Showing posts with label asuhan keperawatan. Show all posts
Showing posts with label asuhan keperawatan. Show all posts

Minat Utama Manajemen dan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu-Ilmu Kesehatan

Posted by Anonymous

INTISARI
Latar Belakang: Untuk memenuhi kinerja perawat dalam
melaksanakan asuhan keperawatan yang bermutu tinggi,
diperlukan tenaga perawat dengan latar belakang D-III
keperawatan keatas. Jumlah dan kualifikasi tenaga perawat
yang ada di RSU Tual belum dapat memenuhi kebutuhan
dimaksud, karena perawat yang bertugas di ruang rawat inap
terdiri dari D-III keperawatan 17 orang (30,91%) dan SPK 33
orang (69,09%). Penerapan asuhan keperawatan di RSU Tual
masih menggunakan metode fungsional yang kurang relevan
dengan model praktek keperawatan profesional disebabkan
karena faktor ketenagaan serta fasilitas keperawatan belum
memadai. Pelatihan asuhan keperawatan yang telah diikuti
oleh perawat dengan latar belakang SPK yang diselenggarakan
oleh program studi keperawatan Tual bekerjasama dengan RSU
Tual, RS misi dan puskesmas-puskesmas di kota Tual pada
tahun 2001 diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perawat
dalam pelaksanaan asuhan keperawatan dan pendokumentasian
keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
dampak pelatihan askep terhadap pelaksanaan askep dan
pendokumentasian keperawatan di RSU Tual.
Cara Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi
eksperimen dengan rancangan pre dan post tanpa kontrol.
Subyek penelitian adalah perawat dengan latar belakang SPK
yang bertugas di ruang rawat inap yang pernah mengikuti
pelatihan asuhan keperawatan sebanyak 33 orang. Variabel
penelitian mencakup variabel bebas adalah pelatihan asuhan
keperawatan dan variabel terikat adalah kinerja perawat
dalam pelaksanaan askep dan pendokumentasian keperawatan.
Alat penelitian yang digunakan adalah check list, panduan
wawancara, dan angket. Analisis data secara deskriptif dan
analitik dengan menggunakan uji statistik t test dan chi


square.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada
peningkatan pengetahuan perawat terhadap askep dan
pendokumentasian keperawatan serta ada peningkatan kinerja
perawat dalam melaksanakan askep dan pendokumentasian
keperawatan di ruang rawat inap RSU TUal. Analisis statistik
dengan chi square menunjukkan bahwa pelatihan askep
mempunyai hubungan yang bermakna terhadap pelaksanaan askep
(p<0,05) dan terhadap pendokumentasian keperawatan (p<0,05)
yang dilaksanakan oleh perawat SPK di ruang rawat inap RSU
Tual.
Kesimpulan : Pelatihan Askep berdampak terhadap peningkatan
kinerja perawat dengan latar belakang SPK terhadap
pelaksanaan askep dan pendokumentasian keperawatan di ruang
rawat inap RSU Tual.
1 2
ABSTRACT
Bacground: To fullfil nursing performance in high guality of
nursing care needed nursing staff with D-III Nursing Program
or more. The existing of nursing staff both amount and
qualification in Tual General Hospital not yet fullfil the
such requirement, cause of the nursing staff in in-patient
department were 17 nurses (30,91%) from D-III nursing and 33
staff (69,09%) from SPK. The applying of nursing care in Tual
General Hospital using functional method not relevant with
professional nursing practice model cause of staff factors and
nursing facilities not yet adequate. Nursing care training
which have been followed by nurse with SPK background which
carried out by Nursing Program of Tual collaboration with Tual
General Hospital, mission hospital and public health centers
in Tual in 2001 expected can improve the nurse ability in
nursing care and nursing documentation. This study was aimed
at finding out the impact of nursing care training to carrying
out of nursing care and nursing documentation.
Methods: This was quasi-experimental study with pre and post
design without control. The subject were nurse with SPK
background in in-patient department which have followed the
nursing care training was 33 staff. The independent variable
was nursing care training and dependent variable was nursing
ability and skilled in nursing domumentation. The data
analysis descriptively and statistical test with t-test and
chi square.
Results: The result showed that there were increasing
knowledge to nursing care and nursing documentation and also
increasing nursing performance in carried out of care and
nursing documentation in in-patient department of Tual General
Hospital. Statistical analysis with chi-square showed that
nursing care training have significant relation to nursing
care (p<0,05) and to nursing documentation (p<0,05) was
carried out by nurse SPK in in-patient department of Tual
General Hospital.
Conclusion: Nursing care training affect to improve of nursing
performance with SPK background to carried and nursing
documentation in in-patient department of Tual General
Hospital.

More about → Minat Utama Manajemen dan Kebijakan Pelayanan Kesehatan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurusan Ilmu-Ilmu Kesehatan

ASUHAN KEPERAWATAN Perkembangan kognitif (tahap sensorimotor)

Posted by Anonymous

Usia 0 sampai 1 bulan
· perilaku involunter
· refleksif primer
· orientasi austistik
· tidak ada konsep baik diri sendiri maupun orang lain

Usia 1 sampai 4 bulan
· perilaku refleksif secara bertahap digantikan dengan gerakan volunteer
· aktivitas berpusat disekitar tubuh
· membuat usaha awal untuk mengulang atau menirukan tindakan
· banyak menunjukkan perilaku trial and error
· berusaha memodifikasi perilaku sebagai repon terhadap berbagai stimulus
· menunjukkan orientasi simbolik
· terlibat dalam suatu aktivitas karena aktivitas tersebut menyenangkan
Usia 4 sampai 8 bulan
· menunjukkan pengulangan tindakan yang bertujuan
· menunjukkan keinginan berperilaku untuk mencapai tujuan
· menentukan perbedaan intensitas (suara dan penglihatan)
· menirukan tindakan sederhana
· menunjukkan permulaan objek permanen
· antisipasi kejadian kejadian di masa yang akan datang (makan)
· menunjukkan kesadaran bahwa diri sendiri terpisah dari orang lain
Usia 8 sampai 12 bulan
· mengantisipasi kejadian sebagai sesuatu yangmenyenangkan atau tidak menyenangkan
· menunjukkan tingkat kegawatan pada kesengajaan perilaku
· menunjukkan perilaku yang mengarah ke tujuan
· mencari objek yang hilang
· memahami arti dan kata kata sederhana
· menjadi lebih mandiri dari figure keibuan
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI Perkembangan Bahasa
Usia 1 bulan
· mendekur
· membuat suara seperti huruf hidup
· membuat suara merengek ketika sedang kesal
· membuat suara berdeguk ketika sedang kenyang
· tersenyum
Usia 1 sampai 4 bulan
· bersuara dan tersenyum
· dapat membuat suara bunyi huruf hidup
· bersuara
· berceloteh
Usia 4 sampai 8 bulan
· menggunakan vokalisasi yangs emakin banyak
· menggunakan kata kata yang terdiri dari 2 suku kata
· dapat membuat dua bunyi vokal secara bersamaan (baba)
Usia 8 sampai 12 bulan
· menggunakan kata kata pertama
· menggunakan bunyi untuk mengidentifikasi objek, orang dan aktivitas
· menirukan berbagai bunyi kata
· dapat mengucapkan serangkaian suku kata
· mamahami arti larangan
· berespon etrhadap panggilan
· menggunakan tiga kosakata
· menggunakan kalimat satu kata
SKALA YAUMIL MIMI perkembangan anak usia bayi
1. usia lahir sampai 3 bulan
o belajar mengangkat kepala
o belajar mengikuti objek dengan matanya
o melihat ke muka seseorang dengan tersenyum
o bereaksi dengan suara/bunyi
o mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak
o menahan barang yang dipegangnya
o mengoceh spontan


2. usia 3 bulan sampai 6 bulan
· mengangkat kepala 90o dan mengangkat dada dengan bertopang tangan
· mulai belajar meraih benda benda yang ada dalam jangkauannya atau di luar jangkauannya
· menaruh benda benda pada mulutnya
· berusaha memperluas lapangan pandangan
· tertawa dan menjerit karena gembira
· mulai berusaha mencari benda benda yang hilang
3. usia 6 sampai 9 bulan
· dapat duduk tanpa dibantu
· dapat tengkurap dan berbalik sendiri
· dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang
· memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain
· memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
· bergembira dengan melempar lempar benda
· mengeluarkan kata kata tanpa arti
· mengenal muka anggota keluarga
· mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi sembunyian.
4. usia 9 sampai 12 bulan
· dapat berdiri sendiri tanpa dibantu
· dapat berjalan dengan dituntun
· menirukan suara
· mengulang bunyi yang didengarnya
· belajar mengatakan satu atau dua kata
· mengerti perintah atau larangan sederhana
· memperlihatkan minat yang besar dalam mengekplorasi sekitarnya, ingin melihat semuanya, ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda benda ke dalam mulutnya
· berpartisipasi dalam permainan

ASUHAN KEPERAWATAN BAYI Perilaku sosialisasi
Usia 0 sampai 1 bulan
· bayi tersenyum tanpa membeda bedakan
Usia 1 sampai 4 bulan
· tersenyum pada wajah manusia
· membentuk siklus tidur bangun
· menangis menjadi sesuatu yang berbeda
· membeda bedakan wajah yang dikenal dan tidak dikenal
· senang menatap wajah yang dikenalnya
· diam saja jika ada orang asing
Usia 4 sampai 8 bulan
· merasa terpaksa jika ada orang asing
· mulai bermain dengan mainan
· takut akan kehadiran orang asing
· mudah frustasi
· memukul mukul lengan dan kaki jika kesal
Usia 8 sampai 12 bulan
· bermain permainan yang sederhana
· menangis jika dimarahi
· mengenali anggota keluarga
· menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan
ASUHAN KEPERAWATAN BAYI UMUR 1-3 TAHUN
Karakteristik Fisik
1. berat badan
1. toddler menambah berat badan sebanyak 2,2 kg pertahun
2. penambahan berat badan menurun secara seimbang
2. tinggi badan
1. tinggi badan meningkat kira kira 7,5 cm pertahun
2. proporsi tubuh berubah: lengan, kaki tumbuh lebih cepat
3. lingkar kepala
1. fontanel anterior menutup pada usia 15 bulan
2. lingkar kepala meningkat 2,5 cm pertahun
4. gigi
1. molar pertama dan kedua serta gigi taring mulai muncul

Perkembangan Motorik kasar
Usia 15 bulan
· berjalan sendiri dengan jarak kedua kaki lebar
· merayapi tangga
· dapat melempar objek
Usia 18 bulan
· mulai bisa berlari
· menaiki dan menuruni tangga
· menaiki perabot
· bermain dengan mainan yang dapat ditarik
· dapat mendorong perabot yang ringan
· duduk sendiri di atas bangku
Usia 24 bulan
· berjalan dengan gaya berjalan yang stabil
· berlari dengan sikap yang lebih terkontrol
· berjalan naik turun tangga dengan dua kaki setiap tangga
· melompat dengan kasar
· menendang bola tanpa kehilangan keseimbangan
Usia 30 bulan
· dapat menyeimbangkan diri sementara dengan satu kaki
· menggunakan kedua kaki untuk melompat
· melompat ke bawah dari atas perabot
· mengendarai sepeda roda tiga

Perkembangan Motorik halus
Usia 15 bulan
· membangun menara yang terdiri dari dua balok
· membuka kotak
· memasukkan jari ke lobang
· menggunakan sendok
· membalik halaman buku
Usia 18 bulan
· membangun menara yang terdiri dari tiga kotak
· mencoret coret sembarangan
· minum dari cangkir
Usia 24 bulan
· minum dari cangkir yang dipegang satu tangan
· menggunakan sendok tanpa tumpah isinya
· membangun menara yang terdiri dari mpat kotak
· mengosongkan isi botol
· menggambar garis vertical dan lingkaran
Usia 30 bulan
· memegang krayon dengan jari
· menggambar dengan asal
· mampu membangun menra yang etrdiri dari tiga balok
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PRA SEKOLAH 3 SD 6 TAHUN
Karakteristik fisik
1. Berat badan
1. penambahan berat badan anak prasekolah kurang dari 2 kg pertahun
2. berat rata rata adalah 18 kg
2. Tinggi badan
1. pertumbuhan tinggi badan anak 5 sampai 7 cm pertahun
2. tinggi rata rata adalah 108 cm
3. Postur
1. tidak ada lordosis lagi
4. gigi
1. gigi susu mulai tanggal

Perkembangan Motorik kasar
Usia 36 bulan
· pakai dan ganti baju sendiri
· berjalanmundur
· naik turun tangga dengan kaki bergantian
· berdiri sesaat diatas satu kaki
Usia 4 tahun
· melompat dengan satu kaki
· memanjat dan melompat
· melempar bola cukup baik
Usia 5 tahun
· melompat melewati tali
· berlari tanpa kesulitan
· bermain lompat tali dengan cukup baik
· mainan tangkap
Usia 6 tahun
· berlari dengan baik
· berlari dan bermain secara bersamaan
· mulai naik sepeda
· menggambar orang lengkap
· menambah cirri seperti mulut

Perkembangan motorik halus
Usia 36 bulan
· memasang manik manik besar
· melukis tanda silang dan bulatan
· membuka kancing depan dan samping
· menyusun 10 balok tanpa jatuh
Usia 4 tahun
· menggunakan gunting
· menggunting gambar sederhana
· menggambar bujursangkar
Usia 5 tahun
· memukul kepala paku dengan paku
· mengikat tali sepatu
· dapat menulis beberapa huruf alfabet
· dapat menulis nama
Usia 6 tahun
· dapat memakai garpu
· dapat memakai pisau

Perkembangan sensoris
Usia 4 tahun
· persepsi ruang sangat terbatas
· dapat mengidentifikasi satu dua warna
Usia 5 tahun
· sedikitnya dapat mengenali 4 warna
· dapat membedakan objek berdasarkan beratnya
· memerankan orang tua dan dewasa
Perkembangan bahasa
Usia 2 tahun
· menggunakan kalimat dengan dua dan tiga kata
· menggunakan holofrasis
· lebih dari setengah pembicaraannya dapat dimengerti
Usia 3 tahun
· banyak bertanya
· berbicara saat ada atau tidak ada orang
· menggunakan konsonan berikut d, b, t, k, y
· menghilangkan w dari pembicaraannya
· mempunyai perbendaharaan kata sebanyak 9oo kata
· memakai kalimat tiga kata
· menyatakan namanya sendiri
· mengulangi kata kata
Usia 4 tahun
· perbendaharaan katanya berjumlah 1500 kata
· menghitung sampai tiga
· menceritakan cerita panjang
· mengerti pertanyaan sederhana
· mengerti dasar hubungan sebab akibat dari perasaan
· pembicaraan egosentris
· memakai kalimat empat kata
Usia 5 tahun
· perbendaharaan kata sebanyak 2100 kata
· memakai kalimat lima kata
· memakai kata depan dan kata penghubung
· memakai kalimat lengkap
· tetap membuat kesalahan suara
· belajar untuk berpartisispasi dalam pembicaraan social
· dapat menyebut hari hari dalam seminggu
Usia 6 tahun
· Tidak ada kesalahan suara lagi
· Mengerti hubungans ebab akibat dari kejadian
· Memakai bahasa sebagai media pertukaran verbal
· Berbicara mirip orang dewasa
· Menambah kosakata sesuai stimulasi lingkungan
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK USIA SEKOLAH 3 SD 6 TAHUN
Karakteristik fisik
1. berat badan anak bertambah 2 sampai 4 kg pertahun
2. tinggi badan, pada usia 8 tahun secara proporsional lengan tumbuh lebih panjang daripada badan, tinggi bertambah pada usia 9 tahun
3. gigi – mulai menanggalkan gigi usu, memiliki 10 sampai 1 gigi permanen saat berusia 8 tahun dan kir akira 26 gigi permanen saat usia 12 tahun

Perkembangan motorik kasar
1. Umur 7 sampai 10 tahun aktivitas motoris kasar dibawah kendali ketrampilan kognitif dan keadaran, secara bertahap meningkatkan irama, kehalusan dan keanggunan gerakan otot, meningkatkan minat dalam penyempurnaan ketrampilan fisik, kekuatan dan daya tahan juga meningkat.
2. Umur 10 sampai 12 tahun tingkat energi tinggi dan peningkatan arah dan kendali dari kemampuan fisik
Perkembangan motorik halus
1. Menunjukkan peningkatan perbaikan ketrampilan motoris halus karena bertambahnya mielinisasi system syaraf pusat.
2. Menunjukkan perbaikan keseimbangan dan koordinasi mata tangan
3. Dapat menulis daripada mengucapkan kata kata saat berusia 8 tahun
4. Menunjukkan peningkatan, kemampuan untuk mengungkapkan secara individual dan perhatian khsuus seperti menjahit.
5. Menunjukkan ketrampilan motori halus yang sama dengan orang dewasa saat berusia 12 tahun
Perkembangan kognitif (cara kerja konkret- usia 7 sampai 11 tahun)
1. pemikiran anak menjadi sangat abstrak dan simbolik
2. mempertimbangkan dalan sejumlah alternatif dalam menemukan pemecahan terbaik
3. dapat membalikkan cara kerja, dapat melacak urutan kejadian kembali sejak awal
4. memahami konsep dulu, sekarang dan yang akan datang
5. dapat menyebutkan waktu
6. dapat menggolongkan objek sesuai golongan
7. memahami konsep tingggi, berat, volume
8. dapat berfokus pada lebih dari satu aspek dari situasi

Perkembangan Bahasa
1. menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran verbal
2. Pemahaman terhadap pembicaraan mungkin tertinggal dari pengertiannya
3. tidak begitu egosentris dam orientasi
4. mengerti kebanyakan kata kata abstrak
5. memakai semua nagian pembicaraan, etrmasuk kata sifat, keterangan, penghubung
6. ikut memakai kalimat majemuk dan gabungan
7. kosakatanya mencapai 50.000 kata
ASUHAN KEPERAWATAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
Karakteristik Fisik
Usia 0 – 6 bulan
1. berat badan
o BB akan menjadi 2 kali lipat pada usia 6 bulan
o BB bayi bertambah kira kira 0,6 kg perbulan
2. panjang badan
· panjang badan rata rata saat berumur 6 bulan mencapai 65 cm
· panjang badan meningkat dengan kecepatan 2,5 cm pertahun
3. lingkar kepala
· lingkar kepala mencapai 42,5 cm pada usia 6 bulan
· lingkar kepala meningkat 1,25 cm perbulan
Usia 6 sampai 12 bulan
1. berat badan
o BB menjadi 3 kali lipat pada usia 1 tahun
o Perkiraan BB pada usia 1 tahun adalah 10 kg
o Bayi menambah berat badannya 0,45 kg per bulan
2. panjang badan
· bagian tubuh yang mengalami pertumbuhan terpesat adalah badan
· Bayi bertambah 1,25 cm perbulan
· Panjang badan total meningkat 50% pada usia 1 tahun
3. lingkar kepala
· rata rata pertambahan lingkar kepala adalah 0,5 cm perbulan
· pada usia 1 tahun lingkar kepala akan mencapai 46-47 cm



More about → ASUHAN KEPERAWATAN Perkembangan kognitif (tahap sensorimotor)

ASUHAN KEPERAWATAN HIPOSPADIA

Posted by Anonymous

DEFINISI
Hipospadia adalah suatu kelainanbawaan dimana meatus uretra eksterna terletak di permukaan ventral penis dan lebih ke prokimal dari tempatnya yang normal 9ujung glands penis).Hipospadia merupakan salah satu dari kelainan congenital palings erring pada genitalia laki laki, terjadi pada satu dalam 350 kelahiran laki laki, dapat dikaitkan dengan kelainan congenital lain seperti anomaly ginjal, undesensus testikulorum dan genetic seperti sindroma klinefelter.

ETIOLOGI
Penyebeb kelainan ini adalah maskulinisasi inkomplit dari genitalia karena involusi yang premature dari sel interstitial testis.
MANIFESTASI KLINIS
Pada kebanyakan penderita terdapat penis yang melengkung ke arah bawah yang akan tampak lebih jelas pada saat ereksi. Hal ini disebabkan oleh adanya chordee yaitu suatu jaringan fibrosa yang menyebar mulai dari meatus yang letaknya abnormal ke glands penis. Jaringan fibrosa ini adalah bentuk rudimeter dari uretra, korpus spongiosum dan tunika dartos. Walaupun adanya chordee adalah salah satu cirri khas untuk mencirigai suatu hipospadia, perlu diingat bahwa tidak semua hipospadia memiliki chordee.
KLASIFIKaSI
Klasifikasi hipospadia yang digunakan sesuai dengan letak meatus uretra yaitu tipe glandular, distal penile, penile, penoskrotal, scrotal dan perineal.
Semakin ke proksinal letak meatus, semakin berat kelainan yang diderita dans emakin rendah frekuensinya. Pada kasus ini 90% terletak di distal di mana meatus terletak di ujung batang penis atau di glands penis. Sisanya yang 10% terletak lebih proksimal yaitu ditengah batang penis, skrotum atau perineum.
PERKEMBANGAN EMBRIONOK DARI HIPOSPADIA
Perkembangan dari penis dan skrotum dipengaruhi oleh testis. Tanpa adanya testis, maka struktur wanita seperti klitoris, labia minora dan labia mayora dominan, tetapi dengan adanya testis, klitoris membesar menjai penis, sulkus antara labia minora terbentuk menjadi uretra dan labia mayora berkembang menjadi skrotum, kedalam mana testis kemudian turun. Hipospadia terjadi jika sel testis yang berkembang secara premature berhenti memproduksi androgen, karena itu menimbulkan interupsi konversi penuh dari genitalia eksterna menjadi bentuk laki laki.
MASALAH PADA HIPOSPADIA
1. Masalah psikologis pada anak karena merasa malu akibat bentuk penis yang berbeda dengan teman bermainnya.
2. Masalah reproduksi karena bentuk penis yang bengkok menyebabkan penis susah masuk ke dalam vagina saat kopulasi, cairan semen yang disemprotkan melalui saluranuretra pada tempat abnormal.
3. kesulitan penentuan jenis kelamin terutama jika meatu uretra terletak di perineum dan skrotum terbelah dengan disertai kriptorkismus.
4. Biaya yang cukup besar karena prosedur operasi yang bertahap
5. Kemungkinan adanya kelainan congenital yang lain seperti kelainan ginjal sehingga perlu dianjurkan untuk pemerikaan foto polos abdomen dan pielografi intravena.
PENATALAKSANAAN
Dikenal banyak tehnik operai hipospadia, yang umumnya terdiri dari beberapa tahap yaitu :
1. Operasi pelepasan chordee dan tunneling
Dilakukan pada usia 1,5-2 tahun. Pada tahap ini dilakukan operasi eksisi chordee dari muara uretra sampai ke glands penis. Setelah eksisi chordee maka penis akan menjadi lurus tetapi meatus uretra masih terletak abnormal. Untuk melihat keberhasilan eksisi dilakukan tes ereksi buatan intraoperatif dengan menyuntikkan NaCL 0,9% kedalan korpus kavernosum.
2. Operasi uretroplasty
Biasanya dilakukan 6 bulan setelah operasi pertama. Uretra dibuat dari kulit penis bagian ventral yang di insisi secara longitudinal pararel di kedua sisi.
PRINSIP TERAPI DAN MANAGEMEN PERAWATAN
1. Koreksi bedah.
2. Persiapan prabedah
3. Penatalaksanaan pasca bedah
· Anak harus dalam tirah baring
· Baik luka penis dan tempat luka donor harus dijaga tetap bersih dan kering
· Perawatan kateter
· Pemeriksaan urin untuk memeriksa kandungan bakteri
· Masukan cairan yang adekuat untuk mempertahankan aliran ginjal dan mengencerkan toksin
· Pengangkatan jahitan kulit setelah 5-7 hari
KOMPLIKASI
Komplikasi yang biasa terjadi antara lain striktur uretra (terutama pada sambungan meatus uretra yang sebenarnya dengan uretra yang baru dibuat) atau fistula



More about → ASUHAN KEPERAWATAN HIPOSPADIA

ASUHAN KEPERAWATAN ATRESIA ANI

Posted by Anonymous

Pendahuluan
Atresia ani termasuk dalam beberapa bentuk dari malformasi anorektal. Malformasi ini merupakan hal yang biasa terjadi sebagai malformasi kongenital yang disebabkan oleh perkembangan yang tidak normal. Insidensi minor abnormalitas terjadi sekitar 1:500 per kelahiran hidup dan insidensi mayor anomali sekitar 1:5000 kelahiran hidup.

Imperforate anus (atresia ani) meliputi beberapa gabungan malformasi rektum termasuk malformasi traktus urinarius, esophagus dan duodenum (biasanya jarang) yang tanpa adanya gejala yang jelas dan beberapa memiliki fistula dari rectum distal ke perineum atau sistem genitourinari.
Ekstropi kloaka merupakan bentuk yang jarang dari malformasi sistem genitourinari, sistem genitalia dan usus, yang mengalir langsung ke saluran yang berhubungan dengan perineum.
Malformasi anorectal mungkin saja terjadi secara terpisah dan bisa juga sebagai bagian dari Vacterl syndrom (Vertebral, Anorectal, Cardiovaskuler, Thracheoesophageal, Renal, dan Limb Abnormalities).
Definisi
Menurut kamus kedokteran, Atresia berarti tidak adanya lubang pada tempat yang seharusnya berlubang. Sehingga atresia ani berarti tidak terbentuknya lubang pada anus.
Klasifikasi
· Anomali bawah
Rektum mempunyai jalur desenden normal melalui otot puborektalis, terdapat spingter internal dan eksternal yang berkembang baik dengan fungsi normal, dan tidak terdapat hubungan dengan saluran genitourinari.
· Anomali intermediate
Rektum berada pada atau di bawah tingkat otot puborektalis, lesung anal dan spingter eksternal berada pada posisi yang normal.
· Anomali tinggi
Ujung rektum diatas otot puborektalis, dan spingter internal tidak ada. Hal ini biasanya berhubungan dengan fistula genitourinarius rektouretral (pria) atau rektovaginalis (wanita).
Patofisiologi ATRESIA ANI
Selama perkembangan embrio, kloaka menjadi jalur utama untuk perkembangan sistem urinari, genital, dan rektal. Pada usia kehamilan 6 minggu (ada juga sumber yang menyebutkan 7 minggu), kloaka terbagi menjadi 2 bagian, yaitu sinus urogenital anterior dan rektal dengan urorektal septum. Setelah lateral folds bergabung dengan septum urorektal, pemisahan urinari dari segmen rektal terjadi, yaitu membran urogenital ke arah ventral dan membran anal ke arah dorsal. Berhentinya perkembangan ini akan mengakibatkan perpindahan rektum pada posisi normal perineal menjadi terhambat. Selama usia kehamilan ini, bagian urogenital pada kloaka sudah membuka ke arah eksternal, tetapi membran anal tidak akan ruptur sampai proses ini selesai. Anus berkembang dengan invaginasi eksternal yang dikenal sebagai proctodeum yang masuk ke dalam rektum tetapi terhalang oleh membran anal. Membran ini akan ruptur sampai usia kehamilan 8 minggu.
Rectal atresia terjadi pada saat proctodeum (saluran anal) berkembang dengan normal tetapi gagal untuk berkomunikasi dengan rektum, rektum mungkin terpisah dari jarak yang substansial atau hanya ada diaprahma mukosa. Biasanya tidak ada fistula. Pada kelainan retrokloakal, uretra membuka ke arah anterior menuju saluran vaginal, dan rektum membuka ke arah posterior menuju saluran yang sama. Hanya yang satu orifisium yang tampak, uretra maupun rektum tak terlihat.
Cloakal Exstrophy adalah gabungan antara ekstrofi bladder, anus imperforata, kelainan perkembangan atau tidak adanya colon dan malformasi genitalia eksternal. Supralevator anomali tinggi sebagian besar terjadi pada anak laki-laki dan biasanya terbentuk fistula diantara rektum dengan akhiran usus proksimal dan prostat urethra. Bila supralevator terjadi pada anak perempuan, biasanya terdapat fistula yang menghubungkan antara rektum dengan posterior vaginal fernix. Pada translevator anomali rendah, usus telah diubah menjadi levator otot anus, internal dan aksternal sphingter ada dan berkembang dengan baik dan fungsinya normal. Pada anak laki-laki terdapat kulit atau membran yang menutup anus (biasa disebut “covered anus”).
Tanda atresia ani antara lain: bayi muntah-muntah pada umur 24-48 jam dan sejak lahir tidak ada defekasi mekonium, distensi abdomen.
Pemeriksaan ATRESIA ANI
Pemeriksaan fisik: Anus tampak merah, Usus melebar, kadang-kadang tampak ileus obstruksi. Termometer yang dimasukkan melalui anus tertahan oleh jaringan. Pada auskultasi terdengan hiperperistaltik. Ketiadaan secara komplit ciri-ciri anal, perineum yang rata dan ketiadaan spingter eksternal ketika stimulasi generalmengindikasikan intermediate atau lesi tinggi.
Pemeriksaan endoskopi dan digital: mengidentifikasi konstriksi atau sembunyinya kantong perut dari atresia rectal. Stenosis mungkin muncul tak jelas sampai usia 1 tahun atau lebih pada anak yang mempunyai riwayat defekasi sulit, distensi abdominal, dan ribbon likestool (feses berbentuk pita).
Pemeriksaan radiologis, ditemukan:
· Udara dalam usus terhenti tiba-tiba yang menadakan terdapat obstruksi di daerah tersebut.
· Tidak ada bayangan udara dalam rongga pelvis pada bayi baru lahir. Dari gambaran ini harus dipikirkan kemungkinan atresia rekti atau anus imperforatus. Pada bayi dengan anus imperforatus, gambaran udara terhenti tiba-tiba di daerah sigmoid, kolon, atau rektum.
· Dibuat foto anteroposterior (AP) dan lateral, bayi diangkat dengan kepala di bawah dan kaki diatas (Wangensteen dan Rice). Pada anus diletakkan benda yang radioopak sehingga pada foto daerah antara benda radioopak dengan bayangan udara yang tertinggi dapat di ukur.
Penanganan ATRESIA ANI
· Pada stenosis anal dapat dikoreksi dengan dilatasi manual. Prosedur ini dilakukan oleh perawat selama di RS, dan setelah pulang dilakukan oleh orang tua pasien setelah dilatih oleh perawat.
· Imperforata anal dimana usus masih mempunyai hubungan yang tepat dengan levator ani, anus dapat dikoreksi dengan memotong/menghilangkan mukokutaneosis.
· Pada intermediate anorektal malformasi, rekonstruksi dilakukan sesuai dengan tempat kelainan. Hal utama yang harus diperhatikan adalah tempat berakhirnya rektum dan hubungannya dengan area puborektal yang menyandang otot levator ani. Penanganan dimulai dari kolostomi kemudian dilanjutkan dengan pembedahan/pembuatan lubang anus pada umur 3-6 bulan, bahkan 1 tahun pada saat anak mulai belajar toilet training.
Pembuatan lubang anus harus pada area eksternal sphingter dan penempatan usus pada puborektal harus sesuai dengan anomali tubuh. Adanya fistula juga harus diperhatikan sebelum dilakukan operasi rekonstruksi untuk mencegah adanya kentaminasi fekal pada saluran genitourinari.
· Setelah post operatif, hal utama yang harus diperhatikan adalah masalah konstipasi yang disebabkan oleh defisit neurologi akan kontrol defekasi. Berkurangnya sensasi defekasi pada rektum akan menyebabkan fekal image dan paradoxal diare. Masalah ini dapat dibatasi dengan melatih anak untuk defekasi secara teratur dalam kesehariannya. Enema juga kadang-kadang diperlukan untuk membersihkan kolon.
KEMUNGKINAN DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNCUL
PADA ATRESIA ANI:
1. Inkontinensia bowel b.d. abnormalitas spingter rektal (atresia ani)
2. Risiko kerusakan integritas kulit b.d pengeluaran sekret feses.
3. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan memasukkan makanan, mencerna makanan.
4. Resiko infeksi b.d prosedur invasif, operasi kolostomi.
5. Kurang pengetahuan tentang kolostomi dan perawatannya b. d. kurangnya paparan informasi, misinterpretasi informasi, dan ketidakfamiliaran terhadap sumber informasi.



More about → ASUHAN KEPERAWATAN ATRESIA ANI

ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK

Posted by Anonymous

1. Definisi
Asma Bronkial adalah penyakit saluran nafas dengan karakteristik berupa peningkatan reaktivitas (hiperaktivitas) trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan menifetasi klinis berupa penyempitan saluran nafas yang menyeluruh.
2. Penyebab
Sebagai pemicu timbulnya serangan serangan dapat berupa infeksi (infeksi virus RSV), iklim (perubahan mendadak suhu, tekanan udara), inhalan (debu, kapuk, tungau, sisa isa serangga mati, bulu binatang, serbuk sari, bau asap, uap cat), makanan (putih telur, susu sapi, kacang tanah, coklat, biji bijian, tomat), obat (aspirin), kegiatan fiik (olahraga berat, kecapaian, tertawa terbahak bahak), dan emosi.
3. Patogenesis
Ada 3 peristiwa yang terjadi pada saluran nafas penderita asma yaitu
1. otot dinding saluran nafas mengerut (bronkokonstriksi)
2. dinding saluran nafas membengkak (edema)
3. saluran nafas terisi banyak lendir
4. Manifestasi klinis
1. wheezing
2. dyspneu dengan lama ekspirasi
3. batuk kering karena secret kental dan lumen jalan nafas sempit
4. tachypnea, orthopnea
5. gelisah
6. nyeri abdomen karena terlibatnya otot abdomen dalam pernafasan
7. fatigue
8. intoleransi aktivitas
9. perubahan tingkat kesadaran, cemas
10. serangan tiba tiba/berangsur angsur
5. Tanda serangan asma
1. tanda awal serangan asma
§ tidak ada perbaikan dengan obat biasa
§ pemakaian obat lebih sering
§ mengi menetap
§ terlihat pucat dan agak gelisah
§ ingus encer makin banyak
2. tanda lanjutan serangan asma
§ mengi menetap dan makin keras
§ anak mudah lelah dan gelisah
§ pemakaian obat makin sering
§ perut turun naik saat bernafas
§ anak lebih suka dalam posisi duduk
§ obat pereda serangan tidak mempan lagi
3. tanda bahaya serangan asma
§ mengi melemah tapi sesak nafas makin berat
§ anak terlihat kelelahan
§ kebiruan di daerah mulut dan sekitarnya
§ anak sangat gelisah
6. Gejala asma
1. batuk
2. nafas cepat
3. nafas bunyi (mengi)
4. gejala memburuk pada malam atau dini hari
5. sesak nafas, sakit dada, gelisah
6. kebiruan di daerah mulut dan sekitarnya
7. Tahap Respon asma
1. tahap immediate
ditandai dengan bronkokonstriksi (1-2 jam)
2. tahap delayed
dimana bronkokonstriksi dapat berulang 4-6 jam dan terus meneru 205 jam lebih lama
1. tahap late, dimana dengan peradangan dan hiperreponsif jalan nafas beberapa minggu/bulan
2. Diagnosis
Diagnosis asma pada anak ditegakkan berdasarkan terutama pada anamnesis dan pemeriksaan fisik; pemeriksaan penunjang mempunyai peran menunjukkan berat ringannya dan untuk kepentingan terapi. Oleh karena gejala asma pada anak dangat bervariasi maka diagnosis asma sulit ditegakkan. Pemeriksaan fisik waktu serangan dapat ditemui frekuensi nafas meningkat, amplitudo nafas dangkal, sesak nafas, nafas cuping hidung, sianosis, gerakan dinding dada berkurang, hipersonor, bunyi nafas melemah, wheezing ekspirasi, ronki kering, ronki basah dan suara lendir. Pemeriksaan laboratorium, darah tepi ddan secret hidung. IgE total dapat meningkat. Analisa gas darah dapat menunjukkan asidosis, CO2 meningkat. Pada iju fungsi paru nilai PEFR atau FEV1 menurun.
9. Pemeriksaan Diagnostik
1. Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik
2. Foto rontgen
3. Pemeriksan fungsi paru : menurunnya tidal volume, dan kapasitas vital
4. Pemeriksaan alergi (RAST)
5. Analisa Gas Darah
10. Komplikasi
1. gangguan keseimbangan asam basa dan gagal nafas
2. bronchitis kronis
3. bronchitis
4. pneumonia
5. emphysema
11. Penatalaksanaan
Penderita asma dengans erangan ringan tidak perlu dirawat inap. Rawat inap diperlukan bila serangan berat, dengan tindakan awal tidak teratasi dan ada tanda tanda komplikasi.
Penanggulangan asma pada anak meliputi :
1. mencegah serangan dengan menghindari factor pencetus
2. mencegah serta mengatasi proses inflamasi dengan obat obat antiinflamai
3. Penanggulangan bronkospasmus dengan obat obat bronkodilator
4. Penanggulangan edema mukosa saluran nafas dengan obat antiinflamasi inhalasi secara oral/parenteral
5. Penanggulangan sumbatan lendir, dengan banyak minum, mukolitik sehingga lendir encer dan mudah dikeluarkan.
6. Menciptakan kondisi jasmani yang baik meliputi kebugaran dan ketahanan fisik dengan latihan jasmani atau senam pernafasan
12. Tindakan penanggulangan
1. serangan akut dengan oksigen nasal/masker
2. terapi cairan parenteral
3. terapi pengobatan
§ albuterol (prolentil, ventolin)
§ terbutalin
§ metaprotenol
§ bronkodilator
13. Pemantauan
1. keadaan umum
2. tanda vital
3. pemeriksaan fisik paru
4. keseimbangan cairan, analisa gas darah
5. uji fungsi paru
14. Fokus pengkajian
1. Riwayat penyakit
2. Pengetahuan keluarga tentang penyakit
3. Tanda Vital, pernafasan dan retraksi dada
4. Factor pencetus, stress, latihan, kebiasaan
15. Diagnosa yang sering muncul
1. Gangguan pertukaran gas, bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan pola nafas b/d bronkospasme, meningkatnya secret.
2. Fatigue b/d hipoxia dan meningkatnya usaha nafas
3. Kecemasan b/d hospitalisasi, distress pernafasan
4. Risiko defisit volume cairan b/d meningkatnya pernafasan, menurunnya intake cairan
5. Defisit pengetahuan b/d proses penyakit dan pengobatan.



More about → ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK

ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK

Posted by Anonymous

1. Definisi
Asma Bronkial adalah penyakit saluran nafas dengan karakteristik berupa peningkatan reaktivitas (hiperaktivitas) trakea dan bronkus terhadap berbagai rangsangan dengan menifetasi klinis berupa penyempitan saluran nafas yang menyeluruh.
2. Penyebab
Sebagai pemicu timbulnya serangan serangan dapat berupa infeksi (infeksi virus RSV), iklim (perubahan mendadak suhu, tekanan udara), inhalan (debu, kapuk, tungau, sisa isa serangga mati, bulu binatang, serbuk sari, bau asap, uap cat), makanan (putih telur, susu sapi, kacang tanah, coklat, biji bijian, tomat), obat (aspirin), kegiatan fiik (olahraga berat, kecapaian, tertawa terbahak bahak), dan emosi.
3. Patogenesis
Ada 3 peristiwa yang terjadi pada saluran nafas penderita asma yaitu
1. otot dinding saluran nafas mengerut (bronkokonstriksi)
2. dinding saluran nafas membengkak (edema)
3. saluran nafas terisi banyak lendir
4. Manifestasi klinis
1. wheezing
2. dyspneu dengan lama ekspirasi
3. batuk kering karena secret kental dan lumen jalan nafas sempit
4. tachypnea, orthopnea
5. gelisah
6. nyeri abdomen karena terlibatnya otot abdomen dalam pernafasan
7. fatigue
8. intoleransi aktivitas
9. perubahan tingkat kesadaran, cemas
10. serangan tiba tiba/berangsur angsur
5. Tanda serangan asma
1. tanda awal serangan asma
§ tidak ada perbaikan dengan obat biasa
§ pemakaian obat lebih sering
§ mengi menetap
§ terlihat pucat dan agak gelisah
§ ingus encer makin banyak
2. tanda lanjutan serangan asma
§ mengi menetap dan makin keras
§ anak mudah lelah dan gelisah
§ pemakaian obat makin sering
§ perut turun naik saat bernafas
§ anak lebih suka dalam posisi duduk
§ obat pereda serangan tidak mempan lagi
3. tanda bahaya serangan asma
§ mengi melemah tapi sesak nafas makin berat
§ anak terlihat kelelahan
§ kebiruan di daerah mulut dan sekitarnya
§ anak sangat gelisah
6. Gejala asma
1. batuk
2. nafas cepat
3. nafas bunyi (mengi)
4. gejala memburuk pada malam atau dini hari
5. sesak nafas, sakit dada, gelisah
6. kebiruan di daerah mulut dan sekitarnya
7. Tahap Respon asma
1. tahap immediate
ditandai dengan bronkokonstriksi (1-2 jam)
2. tahap delayed
dimana bronkokonstriksi dapat berulang 4-6 jam dan terus meneru 205 jam lebih lama
1. tahap late, dimana dengan peradangan dan hiperreponsif jalan nafas beberapa minggu/bulan
2. Diagnosis
Diagnosis asma pada anak ditegakkan berdasarkan terutama pada anamnesis dan pemeriksaan fisik; pemeriksaan penunjang mempunyai peran menunjukkan berat ringannya dan untuk kepentingan terapi. Oleh karena gejala asma pada anak dangat bervariasi maka diagnosis asma sulit ditegakkan. Pemeriksaan fisik waktu serangan dapat ditemui frekuensi nafas meningkat, amplitudo nafas dangkal, sesak nafas, nafas cuping hidung, sianosis, gerakan dinding dada berkurang, hipersonor, bunyi nafas melemah, wheezing ekspirasi, ronki kering, ronki basah dan suara lendir. Pemeriksaan laboratorium, darah tepi ddan secret hidung. IgE total dapat meningkat. Analisa gas darah dapat menunjukkan asidosis, CO2 meningkat. Pada iju fungsi paru nilai PEFR atau FEV1 menurun.
9. Pemeriksaan Diagnostik
1. Riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik
2. Foto rontgen
3. Pemeriksan fungsi paru : menurunnya tidal volume, dan kapasitas vital
4. Pemeriksaan alergi (RAST)
5. Analisa Gas Darah
10. Komplikasi
1. gangguan keseimbangan asam basa dan gagal nafas
2. bronchitis kronis
3. bronchitis
4. pneumonia
5. emphysema
11. Penatalaksanaan
Penderita asma dengans erangan ringan tidak perlu dirawat inap. Rawat inap diperlukan bila serangan berat, dengan tindakan awal tidak teratasi dan ada tanda tanda komplikasi.
Penanggulangan asma pada anak meliputi :
1. mencegah serangan dengan menghindari factor pencetus
2. mencegah serta mengatasi proses inflamasi dengan obat obat antiinflamai
3. Penanggulangan bronkospasmus dengan obat obat bronkodilator
4. Penanggulangan edema mukosa saluran nafas dengan obat antiinflamasi inhalasi secara oral/parenteral
5. Penanggulangan sumbatan lendir, dengan banyak minum, mukolitik sehingga lendir encer dan mudah dikeluarkan.
6. Menciptakan kondisi jasmani yang baik meliputi kebugaran dan ketahanan fisik dengan latihan jasmani atau senam pernafasan
12. Tindakan penanggulangan
1. serangan akut dengan oksigen nasal/masker
2. terapi cairan parenteral
3. terapi pengobatan
§ albuterol (prolentil, ventolin)
§ terbutalin
§ metaprotenol
§ bronkodilator
13. Pemantauan
1. keadaan umum
2. tanda vital
3. pemeriksaan fisik paru
4. keseimbangan cairan, analisa gas darah
5. uji fungsi paru
14. Fokus pengkajian
1. Riwayat penyakit
2. Pengetahuan keluarga tentang penyakit
3. Tanda Vital, pernafasan dan retraksi dada
4. Factor pencetus, stress, latihan, kebiasaan
15. Diagnosa yang sering muncul
1. Gangguan pertukaran gas, bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan pola nafas b/d bronkospasme, meningkatnya secret.
2. Fatigue b/d hipoxia dan meningkatnya usaha nafas
3. Kecemasan b/d hospitalisasi, distress pernafasan
4. Risiko defisit volume cairan b/d meningkatnya pernafasan, menurunnya intake cairan
5. Defisit pengetahuan b/d proses penyakit dan pengobatan.



More about → ASUHAN KEPERAWATAN ASMA BRONKIAL PADA ANAK

trauma pada anak

Posted by Anonymous

trauma pada anak
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN “POST TRAUMATIC STRESS DISORDER” PADA ANAK DAN REMAJA
Meidiana Dwidiyanti SKp, MSc.


A. LATAR BELAKANG

Semua manusia akan menghadapi stress dalam kehidupan, termasuk anak dan remaja. Sumber stress yang ada disekitar kita setiap saat terjadi, dari menghadapi lingkungan yang baru, kehilangan uang,kekerasan dalam rumah tangga, termasuk pada anak dan remaja. Ada juga anak yang melihat seseorang menembak, ini membuat trauma tersendiri dan lain-lain. Terkadang stressor dalam kehidupan kita sangat kuat dan shock secara emisional, termasuk kehilangan rumah, banjir dan bencana alam yang lain.

Kita menggunakan kata trauma dalam kehidupan kita yang berarti bahwa orang yang mempunyai stress yang sangat tinggi. Seorang remaja yang tidak mampu bicara dengan orang tuanya karena trauma di bentak orang tuanya. Seorang anak yang takut melihat air mengalir, setelah bencana banjir, seorang remaja yang takut menikah karena trauma dengan laki-laki. Seorang ibu yang sangat stress karena ada truma dalam hidupnya dan sangat berpengaruhi dalam kehidupan rumah tangganya. Kemampua menghadapi stress adalah kemampuan seseorang untuk beradapatasi dengan kondisi yang sangat stress. Kondisi ini dapat menghancurkan hidup seseorang atau membuat seseorang bertambah kuat, dalam menghadapi segala bentuk stress.

B. ADA TIGA PHASE UNTUK MENGATASI POSTTRAUMATIC DISORDERS:
Yakinkan bahwa orang tersebut membutuhkan treatment atau tindakan.
Bekerja dengan pengalaman traumatik
Mengembalikan hubungan sosial dan kemampuan individu untuk mampu mengelola hidup sehari-hari.


C.MASALAH
Depresi, ketakutan, kecemasan yang mengakibatkan gangguan komunikasi, sosial dan peran yang harus dilaksanakan.
D.TUJUAN
Tujuan utama dari tindakan adalah untuk menolong orang untuk bisa bebas dari ikatan trauma dan menolong mereka mulai hidup sekarang dan disini. , berdasarkan perasaan dan kemampuan mengontrol dan tanggung jawab personal .

E. TINDAKAN
Untuk mencapai tujuan tersebut beberapa intervensi harus dilakukan, setiap individu mungkin berbeda seseuai dengan masalahnya, karena setiap orang mempunyai pribadi dan situasi yang unik, dibawah ini akan diterangkan beberapa cara intervensi post-traumatic disorders.
1. COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT)
Metode ini berkaitan dengan cara berpikir seseorang dan keyakinan dengan pola perilakunya juga.
Ada dua tehnik yang digunakan dalam metode ini:
Cognitive Therapy – metode ini berfokus pada pikiran dan keyakinan serta sebab seseorang bertingkah laku. kita semua secara outomatis mempunyai pola yang biasanya kita tidak sadari. Pola ini mungkin membuat kita tidak mempunyai kemampuan untuk melihat kenyataan secara jelas dan itu akan menjadi penyebab distress. Contohnya banyak orang kecelakaan di jalan raya dan itu membuat orang tersebut takut untuk mengendarai kendaraan yang membuat dia tidak pernah menyetir lagi, karena dia mempunyai perasaan itu akan terjadi lagi. Ketika kita analisis perasaan ini, akan menjadi jelas bahwa yang penting dalam menyetir kita harus hati-hati dan kesempatan untuk terjadi lagi ternyata sangat kecil. Cognitive therapy mengidentifikasi pola pikir ini analisa dan menawarkan beberapa jalan alternative yang realistis dan positif. Dalam contoh tersebut orang yang takut kecelakaan di jalan mengenal kemungkinan terjadi lagi dan menjadi berpikir lebih realistik untuk menentukan resiko di jalan..
Exposure – tehnik yang kedua dari terapi kognitif adalah exposure. Eksplore dan konfrontasi langsung dengan trauma yang mereka alami melalui mengeluarkan apa yang mereka hadapi. Seseorang akan menggambarkan kejadian, bicara tentang kejadian dan ekspresikan diri sendiri, dengan bertingkat atau pelan-pelan untuk menstimuli dan mengingatkan mereka akan kejadian trauma.. ini diulang beberapa waktu dalam pengawasan terapis dan lingkungan yang aman.. biasanya ini ditandai dengan emosi yang sangat kuat tetapi pada tahap tertentu orang akan menjadi biasa untuk berpikir tentang kejadian dengan emosi normal. Di saat ini ingatan tentang trauma menjadi sangat menakutkan pada saat dimulainya terapi akan menjadi memori yang biasa. Kita akan menjadi biasa dengan semua peristiwa tersebut dalam kehidupan kita,.ketika kita akan menghentikan terapi kita. Selama menit pertama atau kedua kita mungkin akan cemas dan takut tetapi beberapa waktu dan lebih sering kita berpikir kejadian kita akan menemukan bahwa itu tidak terlalu buruk dan kita akan mengatasi dengan pengalaman tanpa ketakutan. Kita bisa lihat perbedaan pada saat seseorang mengekspose kejadian dengan ingat kejadiannya itu sendiri ini sebuah kenyataan post traumatic sindrom disorder dan ini adalah tahap kontrol. Pada saat ekspose seseorang berusaha untuk mengingat kejadian yang sangat menyakitkan dan saat itu juga mulai berpikir bagaimana mengontrol diri, untuk menggantikan perasaan tidak bergaya yang ada di ingatan itu sendiri.

2. EMDR -- EYE MOVEMENT DESENSITIZATION RETRAINING
Banyak orang ketika mengingat kejadian traumatik, merasa dan berpikir itu akan terjadi lagi sebelum dia membuka mata. Mereka merasa sebagai sesuati yang akan berlangsung secara kontinu pada saat itu dan tidak mampu membebaskan diri dari kejadian tersebut. EMDR menggunakan gerakan mata untuk menolong orang dengan proses yang alami dan mekanisme relaksasi. Yang tersedia di otak manusia. Klien diminta untuk memikirkan sebuah gambar, emosi atau berpikir rileks untuk meringankan trauma.

3. MEDICAL TREATMENT
Obat yang diberika biasanya sesuai dengan keluhan pasien seperti : untuk depresi, kecemasana dan gangguan tidur.


.
4. GROUP THERAPY
Group therapy merupakan terapi untuk memberi support dan dukungan untuk orang dimana mengalami pengalaman yang sama. Kita terkadang merasa dan berpikir bahwa masyarakat tidak mampu mengerti apa yang sedang mereka alami. Sehingga dengan berkumpul bersama dengan orang lain yang mempunyai pengalaman yang sama akan merasakan situasi yang lebih nyaman. Dan tidak merasa sepi sendiri yang dialami oleh beberapa orang tersebut. Karena ada group yang secara langsung dapat mengatasi trauma. Dalam group ini setiap orang akan cerita tentang peristiwa yang mereka alami atau mungkin dalam group akan berfokus pada support dan jalan untuk mereka dapat beradaptasi dengan trauma.

5. STRESS MANAGEMENT TECHNIQUES
Trauma yang hebat akan akan menganggu tugas perkembangan pada anak dan remaja, akan mengalami gangguan tentang mengurangi kesakitan terlihat biasanya mereka sangat marah, melihat dunia sebagai tempat yang aman dan kurang dapat mempercayai orang lain, ini akan membuat anak paranoid, menata pikiran dan mengambil keputusan yang dapat berakibat psikosis dan menghindari eksploitasi, ditunjukan dengan perilaku sabotase pada diri sendiri.
Dengan menggunakan manajemen stress diharapkan gejala yang ada akan berkuarang misalnya dengan relaksasi atau dengan membuat emaginasi tentang sesuatu yang indah dengan menggambar atau bercerita anak akan mampu menyadari bahwa ada stress yang harus di atasi.

F. EVALUASI.
Kemampuan klien kita dalam mengatsi masalah sehingga mampu menjalani hidup secara normal adalah tujuan yang dapat dicapai dan dievaluasi.


Oleh:
Meidiana Dwidiyanti SKp, MSc.



More about → trauma pada anak

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA BERENCANA

Posted by Anonymous

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA BERENCANA

Dalam keluarga berencana peran perawat adalah membantu pasangan untuk memilih metoda kontrasepsi yang tepat untuk digunakan sesuai dengan kondisi, kecendrungan, sosial budaya dan kepercayaan yang dianut oleh pasangan tersebiut, oleh karena itu proses keperawatan lebih diarahkan kepada membantu pasangan memilih metode kontrasepsi itu sendiri.


Kegagalan penggunaan metode kontrasespsi terjadi disebabkan karena kurangnya pengetahuan wanita tersebut terhadap alat kontrasespsi itu sendiri sehingga memberikan pengaruh terhadap kondisi fisiologis, psikologis, kehidupan sosila dan budaya terhadap kehamilan tersebut.. maka disinilah letak peran perawat untuk memberikan pengetahuan yang tepat, sehingga hal diatas tidak terjadi.

Pengkajian
Karena masalah kontrasepsi merupakan suatu hal yang sensitif bagi wanita, maka dalam mengkaji hal ini perawat harus sangat memperhatikan privasi klien. Rendahkan suara ketika mengkaji untuk menigkatkan rasa nyaman klien dan pertahankan rasa percaya diri yang tinggi klien.
Selain pengkajian umum( Identitas klien, Riwayat kesehatan, Riwayat obstetri, PF), pengkajian khusus yang perlu kita lakukan untuk memenuhi peran sebagai edukator dalam pemilihan metode kontrasepsi yang tepat adalah :

1. Pengetahuan klien tentang macam-macam metoda kontrasepsi
Pengkajian ini dilakukan dengan menanyakan kapan wanita tersebut berencana untuk memiliki anak. Kemudian tanyakan metoda apa yang sedang direncanakan akan dipakai oleh klien. Bila klien menyatakan satu jenismetoda perawat dapat menanyakan alas an penggunaan metoda tersebut.pertanyaan-pertanyaan ini akan mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi klien terkait dengan kontrasepsi yang digunakannya.

2. Pengetahuan tentang teknik penggunaan metoda kontrasepsi
Dalam melaksanakan perannya sebagai educator perawat harus dapaat menetukan tingkat pengetahuan klien tentang teknik penggunaan kontrasepsi. Misalnya tanyakan tentang bagaimana klien tersebut memakai dafragma, kapan dan dimana spermisida dioleskan atau berapa kali dalam sehari klien tersebut harus mengkonsumsi pil KBm dengan menggali tingkat pengetahuan klien ni perawat dapat menentukan bila ada kesalahan persepsi dalam penggunaan yang akan menyebabkan tidak efektifnya alat kontrasepsi yang dipakai dan akan menyebabkan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan.

3. Kenyamanan klien terhadap metoda kontrasepsi klien terhadap metoda kontrasepsi yang sedanga dipakai
Dalam mengkaji kenyamanan klien, dengarkan keluhan-keluhan klien terhadap efek samping dari kontrasepsi yang digunakannya. Dengarkan juga pernyataan klien tentang kenyamanannya menggunakan metoda kontrasepsi bulanan seperti suntik hormone dari pada pil keluarga berencana yang harus di konsumsi setiap hari. Keefektifan suatu metoda meningkat seiring dengan peningkatan kenyamanan klien dalam menggunakan metoda tersebut.

4. Faktor-faktor pendukung penggunaan metode yang tepat
Jika klien berencana untuk mengganti metoda kontrasepsi diskusikan tentang pilihan-pilihan yang cocok untuk digunakan. Kaji factor-faktor yang dapat membantu pemilihan metode terbaik seperti riwayat kesehatan dahulu klien yang merupakan kontraindikasi dari metoda kontrasepsi, riwayat obstetric, budaya dan kepercayaan serta keinginan untuk mencegah kehamilan.

Adapun kontraindikasi penggunaan metoda kontrasepsi yang berkaitan dengan riwayat kesehatan adalah:
a. Kontrasepsi oral
1. Pil keluarga berencana terpadu
Riwayat TBC, kejang, kanker payudara, benjolan payu dara, telat haid, hamil, pendarahan abnormal, hepatitis, penyakit jantung, tromboplebitis.
Untuk wanita perokok, usia lebih dari 35th, pengidap DM, epilepsy, dan penderita hipertensi tidak dianjurkan menggunakan pil keluarga berencana.
2. Mini Pil
Mini pil ini sebaiknya tidak digunakan pada wanita yang harus menghindari segala jenis metoda hormonal, atau yang mejalani pengobatan kejang

b. Kontrasepsi Hormonal
1. Hormone Implant
Kanker/benjolan keras di payudara, terlambat haid, hamil, perdarahan yang tidak diketahui penyebabnya, penyakit jantung dan keinginan untuk hamil kurang dari lima tahun.
2. Hormone Injeksi
Suntikan terpadu tidak boleh diberikan pada wanita dalam masa menyusui.

c. Kontrasepsi Mekanik
1. Diafragma dan kap servik
Diafragma dan kap servik tidak dipakai pada wanita dengan riwayat alergi lateks dan riwayat toksik shock syndrome.
2. IUD
Hamil atau kemungkinan hamil, resiko itnggi terkena penyajit yang menular lewat hubungan seks, riwayat infeksi alat reproduksi, infeksi sesudah persalinan/ aborsi, kehamilan ektopik, metroragia dismenorhea, anemia dan belum pernah hamil, mola.

d. Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi ini tidak ada kontraindikasinya, karena sifatnya permanen. Digunakan bagi pasangan yang sudah tidak ingin atau sudah tidak memungkinkan untuk mempunyai anak

Analisa Data
Kurang pengetahuan tentang keluarga berencana merupakan penyebab tersering dari gangguan fisik, psikologis dan social dalam kaitannya dengan kehamilan yang tidak direncanakan.

Diagnosa yang mungkin berdasarkan pengkajian dan data adalah Resiko Perubahan Pemeliharaan Kesehatan b.d Kurang Pengetahuan Terhadap Pemilihan dan Ketersediaan Metoda Kontrasepsi.

Sedangkan diagnosa keperawatan lain yang dapat timbul yaitu:
1. Resiko konflik pengambilan keputusan b.d alternatif kontrasepsi
2. Rasa takut b.d efek samping kontrasepsi
3. Resiko tinggi infeksi b.d kondisi aktif secara seksual dan penggunaan metoda kontrasepsi
4. Resiko tinggi perubahan pola seksualitas b.d takut hamil
5. Nyeri b.d pemulihan pascaoperasi sterilisasi
6. Resiko tinggi infeksi b.d kerusakan membran mukosa akibat operasi, pemasangan spiral, hormone implant
7. Distress spiritual b.d ketidakcocokan keyakinan agama atau budaya dengan metoda kontrasepsi yang dipilih








Rencana Intervensi
Diagnosa : Resiko Perubahan Pemeliharaan Kesehatan b.d Kurang Pengetahuan Terhadap Pemilihan dan Ketersediaan Metoda Kontrasepsi.

Kriteria hasil
Setelah dilakukan intervensi, pasangan akan :
1. Menjabarkan dengan benar tentang cara penggunaan metoda kontrasepsi yang dipilih dan pemecahan masalahnya.
2. Dapat menjelaskan tentang efek samping dan komplikasi dari metoda kontrasepsi yang dipilih.
3. Melaporkan adanya kepuasan terhadap metoda kontrasepsi yang dipilih.
4. Menggambarkan metoda lain yang dapat dipakai dan memilih salah satu dari metoda tersebut bila pasangan inggin mengganti metod kontrasepsi.



More about → ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA BERENCANA

ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PERIODE ANTENATAL

Posted by Anonymous

1. Pengertian
Antenatal Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan Janin

2. Tujuan
Secara khusus pengawasan antenatal care bertujuan :
o Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan, saat persalinan dan kala nifas
o Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil,persalinan dan kala nifas
o Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan,persalinan, kala nifas, laktasi dan aspek keluarga berencana
o Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal
3. Jadwal pemeriksaan antenatal
1. Pemeriksaan pertama
Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid
1. Pemeriksaan Ulang
o Setiap bulan sampai umur kehamilan 6sampai 7 minggu
o Setiap dua minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan
o Setiap satu minggu sejak umur hamil 8 bulan sampai terjadi persalinan
3. Untuk Ibu Hamil Jadwal Antenatal care :
i. Trimester I dan II
 Setiap Bulan sekali
 Diambil data tentang laboratorium
 Pemeriksaan ultrasonografi
 Nasehat diet tentang menu seimbang
 Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan , komplikasi kehamilan
 Rencana untuk pengobatan penyakitnya, menghindari terjadinya komplikasi kehamilan,dan Imunisasi tetanus Toksoid I
i. Trimester III
o Setiap dua minggu sekali sampai ada tanda kelahiran
o Evaluasi data laboratorium untuk melihat hasil pengobatan
o Diet menu seimbang
o Pemeriksaan ultrasonografi
o Imunisasi tetanus toksoid II
o Observasi adanya penyakit yang dapat mempengaruhi kehamilan , komplikasi kehamilan
o Rencana untuk pengobatan
o Nasehat tentang tanda2 inpartu,kemana harus datang untuk melahirkan.
Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada Kehamilan
o Kecemasan berhubungan dengan perubahan anatomi dan fisik yang menyertai kehamilan
o Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penatalaksanaan antenatal care
o Risiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan fisiologis kehamilan
o Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan pergeseran diafragma karena pembesaran uterus
o Perubahan eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus,peningkatan tekanan abdomen
o Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan perasaan takut karena kehamilan.
Tanda-tanda kehamilan
1. Tanda-tanda dugaan hamil :
 Amenorea
 Mual dan muntah
 Ngidam
 Sinkope
 Payudara tegang
 Sering miksi
 Konstipasi atau obstipasi
 Pigmentasi kulit
 Epulis(hipertropi gusi pada kehamilan)
 Varices
2. Tanda tidak pasti kehamilan
• Rahim membesar sesuai dengan tuanya kehamilan
• Pada pemeriksaan dijumpai : Tanda hegar,Chadwicks,piscaseck,kontraksi Braxton hicks,teraba ballottement.
• Pemeriksaan tes biologis kehamilan positif.
3. Tanda pasti kehamilan
• Gerakan janin dalam rahim : terlihat/teraba gerakan janin,teraba bagian2 janin.
• Denyut Jantung Hamil : didengar dengan stetoskop laenec,USG,Rontgen , dll.
Fisiologi kehamilan
Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan dan terdiri dari :
• Ovulasi pelepasan ovum
• Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
• Terjadi konsepsi + pertumbuhan zigot
• Terjadi Nidasi ( implantasi ) pada uterus
• Pembentukan plasenta
• Tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
Konsep pemeriksaan obstetric
Keluhan yang menyebabkan kedatangan pasien ke pusat kesehatan :
1. Berkaitan dengan kehamilan yaitu komplikasi hamil muda,perdarahan,gestosis,pecahnya ketuban, inpartu
2. penyakit yang menyertai kehamilan
Berdasar kan keluhan utama belum dapat diambil sikap. Perlu dikembangkan lebih luas untuk membuat status menyeluruh melalui anamnese dan pemeriksaan fisik.


Konsep pemeriksaan dan pengawasan antenatal
1.
1. Anamnese : data bilogis, keluhan hamil, fisiologis, patologis ( abnormal )
2. Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan fisik khusus yang meliputi : obstetric,pemeriksaan dalam/rectal, pemeriksaan ultrasonografi
3. Pemeriksaan psikologis : kejiwaan dalam menghadapi kehamilan
4. Pemeriksaan laboratorium : laboratorium rutin : darah lengkap,urine lengkap,tes kehamilan ; Laboratorium khusus : pemeriksaan TORCH,Serologis,Fungsi hati dan Ginjal,Protein darah,Golongan darah,Faktor RH,Air ketuban,Infeksi hepatitis B ibu/bayi,Estriol dalam urin,Infeksi AIDS
5. Diagnosis Kehamilan
• Kehamilan Normal : tanpa keluhan, hasil pemeriksaan laboratorium baik
• Kehamilan dengan Risiko : tinggi/sangat tinggi, yang meragukan, rendah
• Kehamilan disertai penyakit Ibu yang mempengaruhi janin
• Kehamilan disertai komplikasi
• Kehamilan dengan nilai nutrisi kurang
• Diagnosis diferensial : amenorea sekunder,pseodocyesis,tumor ginekologis
6. Penatalaksanaan lebih lanjut :
• pengobatan penyakit yang menyertai hamil
• pengobatan penyulit kehamilan
• menjadwalkan pemberian vaksinasi
• memberikan preparat penunjang kesehatan : Vitamin dan tambahan preparat Fe
• menjadwalkan pemeriksaan ulang
7. Pemeriksaan Hamil
Pemeriksaan pertama kehamilan diharapkan dapat menetapkan data dasar yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim dan kesehatan Ibu sampai persalinan.
Dalam menggali berbagai aspek kehamilannya dilakukan :
• anamnese
• pemeriksaan fisik umum
• pemeriksaan khusus obstetri
• pemeriksaan laboratorium
• pemeriksaan laboratorium khusus yaitu pemeriksaan reaksi serologis, pemeriksaan faktor Rh, hepatitis dan AIDS.
Pada kehamilan muda dilakukan pemeriksaan dalam untuk menentukan besarnya rahim dan pemeriksaan spekulum untuk menilai keadaan serviks,vagina dan sekitarnya dan pemeriksaan sitologi. Setelah pemeriksaan dilakukan dapat ditetapkan kehamilan yang dihadapi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan ibu. Kepada suami istri dapat dinasehati untuk hidup sehat dan harmonis, tentang makanan yang diperlukan bagi kehamilan dan jadwal untuk pemeriksaan ulang.
Pada pemeriksaan ulang perlu diperhatikan agar puting susu sejak dini mendapat pemeliharaan yang baik. Puting susu yang belum menonjol ditarik keluar setiap saat dan dimasase dengan minyak. Puting susu yang masuk perlu dilakukan tindakan operasi. Tindakan ringan adalah menarik puting susu dengan mempergunakan pompa susu.



More about → ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PERIODE ANTENATAL

ASUHAN KEPERAWATAM EKSTRAKSI VAKUM

Posted by Anonymous

Pengertian
Ekstraksi vakum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi pada bayi. Oleh karena itu, kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekspresikan bayinya, merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama
Tarikan pada kulit kepala bayi dilakukan dengan membuat cengkeraman yang dihasilkan dari aplikasi tekanan negatif (vakum). Mangkuk logam atau silastik akan memegang kulit kepala yang akibat tekanan vakum , menjadi kaput artifisial. Mangkuk dihubungkan dengan tuas penarik (yang dipegang oleh penolong persalinan), melalui seutas rantai. Ada tiga gaya yang bekerja pada prosedur ini, yaitu tekanan intrauterin (oleh kontraksi) tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan) dan gaya tarik (ekstraksi vakum)
Indikasi
Kala II lama dengan presentasi belakang kepala/vertek
Kontraindikasi
Malpresentasi (dahi, puncak kepala, muka, bokong)
Panggul sempit (disproporsi kepala panggul)
Syarat khusus
• Pembukaan lengkap atau hampir lengkap.
• Presentasi kepala
• Cukup bulan (tak prematur)
• Tak ada kesempitan panggul
• Anak hidup dan tidak gawat janin
• Penurunan H III/III + (Puskesmas H IV/dasar panggul)
• Kontraksi baik
• Ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan



More about → ASUHAN KEPERAWATAM EKSTRAKSI VAKUM

ASKEP KB Kelompok A'4

Posted by Anonymous

FAMILY PLANNING
( KELUARGA BERENCANA )

DEFENISI
Keluarga berencana merupakan suatu perencanaan tentang waktu yang tepat untuk memiliki anak. Di dalam keluarga berencana terdapat teknik kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan sebagai upaya untuk mengatur kehamilan.

Jika pasangan yang sudah menikah memiliki kesuburan baik, 90% pasangan wanita akan hamil dalam satu tahun bila mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi (Gunningham, et al., 1997). Oleh karena itu untuk pengaturan waktu kehamilan, tidak terlepas dari peran alat kontrasepsi. Kehamilan tak terencana dapat menyebabkan gangguan mayor di dalam kehidupan seorang wanita yang berdampak pada kesehatan ibu dan neonatus.

PERAN PERAWAT DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA
Peran perawat dalam program keluarga berencana adalah sebagai konselor dan edukator. Untuk melaksanakan ini perawat harus memiliki informasi terbaru dan akurat tentang metode kontrasepsi. Hampir sebagian dari kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi namun salah dan tidak konsisten dalam penggunaannya. Hal ini dapat dicegah bila wanita memiliki pendidikan yang adekuat terhadap metoda kontrasepsi yang mereka pilih. Maka perawat memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan tentang teknik kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan, cara penggunaan yang tepat, dan fokus konselingnya haruslah pada kebutuhan dan kenyamanan pasangan yang akan menggunakan alat kontrasepsi.

PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI
Metode kontrasepsi sempurna belum dapat diciptakan oleh manusia. Setiap metoda kontrasepsi memiliki keuntungan dan kerugian masing- masing. Terkadang seorang wanita mencoba berbagai macam alat kontrasepsi sebelum menemukan metoda kontrasepsi yang cocok dan memuaskan.
Perawat perlu memberikan pertimbangan-pertimbangan yang membantu seorang wanita memilih metoda yang paling memenuhi kebutuhan mereka. Pertimbangan-pertimbangan tersebut antara lain:

1.Keamanan
Keamanan metode kontrasepsi merupakan pertimbangan utama dalam penggunaanya. Status kesehatan yang berbeda beda terkadang menyebabkan beberapa alat kontrasepsi tidak aman digunakan. Contohnya oral kontrasepsi tidak dianjurkan pada wanita dengan tromboplebitis atau stroke karena hormon yang dikandungnya dapat meningkatkan resiko keparahan penyakit tersebut dan diafragma (cap servix) tidak aman digunakan pada wanita dengan riwayat toxic shock syndome.

2.Perlindungan terhadap penyakit menular seksual
Tidak ada kontrasepsi yang 100% efektif mencegah Penyakit Menular Seksual. Resiko paparan terhadap Penyakit Menular Seksual harus dipertimbangkan dalam memberikan konseling tentang pilihan alat kontrasepsi. Kondom pria memberikan perlindungan yang baik terhadap penularan Penyakit Menular Seksual. Kondom ini harus dupakai jika salah satu pasangan mengidap Penyakit Menular Seksual meskipun pasangan tersebut telah menggunakan alat kontrasepsi lain.

3.Efektifitas
Efektifitas suatu alat kontrasepsi ditentukan oleh keberhasilan atau kegagalan alat kontrasepsi tersebut melindungi seseorang wanita dari kehamilan. Metoda sterilisasi dianggap yang paling efektif namun tidak dapat digunakan pada pasangan yang ingin anak lagi dikemudian hari. IUD juga merupakan metoda yang efektif tapi terkadang tidak menjadi pilihan karena efek samping atau kepercayaan yang dianut oleh pasangan.

4.Pilihan pribadi dan kecendrungan
Pilihan pribadi dan kecendrungan juga merupakan hal penting dalam memilih metode kontraseps. Jika seorang wanita berasumsi bahwa kontrasepsi yang dipilih terlalu sulit digunakan, menghabiskan banyak waktu atau terlalu banyak aturan akan menurunkan motifasi dan kekonsistenan pasangan tersebut untuk menggunakannya. Pendidikan yang diterima tentang metode kontrasepsi akan mempengaruhi persepsi pasangan terhadap kontrasepsi.

5.Education needed
Beberapa metoda kontrasepsi tidak membutuhkan pendidikan khusus, seperti kondom. Namun ada beberapa metode yang membutuhkan informasi lengkap agar metode tersebut menjadi efektif.

6.Efek samping
Efek samping penggunaan metoda kontrasepsi harus dijabarkan dengan lengkap kepada pasangan. Jika pasangan sudah mengetahui efek sampingnya lalu kemudian tetap memilih kontrasepsi tersebut, mereka akan lebih dapat bertoleransi pada efek samping yang ditimbulkan daripada pasangan yang tidak mengetahui efek samping sama sekali.

7.Pengaruh pada kepuasan seksual
Metode coitus related contraceptive, seperti spermisida dan metoda barrier, harus digunakan sebelum berhubungan seksual. Hal ini dapat menurunkan kepuasan seksual dan meningkatkan resiko penurunan minat terhadap metoda tersebut.

8.Ketersediaan
Kondom dan spermisida dapat diperoleh tanpa resep dokter. Pasangan dapat memiliki bahan ini tanpa harus berkonsultasi terlebih dahulu. Hal ini penting dipertimbangkan pada pasangan yang tidak dapat terbuka pada tenaga kesehatan tentang aktivitas seksual.

9.Biaya
Pada pasangan berpenghasilan rendah, faktor biaya menjadi hal penting dalam pemilihan metoda kontrasepsi. Pasangan tersebut mungkin akan lebih suka memilih menggunakan kondom daripada metoda sterilisasi yang relatif lebih mahal.

10.Agama dan kepercayaan
Agama dan kepercayaan akan mempengaruhi pilihan. Penganut katolik roma tidak memperkenankan metoda kontrasepsi apapun selain metoda alamiah.

11.Budaya
Budaya juga mempengaruhi pemilihan metoda kontrasepsi. Keturunan afrika-amerika banyak memilih sterilisasi pada wanita daripada sterilisasi pria, sedangkan pria latin tidak berminat tehadap penggunaan kondom dan menganut kebudayaan memiliki banyak keturunan.
Pada beberapa daerah, kontrasepsi tidak akan pernah digunakan sampai pasangan tersebut berhasil memperoleh anak laki-laki.

12.Informed consent
Beberapa meroda kontrasepsi memiliki efek yang berbahaya. Oleh karena itu, informed consent perlu disertakan untuk menyatakan bahwa pasangan mengerti resiko dan keuntungan dari metoda yang mereka pilih sehingga dapat menjadi aspek legal perawat.

METODA KONTRASEPSI
a.Tujuan penggunaan kontrasepsi
Dalam keluarga berencana, penggunaan metoda kontrasepsi menjadi sangat penting dengan tujuan :

1.Menunda kehamilan. Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun dianjurkan menunda kehamilannya karena alat reproduksi wanita belum berkembang dengan baik dan belum siap untuk memulai proses kelahiran.
Alasan menunda kehamilan adalah:
a.Usia dibawah 20 tahun adalah usia resiko tinggi kehamilan karena kematangan alat reproduksi belum sempurna
b.Prioritas penggunaan pil karena akseptor masih muda
c.Penggunaan kondom kurang menguntungkan karena pasangan muda sering melakukan hubungan seksual ( frekuensi tinggi ) sehingga akan mempunyai angka kegagalan yang tinggi
d.Penggunaan AKDR dapat digunakan karena efektif dan bersifat sementara sehingga apabila pasangan siap memiliki anak, AKDR tersebut dapat dilepas

Ciri-ciri kontrasepsi yang diperlukan adalah :
a.Reversibility yang tinggi karena akseptor belum mempunyai anak
b.Efektifitas reatif tinggi, penting karea dapat menyebabkan kehamilan beresiko tinggi
Kontrasepsi yang sesuai yaitu : Pil, AKDR, Metoda alamiah.


2.Menjarangkan kehamilan
Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah masa yang paling baik untuk melahirkan 2 orang anak dengan jarak kehamilan 3-4 tahun.
Alasan-alasan penjarangan kehamilan adalah :
a. Usia 20-30 tahun merupakan usia emas untuk mengandung dan melahirkan
b. Segera setelah anak lahir, dianjurkan menggunakan akdr sbg pilihan utama
c. Kegagalan yg mybbkn kehamilan cukup tinggi namun tdk/krg berbahaya karena akseptor berada pada usia yang baik untuk melahirkan
Kontrasepsi yang digunakan sebaiknya harus memiliki kriteria berikut :
a. Reversibility cukup tinggi
b. Efektifitas cukup tinggi
c. Dapat dipakai 3-4 tahun
d. Tidak menghambat produksi asi
Kotrasepsi yang dianjurkan untuk pasangan adalah AKDR, Pil, Suntik, Metoda alamiah, dan susuk ( hormone implant ).


3.Meniadakan kehamilan ( mengakhiri kesuburan )
Saat usia istri di atas 30 tahun, dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak karena usia tersebut memasuki usia rentan dan komplikasi kehamilan tinggi.
Kontrasepsi yang digunakan harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Efektivitas sangat tinggi karena kegagalan dapat menyebabkan kehamilan resiko tinggi terhadap ibu dan anak
b. Reversibilitas rendah
c. Dapat dipakai untuk jangka panjang
d. Tidak menambah kelainan yang sudah ada

Anjuran kontrasepsi yang dipakai adalah kontap (tubektomi/vasektomi), susuk, AKDR, suntikan, dan metoda alamiah.

JENIS-JENIS METODA KONTRASEPSI
Beberapa jenis metoda kontrasepsi yang dapat dipakai adalah
1.Metoda biologi/alamiah
2.Metoda kimiawi
3.Metoda mekanik
4.Metoda pembedahan

1.Metoda biologis/alamiah
a. Metode Amenorea Laktasi (MAL):
•Metode amenorea laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yg mengandalkan pemberian air susu ibu (ASI)
•MAL sebagai kontrasepsi bila :
-Menyususi secara penuh (full breast feeding)
-Belum haid
-Umur bayi kurang dari 6 bulan
•Efektif sampai 6 bulan
•Harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya

Cara Kerja Penundaan/penekanan ovulasi
Keuntungan kontrasepsi:
•Efektivitas tinggi (keberhasilan 98 % pada enam bulan I pasca persalinan)
•Segera efektif
•Tidak mengganggu senggama
•Tidak ada efek samping sistemik
•Tidak perlu pengawasan medik
•Tidak perlu obat atau alat
•Tanpa biaya
Keuntungan nonkontrasepsi:
1.Untuk Bayi
•Mendaptkan kekebalan pasif (mdapatkan antibodi perlindunagn lewat ASI)
•Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna utk tumbang bayi yg optimal
•Terhindar dari keterpaparan thdp kontamiasi dari air, susu lain atau formula, atau alat minum yang dipakai
2.Untuk Ibu
•Mengurangi perdarahan pascapersalinan
•Mengurangi resiko anemia
•Meningkatkan hubungan psikologik ibu dan bayi

Keterbatasan
•Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalm 30 menit pascapersalinan
•Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial
•Efektivitas tinggi8 hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan
•Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV DAN HIV/AIDS

Yang Dapat Menggunakan MAL
Ibu yang menyusui secara eksusif, bayinya berumur kurang dari 6 bulan dan belum mendapat haid setelah melahirkan.

Yang Seharusnya Tidak Pakai MAL
•Sudah mendapat haid sesudah bersalin
•Tidak menyusui secara ekslusif
•Bayinya sudah berumur lebih dari 6 bulan
•Bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam

Instruksi Kepada Klien ( Hal Yang Harus Disampaikan Kepada Klien)
•Seberapa sering harus menyusui ?
Bayi disusui secara on demand (menurut kebutuhan bayi). Biarkan bayi menyelesaikan menghisap dari satu payudara sebelum memberikan payudara lain, supaya bayi mendapat cukup banyak susu akhir (hind milk). Bayi hanya membutuhkan sedikit ASI dari payudara berikut atau sama sekali tidak memerlukan lagi. Ibu dapat memulai dengan memberikan payudara lain pada waktu menyusui berikutnya sehingga kedua payudara memproduksi banyak susu.
•Biarkan bayi menghisap sampai dia sendiri yang melepaskan hisapannya
•Susui bayi ibu juga pada malam hari karena menyusui pada waktu malam hari membantu mempertahankan kecukupan persediaan ASI
•Bayi terus disusukan walau ibu/bayi sedang sakit
•ASI dapat disimpan dalam lemari pendimgin
•Kapan mulai memberikan makanan padat sebagai pendamping ASI?
Selama bayi tumbuh dan berkembang dengan baik serta kenaikan berat badan cukup, bayi tidak memerlukan makanan selain ASI sampai dengan umur 6 bulan.
•Apabila Ibu menggantikan ASI dengan minuman atau makanan lain, bayi akan menghisap kurang sering dan akibatnya menyusui tidak lagi efektif sebagai metode kontrasepsi
•Haid
Ketika ibu mulai dapat haid lagi, itu pertanda ibu sudah subur kembali dan harus segera mulai metode KB lainnya.
•Untuk kontrasepsi dan kesehatan
-Anda memerlukan metode kontrasepsi lain ketika anda mulai dapat haid lagi, jika Anda tidak lagi menyusui secar ekslusif atau bila bayi Anda sudah berumur 6 bulan.
-Konsultasi dengan bidan/dokter atau klinik/Puskesmas sebelum Anda mulai memakai metode kontrasepsi lainnya.
-Jika suami/pasangan Anda beresiko tinggi terpapar IMS, AIDS harus pakai ketika pakai MAL.
•Apa yg hrs dilakukan jk Anda menyusui tdk secara ekslusif/berhenti menyusui ?
-Anda perlu kondom atau metode kontrasepsi lain ketik anda tidak meyusui lagi secara ekslusif
-Ke klinik KB untuk membantu memilihkan atau memberikan metode kontrasepsi lain yang sesuai

Beberapa Catatan dari Konsensus Bellagio (1988) Untuk Keefektifan 98%
•Ibu harus menyusui secara penuh atau hampir penuh (hanya sekali diberi 1-2 teguik air/minuman pada upacara adat/agama.
•Perdarahan sebelum 56 hari pascapersalinan dapat diabaikan (belum dianggap haid)
•Bayi menghisap secara langsung
•Menyusui dimulai dari setengah sampai satu jam setelah baby lahir
•Kolostrum diberikan nkepada bayi
•Pola menyusui on demand dan dari kedua payudara
•Sering menyusui selam 24 jam termasuk malam hari
•Hindari jarak menyusui lebih dari 6 jam.
Setelah bayi berumur 6 bulan, kembalinya kesuburan mungkin didahului haid, tetapi dapat juga tanpa didahuilui haid.Efek ketidaksuburan karena menyusui sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek:
•Cara menyusui
•Seringanya menyusui
•Lamanya setipa kali menyusui
•Kesungguhan menyusui

b. Metode Keluarga Berencana Alamiah (KBA)
Profil
•Ibu harus belajar mengetahui kapan masa suburnya berlangsung
•Efektif dipakai bila tertib
•Tidak ada efek samping

Pasangan secara sukarela menghindari senggama pada masa subur ibu (ketika ibu tersebut dapat menjadi hamil), atau senggama pada masa subur untuk mencapai kehamilan. Metode keluarga berencan alamiah berdasarkan kesadaran penuh dari siklus reproduksi Ibu tersebut.

Cara Kerja
Metode Lendir Servik atau lebih dikenala sebagai Metode Ovulasi Billings/MOB atau metode dua hari mukosa serviks dan Metode Simtomtermal adalah yang paling efektif. Cara yang kurang efektif misalnya Sistem Kalender atau Pantang Berkala dan metode Suhu Basal yang sudah tidak diajarkan lagi oleh pengajar KBA.

Mekanisme Kerja
1.Untuk Kontrasepsi
Senggama dihindari pada masa subur yaitu pada fase siklus menstruasi dimana kemungkinan terjadi konsepsi/kehamilan

2.Untuk Konsepsi/mencapai kehamilan
Senggam direncanakan pada masa subur yaitu dekat dengan pertengahan siklus (biasanya pada hari ke 10-15), atau terdapat tanda-tanda adanya kesuburan ketika kemungkinan besar terjadinya konsepsi.

Manfaat
1.Kontrasepsi
• Dapat digunakan untuk menghindari atau mencapai kehamilan
• Tidak ada resiko kesehatan yang berhubungan dengan kontrasepsi
• Tidak ada efek samping sistemik
• Murah atau tanpa biaya
2.Nonkontrasepsi
• Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana
• Menambah pengetahuan tentang sistem reproduksi oleh suami dan istri
• Memungkinkan mengeratkan relasi/hubungan melaluim peningkatan komunikasi antara suami istri/pasangan

Keterbatsan
•Sebagai kontraseptif sedang (9-12 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama pemakaian)
•Keefektifan tergantung dari kemauan & disiplin pasangan mengikuti instruksi
•Perlua ada pelatihan sebagai persyaratan untuk menggunakan jenis KBA yang paling efektif secara benar
•Dibutuhkan pelatih/guru KBA (bukan tenaga medis)
•Pelatih/guru KBA hrs mampu membantu ibu mengenali masa subur, memotivasi pasangan utk menaati aturan jk ingin menghindari kehamilan & meyediakan alat bantu jika diperlukan, msl buku catatan khusus, termometer,(oral/suhu basal)
•Perlu pantang selama masa subur untuk menghindari kehamilan
•Perlu pencatatan setiap hari
•Infeksi vagina membuat lendir servik sulit dinilai
•Termometer basal diperluikan untuk metode tertentu
•Tidak terlindung dari IMS termasuk HBV (VIRUS HAPETITIS b) & HIV/AIDS

Yang Dapat Menggunakan KB
1.Untuk Kontrasepsi
•Semua perempuan semasa reproduksi, baik siklus haid teratur maupun tidak teratur, tidak haid kerana menyusui atau premenopause
•Semua perempuan dengan paritas berapapun termasuk mulipara
•Perempuan kurus atau gemuk
•Perempuan yang merokok
•Perempua dengan alasan kesehatan tertentu a.l hipertensi sedang, varises, dismenore, sakit kepala sedang atau hebat, mioma uteri, endometritis, dll
•Pasangan dengan alasan agama / filosofi utk tdk menggunnakan metode lain
•Perempuan yang tidak dapat menggunakan metode lain
•Pasangan yang ingin pantang senggama lebih dari seminggu pada setiap siklus haid
•Pasangan yang ingin dan termotivasi untuk mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan
2.Untuk Konsepsi
•Pasangan yang ingin mencapai kehamilan, senggama dilakukan pada masa subur untuk mencapai kehamilan

Definisi
Hari-hari kering : Setelah darah haid bersih , kebanyakan ibu mempunyai 1- beberasp hari tidak terlihat adanya lendir dan daerah vagina terasa kering
Hari-hari Subur : Ketika terobservasi adanay lendir sebelum ovulasi. Ibu dianggap subur, ketika terlihat adanya lendir, walaupun jenis lendir yang kental dan lengkap. Lendir subur yang basah dan licin mungkin sudah ada di serviks dan hari subur sudah mulai.
Hari Puncak : Adalah hari terakhir adanya lendir licin, mulur dan ada perasaan basah

Contoh Kode Yang Dipakai Untuk Mencatat Kesuburan
Pakai tanda * atau merah untuk menandakan perdarahan (haid)
Pakai huruf K atau hijau untuk menandakan perasaan kering
Gambar suatu tanda (L) atau biarkan kosong untuk memperlihatkan lendir subur yang basah, jernih, licin dan mulur
Pakai huruf L atau warna kuning untuk memperlihatkan lendir tak subur yang kental, putih, keruh dan lengket.
Untuk Kontrasepsi/Menghindari Kehamilan
• Lendir mungkin berubah pada hari yang sama, periksa lendir setiap kali ke belakang dan sebelum tidur, kecuali ada perasaan sangat basah waktu siang. Setiap malam sebelum tidur, tentukan tingkat yang paling subur (lihat kode diatas) dan beri tanda pada catatan ibu dengan kode yang sesuai
• Pantangan senggama utk paling sedikit satu siklus sehingga Ibu akan megenali hari-hari lendir, mengenali Pola Kesuburan & Pola Ketidaksuburan ibu dg bimbingan pelatih/guru KBA
• Hindari senggama pada waktu haid. Hari-hari ini tidak aman, pada siklus pendek. Ovulasi dapat terjadi pada harihari haid
• Pd hari kering setelah haid, aman utk bersenggama selang satu malam (aturan selang-seling). Ini akan menghindari Ibu bingung dg cairan sperma dan lendir
• Segera setelah ada lendir jenis apa juga atau perasaan basah muncul, hindari senggama atau kontak seksual. Hari-hari lendir, terutama hari-hari lendir subur adalah tdk aman. (Aturan awal atau “jk hari basah, Ibu akan memperoleh bayi”)
• Tandai hari terakhir dengan lendir jernih, licin, dan mulur dengan tanda X.Ini adalah hari puncak; ini adalah hari ovulasi dan adalah hari paling subur
• Setelah hari puncak, hindari senggama untuk 3 hari berikut siang dan malam. Hari-hari ini adalah tidak aman (Aturan Puncak). Mulai dari pagi hari keempat setelah kering, ini adalah hari-hari aman untuk bersenggama sampai hari haid berikutnya bila ingin menghindari kehamilan.
• Pada siklus yang tidak teratur seperti pascapersalinan atau premenopause maka perlu memperhatikan (Pola Dasar ke-Tidaksuburan ) dimana ada waktu 1-2 hari subur yang menyelingi diantara hari-hari tidak subur. Ibu harus mengamati perubahan ini dan bila PDTS sudah pulih kembali dan berlangsung minimal 3 hari berturut-turut tanpa perubahan maka senggama boleh dilakukan (Aturan Sabar Menunggu/Wait and See Rule)

Untuk Konsepsi/Mencapai Kehamilan
• Bersenggama pada setiap siklus pada hari-hari terdapat lendir yang teras mulur, basah dan licin

Suatu Contoh Catatan Suhu Basal Yang Lengkap
Ibu dapat mengenalai masa subur Ibu dengan mengukur suhu badan secara teliti dengan termometer khusus yang bisa mencatat perubahan suhu sampai 0,10 C untuk mendeteksi, bahkan suatu perubahan kecil , suhu tubuh anda.

Pakai Aturan Perubahan Suhu
• Ukur suhu Ibu pada waktu yang hampir sama setiap pagi (sebelum bangkit dari tempat tidur) dan catat suhu Ibu pd kartu yg disediakan oleh instruktur KBA Ibu.
• Pakai catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama siklus haid Ibu untuk mementukan suhu tertinggi dari suhu yang “normal, rendah”. Abaikan setiap suhu tinggi yang disebabkan oleh demem atau gangguan lain.
• Tari garis pada 0,05 – 0,1 0 C diatas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Ini dinamkan garis pelindung (cover line) atau garis suhu
• Masa tak subur bmulai pada sore seyelah hari ketiga berturut-turut suhu berada diatas garis pelindung tersebut (Aturan Perubahan Suhu)
Untuk Kontrasepsi
Pantang senggama mulai dari awal siklus haid sampai sore hari ketiga berturut-turut setelah suhu berada diatas garis pelindung (cover line). Masa pantang pada Aturan Perubahan Suhu lebih panjang dari pemakaina MOB
Catatan
• Jika salah satu dari 3 berada dibawah garis pelindung (cover line) selama perhitungan 3 hari, ini mungkin tanda bahwa ovulasi belum terjadi . Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat diatas garis pelindung sebelum memulai senggama
• Ketika mulai masa tak subur, tidak perlu untuk mencatat suhu basal Ibu. Ibu dapat berhenti mencatat sampai haid berikut mulai dan bersenggama sampai hari pertama haid berikutnya

Metode Simtomtermal
Ibu harus mendapat instruksi untuk Metode Serviks dan Suhu Basal. Ibu dapat menentukan masa subur Ibu dengan mengamati suhu tubuh dan lendir serviks.
• Setelah darah haid berhenti, Ibu dapat bersenggama pada malam hari pada hari kering dengan berselangsehari selama masa tak subur. Ini adalah Aturan Selang Hari Kering(Aturan Awal). Aturan yang sama dengan Metode Lendir Serviks.
• Masa subur mulai ketika ada perasaan basah atau munculnya lendir, ini adalah Aturan Awal. Aturan yang sama dengan Metode Lendir Serviks. berpantang bersenggama sampai masa subur berakhir
• Pantang bersenggama sampai Hari Puncak & Aturan perubahan Suhu tlh tjd
• Apabila aturan ini tidak mengidentifikasikan hari yang sama sebagai akhir masa subur, sllu ikuti aturan yg paling konsevatif, yaitu aturan yg mengidentifikasikan masa subur yg paling panjang.

Senggama Terputus ( Coitus Interruptus )
Defenisi
Senggama terputus adalah mengeluarkan penis dari vagina sebelum ejakulasi. Meskipun keefektifan metoda ini adalah 80%, tetapi metoda ini membutuhkan kontrol yang baik dari pria. Metoda ini mengurangi kepuasan pasangan. Meskipun ejakulasi terjadi di luar vagina, cairan pre ejakulasi terkadang juga mengandung sperma sehingga pembuahan tetap saja dapat terjadi.

Cara kerja: Penis dikeluarkan sebelum ejakulasi sehigga sperma tidak masuk ke dalam vagina dan kehamilan dapat dicegah.

Manfaat Kontrasepsi
1. Efektif bila digunakan dengan benar
2. Tidak mengganggu produksi asi
3. Dapat digunakan sebagai pendukung metoda keluarga berencana lainnya
4. Tidak ada efek samping & Dapat digunakan setiap waktu
5. Tidak membutuhkan biaya
Nonkontrasepsi
1. Meningkatkan keterlibatan suami dalam keluarga berencana
2. Untuk pasangan, memungkinkan hubungan yang lebih dekat dan pengertian yang sangat dalam
Keterbatasan
1. Efektivitas tergantung kesediaan pasangan melakukan senggama terputus
2. Efektivitas menurun bila sperma dalam 24 jam sejak ejakulasi melekat pada penis
3. Memutus kenikmatan dalam hubungan seksual

Peran Perawat
Perawat memberikan penjelasan sebagai berikut :
1. Tingkatkan kerjasama dan bangun saling pengerian sebelum melakukan hubungan seksual dan
2. Sebelum berhubungan, pria terlebih dahulu mengosongkan kandung kemih dan membersihkan ujung penis
3. Apabila pria merasa akan ejakulasi, segera tarik penis dari vagina. Pastikan pria tidak terlambat malakukannya
4. Tidak dianjurkan pada masa subur

3. Metoda mekanis
a.Kondom
Defenisi
Kondom merupakan selaput/selubung/sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet), plastik (vinil), atau bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis salama hubungan seksual. Kondom terbuat dari kareT sintetis yang tips, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau berbentuk putting susu. Kondom dibuat dlm berbagai variasi baik dari segi bentuk, warna, pelumas, ketebalan, maupun bahan pembuatnya. Kondom dapt digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain. Selain itu, kondom juga membantu mencegah penularan penyakit menular seksual, termasuk AIDS.

Cara kerja
Kondom menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara mengemas sperma di ujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga sperma tersebut tidak tercurah pada saluran reproduksi wanita. Selain itu, kondom juga mencegah penularan mikroorganisme dari satu pasangan ke pasangan lain.

Efektivitas
Kondom cukup efektif bila dipakai secara benar pada setiap kali berhubungan seksual. Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom menjadi tidak efektif karena tidak konsisten dalam pemakaian. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom yaitu 2-12 kehamilan per 100 perempuan per tahun.

Manfaat
•Efektif bila digunakan dengan benar
•Tidak mengganggu produksi ASI
•Tidak mengganggu kesehatan klien
•Tidak memiliki pengaruh sistemik
•Murah dan dapat dibeli secara umum
•Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
•Dapat digunakan sebagai metoda kontrasepsi sementara
Keterbatasan
•Efektifitas tidak terlalu tinggi
•Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
•Agak mengganggu hubungan seksual karena mengurangi sentuhan langsung
•Pada beberapa klien menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi
•Harus selalu tersedia setiap klai berhubungan seksual
•Beberapa klien malu untuk membeli kondom di tempat umum
•Pembuangan kondom bekas dapat menimbulkan masalah limbah

b.Spermisida
Defenisi
Spermisida adalah bahan kimia (biasanya non oksinol-9) yang digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma. Spermisida ini dikemas dalam bentuk aerosol (busa), tablet vaginal; suposituria; dissolvable film, dan krim.

Cara kerja
Spermisida ini menyebabkan sel membran sperma terpecah, memperlambat gerakan sperma, dan menurunkan kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Pilihan
•Aerosol (busa) efektif segera setelah insersi
•Busa spermisida dianjurkan apabila digunakan hanya sebagai metoda kontrasepsi
•Tablet vaginal, suposituria, dissolvable film penggunaannya disarankan menunggu 10-15 menit sesudah dimasukkan sebelum hubungan seksual
•Jenis spermisida jeli digunakan dengan diafragma

Manfaat
•Efektif seketika (busa dan krim)
•Tidak mengganggu produksi ASI dan mampu melindungi dari IMS
•Bisa digunakan sebagai pendukung metoda lain
•Tidak mengaggu kesehatan klien
•Tidak memiliki pengaruh sistemik
•Mudah digunakan
•Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual
•Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
Keterbatasan
•Efektivitas kurang
•Efektivitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mengikuti cara penggunaan
•Ketergantungan pengguna dengan memakai setiap melakukan hubungan seksual
•Pengguna harus menunggu 10-15 menit untuk tablet vaginal, suposituria, dissolvable film
•Efektivitas aplikasi hanya 1-2 jam

Seleksi klien pengguna spermisida
Spermisida
Sesuai untuk klien yang: Tidak sesuai untuk klien yang:
•Tidak menyukai metoda kontrasepsi hormonal seperti perokok atau usia di atas 35 tahun
•Tidak menyukai penggunaan AKDR
•Menyusui dan perlu kontrasepsi
•Memerlukan proteksi terhadap IMS
•Memerlukan metoda sederhana sambil menunggu metoda yang lain • Berdasarkan umur & mslh kesehatan mybbkn kehamilan dg resiko tinggi
•Terinfeksi saluran uretra
•Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh alat kelamin
•Mempunyai riwayat sindrom syok karena keracunan
•Ingin metoda KB efektif
Penaganan efek samping dan masalah lain
Efek samping dan masalah Penanganan
Iritasi vagina Periksa adanya vaginitis atau IMS. Jika penyebabnya spermisida, alihkan ke spermisida lain dengan komposisi berbeda / bantu pemilihan metoda lain
Iritasi penis dan rasa tidak nyaman Periksa IMS. Jk pyebabnya spermisida, alihkan ke spermisida lain dg komposisi berbeda / bantu pemilihan metoda lain
Gangguan rasa panas di vagina Periksa reaksi alergi atau terbakar. Yakinkan bahwa rasa hangat adalah normal. Jika tidak ada perubahan alihkan ke spermisida lain dengan komposisi berbeda atau bantu pemilihan meoda lain
Kegagalan tablet tidak larut Alihkan k spermisida lain dg komposisi berbeda atau bantu pemilihan meoda lain

Cara penggunaan/instruksi bagi klien
• Cuci tangan dg sabun & air mengalir sblm mgisi aplikator & insersi spermisida
• Gunakan spermisida tiap berhubungan intim
10-15 menit• Jarak tunggu setelah tablet vagina atau supposituria dimasukkan
• Tidak ada jarak tunggu setelah memasukkan busa
• Ikuti petunjuk cara penggunaan dan cara penyimpanan
• Tempatkan spermisida jauh dalam vagina sehingga serviks terlindungi dg baik

Aerosol (Busa)
• Kocok tempat aerosol 20-30 menit sebelum digunakan
• Tempatkan kontainer dengan posisi ke atas, letakkank aplikator pada mulut kontainer dan tekan aplikator untuk mengisi busa
• Sambil berbaring, lakukan insersi aplikator ke dalam vagina mendekati serviks, dorong sampai busa keluar
• Aplikator segera dicuci dengan sabun dan air, tiriskan dan keringkan. Jangan berbagi aplikator bersama orang lain

Tablet vagina atau supposituria
• Cuci tangan sebelum membuka paket
• Lepaskan tablet/supposituria dari paket
• Sambil berbaring, masukkan talet/supposituria jauh ke dalam vagina
• Tunggu 10-15 menit sebelum melakukan hubungan seksual
• Sediakan selalu ekstra pengadaan tablet maupun supposituria
Krim
• Insersi kontrasepsi krim setelah dikemas ke dalam aplikator sampai penuh, masukkan ke dalam vagina sampai mendekati serviks
• Tekan alat pendorong sampai krim keluar. Tidak perlu menunggu kerja krim
• Aplikator harus dicuci dengan sabun dan air sesuai dengan pencegahan infeksi untuk alat-alat, tiriskan dan keringkan
• Untuk memudahkan pembersihan alat, pisahkan bagian-bagiannya. Jangan berbagi aplikator dengan orang lain. Sediakan selalu ekstra krim dirumah

c. Diafragma
Defenisi
Diafragma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks.

Jenis-jenis diafragma
• Flat spring (flat metal band)
• Coil spring (coiled wire)
• Arching spring (kombinasi metal spring)

Cara kerja: Menahan sperma agar tidak mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus& tuba falopii) dan sebagai alat tempat spermisida.

Manfaat
• Efektif bila digunakan dngan benar
• Tidak mengganggu produksi ASI
• Tidak mengganggu hub seksual krn telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya
• Tidak mengganggu kesehatan klien
• Tidak mempunyai pengaruh sistemik

Keterbatasan
• Efektivitas sedang (bila digunakan dengan dengan spermisida angka kegagalan 6-18 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama)
• Keberhasilan sbg kontrasepsi bergantung pd kepatuhan mgikuti cr penggunaan
• Motivasi diperlukan berkesinambungan dg mnggunakannya stiap berhub seksual
• Pemeriksaan pelvik o/ petugas kes terlatih diperlukan utk memastikan ketepatan pemasangan
• Pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi saluran uretra
• Pada 6 jam pasca hubungan seksual, alat masih harus berada di posisinya

Seleksi klien pengguna diafragma
Diafragma
Sesuai untuk klien yang: Tidak sesuai untuk klien yang:
• Tidak menyukai metoda kontrasepsi, seperti perokok, atau di atas usia 35 tahun
• Tidak menyukai penggunaan AKDR
• Menyusui dan perlu kontrasepsi
• Memerlukan proteksi terhadap IMSmemerlukan metoda sederhana sambil menunggu metoda lain • Berdasarkan umur serta masala kesehatan menyebabkan kehamilan menjadi beresiko tinggi
• Terinfeksi saluran uretra
• Tidak stabil secara psikis atau tidak suka menyentuh alat kelaminnya
• Mempunyai riwayat sinrom syok karena keracunan
• Ingin metoda KB efektif


Penanganan efek samping
Efek samping Penanganan
Infeksi saluran uretra Pengobatan dengan antibiotika yg sesuai, apabila diafragma mjd pilihan utama dlm ber-KB. Sarankn segera mengosongkan kandung kemih stlh melakukan hub seks atau sarankan memakai metoda lain
Dugaan adanya reaksi alergi diafragma atau dugaan adanya reaksi alergi spermisida Walaupun jrg tjd, terasa krg nyaman dan mgkn berbahaya. Jk ada gjl iriasi vagina, khususnya pasca senggama,tdk mengidap IMS, berikan spermisida yg lain atau bantu memilih metoda lain
Rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/rektum Pastikn ketepatan letak diafragma apabila alat terlalu besar. Cobalah dg ukuran yg lebih kecil. Tindak lanjut utk meyakinkan masalah telah tertangani
Timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan lebih dari 24 jam Periksa IMS/benda asing dlm vagina. Jk tdk ada, sarankan mlepaskn diafragma stlh hub seks tapi tdk <6jam stlh hub yg terakhir. Stlh diangkat, diafragma dicuci dg hati-hati mggunakan sabun cair & air. Jika mengidap IMS, lakukan pemrosesan alat sesuai dengan pencegahan infeksi

Cara penggunaan/instruksi bagi klien
• Gunakan diafragma setiap kali berhubungan intim
• Diafragma dipasang beberapa saat sebelum berhubungan intim, oleh karena itu vesika urinaria perlu dikosongkan terlebih dahulu dan cuci tangan
• Tes bahwa diafragma tidak berlubang (dengan air/cahaya)
• Oleskan kira-kira satu sendok the spermisida pada dasar diafragma dan disekeliling diafragma
• Posisi yang memudahkan prosedur adalah dengan mengangkat satu kaki dan meletakkannya ke atas kursi/dudukan toilet. Diafragma juga dapat dipakai sambil berbaring atau jongkok
• Lebarkan kedua bibir vagina
• Pegang diafragma dengan erat, masukkan ke dalam vagina jauh ke belakang dengan bagian yang mengandung spermisida menghadap ke serviks. Dorong bagian depan ke pinggiran atas di balik tulang pubis
• Masukkan jari ke vagina sampai menyentuh serviks, sarungkan karetnya dan pastikan serviks telah terlindungi
• Bila setelah 6 jam diafragma masih berada di dalam vagina atau masih ingin melakukan hubungan seksual, maka spermisida harus dioleskan kembali
• Lepaskan diafragma maksimal 6 jam setelah hubungan seksual terakhir. Ingat, hindari pemakaian diafragma selama 24 jam untuk mencegah infeksi
• Untuk mengeluarkan diafragma, tarik bagian depan diafragma kemudian tarik ke bawah dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah

d. Cap cerviks
Bentuk dan cara penggunaan cap serviks sama dengan diafragma tapii memiliki ukuran yang lebih kecil. Karena ukurannya yang lebih kecil darii diafragma, cap serviks ini tidak menyebabkan tekanan pada VU sehingga cap ini dapat dipakai selama 48 jam dan tambahan ulang spermisida tidak dibutuhkan. Cap ini tidak harus dilepas selama 6 jam setelah hubungan seksual terakhir, cara pemasangannya dan pelepasannya sama dg diafragma tetapi lebih sulit krn ukurannya yang lebih kecil.

e. Alat kontrasepsi dalam rahim
• Sangat efektif, reversibel, dan berjangka panjang
• Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
• Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan
• Dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi
• Tidak boleh dipakai oleh wanita yang terpapar IMS
Jenis
• Inert, dari plastik ( lippes loop ) atau baja anti karat ( the chinese ring )
• Mengandung tembaga seperti CuT 380A, CuT 200C, dll
• Mengadung hormon steroid

Cara kerja
Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum diketahui secara pasti. Pendapat terbanyak mengatakan AKDR menimbulkan reaksi radang pada endometrium dengan serbukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista atau sperma. AKDR yang mengandung tembaga juga menghambat khasiat anhidrase karbon dan fosfatase alkali, memblok bersatunya sperma dan ovum, mengurangi jumlah sperma yg mencapai tuba falopii, dan menginaktifkan sperma. AKDR yang mengeluarkan horman juga menebalkan lendir serviks hingga menghalangi pergerakan sperma.

Keuntungan
• Efektifitas tinggi (0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama
• AKDR dapat efektif segera setelah pemasangan
• Metoda jangka panjang (CuT 380A mempunyai jangka proteksi 10 tahun)
• Sangat efektif karena tidak perlu mengingat-ingat
• Tidak mempengaruhi hubungan seksual
• Meningkatkat kenyamanan seksual karena tidak perlu takut hamil
• Tidak ada efek samping hormonal terhadap CuT 380A
• Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI
• Dapat dipasang segera setelah abortus atau melahirkan
• Dapat digunakan sampai menopause
• Tidak ada interaksi dengan obat-obatan

Kerugian
• Efek samping yang umum terjadi:
1. Perub siklus haid (umumnya pd 3 bln I dan akan berkurang setelah 3 bulan)
2. Haid lebih lama dan banyak
3. Spotting antar menstruasi
4. Haid terasa lebih sakit
• Komplikasi lain:
1. merasakan sakit selama 3-5 hari setelah pemasangan
2. perdarahan berat waktu haid atau diantaranya dapat memungkinkan terjadinya anemia
3. perforasi dinding uterus

• Tidak mencegah IMS termasuk HIV
• Tidak baik digunakan pada wanita dengan IMS atau sering berganti pasangan
• Penyakit radang panggul terjadi sesudah wanita dengan IMS menggunakan AKDR. Hal ini dapat memicu infertilitas
• Prosedur medis, termasuk pemeriksaan pelvik perlu dilakukan dalam pemasangan AKDR. Beberapa wanita mungkin takut dengan prosedur ini
• Sedikit nyeri dan perdarahan terjadi segera setelah pemasangan AKDR. Biasanya menghilang dalam 1-2 hari
• Klien tidak dapat melepas AKDR sendiri. Pelepasan AKDR dilakukan oleh petugas terlatih
• Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui
• Tidak mencegah terjadinya kehamilan ektopik
• Wanita harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukan ini, wanita harus memasukkan jarinya ke dalaam vagina. Sebagian perempuan tidak mau melakukan ini

Persyaratan pemakaian. Yang dapat menggunakan:
• Usia reproduktif
• Keadaan nullipara
• Menginginkan kontrasepsi jangka panjang
• Menyusui dan ingin memakai kontrasepsi
• Setelah melahirkan dan tidak menyusui
• Setelah abortus dan tidak ada tanda infeksi
• Resiko rendah IMS
• Tidak menghendaki metoda hormonal
• Tidak menyukai untuk mengingat-ingat minum pil
• AKDR juga dapat digunakan pada ibu dalam segala kemungkinan misalnya perokok, pasca abortus, gemuk/kurus, sedang menyusui, penderita tumor jinak payudara, penderita kanker payudara, pusing-pusing,hipertensi,varises, penderita penyakit jantung, pernah menderita stoke, penderita diabetes, penderita penyakit hati/empedu, malaria, penyakit tiroid, epilepsi, setelah pembedahan pelvik.

Yang tidak diperkenankan menggunakan AKDR
• Sedang hamil atau kemungkinan hamil
• Perdarahan per vagina yang tidak diketahui penyebabnya
• Penderita infeksi alat genital
• Sering menderita PRP atau abortus septik
• Penyakit trofoblas yang ganas
• Penderita TBC pelvik
• Kanker alat geintal
Penanganan efek samping yang umum dan permasalahan yang lain
Efek samping Penanganan
Amenorea Periksa apakah sedang hamil, jika tidak jangan lepaskan AKDR, lakukan konseling dan selidiki penyebab amenorea. Jika diketahui hamil, sarankan untuk melepas AKDR apabila talinya keluar dan kehamilan kurang 13 minggu. Jika kehamilan besar 13 minggu dan benang tidak terlihat, AKDR jangan dilepaskan. Apabila klien sedang hamil dan tetap ingin mempertahankan kehamilan tanpa melepaskan AKDR, jelaskan adanya kemungkinan kegagalan kehamilan dan infeksi
Kejang Pastikan dan tegaskan adanya PRP dan penyebab lain kejang. Tanggulangi penyebabnya bila ditemukan. Apabila tidak ditemukan, beri analgesik untuk sedikit meringankan. Apabila klien mengalami kejang berat, lepas AKDR dan anjurkan metoda lain
Perdarahan vagina hebat dan tidak teratur Pastikan adanya infeksi pelvik dan kehamilan ektopik. Apabila perdarahan berlanjut, lakukan pemantauan
Benang yang hilang Pastikan ada kehamilan/tidak. Tanyakan apakah AKDR terlepas. Apabila tidak hamil dan AKDR tidak terlepas, gunakan kondom. Periksa keberadaan benang dalam cavum uteri atau saluran endoserviks. Apabila tidak ditemukan, rujuk ke dokter untuk x-ray atau USG
Adanya pengeluaran dari vagina/dicurigai PRP Lepaskan AKDR bila ditemukan infeksi kelamin dan anjurkan menggunakan metoda lain

Waktu penggunaan
• Setiap waktu dalam siklus haid yang dapat dipastika klien tidak hamil
• Hari pertama sampai ke tujuh siklus haid
• Segera stlh melahirkan, selama 48 jam pertama atau 4 minggu pascapersalinan
• Setelah abortus apabila tidak ada gejala infeksi
• Selama 1-5 hari setelah senggama yang tidak dilindungi

Petunjuk bagi klien
• Kembali memeriksakan diri setelah 4-6 minggu pemasangan AKDR
• Slm bln I pemakaian AKDR, periksa benang AKDR scr rutin t.u stlh menstruasi
• Setelah bulan pertama kehamilan, benang diperiksa bila: kejang/kram pada perut bagian bawah, spotting setelah senggama, nyeri setelah senggama atau pasangan tidak nyaman dalam bersenggama
• CuT 380A perlu dilepas setelah 10 tahun tetapi dapat dilakukan lebih awal
• AKDR tidak mencegah penularan IMS, maka gunakan kondom jika pasangan beresiko
• Kembali ke klinik apabila; benang tidak teraba, bagian keras AKDR teraba, AKDR terlepas, terjadi pengeluaran vagina yang mencurigakan, adanya infeksi
Pemasangan Iud Cooper T380a
Alat dan bahan :
1. IUD COOPER T380A
2. Sarung tangan 2 pasang
3. Spekulum cocor bebek
4. Tenakulum
5. Sonde uterus
6. Lampu sorot atau senter
7. Gunting
8. Kom berisi povidon iodin
9. Kasa
10. Klorin 0,5

Cara pemakaian
A. Persiapan pasien
• Lakukan konseling agar pasien mantap. Minta pasien buang air kecil dulu dan ersihkan kemaluan dengan sabun. Siapkan peralatan, cek tanggal kadaluarsa IUD.
• Cuci tangan selama 15-30 detik dengan air mengalir dan bersihkan tangan dengan handuk kering dan bersih. Kenakan sarung tangan dengan baik dan steril.
• Periksa genitalia eksterna, awasi adanya luka bernanah, kelenjar bartolin yang membesar, kelenjar getah bening yang membesar, kelenjar getah bening yang membesar.
• Pasang spekulum dengan jari telunjuk kiri, menekan bagian bawah.
• Pada inspekulo lihat porsio, awasi adanya erosi, fluor yang ada normal atau tidak. Tutup spekulo, miringkan dan keluarkan.
• Lakukan pemeriksaan dalam bimanual, awasi adanya nyeri goyang, besar dan arah uterus, masa di adneksa.
• Bersihkan ujung sarung tangan dala larutan klorin dalam ember, lepas dan masukan dalam ember.

B. Persiapan IUD
• Siapkan bagian-bagian alat : leher biru, pendorong, kertaspengukur, kertas transparan, kertas biasa, tabung, IUD.
• Yakinkan IUD berada pada tabung, jika berada di luar dorong masuk. Jika tali IUD keluar seluruhnya dari tabung, IUD tidak dapat dipakai. Letakan di tempat bersih, keras, datar dan IUD disisi kri.
• Buka kertas transparan 1/3 bagian, angkat ke atas vertikal, angkat bagian belakang seperti membuka pisang. Keluarkan pendorong, masukan kedalam tabung IUD. Kembalikan kertas bagian belakang, letakan ditampat datar lagi. Tahan kedua lengan iud dengan ibu jari dengan jari telunjuk tangan kiri. Dorong kertas pengukur keatas sampai rasa ada tahanan. Dorong tabung sampai kedua lengan terlipat. Tarik tabung kebawah seikit, angkat keatas. Masukan kedua lengan kedalam tabung.

C.

Pemasangan IUD
• Kenakan sarung tangan. Pasang spekulum dan kunsci. Ambil kasa demgan cunam tampon, celupkan dalam povidon iodin, masukan kedalam dan bersihkan 2-3 kali.
• Pasang tenakulum pada porsio di jam 11 sekkitar 1 cm dari porsio. Masukan sonde dengan notouch technique, tarik tenakulum kearahluar agar uterus dan saluran-salurannya berada dalam satu garis lurus, ukur panjang uterus. Keluarkan somde dalam keadaan mendatar. Tera panjang uterus pada kertas pengukur iud denagn meletakan ujung sonde pada garis biru atau merah dan memakai salah satu huruf sebagai ukuran batas
• Letakan tabung IUD sehingga leher biru bagian depan berada di batas huruf diatas.
• Tahan leher biru dengan telunjuk. Dorong tabung sampai ujung t (iud) sampai garis batas
• Buka plasti seluruhnya. Ambil iud dengan ibu jari dan telunjuk dengan posisi mendatar atau sejajar dan gunakan tiga jari sebagai alasnya.
• Masukan kedalam uters (porsio) sampai terasa tahanan tarik tenakulum. Pegang tenakulum dan pendorong dengan tangan kiri.
• Tahan pendorong, tari tabung sampai bertemu pangkal pendorong, keluarkan pendorong, dorong tabung sampai terasa ada tahanan. Lepas tenakulum
• Tarik tabung sampaii terlihat benang 3-4 cm dari porsio. Potong dengan benang dengan gunting
• Keluarkan tabung. Perhatikan bekas jepitan tenakulum berdarah atau tidak bila perlu ditekan degan kasa steril. Buka spekulum lalu lepas sarung tangan. Terangkan kepada ibu bahwa iud dapat dipertahankan selama 10 tahun, 1 minggu lagi ibu harus datang untuk kontrol atau ibu, diminta datang segera bila panas, berdarah banyak atau sakit diminta menunggu 15-20 menit di ruang tunggu sebelum pulang bila tidak pusing. Diberi tahu cara merawat tali IUD yaitu dengan membersihkan kemaluan dengan air sabun, jongkok, dan dengan jari, raba apakah masih ada tali di kemaluan
• Catat dibuku: tanggal, jenis IUD dan nama pemasang


4. Metoda Pembedahan / Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi mantap ( kontap ) terdapat pada pria dan wanita merupakan metoda KB paling efektif, murah, aman, dan mempunyai nilai demografi yang tinggi.

a. Kontap Pada Wanita ( Tubektomi )
TUBEKTOMI adalah setiap tindakan pada kedua saluran telur yang menyebabkan wanita bersangkutan tidak hamila lagi. Merupakan alat kontrasepsi paling efektif dengan angka kegagalankurang dari 1% ( kapita selakta, FKUI 2001 )

Keuntungan Tubektomi
• Sangat efektif
• Permanen
• Tidak mempengaruhi proses menyusui
• Tidak bergantung pada faktor senggama
• Baik bagi klien apabila kehanilan akan menjadi resiko kesehatan yang serius
• Pembedahan sederhana dan dapat dilakukan dengan anastesi local
• Tidak ada efek samping dalam jangka waktu panjang
• Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual
• Berkurangnya resiko kanker ovarium

Yang Dapat Menjalani Tubektomi
• Usia > 26 tahun
• Peritas > 2
• Yakin telah mempunyai besar keluarga ayng sesui dngan kehendak
• Pada kehamilannya akan menimbulakn resiko kesehatan yang serius
• Pascapersalinan
• Pascakeguguran
• Apham dan secara sukareka setuju dengan prosedur ini

Yang sebaiknya tidak menjalani tubektomi
• Hamil
• Perdarahan vaginal yang belum terjelasajn
• Infeksi sistemik atau pelvic yang akut
• Tidak boleh menjalani proses pembedahan
• Kurang pasti mengenai keinginannya untuk fertilitas dimasa depan
• Belum memberikan persetujuan tertulis

Kapan dilakukan
• Setiap wkt slm siklus mens apabila diyakini secara rasional klien tsb tidak hamil
• Hari ke 6 – 13 siklus menstruasi ( fase proliferasi )
• Pasca persalinan
• Minilap : didalam waktu 2 hari atau setelah 6 mgg atau 12 mgg
• Laparoskopi : tidak tepat untuk klien pasca persalinan
• Pasca keguguran
• Triwulan I: dlm wkt 7hr slm tdk ada bukti infeksi pelvic (minilap/laparoskopi)
• Triwulan II: dlm wkt 7hr sepanjang tidak ada bukti ( minilap saja )
JENIS – JENIS STERILISASI TUBA
a. Prosedur irving
Merupakan pemotongan tuba falopi dan pemisahan kedua potongan tuba ini dari mesosalping sehingga cukup untuk menimbulkan segmen medial tuba tersebut yang ujungnya ditanam dalam terowongan pada miometrium di sebalah posterior, dan segmen lateral yang pendek, yang ujung proksimalnya kemudian ditanam didalam mesosalping

b. Prosedur pomeroy
Menggunakan catgut untuk mengikat gulungan tuba falapi, karena dasar dari prosedur ini terdapat pada absorbsi segera ikatan tersebut dan selanjutnya ujung tuba yang dipotong akan terpisah karena acap kali terbungkus oleh jarinagn fibrosa yang terbentuk

c. Prosedur parkland
Dirancang untuk menghindari pendekatan ujung – ujung tuba falopi yang sering terjadi pada prosedur pomeroy. Dengan menginsisi dinding abdomen dibawah umbilicus yang secara khas dilakukan cukup panjang untuk memungkinkan pemasangan retractor.

d. Prosedur madlener
Buku tuba dirusak dan diikat dengan jahitan yang tudak bisa diserap tetapi tidak direseksi. Penggunaannya tidak dianjurkan.

e. Fibriektomi
Fibrie dijepit dengan sebuah kle, bagian proksimal dari jepitan diikat dengan sehelai benang sutra. Atau dengan cut gut yang tidak mudah diabsorsipengangkatan semua fibrie untuk menghasilkan sterilisasi . Kemudian dagian distal dari jepitan diotong.

TEKNIK OPERASI
Minilaparatomi
Hanya diperlukan sayatan kecil ( sekitar 3 cm ) diperut bwaah, maupun pada lingkar pusat bawah
Baik pada masa interval maupun pascapersalinan , pengambilan tuba dilakukan melalui sayatan kecil. Setelah tuba didapat lalu dikeluarkan, diikat, dan dipotong sebagia. Setelah itu dinding perut ditutup kemabli,luka sayatan ditutup dengan kasa yang kering dan steril apabial tidak ditemukan masalah yang berarti klien dapat dipulangkan setalah 2-4 jam.

Laparoskopi
Memerlukan tenaga spesialis kebidanan dan penyakit kandungan yang terlatih.
KEGAGALAN STERILISASI TUBA
Kegagalan metoda ini dapat terjadi akibat kagagalan metoda itu sendiri atau atau akibat pelaksanaan operasi sterilisasi yang tidak baik. Kegagalan metode reaksi yang paling sering diikuti pembentukan fistula atau reanastomose yang spontan. Kemudian terdapat kegagalan pada alat mekanis yang dipasang yang mengalami cacat atau ditempatkan secara tidak tepat

SINDROMA PASCA LIGASI TUBA
• Keluhan terganggu atau tidak enak pada panggul
• Pembentukan kista ovari khususnya menorhagia
• Dilaporkan memiliki kadar estradiol yang tinggi dan progesterone serum yang rendah bila disbanding kelompok control yang normal

Komplikasi
• Komplikasi estetika
• Koagulasi tanpa dikehendaki pada struktur yang penting
• Emboli pulmoner yang kadang – kadang dijumpai dan kegagalan untuk menghasilkan kemandulan tanpa disadari, mengakibatkan kehamilan ektopik yang ditangani secara keliru
• Anastesi

INFORMASI BAGI KLIEN
• jaga luka operasi tetap kering hingga pembalut dilepaskan. Mulai lagi ativitas normal secara bertahap
• hindari hubungan intim hingga merasa cukup nyaman. Setelah itu mulai kembali melakukan hubungan intim, hentikan bila merasa kurang nyaman
• hindari mengangkat benda – benda berat dan bekerja keras selam 1mgg
• kalau sakit, minumlah 1 atau 2 tablet analgesic setiap 4-6 jam
• jadwalkan sebuah kunjungan pemeriksaan secara rutin antara 7 dan 14 hari setelah pembedahan.
• Kembalilah setiap waktu apabila anda menghendaki perhatian tertentu, atau terdapat tanda – tanda yang tidak biasa
• Nyeri bahu selama 12-24 jam setelah laparoskopi relative lazim dialami karena gas di bawah diafragma, sekunder terhadap pneumoperitonium
• Tubektomi efektif setelah operasi
• Periode menstruasi akan berlanjut seperti biasa. ( apabila mempergunakan metode hormonal sebelum prosedur , khusus PK atau KSK, umlah dan durasi haid dapat meningkat setelah pembedaahn
• Tubektomi tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular sseksual


b. KONTAP PADA PRIA ( VASEKTOMI )
Profil
• Sangat efektif dan permanent
• Tidak ada efeksamping jangka panjang
• Tindak bedah yang aman dan sederhana
• Efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan
• Konseling dan inform consent mutlak diperlukan

VASEKTOMI adalah prosedur klinik untuk menghenrtikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi.

INDIKASI
Upoaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi mengancam atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan ketahanan dan kualitas keluaga.

KONDISI YANG MEMERLUKAN PERHATIAN KHUSUS BAGI TINDAKAN VASEKTOMI
• Infeksi kulit pada daerah operasi
• Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
• Hidrokel atau varikokel yamh besar
• Hernia inguinalis
• Filariasis / elefantiasis
• Undesensus testikularis
• Massa intraskrotalis
• Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan antikoagulansia

INFORMASI BAGI KLIEN
• Prosedur vasektomi tidak mengganggu hormon pria atau menyebabkan perubahan kemampuan dan kepuasan seksual
• Setelah prosedur vasektomi gunakan metoda kontrasepsi terpilih hingga spermatozoa yang tersisa dalam vesikula seminalis telan dikeluarkan seluruhnya. Secara empiric, sperma analisis akan menunjukkan hasil negativ setelah 15-20 kali ejakulasi
• Pertahakan band aid pada luka operasi selama 3 hari
• Luka yang sedang dalam penyembuhan jangan ditarik – tarik atau digaruk
• Boleh mandi setekah 24 jam, asal daerah luka tidak basah. Setelah 3 hari lka boleh dicuci dengan sabun atau air
• Pakailah penunjang skrotum, usahakan daerah operasi kering
• Jika nyeri, berikan 1-2 tablet analgetik spt parasetamol/ibuprofen tiap 4-5 jam
• Hindari mengangkat berang berat dan kerja keras untuk tiga hari
• Boleh bersenggama sesudah hari ke 2-3. Namun untuk mencegah kehamilan, pakailah kondom atau cara kontrasepsi lain selama 3 bulan atau sampai ejakulasi 15-20 kali
• Periksa semen 3 bulan pascavasektomi atau sesudah 15-20 kali ejakulasi
PELAKSANAAN VASEKTOMI
Tempat pelayanan vasektomi : dapat dilakukan difasilitas kesehatan umu yang mempunyai ruang tindakan bedah minor dengan persyaratan :
Mendapat penerangan yang cukup
Lantainya terbuat dari semen atau keramik sehingga mudah dibersihkan bebas debu dan serangga
Sedapat mungkin dilengkapi alat pengetur suhu ruangan

Teknik Vasektomi Standar
medikasi prabedah dan anastesi:
bila klien nampak sangat gelisah tanpa penyebab yang jelas maka dapat diberikan diazepam 5-10 mg peroral, 30-40 menit sebelum operasi. Anastesi yang digunakan haruslah anastesi local.

Tujuan anastesi: Menghilangkan nyeri & rs tak enak, Mengurangi stress & cemas
Tata cara :
1. Celana dibuka dan baringkan pasien dalam posisi telentang
2. Daerah kulit skrotum, penis, supra pubis, dan bag dlm pangkal paha kanan dbrsihkn dg cairan yg tdk merangsang seperti larutan iodofor ( betadine ) 0,75% atau larutan klorheksidin ( hibiscrub ) 4%. Bila ada bulu cukur terlebihdahulu.
3. Tutup daerah yang telah dibersihkan tersebut dengan kain steril berlubang, pada daerah skrotum ditonjolkan keluar
4. Tepat dilinea mediana diatas vasdeferens, kulit skrotum diberi anastesi local ( prokain atau novokain ) 0,5 ml, lalu jarum diteruskan masuk dan didaerah distal serta proksimal vasdeferens dideponir lagi masing – masing 0,5 ml
5. Kulit skrotum diiris longitudinal 1-2 cm, tepat diatas vasdeverens yang ditonjolkan kepermukaan kulit
6. Setelah kulit dibuka vasdeferens dipegang dengan klem, disiangi sampai tampak vasdeferens mengkilat seperti mutiara, perdarahan dirawat dengan cermat. Sebaiknya ditambah lagi obot anastesi kedalam fasia vasdeferens dan baru kemudian fasia disayat longitudinal sepanjang 0,5 cm. Usahakan sayatan rata hingga memudahkan penjahitan kemabli. Setelah fasi vasdeferens di buka terlihat vasdeverens berwarna putih nengkilat seperti mutiara. Selanjutnya vasdeferen dan fasi dibebaskan dengan gunting halus berujang runcing
7. Jepitlah vasdeverens dengan klem pada 2 tempat dengan jarak 1-2 cm dan ikat dengan benang kedua ujungnya. Setelah diikat ajngan dipotong dulu. Tariklah benang yang mengikat kedua ujung vasdeferens tersebut untuk melihat kalau ada perdarahan yang tersembunyi. Jepitan hanya pada titk perdarahan, jangan terlalu banyak, karena daapt menjepit pembuluh darah lain seperti arteri testikularis atau deferensialisis yang berakibat kematian testis itu sendiri.
8. Potonglah diantara dua ikatan tersebut sepanjang 1 cm. Gunakan benang sutra n0. 00,0 atau satu untuk mengikat vasdeferens tersebut. Ikatan tidak boleh terlalu longgar tetapi juga jangan terlalu keras karena dapat memotong vasdeferens
9. Untuk mencegah rekanalisasi spontan yang dianjurkan adalah dengan melakukan interposisi fasi vasdeferens, yakni menjahit kembali fasia yang terluka sedemikian rupa, vasdeferens bagian distal dibenamkan dalam fasia dan vasdeferens bagian proksimal terletak diluar fasia. Cara ini akan mencegah timbulnya kemungkinan rekanalisasi
10. Lakukan tindakan diatas untuk vasdeferens kanan dan kiri, setelah selesai, tutuplah kulit engan 1-2 jahitan . Kemudian rawat luka operasi sebagaimana mestinya, tutup dengan kasa steril dan diplester.

Tekhnik vesektomi yang lain :
1. Insisi kulit dilakukan sagital atau transversal.
2. Fiksasi vasdeferens dengan menusukkan jarum di baeah vas deferens dengan menembus kulit
3. Cara mengikat vas deferens ada beberepa amcam :
a. Kedua ujung diikat tumpang tindih
b. Keduaujung dibelokkan dan diikat
c. Hanya satu ujung yang di belokkan
d. Hany saalh satu ujung saja yang diikat, sehingga dari avsdeferens yang proksimal sperma bisa keluar

KEGAGALAN VASEKTOMI
Dianggap gagal bila :
Pada analisa sperma setelah 3 bulan pasca vasektomi atau setelah 15-20 kali ejakulasi masih dijumpai sperma
Dijumpai sperma setelah sebelumnya azoospermia
Istri hamil

HAK-HAK KONSUMEN KB
1. Hak atas informasi , yaitu hak untuk mengetahui segala manfaat dan keterbatasan pilihan metode perencanaan keluarga
2. Hak akses, yaitu hak memperoleh pelayanan tanpa membedakan jenis kelamin, agama, dan keperceyaan dan suku, status sosial, status perkawinan, dan lokasi
3. Hak pilihan, yaitu hak untuk memutuskan secara bebas tanpa paksaan dalam memilih dan menerapkan metode keluarga berencana
4. Hak keamanan, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan yang aman dan efektif
5. Hak privasi, setiap konsumen keluarga berencana berhak untuk mendapatkan privasi atau bebas adri gangguan serta campur tangan orang lain dalam konseling dan pelayanan keluarga berencana
6. Hak kerahasiaan, yaitu hak untum mendapatkan jaminan rawat infomasi pribadi yang diberikan akan dirahasiakan
7. Hak harkat, yaitu hak mendaptkan pelyanan scr mausiawi, penuh penghargaan dan perhatian
8. Hak kenyamanan, yaitu setiap konsumen keluarga berencana berhak untuk memperoleh kenyamanan dalam pelayanan
9. Hak berpendapat, yaitu hak untuk menyatakan pendapat secara bebas terhadap pelayanan yang ditawarkan
10. Hak keberlangsungan, yaitu hak untuk mendapatkan ketersediaan metode keluarga berencana seara lengkap dan pelayanan yang berkesinambungan selama diprlukan
11. Hak ganti rugi, yaitu hak untuk mendapatkan ganti rugi apabila terjadi pelanggaran terhadap hak konsumen



More about → ASKEP KB Kelompok A'4