam itu masih diteliti. Asam itu tokcer mengahalangi enzim 5-Lox atau populer sebagai lipoksigenase, enzim yang mengoksidasi lemak tak jenuh menjadi peroksida sehingga mengancam kesehatan. Dalam dunia pengobatan modern, ini adalah kunci pengobatan asma, pembengkakan usus, dan arthritis, kata Zen.
Secara tradisional, teripang digunakan dalam pengobatan cina sejak ribuan tahun silam. Hoisom- sebutan teripang di Cina-dikeringkan atau dibuat bubuk. Menurut William Aditeja, ahli pengobatan cina di Jakarta, teripang bubuk lebih aman dikonsumsi pasien alergi ketimbang yang kering. Kadar protein teripang kering relatif tinggi sehingga memicu alergi.
Dokter alumnus Beijing University of Traditional Chinese Medicine itu memanfaatkan teripang untuk mengobati penyakit sirosis hati, mioma, dan segala penyakit yang menyebabkan organ tubuh mengeras atau membengkak. Teripang berkadar garam tinggi sehingga berfungsi melunakkan atau mengecilkan kelainan organ tubuh yang mengeras atau membengkak, ujar William yang berpraktek di Jakarta Kota.


Ia mengatakan konsumsi berlebihan dalam waktu lama, berefek terhadap ginjal. Oleh sebab itu, dosis mesti tepat. Menurut William dosis konsumsi teripang kering 15-30 g; bubuk, 3 g sekali konsumsi. Frekuensinya 2-3 kali sehari. Menurut Walter Kee Mun Yee ekstrak gamat tanpa garam. Mirip ikan laut atau cumi-cumi, walau hidup di laut tapi dagingnya tak asin karena adanya reverse osmosis, ujar Kee.


Efek berbeda
Tentu, tak semua dokter menganjurkan ekstrak zeekomkamer-sebutan teripang di Belanda-kepada para pasiennya. Contoh, dr Paulus Wahyudi Halim. Dokter sekaligus herbalis di Tangerang, Provinsi Banten, itu menyarankan pasien untuk berhati-hati. Mestinya pasien memperhatikan efek samping, terutama pada organ hati dan ginjal. Bila keduanya rusak, obat malah mencelakakan kita. Sebab, efek obat untuk setiap orang berbeda, tergantung tingkat kemampuan tubuh menerima zat itu, katanya.


Dokter alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu mengatakan, ekstrak teripang mestinya melewati uji yang mengikuti kaidah farmakologis seperti uji klinis. Tujuannya untuk menentukan dosis tepat sehingga konsumen terlindungi. Harap mafh um, kerap kali dosis yang digunakan konsumen di sini mengacu pada pasien di mancanegara yang belum tentu kebutuhannya sama.


Pendapat serupa dikemukakan oleh Dr Asep Gana Suganda, ahli farmakologi Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam teripang juga mengandung beberapa senyawa toksik seperti holoturin yang justru berbahaya bagi tubuh manusia, ujar dosen jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB. Doktor Farmakologi alumnus Nantes University, Perancis, itu menuturkan obat herbal terstandar dikatakan aman jika memenuhi data praklinis.


Sebetulnya banyak periset di berbagai negara telah membuktikan keampuhan teripang dalam uji praklinis. Dr Retno Murwani dari Universitas Diponegoro, misalnya, membuktikan teripang sebagai antikanker. Riset serupa juga ditempuh Tong Y, dari Divisi Farmakologi Antitumor, State Key Laboratory of Drug Research, Shanghai Institute of Materia Medica, Chinese Academy of Sciences, Shanghai, Cina.


Tren
Ekstrak teripang kini banyak dikonsumsi dalam bentuk cair. Itu hasil olahan beberapa spesies teripang yang telah diteliti senyawa aktifnya. Di antara jenis-jenis itu belum ada kasus teripang itu beracun, ujar Drs Prapto Darsono, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi. Apakah semua spesies berkhasiat obat? Prof Dr Zaiton Hassan, peneliti teripang dari Universiti Putra Malaysia, mengatakan kandungan antarspesies relatif sama.Hanya persentase zat aktif yang berbeda. Beberapa spesies yang lazim diolah menjadi ekstrak antara lain teripang pasir Holothuria scabra, teripang hitam H. edulis, dan Stichopus variegatus. Meski Indonesia mempunyai banyak spesies, tetapi ekstrak teripang masih diimpor dari Malaysia. Di negeri jiran itu popularitas gamat-begitu mereka menyebut teripang-amat melambung.


Bekas jajahan Inggris itu meriset teripang secara terpadu sejak 1995. Penelitian perdana dilakukan oleh Prof Dr Ridzwan Hashim, mantan dosen Universiti Kebangsaan Malaysia yang kini mengajar di International Islamic University Kualalumpur (baca: Khasiat di Balik Resep Datuk, halaman 22-23). Sejak itu penelitian untuk mengungkap tabir teripang terus dilakukan. Hasil riset itu-antara lain teripang berkhasiat mengatasi beragam penyakit, mendorong investor membangun pabik pengolahan.


Sayang, meski Indonesia mempunyai keragaman spesies yang tinggi, industri pengolahan teripang belum muncul. Padahal, teknologi pengolahan beche de mer-sebutan teripang di lidah Perancis-relatif mudah. Menurut Drs Prapto Darsono, alumnus Biologi Kelautan University of South Carolina, Amerika Serikat, dari 1.200 spesies teripang, 200 di antaranya hidup di Indonesia. Padahal, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan, prospek pasar ekstrak teripang amat menjanjikan. Apalagi, Di dalam ilmu pengobatan barat teripang sedang gencar dimanfaatkan sebagai obat. Kita masih menggolongkan sebagai makanan kesehatan, ujar dr Zen Djaja. Apa pun sebutannya, obat atau suplemen, teripang terbukti berkhasiat menyembuhkan beragam penyakit maut.
Itulah sebabnya banyak orang menyandarkan harapan kesembuhan pada ginseng laut, julukan untuk teripang. (Sardi Duryatmo/Peliput: Hermansyah, Imam Wiguna, Kiki Riazkika, Syalita Fawnia, & Vina Fitriani)
More aboutReportase Malaysia Obat Mujarab dari Laut

Akseptor Baru Menurut Alat Kontrasepsi Yang Dipakai dan Kabupaten/Kota 2005

Posted by Anonymous

Akseptor Baru

Kabupaten/Kota

Alat Kontrasepsi Yang Dipakai
Spiral
Pil
Kondom
(1)
(2)
(3)
(4)
Kabupaten
1. N i a s 185 1196 451
2. Mandailing Natal 43 957 761
3. Tapanuli Selatan 151 3980 992
4. Tapanuli Tengah 37 2826 492
5. Tapanuli Utara 241 2164 665
6. Toba Samosir 226 1228 345
7. Labuhan Batu 160 3673 1677
8. A s a h a n 397 7610 704
9. Simalungun 465 10060 1710
10. D a i r i 32 548 218
11. K a r o 264 1522 287
12. Deli Serdang 760 7709 1038
13. L a n g k a t 514 10431 1791
14. Nias Selatan 0 634 269
15. Humbang Hasundutan 109 2359 175
16. Pakpak Bharat 5 184 225
17. Samosir 110 568 284
18. Serdang Bedagai 146 4002 426
Kota
71 S i b o l g a 146 627 195
72. Tanjung Balai 54 1 235 560
73. Pematang Siantar 215 1 338 228
74. Tebing Tinggi 19 539 50
75. M e d a n 2 162 13 360 981
76. B i n j a i 290 863 65
77. P Sidempuan 129 1 313 438
Jumlah 2005 6 860 80 926 15 027
2004 7 892 90 294 10 027
2003 9 935 98 567 10 581
2002 8 827 82 433 7 364
2001 12 361 76 586 6 334



Lanjutan

Kabupaten/Kota
Alat Kontrasepsi Yang Dipakai
Jumlah
Suntikan
Implant
Operasi Medis
(1)
(6)
(7)
(8)
(9)
Kabupaten
1. N i a s 2 722 540 48 5 142
2. Mandailing Natal 1 669 416 0 3 846
3. Tapanuli Selatan 3 281 332 0 8 736
4. Tapanuli Tengah 3 395 398 250 7 398
5. Tapanuli Utara 2 578 381 322 6 351
6. Toba Samosir 1 524 346 577 4 246
7. Labuhan Batu 4 279 419 152 10 360
8. A s a h a n 7 889 1 072 154 17 826
9. Simalungun 8 282 915 579 22 011
10. D a i r i 1 546 77 295 2 716
11. K a r o 2 205 330 3 4 611
12. Deli Serdang 7 602 552 220 17 881
13. L a n g k a t 6 993 674 324 20 727
14. Nias Selatan 617 53 0 1 573
15. Humbang Hasundutan 910 86 54 3 693
16. Pakpak Bharat 212 51 0 677
17. Samosir 783 70 67 1 882
18. Serdang Bedagai 3 689 371 139 8 773
Kota
71. S i b o l g a 908 305 62 2 243
72. Tanjung Balai 1 226 262 35 3 372
73. Pematang Siantar 1 318 378 420 3 897
74. Tebing Tinggi 906 105 101 1 720
75. M e d a n 15 391 1 624 1 367 34 885
76. B i n j a i 1 179 582 47 3 026
77. P.Sidempuan 1 732 414 10 4 036
Jumlah 2005 82 836 10 753 5 226 201 628
2004 72 129 6 507 3 854 191 747
2003 65 234 6 329 4 911 196 322
2002 85 257 8 103 5 251 197 235
2001 86 145 6 501 6 113 194 071

Sumber: BKKBN Provinsi Sumatera Utara

More aboutAkseptor Baru Menurut Alat Kontrasepsi Yang Dipakai dan Kabupaten/Kota 2005